Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

DEVELOPMENT OF A COLLABORATIVE-BASED INTERACTIVE STORYTELLING MODEL ON SKILLS SPEAKING OF GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Istikhoroh Nurzaman; Dwi Alia; Pidi Mohammad Setiadi; Liz Erlyna; Iis Haerunisa
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3876

Abstract

The Android-based Interactive Storytelling Model Research is the initial research that has been conducted, and it concluded that the model used can stimulate students' speaking skills. However, besides that, this research shows that there are deficiencies, namely the limitations of teachers and students in operating Android. Complementing the lack of research that has been done, this research was carried out, which aims to develop a Collaborative-based Interactive Storytelling Model. This study aims to develop a learning model that can stimulate students' speaking skills with the help of presenting practitioners. This research was carried out by going through the stages of the EDR development research procedure proposed by McKenny & Reeves. The research stages that have been carried out are 1) the analysis and exploration stage, 2) the design and construction stage, and 3) the evaluation and reflection stage. The data were obtained from interviews, literature studies, and field trials tested on fourth-grade students at SDN 3 Karangsambung. The final result of this research is to produce a storytelling guidebook product based collaboratively with the image castle community and have gone through the trial phase twice. Based on the expert assessment results and the trials that have been carried out, this interactive storytelling model is declared feasible for use in learning. Penelitian Model Interactive Storytelling berbasis Android merupakan penelitian awal yang telah dilakukan dan menghasilkan kesimpulan bahwa model yang digunakan dapat menstimulus keterampilan berbicara siswa. Namun di samping itu, penelitian tersebut menunjukan adanya kekurangan yaitu keterbatasan guru dan siswa dalam mengoperasikan android. Untuk melengkapi kekurangan penelitian yang telah dilakukan, maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan mengembangkan Model Interactive Storytelling berbasis Kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran yang mampu memberikan stimulasi keterampilan berbicara siswa dengan bantuan menghadirkan praktisi. Penelitian ini dilaksanakan dengan melalui tahapan prosedur penelitian pengembangan EDR yang dikemukakan oleh McKenny & Reeves. Adapun tahapan penelitian yang telah dilaksanakan, yaitu: 1) Tahap analisis dan eksplorasi, 2) Tahap desain dan kontruksi, dan 3) Tahap evaluasi dan refleksi. Data diperoleh dari hasil wawancara, studi literatur, dan uji coba dilapangan yang diujikan pada siswa kelas IV di SDN 3 Karangsambung. Hasil akhir dari penelitian ini menghasilkan produk buku panduan bercerita berbasis kolaboratif bersama Komunitas Kastel Imaji dan telah melalui tahap uji coba sebanyak dua kali. Berdasarkan hasil penilaian ahli dan hasil uji coba yang telah dilaksanakan, model Interactive Storytelling ini dinyatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran.
Implikasi Pelatihan TikTok Bermuatan Materi Undak – Usuk Bahasa Sunda Alia, Dwi; Nurzaman, Istikhoroh
Badranaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/badranaya.v3i1.2348

Abstract

Along with the times that have entered the industrial era 4.0, introduction or learning should be integrated with the sophistication of digital technology. One of the things that can be used is the social media application tiktok. This service has the aim of directing the use of the TikTok application for more useful educational content, especially with Sundanese language. From the training provided, the results obtained are an increase in children's enjoyment and ability to communicate using Sundanese accompanied by Sundanese language. The feedback from the participants was that this training had a significant positive impact on the use of Sundanese manners in everyday life, because the training was packaged in an interesting way, and the delivery of material was clear and systematic. Efforts to instil character values in children are important as a guide, guideline and reference for children in acting, speaking and behaving in accordance with the values and cultural norms of the Indonesian nation.    
The Traditional Game of Throwing Sandals in Learning Narrative Writing for Elementary School Students Sri Wulan Anggraeni; Rahman; Istikhoroh Nurzaman; Asep Nurhuda; Yayan Alpian
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 7 No 2 (2023): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v7i2.53540

Abstract

Writing is a very important language skill in school. However, there are still many students who need help with writing. This study analyzes learning to write narratives by applying the traditional game of throwing sandals. The research method used is descriptive qualitative. The research subjects were 18 elementary school students. Data were collected through observation, questionnaires, and story-writing skill tests; After that, the data was evaluated using data reduction, data display, and verification methods. The results showed that learning to write narratives using the traditional game "Throw Sandals" impacted student activity, namely an average score of 3.7 and above, and students were enthusiastic about learning. Judging from the student's response to the traditional game of throwing sandals, an average score of 3.8 was obtained, and the average score for students' narrative writing ability was 82.4. These findings conclude that learning to write narratives using the traditional sandal-throwing game method can be successful, and students can easily express ideas from the experience gained. The traditional game of throwing sandals makes children interact with each other and can help shape and maintain a child's social spirit. Traditional games can encourage students' thinking to be more creative and increase self-confidence. Based on the research results, it can have implications for the quality of learning and the introduction of Indonesian culture to students.
Analisis kondisi pohon literasi sebagai fasilitas gerakan literasi di sekolah dasar Kota Tasikmalaya Nurul Fajriyah, Herviani; Apriliya, Seni; Alia, Dwi; Nurzaman, Istikhoroh
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 5 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i5.25109

