Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

MENGEMBANGKAN POTENSI EKOLOGI PERTANIAN PEDESAAN BERBASIS MASYARAKAT YANG BERKELANJUTAN (Studi Kasus Di Desa Cikalong, Tasikmalaya, Jawa Barat) Kristiyanto Kristiyanto; Nur Rizkiyah
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menemukenali permasalahan dengan membuahkan solusi dalam pertanian berbasis lapang (real) menjadi langkah penting dan strategis, dalam mencipta dan membangun pola pengelolaan lahan (pertanian) yang berbasis masyarakat, serta berkelanjutan. Pertanian ramah lingkungan bagian dari pola pengelolaan dan pemanfaatan potensi alam sekitar secara ekologis. Di sisi lain secara empiris banyak masyarakat petani masih memanfaatkan pestisida sebagai bahan tambahan bagi tumbuhkembang budidaya pertanian. Masalah hama atau penyakit dan kekeringan satu diantara permasalahan yang dihadapi masyarakat petani Indonesia disetiap musim/tahun, sehingga tujuan penelitian untuk mengeksplorasi lebih jauh respon masyarakat dalam merestorasi lahan pertanian secara konservatif dan berkelanjutan, terutama dalam mengelola dan memanfaatkan potensi ketersediaan air, secara berkelanjutan. Metode yang digunakan didalam penelitian ini, diantaranya (a) Direct observation, (b) In-depth individual interview, dan (c) FGD, dilakukan bersama tokoh dan masyarakat sekitar, dengan jumlah kurang lebih 15 orang, sedangkan analisa berdasarkan pada dokumentasi lapang dan interpretasi atau persepsi masyarakat, terkait dengan potensi dan kendala alam sekitarnya. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa ketergantungan petani telah menghilangkan kemandirian dalam bertani, sehingga petani sering dihadapkan dengan kegagalan dalam mencapai produktivitasl tanaman padi, sehingga perlu adanya pemahaman kondisi ekologi pertanian dengan mendasarkan pada karakteristik ekosistem atau potensi alam di dalamnya, agar tercipta sebuah adaptasi yang ekologis dan berkelanjutan.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN MENGUNAKAN METODE CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) BERBASIS HERBARIUM Nur Rizkiyah
Journal on Teacher Education Vol. 2 No. 1 (2020): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.789 KB) | DOI: 10.31004/jote.v2i1.929

Abstract

Hasil wawancara guru mata pelajaran dengan siswa kelas X, untuk konsep tumbuhan pakiu mereka menemui kesulitan untuk memahaminya. Salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk mengatasi kesulitan tersebut adalah CIRC (Cooperative Integrated Reading and Compiosition) berbasis herbarium. Dalam metode CIRC ini kelas dibagi menjadi kelompok kecil-kecil dan masing-masing kelompok diberi tanggung jawab sendiri-sendiri untuk menyelesaikan tugasnya. Herbarium yang digunakan adalah jenis-jenis tumbuhan paku yang dikumpulkan siwa selamamasa praktikum lapangan dengan teknik menjelajah dan sebagian ditambah dengan koleksi milik guru yangb sudah ada. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelia]tian ini adalah penelitian kuslitatif dengan tipe penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas X SMAN 4 Probolinggo melalui dua siklus. Data dikumpulkan dengan menggunakan hasil tes, observasi kelas dan angket siswa. Hasil penelitian ini menunjukan dengan menggunakan metode pembelajaran CIRC berbasis herbarium maka hasil belajar biologi siswa dapat ditingkatkan. Hal ini terlihat dari hasil tes awal mencapai 24% hasil tes akhir siklus I mencapai 52% pada siklus II meningkat menjadi 84%. Hasil angket siwa terhadap metode pembelajaran CIRC berbasis herbarium ysng digunakan pada konsep tumbuhan paku menunjukan bahwa sebagian besar siswa sangat setuju pembelajaran ini menggunakan pendekatan herbarium. Kata Kunci: Metode Pembelajaan CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) , Hasil belajar, konsep ptheridophyta.
Pengaruh Sikap Siswa dan Pemahaman Konsep Ekosistem Terhadap Kepedulian Lingkungan Nur Rizkiyah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 5 No 2 (2019): JURNAL ILMIAH WAHANA PENDIDIKAN
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.534 KB)

