Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

STUDI PERBANDINGAN ENERGI BAHAN BAKAR GASOLINE DENGAN BAHAN BAKAR GAS (CNG) PADA KENDARAAN BERMOTOR Septian Saputrah; Ozkar Firdausi Homzah; Ambo Intang
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 1 No 1 (2015): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.964 KB)

Abstract

Populasi kendaraan di Indonesia yang berbahan bakar minyak (BBM) setiap tahunnya semakin meningkat sedangkan cadangan minyak sendiri semakin menipis. Kenaikan pemakaian BBM untuk kendaraan tersebut menyebabkan subsidi BBM dan polusi udara juga akan meningkat. Tingginya Harga minyak mentah, menyebabkan pemerintah harus memberikan subsidi BBM. Untuk mengatasi hal tersebut di perlukan bahan bakar alternative yang ramah lingkungan dan lebih efesiensi sebagai pengganti BBM untuk kendaraan. Salah satu bahan bakar alternative tersebut adalah bahan bakar gas (BBG). Dari pemakaian BBG sudah banyak dilakukan kajian yang memberikan kesimpulan bahwa banyak memberikan keuntungan, yaitu pengurangan pemakaian BBM yang juga memberikan pengurangan subsidi BBM dan pengurangan emisi bahan bakar. Bagi pengguna akan memberikan keuntungan Karena harga BBG lebih murah di banding harga BBM. Hasil perhitungan perbandingan antara Gasoline dan Gas dengan menggunakan tipe kendaraan bermotor (mobil) diketahui performa mesin yaitu daya indikator pada mesin berbahan bakar gas lebih kecil 2% sampai 5% di banding dengan mesin berbahan bakar gasoline akan tetapi pemakaian bahan bakar gas lebih efesien sampai dengan 10 % dibanding dengan bahan bakar gasoline.
PERENCANAAN ALAT PENDINGIN VAKSIN CAMPAK Gilang Saputra; Ayu Margareta; Ozkar Firdausi Homzah
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 2 No 1 (2016): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1516.331 KB)

Abstract

Air Conditioner (AC) Split 1/2 PK menggunakan media air sebagai secondary refrigeran merupakan salah satu sistem baru pengkondisian dari AC split biasa yang direnofasi pendistribusiannya. AC split 1/2 PK dimodifikasi menjadi AC yang memiliki dua jenis refrigeran, yaitu refrigeran primer (R-22) dan sekunder (air). Dari permasalahan ini, perlu diketahui hubungan antara performansi AC Split dan variasi debit air yang masuk ke evaporator. Sehingga dapat mengetahui pengaruh debit air keluaran dari liquid coolerl menuju evaporator terhadap performansi AC split 1/2 PK menggunakan media air sebagai secondary refrigerant. Penelitian tentang refrigerasi dan tata udara telah banyak di lakukan untuk mendapatkan performansi terbaik, dengan meninjau dari pengaruh komponen utama mesin itu sendiri atau dari luar komponen utama mesin pendingin. Seperti penambahan refrigerant sekunder sebagai fluida tambahan untuk membantu efektifitas dari sistem pendinginan untuk sekala besar dan jumlah debit air yang akan mengalir pada indoor unit AC. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan performa dan efisiensi yang baik dengan mengatur jumlah debit air yang yang mengalir. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah memvariasi debit air keluaran dari liquid cooler menuju indoor unit. Debit air yang divariasikan adalah debit air pada sudut valve dengan bukaan 300, 600, dan 900. Pada tiap bukaan keran diperoleh data berupa suhu kompresor, suhu kondensor, suhu ekspansi, suhu evaporator, tekanan tinggi dan tekanan rendah. Sehingga diperoleh nilai Coefficient of Performance (COP) dan efisiensi. Dari pengolahan data didapatkan COP sebesar 4,8 pada sudut bukaan 900, 4,9 pada sudut bukaan 600 dan 5 pada bukaan sudut 300. Dari hasil perhitungan dan analisis dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan COP pada sistem refrigerasi apabila debit air pada keluaran cooling coil semakin kecil
PENGARUH VARIASI PANJANG DAN DIAMETER PIPA KAPILER TERHADAP COP PADA TRAINER SISTEM PENDINGIN DASAR Ozkar Firdausi Homzah; Hendradinata Hendradinata; Beta Akui
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 3 No 1 (2017): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.562 KB)

