Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Membangun Literasi Digital Anak Usia Dini Berbasis Pendidikan Agama Islam Feskariani, Dwi; Aliyani, Ade Surya; Purwandari, Elce; Yanti, Sri; Hartatik, Hartatik
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 8 No. 1 (2025): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v8i1.13896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi literasi digital berbasis nilai-nilai agama Islam dalam pembelajaran anak usia dini, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital seperti video kisah Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari siswa RA, guru, dan orang tua di RA Ummi Kota Lubuklinggau. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, dengan validasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital mampu meningkatkan pemahaman anak terhadap nilai-nilai agama Islam. Guru memanfaatkan video kisah Nabi Muhammad SAW untuk mengajarkan konsep kejujuran, kasih sayang, dan kerja keras, dengan melibatkan anak secara interaktif dalam diskusi. Orang tua memberikan dukungan melalui pendampingan anak saat menggunakan teknologi di rumah, dengan pembatasan waktu dan seleksi konten yang sesuai. Program literasi digital berbasis nilai agama Islam ini juga didukung oleh kolaborasi antara guru dan orang tua untuk memastikan keberlanjutannya. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa literasi digital berbasis nilai-nilai agama Islam dapat menjadi pendekatan efektif untuk membangun karakter anak usia dini di era teknologi. Keunikan penelitian ini terletak pada fokusnya pada pendidikan anak usia dini, yang masih jarang menjadi perhatian utama, serta integrasi teknologi digital dengan pembelajaran agama Islam sebagai upaya membangun generasi yang berkarakter. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam pengembangan pendidikan berbasis nilai Islam di era digital.
Sentimen Analis Thread Investasi Pada Twitter Menggunakan Naïve Bayes Hartatik Hartatik
The Indonesian Journal of Computer Science Research Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Hemispheres Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59095/ijcsr.v1i1.13

Abstract

Social media is one of the market shares that allows people to consume news or promotions from an investment service because the source data is abundant and is updated every second on the internet. Social media is vulnerable to containing news or information on an investment platform and other forms of investment that are illegal or called fraudulent investments, so to overcome this, an Investment Thread Analyst Sentiment on Twitter is needed. The method used to evaluate investment threads to obtain positive and negative feedback is nave Bayes. The research results received a precision score of 0.69, recall of 0.70, f1-score (f-measure) of 0.74, and accuracy of 0.7.
Comparative Analysis of Traditional Machine Learning and Sequential Deep Learning Models for Spam Email Classification Harliana Harliana; Hartatik Hartatik; Achmad Alvi Yudanuari
Formosa Journal of Computer and Information Science Vol. 5 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjcis.v5i1.16502

Abstract

This study compares the performance of traditional machine learning methods and sequential deep learning models for text-based spam classification. The primary issue addressed is the lack of consistent, fair evaluation across these approaches due to variations in datasets, preprocessing techniques, and experimental settings across previous studies. To overcome this limitation, this research proposes a controlled comparative evaluation framework by employing a unified dataset, standardized preprocessing procedures, consistent data splitting, and identical evaluation metrics. The dataset used consists of 5,572 messages with an imbalanced class distribution; therefore, oversampling was applied to the training data to mitigate bias. The evaluated models include TF-IDF-based Logistic Regression as the baseline, as well as Recurrent Neural Networks (RNNs), Long Short-Term Memory (LSTM), and Gated Recurrent Units (GRUs) as deep learning models.
Rancang Bangun Sistem Antrian Terkustomisasi Berbasis Android Yoeseph, Nanang Maulana; Riasti, Berliana Kusuma; Hartatik, Hartatik; Pratisto, Eko Harry; A'la, Fiddin Yusfida
IJAI (Indonesian Journal of Applied Informatics) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijai.v6i1.56778

Abstract

Abstrak : Sebagian besar pelayanan publik di era ini masih menggunakan sistem konvensional. Yang mana, klien layanan mendapatkan tiket antrean, menunggu, dan dilayani di tempat yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan dan memungkinkan orang untuk mengantre dari jarak jauh. Dengan demikian waktu yang awalnya digunakan untuk dihabiskan menunggu, bisa digunakan untuk dihabiskan melakukan sesuatu yang lain lebih berguna.Berdasarkan kondisi yang dikatakan di atas, aplikasi yang menghubungkan agen layanan dengan klien layanan perlu dibuat. Aplikasi ini memanfaatkan internet dan smartphone yang dapat diakses melalui aplikasi Android atau browser web. Pengembangan aplikasi ini menggunakan kerangka kerja Ionic React. Aplikasi ini dirancang dan dibangun menggunakan metode Waterfall yang terdiri dari pengamatan dan pengumpulan data, analisis, desain sistem, bangunan dan pengujian, kesimpulan dan saran.Dari desain dan bangunan yang telah dilakukan, dibuat aplikasi yang memiliki ftur dasar untuk antrean online. Aplikasi ini dapat dijalankan di browser web dan perangkat Android dengan sistem operasi minimum Android 4.4 KitKat.Abstract : Most public services in this era still use conventional systems. Which is, service clients get queue tickets, wait, and be served in the same place. This research aims to ease and enable people to queue remotely. Thus the time that is originally used to be spent waiting, could be used to be spent doing something else more useful. Based on the conditions said above, an application that connects service agencies with service clients needs to be made. This application utilizes the internet and smartphone which can be accessed through Android application or web browser. The development of this application uses the Ionic React framework. This app is designed and built using the Waterfall method consisting of observation and data collection, analysis, system design, building and testing, conclusion and suggestion.
Explainable AI for Water Quality Classification Using Ensemble Stacking Windha MP Dhuhita; Hastari Utama; Hartatik; Bayu Setiaji; Haryoko
Journal of Information System and Informatics Vol 8 No 3 (2026): June
Publisher : Asosiasi Doktor Sistem Informasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63158/journalisi.v8i3.1601