Abstract

This study aims to determine and analyze the influence of student attitudes on Biology lessons and understanding concepts towards environmental awareness of State High School students in Jagakarsa District, South Jakarta. This type of research is associative descriptive. The population of this study was all students of class X in Natural Sciences at the State High School in Jagakarsa District, South Jakarta 885 students. Sampling with proportional random sampling obtained a sample of 90 students. The data analysis technique is the path analysis approach. The results showed that students' attitudes directly did not have a significant effect on environmental awareness. However, indirectly through the variable understanding of ecosystem concepts has a significant effect on environmental awareness. Furthermore, understanding the concept of ecosystem has a significant effect on environmental awareness. Overall, the magnitude of the indirect effect of students' attitudes towards environmental awareness through understanding the concept of the ecosystem is 47.4%. While the remaining 52.6% is contributed by other factors not examined in this study.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Siswa Kelas IX SMP untuk Lanjut Studi ke SMK Nur Rizkiyah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 6 No 4 (2020): JURNAL ILMIAH WAHANA PENDIDIKAN
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.494 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4298402

Abstract

The purpose of this study was to determine the factors that influence students in choosing SMK, after they finish their junior high school studies. The method used was a qualitative method. The sample used was 35 students. The results showed that internal factors had the most dominant factors, while emotional factors were not dominant factors. BK teachers were expected to be able to assist students in choosing the school they will choose. Parents, could provide encouragement, so that students could choose according to their own decisions. The most dominant factors that influenced students' interest in continuing studies at vocational schools were internal encouragement, while the lowest dominant factor was social factors
Penyuluhan Kebersihan dan Pemanfaatan Sampah Anorganik Pada SMA Alikhlas Kota Bekasi Jawa Barat Aster Pujaning Ati; Mu'thia Mubasyira; Hugo Aries Suprapto; Nur Rizkiyah; Sigit Widiyarto; Ary Fiyanto; Indra Setiawan Purba
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 4 (2023): July
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8122924

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan penyuluhan agar siswa SMA dapat mengatasi sampah organik yang ada di lingkungan sekolah. Selain itu siswa juga diajarkan untuk memanfaatkan sampah anorganik menjadi barang yang bermanfaat. Isu tentang sampah, menjadi alasan mengapa topik sampah anorganik di lingkungan sekolah. Metode kegiatan yang digunakan adalah metode penyuluhan, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Adapun yang ikut dalam program ini sebenayak 50 siswa SMA Alikhlas kota Bekasi. Hasil kegiatan siswa mampu mengolah sampah menjadi barang yang dapat diguakan di sekolah. Siswa mendapat nilai yang cukup baik dalam memahami materi. Kegiatan ini sebaiknya dapat menjadi kegiatan rutin, agar hasil yang diperoleh maksimal. Kegiatan dapat dilakukan per semester agar siswa ikut berpartisipasi untuk menjaga kebersihan serta memanfaatkan sampah anorganik.
Penyuluhan Kebersihan dan Pemanfaatan Sampah Anorganik Pada SMA Alikhlas Kota Bekasi Jawa Barat Aster Pujaning Ati; Mu'thia Mubasyira; Hugo Aries Suprapto; Nur Rizkiyah; Sigit Widiyarto; Ary Fiyanto; Indra Setiawan Purba
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 4 (2023): July
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8122924

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan penyuluhan agar siswa SMA dapat mengatasi sampah organik yang ada di lingkungan sekolah. Selain itu siswa juga diajarkan untuk memanfaatkan sampah anorganik menjadi barang yang bermanfaat. Isu tentang sampah, menjadi alasan mengapa topik sampah anorganik di lingkungan sekolah. Metode kegiatan yang digunakan adalah metode penyuluhan, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Adapun yang ikut dalam program ini sebenayak 50 siswa SMA Alikhlas kota Bekasi. Hasil kegiatan siswa mampu mengolah sampah menjadi barang yang dapat diguakan di sekolah. Siswa mendapat nilai yang cukup baik dalam memahami materi. Kegiatan ini sebaiknya dapat menjadi kegiatan rutin, agar hasil yang diperoleh maksimal. Kegiatan dapat dilakukan per semester agar siswa ikut berpartisipasi untuk menjaga kebersihan serta memanfaatkan sampah anorganik.
Analisis Dampak Program Kampus Mengajar (KM) Angkatan VI terhadap Budaya Numerasi Siswa Sekolah Dasar Nur Rizkiyah; Hidayad, Arif; Fatmah, Fatmah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i4.1923