Abstract

Sistem pendingin kompresi uap adalah sistem refrigerasi yang paling umum digunakan saat ini. Variasibeberapa komponen dapat dilakukan untuk memperbaiki koefisien dari prestasi kerja. Dalam hal ini,memvariasikan diameter pipa kapiler dengan menggunakan refrigerant R404A. Pipa kapiler yang divariasikanyaitu ukuran 0,026 dan 0,042 inch dengan masing – masing panjang 200 cm, 150 cm, 100 cm, dan 50 cm.Tujuan penelitian ini yaitu melakukan analisa coefficient of performance pada trainer dasar sistem Pendingindan memberikan rekomendasi tentang diameter pipa kapiler dan panjang pipa kapiler yang efisien untukdigunakan. Metode yang digunakan meliputi 2 tahapan yaitu pemeriksaan trainer dasar pendingin dan pengujiankinerja trainer. Pada pemeriksaan trainer dasar sistem pendingin yaitu melakukan pergantian pipa kapiler danmelakukan pengecekkan kebocoran pada sistem, pada tahap pengujian kinerja trainer yaitu pengujian dilalukan60 menit dengan pengambilan data masing – masing 5 menit dan melakukan analisa dari data tersebut.Perubahan panjang pipa kapiler berpengaruh terhadap kapasitas pendinginan dan coefficient of performancetrainer. Dapat dianalisis dari pernamdingn nilai rata – rata bahwa penurunan daya kompressor, kapasitaspendinginan di evaporator, coefficient of performance (COP) dan efisiensi pada trainer dasar sistem pendingindengan perubahan panjang dan dimeter pipa kapiler, mendapat hasil yaitu pipa kapiler 0,042 inch denganpanjang 100 centimeter dimana nilai kerja kompressor (Qw) sebesar 39,124 kJ/kg, nilai kapasitas pendinginan(Qe) sebesar 114,232 kJ/kg, COPa sebesar 2,91, COPc sebesar 4,39 (ᶯ) 66%.
RANCANG BANGUN MINI MICROCONTROLLER BERBASIS ARDUINO DI MESIN SOFT ICE CREAM MAKER Ozkar Firdaus Homzah; Baiti Hidayati; Rachmat Subekti
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 5 No 2 (2018): jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.907 KB)

Abstract

Data Logger adalah alat yang dapat mempermudah pekerjaan dalam melakukan suatu pengamatan kondisipada suatu kondisi yang di amati. Adapun tujuan untuk itu penulis bermaksud memprogram sertamengaplikasikan data logger berbasis MicrocontrollerArduino untuk merekam data suhu, tekanan, arus listrik,tegangan listrik, untuk dapat menguji performa pada mesin refrigerasi soft ice cream maker. Adapun manfaatperancangan adalah tidak perlu lagi melakukan pengambilan data manual pada saat melakukan uji performamesin soft ice cream maker serta mencatat nilai data yang diukur secara bersamaan tanpa harus di kontrolmanual, sehingga menghemat waktu pekerjaan.Perakitansistem kontrol temperatur pada mesin soft ice creammaker dimana sensor suhu diletakkan disamping kabin bawah.sistem kontrol temperatur yang dimasukkankedalam Microcontroller oleh programmer dan setelah dilakukan uji coba apabila suhu -6⁰C ( ditampilkan padaserial monitor arduino) kompresor mati, jika suhu -1⁰C ( ditampilkan pada serial monitor arduino) kompresorhidup. pengujian dinyatakan berhasil setelah di dapat data berupa data suhu, tekanan, arus listrik, teganganlistrik dan juga dapat melakukan pengontrolan suhu kabin bawah.Setelah dilakukan pengujian pada mesin softice cream maker, DataReal Time selama 1 jam 30 menit, didapat nilai rata – rata , T1 = -8,16⁰C , T2 = 31,96⁰C, T3= 53,58⁰C , T4= 2,21⁰C, T5 = -3⁰C.Tegangan = 223,41 Volt, Arus Listrik = 1,51A , Ps = 24,78 Psig danPd= 176,29 Psig.Kata kunci: Rancang bangun, Microcontroller Atmega328, Soft Ice Cream Maker, kompresor
Analisis pH dan Pengadukan Terhadap Produksi Biogas dari Limbah Cair Kelapa Sawit Faizah Suryani; Ozkar Firdausi Homsah; Mahmud Basuki
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 2 No. 1 Maret 2018: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.129 KB) | DOI: 10.30595/jrst.v2i1.1855

