Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE DEPURASI SEBAGAI UPAYA SANITASI KERANG HIJAU PADA KELOMPOK NELAYAN PANDAN ALAS DI DESA SRIMINOSARI LAMPUNG TIMUR Noor, Nuning Mahmudah; Hartono, Dwi Puji; Subhan, Rio Yusufi; Indariyanti, Nur; Oktaviani, Adni
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerang hijau merupakan salah satu komoditas perikanan yang banyak diragukan konsumen untukmengkonsumsinya karena sifat alaminya yaitu filter fider, sehingga kerang yang diambil langsung darialam memiliki risiko tinggi terpapar mikroorganisme berbahaya dan juga logam berat, hal tersebutmenimbulkan kehawatiran sehingga diperlukan teknologi penanganan yang lebih baik pada saatpanen dan pasca panen untuk dapat mengurangi resiko tersebut. Untuk memastikan keamananproduk kerang, cara paling ideal adalah dengan memastikan kerang tersebut hidup dandibudidayakan di wilayah bebas pencemaran lingkungan. Menteri Perikanan melalui KeputusanMenteri Perikanan dan Kelautan Nomor 17 Tahun 2004, mensyaratkan bahwa produk perairan harusmenjalankan prosedur yang higienis untuk menjamin keamanan pangan bagi konsumen. Kajian inibertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pembudidaya kerang hijaudalam pengolahan pasca panen dengan metode depurasi. Berdasarkan hasil pengamatan diketahuibahwa terdapat peningkatan pengetahuan tentang sanitasi kerang dan minat masyarakat terhadapaplikasi depurasi. Diharapkan nantinya, masyarakat akan menghasilkan kerang yang memenuhistandar sanitasi dan higienis sehingga mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yangmengkonsumsinya.
PENINGKATAN NISBAH IKAN NILA JANTAN MENGGUNAKAN 17?-METILTESTOSTERON MELALUI PAKAN Epro Barades; Dwi Puji Hartono; Pindo Witoko; Rahmadi Aziz
Jurnal Perikanan Unram Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v10i1.200