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kondisi pohon literasi sebagai fasilitas penunjang gerakan literasi di sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Peneliti memperoleh kesimpulan bahwa kondisi pohon literasi yang ada di tiga SD yaitu SDN A, SDN B, dan SDN C memiliki desain yang berbeda, ada yang dengan cara dilukis, ada yang terbuat dari bahan banner, dan ada yang terbuat dari bahan kertas karton. Perbedaan ini dihasilkan karena adanya keterlibatan orang tua dalam perencanaan dan pembuatan pohon literasi pada masing-masing kelas. Secara keseluruhan berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kondisi pohon literasi di kelas terlihat bagus, menarik, dan membuat peserta termotivasi membaca. Media pohon literasi yang dibuat harus mengundang ketertarikan peserta didik untuk membaca supaya keberadaannya dapat lebih memberikan dampak positif bagi peserta didik. Media pohon literasi di tiga SD sudah sesuai dengan standar kondisi media pohon literasi, tetapi pohon literasi yang terbuat dari pohon asli akan memiliki ketahanan yang lebih lama dibandingkan pohon literasi yang terbuat dari bahan kertas.
Assessing Reading Proficiency In Elementary Schools In Tasikmalaya Nurzaman, Istikhoroh; Damaianti, Vismaia Sabariah; Iswara, Prana Dwija
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5354

Abstract

Membaca merupakan keterampilan yang sangat penting dan menjadi pusat perhatian dalam usaha mengembangkan pendidikan. Belajar membaca merupakan langkah awal menuju tahap kemampuan membaca. Kemampuan membaca saat ini tidak hanya meliputi kemampuan mengenal simbol huruf tetapi mampu menginterpretasi  sehingga mampu mengomunikasikannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan membaca di Sekolah Dasar Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subyek penelitian ini adalah siswa sekolah dasar yang berjumlah 120 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan memperhatikan individu dan tempat yang diteliti, serta menganalisis data dengan cara yang bersifat induktif (berdasarkan temuan lapangan) dan deduktif (berdasarkan teori yang ada). Hasil dari penelitian mencakup refleksi peneliti, deskripsi dan interpretasi tentang masalah, serta kontribusi penelitian peneliti memfokuskan tiga aspek pendekatan fenomenologi. Adapun aspek tersebut meliputi; masalah apa yang terjadi, bagaimana masalah itu terjadi, kemudian bagaimana mengembangkan deskripsi-deskripsi yang mencakup permasalahan dari objek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kesadaran fonologis, kemampuan fonik, kekayaan kosakata terbukti unggul daripada kemampuan pada aspek kelancaran dan keterapahaman membaca. Temuan ini menyimpulkan bahwa beberapa sekolah yang telah menerapkan kurikulum merdeka cenderung menguasai aspek fonem, fonik dan kosakata, namun memiliki aspek fluency yang kurang baik dan pemahaman yang lemah.  
Pengembangan program Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKBHI) untuk meningkatkan tumbuh kembang anak usia dini di PAUD Kober Ceria Yasbiati Yasbiati; Dadan Nugraha; Taopik Rahman; Lutfi Nur; Istikhoroh Nurzaman
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36611

Abstract

Banyaknya kegagalan dalam pengasuhan anak, bukan karena kurangnya kasih sayang orang tua pada anak, melainkan karena sebagian orang tua tidak tahu bagaimana cara mengasuh yang baik dan benar. Padahal orang tua adalah orang yang mempunyai peranan penting dalam proses asuh, asah dan asih bagi anak-anak mereka. Program BKBHI yang dicanangkan oleh pemerintah merupakan sebuah program dalam rangka pembinaan keluarga untuk mewujudkan tumbuh kembang balita secara optimal, dan merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para ibu dan anggota keluarga lain tentang bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak balita. Berdasarkan hal itu maka dilaksanakan penyuluhan dan pelatihan dengan fokus utama 1) pola asuh orang tua, 2) pentingnya tumbuh kembang anak, 3) kiat-kiat menjaga anak dari pengaruh media, dan 4) multiple intelligences anak yang dilaksanakan di Kober Ceria Kelurahan Setiajaya Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Adapun pola model pelatihan yang digunakan adalah model pelatihan dari Treadway Parker (Rohaniyah, 2005:19-22). Keberlangsungan untuk jangka panjang terkait program ini diperlukan kerjasama berbagai pihak baik itu pemerintahan, pengelola sekolah, maupun orang tua dan masyarakat itu sendiri.
Pengembangan program bina keluarga balita holistik integratif (BKBHI) untuk meningkatkan tumbuh kembang anak usia dini di PAUD Kober Ceria Yasbiati Yasbiati; Dadan Nugraha; Taopik Rahman; Lutfi Nur; Istikhoroh Nurzaman
Jurnal Abmas Vol. 20 No. 1 (2020): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v20i1.36427

Abstract

Banyaknya kegagalan dalam pengasuhan anak, bukan karena kurangnya kasih sayang orang tua pada anak, melainkan karena sebagian orang tua tidak tahu bagaimana cara mengasuh yang baik dan benar. Padahal orang tua adalah orang yang mempunyai peranan penting dalam proses asuh, asah dan asih bagi anak-anak mereka. Program BKBHI yang dicanangkan oleh pemerintah merupakan sebuah program dalam rangka pembinaan keluarga untuk mewujudkan tumbuh kembang balita secara optimal, dan merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para ibu dan anggota keluarga lain tentang bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak balita. Berdasarkan hal itu maka dilaksanakan penyuluhan dan pelatihan dengan fokus utama 1) Pola asuh orang tua, 2) Pentingnya tumbuh kembang anak, 3) Kiat-kiat menjaga anak dari pengaruh media, dan 4) Multiple Intelligences anak yang dilaksanakan di Kober Ceria Kelurahan Setiajaya Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Adapun pola model pelatihan yang digunakan adalah model pelatihan dari Treadway Pakker (Rohaniyah, 2005:19-22). Keberlangsungan untuk jangka panjang terkait program ini diperlukan kerjasama berbagai pihak baik itu pemerintahan, pengelola sekolah, maupun orang tua dan masyarakat itu sendiri.