Abstract

Program Kampus Mengajar (KM) angkatan VI merupakan program pendidikan dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi, mengembangkan diri, dan membuat perubahan. Tujuan program KM untuk meningkatkan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam hal literasi, numerasi, adaptasi teknologi, dan administrasi, terutama di sekolah yang berada di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana dampak yang dialami melalui adanya program KM Angkatan VI terhadap budaya numerasi di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Bima. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan wawancara tidak terstrukutur dan observasi terhadap seorang kepala sekolah, 6 orang guru kelas, 6 orang siswa dan 1 mahasiswa KM yang bertugas di SD Negeri tersebut. Analisis data menggunakan pendekatan Miles & Hubberman yang meliputi pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya numerasi di SD Negeri Lido sebelum hadirnya mahasiswa KM angkatan VI sudah ada, namun tidak memberikan peningkatan terhadap minat belajar, semangat belajar, serta pemahaman belajar peserta didik. Setelah hadirnya mahasiswa KM angkatan VI melalui program-program numerasi yang dijalankan memberikan peningkatan budaya numerasi di SD Negeri Lido, semangat belajar matemtika peserta didik, antusias peserta didik mengikuti mata pelajaran matematika, pemahaman matematika peserta didik meningkat setelah hadirnya mahasiswa KM angkatan VI.
Analisis Dampak Program Kampus Mengajar (KM) Angkatan VI terhadap Budaya Numerasi Siswa Sekolah Dasar Nur Rizkiyah; Hidayad, Arif; Fatmah, Fatmah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i4.1923

Abstract

Program Kampus Mengajar (KM) angkatan VI merupakan program pendidikan dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi, mengembangkan diri, dan membuat perubahan. Tujuan program KM untuk meningkatkan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam hal literasi, numerasi, adaptasi teknologi, dan administrasi, terutama di sekolah yang berada di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana dampak yang dialami melalui adanya program KM Angkatan VI terhadap budaya numerasi di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Bima. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan wawancara tidak terstrukutur dan observasi terhadap seorang kepala sekolah, 6 orang guru kelas, 6 orang siswa dan 1 mahasiswa KM yang bertugas di SD Negeri tersebut. Analisis data menggunakan pendekatan Miles & Hubberman yang meliputi pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya numerasi di SD Negeri Lido sebelum hadirnya mahasiswa KM angkatan VI sudah ada, namun tidak memberikan peningkatan terhadap minat belajar, semangat belajar, serta pemahaman belajar peserta didik. Setelah hadirnya mahasiswa KM angkatan VI melalui program-program numerasi yang dijalankan memberikan peningkatan budaya numerasi di SD Negeri Lido, semangat belajar matemtika peserta didik, antusias peserta didik mengikuti mata pelajaran matematika, pemahaman matematika peserta didik meningkat setelah hadirnya mahasiswa KM angkatan VI.
PENYULUHAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK PADA GURU-GURU SEKOLAH DASAR Ukti Lutvaidah; Luluk Setyowati; Zeinora; Nur Rizkiyah; Novita Delima; Bado Riyono
Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (AMPOEN): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): AGUSTUS-NOVEMBER 2025
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/ampoen.v3i2.3924

Abstract

  Pembelajaran matematika di sekolah dasar seringkali menghadapi tantangan, termasuk persepsi siswa yang menganggapnya sulit dan membosankan serta keluhan orang tua mengenai beban tugas matematika yang tinggi . Kondisi ini mengindikasikan perlunya pendekatan pengajaran yang lebih menarik dan relevan, seperti Pendekatan Matematika Realistik (PMRI), yang harus disajikan secara menyenangkan. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini dilaksanakan di SDN 11 Babelan, Kabupaten Bekasi, dari Januari hingga Maret 2023, melibatkan 15 guru. Metode yang digunakan meliputi observasi awal untuk identifikasi masalah, dilanjutkan dengan perumusan masalah. Kemudian, dilakukan penyuluhan selama tiga sesi yang meliputi pengenalan dasar, komponen, serta teknik PMRI. Setelah itu, para guru melaksanakan praktek mengajar dengan pendekatan realistik, dan diakhiri dengan evaluasi melalui tes praktek, penyelesaian soal, dan penilaian mengajar. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan sikap positif yang tinggi dari para guru dalam menerapkan PMRI. Skor rata-rata praktek mengajar mencapai 72, mengindikasikan bahwa para guru telah mulai mengadopsi metode ini meskipun masih terdapat ruang untuk perbaikan dalam penguasaan pengajaran dan pengelolaan kelas. Keberhasilan ini menunjukkan potensi PMRI dalam membantu guru menyajikan matematika secara menyenangkan dan kontekstual. Disarankan agar para guru terus memperbaiki pengajaran dan pengelolaan kelas. Sekolah juga perlu menyediakan program pelatihan berkelanjutan untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan guru dengan fokus pada penyajian matematika yang relevan dan menarik, demi meningkatkan minat dan pemahaman siswa secara signifikan.