Abstract

This study proposes a robust and interpretable machine learning framework for water quality classification using a publicly available water quality dataset containing 7,996 samples and 20 physicochemical features with an imbalanced class distribution (88.59% majority and 11.41% minority). The study addresses the critical issue of biased classification toward the majority class, which can lead to risk-prone misclassification of unsafe water. An ensemble stacking model combining XGBoost, LightGBM, and CatBoost with a Random Forest meta-learner (passthrough) was developed using an anti-leakage pipeline integrating RobustScaler and SMOTE within stratified 80:20 train–test cross-validation, while hyperparameter tuning was optimized using F1-score to improve minority-class performance; SHAP was further applied for global and local explainability. The proposed model achieved an F1-score of 0.8563 for the minority class and a ROC-AUC of 0.9846, indicating strong discriminative performance, while SHAP analysis identified ammonia as the most influential feature and revealed that False Negative errors were mainly caused by complex feature interactions. The study contributes an integrated framework combining stacking ensemble learning, anti-leakage evaluation, and SHAP-based global–local interpretation to support more reliable and transparent water quality classification; however, the findings are currently limited to a single dataset and and require multi-dataset validation.
Peningkatan Ketepatan Makharijul Huruf melalui Media Pembelajaran Digital Berbasis Android di TPA Masjid Diponegoro Hartatik Hartatik; Supriatin Supriatin; Wiwi Widayani; Irma Rofni Wulandari; Ninik Tri Hartanti
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.973

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di TPA Masjid Diponegoro, dengan tujuan meningkatkan ketepatan makhrijul urf santri tingkat pemula hingga menengah melalui media pembelajaran digital berbasis Android. Permasalahan utama yang dihadapi adalah ketidaktepatan pelafalan huruf, keterbatasan waktu tatap muka, dan minimnya latihan mandiri di rumah. Solusi yang ditawarkan berupa pengembangan aplikasi FlutterAndroid yang memuat 84 audio huruf hijaiyah dengan tiga harakat, ilustrasi makhraj interaktif, serta gim drag-and-drop dengan umpan balik instan. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan guru, implementasi pembelajaran audiovisual di kelas, dan latihan micro-learning harian yang dipantau melalui ceklist orang tua. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor artikulasi sebesar 0,60,8 poin (skala 14) dan ukuran efek tinggi (Cohens d > 1,5). Program ini efektif meningkatkan kemampuan artikulasi, kemandirian belajar, dan standarisasi pengajaran, serta layak direplikasi di TPQ lain.
Beyond Binary Fraud Detection: Amount-Aware Operational Ranking for Transaction Risk Prioritization Hartatik Hartatik
Journal of Computing Theories and Applications Vol. 4 No. 1 (2026): JCTA 4(1) 2026
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/jcta.16260

Abstract

Fraud detection in digital financial transactions is traditionally formulated as a binary classification problem, although real-world fraud investigation requires analysts to prioritize a limited number of suspicious transactions according to operational risk and potential financial impact. This study reformulates fraud detection as an amount-aware operational ranking problem for fraud-risk prioritization. Transactions are organized into time-window query groups, and fraudulent transactions are assigned graded relevance based on training-only transaction-amount quartiles, enabling the ranking objective to distinguish low- and high-severity fraud without relying on proprietary cost matrices. The proposed formulation is implemented using a representative Learning-to-Rank framework based on LambdaMART, while an out-of-fold XGBoost risk score is incorporated as an auxiliary feature to refine the ranking representation rather than serve as the primary contribution. Experiments conducted on a public credit-card fraud dataset using chronological validation and future-holdout testing demonstrate that amount-aware relevance consistently improves severity-aware top-rank ordering compared with conventional binary relevance. The proposed HybridLTR_amount model significantly outperforms XGBClassifier and PureLTR_binary in terms of all-query NDCG@10, whereas its performance is not statistically different from PureLTR_amount, indicating that the primary empirical improvement is attributable to the amount-aware ranking formulation rather than the auxiliary hybrid component. Additional operational analyses show that high-risk transactions and fraudulent financial losses are concentrated within a compact top-ranked segment, while budget-oriented evaluation demonstrates the practical value of the proposed formulation under limited analyst review capacity. These findings establish amount-aware operational ranking as an effective formulation-centric framework for operational fraud-risk prioritization rather than as a new classification algorithm.