Abstract

Keberhasilan maskulinisasi pada ikan nila menunjukkan bahwa penggunaan hormon 17?-metiltestosteron (MT) lebih efektif dibandingkan suhu. Akan tetapi penggunaan hormon dengan cara pemberian melalui pakan belum menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perendaman larva. Padahal secara aplikasi melalui pemberian pakan lebih mudah dilakukan. Oleh karena itu, pada penelitian kali ini akan dilakukan pemberian hormon melalui pakan dengan waktu percobaan pemberian pakan melebihi waktu kritis tertinggi, yaitu selama 30 dan 50 hari. D'Cotta et al. (2007) dan Ijiri et al. (2008) menyatakan bahwa waktu kritis untuk dilakukannya perubahan jenis kelamin pada ikan tilapia adalah 9-15 hari setelah pembuahan / day post fertilization / dpf. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan periode waktu pemberian hormon 17? Metiltestosteron yang optimal melalui pakan untuk menghasilkan ikan nila monosex jantan.Perlakuan menggunakan hormon 17?-metiltestoteron dengan dosis 60 mg /kg dengan perlakuan lama pemberian pakan 0, 30 dan 50 hari. Pengaruh lama waktu pemberian pakan mengandung hormon di uji menggunakan uji anova pada selang kepercayaan 95%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penggunaan 17?-metiltestoteron dalam sex reversal dengan dosis 60 mg/kg pakan dengan lamawaktu pemberian 0, 30 dan 50 hari menunjukkan adanya perbedaan jumlah kelamin ikan nila jantan yang dihasilkan. Akan tetapi tidak terlihat adanya perbedaan nyata pada nisbah kelamin jantan pada perlakukan 30 dan 50 hari pemebrian pakan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan hormon 17?-metiltestoteron melalui pakan selama 30- 50 hari setelah penetasan dapat meningkatkan nisbah kelamin jantan pada ikan nila lebih dari 80%.
GROWTH PERFORMANCE OF GIANT GOURAMY (Osphronemus gouramy) IN PRE-ENLARGEMENT PHASE WITH DIFFERENT TEMPERATURE Subhan, Rio Yusufi; Hartono, Dwi Puji
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The growth of giant gouramy in the pre-enlargement phase is very important, so the fish can grow and develop optimally until the enlargement phase. Water temperature is one of the many factors that directly affect the growth of fish. Water temperature significantly affects the rate of egg hatching of giant gouramy and the development of larval organs. The aim of this research is to determine optimum of water temperature on the growth of giant gourami fingerlings in pre-enlargement phase on controlled tanks. This research used a completely randomized design method with four treatments and two replications. The treatments in this study were: Control (maintenance without water heater); P1 (maintenance at 30 oC); P2 (at 32oC); and P3 (at 34oC). This research was conducted for 30 days by using giant gouramy fingerlings measuring 3,11± 0,14 cm with 50 ind/tank. The results showed that giant gouramy fingerlings was cultured at 32oC experience an absolute length growth of 5.29±0.21 cm, a daily growth rate of 3.32±0.07% and a survival rate of 94±2.82%. This indicates that the maintenance water temperature of 32oC is able to provide optimal growth for giant gouramy fingerlings in the pre-enlargement phase.
Supplementation of Cinnamon Extract Cinnamomum burmani in Commercial Feed on The Performance of Digestibility and Growth of Pacific White Shrimp Litopenaeus vannamei Indariyanti, Nur; Hartono, Dwi Puji; Noor, Nuning Mahmudah
ABEC Indonesia Vol. 12 (2024): 12th Applied Business and Engineering Conference
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pacific white shrimp Litopenaus vannamei is one of the fishery export commodities. The problem with vanameshrimp cultivation in Indonesia is the high price of feed. One natural and environmentally friendly ingredient that canincrease feed efficiency and growth of vaname shrimp is Cinnamomum burmani. The active ingredient cinnamaldehydecontent in cinnamon can increase the utilization of carbohydrates as an energy source. This research aims to obtain the bestdose of cinnamon extract for digestibility, growth, and survival of vaname shrimp. The experimental design used aCompletely Randomized Design (CRD) consisting of 5 cinnamon extract treatment doses (0 ml/kg, 1 ml/kg, 2 ml/kg, 3ml/kg, and 4 ml/kg). The container used is an aquarium measuring 60 cm × 40 cm × 40 cm and filled with seawater. Thesize of the vaname shrimp used is ±2.5 g. The results showed that the performance parameters of digestibility, growth, andsurvival of shrimp fed with cinnamon extract showed significantly different results (p<0.05). The best dose of cinnamonextract was 3 ml/kg feed.
EFEKTIVITAS PERSILANGAN IKAN MOLLY BALON SUNKIST (Poecilia sphenops) DENGAN MOLLY MARBLE (Poecilia sphenops) TERHADAP VARIASI WARNA Setiawan, Joni; Hartono, Dwi Puji; Marlina, Eulis
Jurnal Perikanan Terapan Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Marble Molly fish (Poecilia sphenops) and the Sunkist Balloon Molly (Poecilia sphenops) are one of the fish that are popular in Indonesia. It is hoped that crossing sunkist mollies and marble mollies will produce unique colors and new patterns, with diverse and unique colors so that public interest will once again be high in keeping ornamental fish, especially mollies. The methods used start from preparing tools and materials, preparing spawning tanks and larval rearing tanks, selecting mature gonad male and female parents with the characteristics of the male having a gonopodium on his stomach while the female does not have it with the age of the male and female being at least 4 months before they can be spawned. The cross is carried out with a ratio of males and females, namely 5 males and 10 females in each spawning tank, there are 6 spawning tanks with 3 tanks representing the cross between a marbled male and a Sunkis female and another 3 tanks with a Sunkist male and a marbled female, then the best data is taken from the 2nd following treatment. The results obtained were the emergence of 3 color variations and 5 pattern variations with unique and varied colors and patterns.
GROWTH PERFORMANCE OF GIANT GOURAMY (Osphronemus gouramy) IN PRE-ENLARGEMENT PHASE WITH DIFFERENT TEMPERATURE Subhan, Rio Yusufi; Hartono, Dwi Puji
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The growth of giant gouramy in the pre-enlargement phase is very important, so the fish can grow and develop optimally until the enlargement phase. Water temperature is one of the many factors that directly affect the growth of fish. Water temperature significantly affects the rate of egg hatching of giant gouramy and the development of larval organs. The aim of this research is to determine optimum of water temperature on the growth of giant gourami fingerlings in pre-enlargement phase on controlled tanks. This research used a completely randomized design method with four treatments and two replications. The treatments in this study were: Control (maintenance without water heater); P1 (maintenance at 30 oC); P2 (at 32oC); and P3 (at 34oC). This research was conducted for 30 days by using giant gouramy fingerlings measuring 3,11± 0,14 cm with 50 ind/tank. The results showed that giant gouramy fingerlings was cultured at 32oC experience an absolute length growth of 5.29±0.21 cm, a daily growth rate of 3.32±0.07% and a survival rate of 94±2.82%. This indicates that the maintenance water temperature of 32oC is able to provide optimal growth for giant gouramy fingerlings in the pre-enlargement phase.
Optimasi Maserasi Keong Mas (Pomacea canaliculata) Menggunakan Pelarut Berbeda Untuk Isolasi Triterpenoid Handayani, Muliawati; Noor, Nuning Mahmudah; Hartono, Dwi Puji; Kurniawan, Agung; Septika, Mulya
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i3.1610

Abstract

PENERAPAN TEKNOLOGI SEX REVERSAL IKAN NILA PADA KELOMPOK MINA HARAPAN JAYA LAMPUNG TENGAH: PENERAPAN TEKNOLOGI SEX REVERSAL IKAN NILA PADA KELOMPOK MINA HARAPAN JAYA LAMPUNG TENGAH Noor, Nuning Mahmudah; Dwi Puji Hartono; Nur Indariyanti; Nadisa Theresia Putri; Muliawati Handayani; Anita Kusuma Dewi; Epro Barades; Linuwih Aluh Pratitis; Nurul Fatimah
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 5 No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/y642qk28

Abstract

Sex reversal merupakan salah satu teknologi inovatif dalam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) yang bertujuan meningkatkan efisiensi produksi melalui pembentukan populasi monoseks jantan. Penelitian ini dilaksanakan pada Kelompok Mina Harapan Jaya, Lampung Tengah, dengan tujuan mengaplikasikan teknologi sex reversal berbasis bahan alami sebagai alternatif yang ramah lingkungan. Metode penelitian mencakup survei pendahuluan, kegiatan penyuluhan dan pelatihan teknis, aplikasi hormon alami melalui teknik perendaman, serta evaluasi terhadap pertumbuhan, rasio kelamin, dan tingkat kelulusan ikan budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi sex reversal berbahan alami mampu meningkatkan proporsi ikan jantan secara signifikan, mendukung pertumbuhan optimal, serta berkontribusi pada peningkatan pendapatan mitra. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan teknologi sex reversal berbahan alami berpotensi menjadi strategi efektif untuk mendorong keberlanjutan usaha budidaya ikan nila di tingkat komunitas.