Abstract

Limbah Cair Kelapa Sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) merupakan salah satu sumber yang berpotensi untuk diolah menjadi biogas karena kandungan gas metana yang tinggi. Selain itu ketersediaan limbah cair kelapa sawit ini cukup memadai seiring dengan berkembangnya industri  minyak kelapa sawit di Indonesia. Pada tahun 2014, luas kebun kelapa sawit mencapai 10,9 Ha dengan produksi 29,3 juta ton CPO.  Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh pH dan pengadukan pada digester untuk mendapatkan hasil biogas yang optimal. Percobaan dilakukan dengan membuat digester bervolume 3 L,  dioperasikan pada temperatur kamar, dengan mevariasikan pH 7,5 ;8 dan 8,5, waktu fermentasi 7, 10, 13, 15 dan 17 hari dan memakai digester berpengaduk dan tidak berpengaduk. Pada larutan ditambahkan NaOH sebagai pengatur pH larutan agar sesuai dengan kondisi yang diinginkan.  Kondisi yang paling baik dalam menghasilkan biogas adalah pH 8,5 waktu fermentasi 13 hari dengan digester berpengaduk, dengan konsentrasi biogas sebesar 195,41 ppm. Kata Kunci: biogas ,limbah cair kelapa sawit, pH, fermentasi anaerob
RANCANG BANGUN MESIN MINI PENGKONDISIAN UDARA TIPE WATER COOLED CONDENSOR DENGAN PENGONTROLAN TEMPERATUR KABIN BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO Ozkar F. Homzah; Haryanto Haryanto
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 2 (2018): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.68 KB) | DOI: 10.33019/jm.v4i2.453

Abstract

Abstrak Penelitian ini berupa rancang bangun sebuah prototipe mini pengkondisian udara tipe water cooled water serta melalukan pengujian prototipe dengan menggunakan variable berupa temperatur nyaman kabin yang dicapai 22,8oC~26,7oC. Dalam pengujian prototype bertujuan mengkaji kinerja hasil rancang bangun berbasis mikrokontroler Arduino Uno untuk pengontrolan temperatur kabin yaitu sensor temperatur DS18B20 dan tanpa menggunakan Arduino Uno. Penelitian ini dilakukan selama satu jam dengan lima waktu pengujian yaitu pada menit 0 ke 10, menit 11 ke 20, menit 21 ke 30, menit 31 ke 40, menit 41 ke 50 dan menit 51 ke 60. Hasil penelitian menunjukan pengunaan mikrokontroler Arduino menghasilkan konsumsi rata-rata daya kompresor berkisar 247watt~264watt dan ketika temperatur minimum evaporator sebesar 8oC tercapai, maka konsumsi daya kompresor mengalami penurunan antara 70,22% sampai dengan 93,29%. Hal yang sama juga terjadi ketika temperatur maksimum evaporator tercapai (20oC), konsumsi daya kompresor juga mengalami penurunan diantara 59,77% hingga 72,02%. Sedangkan hasil pengujian tanpa menggunakan mikrokontroler Arduino konsumsi daya kompresor selalu cenderung konstan pada menit 10 hingga menit ke 60, dimana rata-rata konsumsi daya kompresor berurutan berkisar 267watt~ 275watt untuk tiap capaian temperatur evaporator. Dalam hasil pengujian berbasis mikrokontroler Arduino memberikan penghematan konsumsi energi listrik berupa daya kompresor sebesar 14,65 watt untuk tiap 10 menit pengujian. Hasil penelitian juga diketahui pengontrolan temperatur berbasis mikrokontroler perlu dilakukan agar koefisieb kinerja (coefficient of performance) mesin dapat dijaga konstan serta salah satu langkah agar kompresor tidak bekerja secara terus-menerus (continuously) pada saat temperatur kabin tercapai, dalam hal ini dapat menjaga umur pemakaian kompresor.
PENGARUH VARIASI UDARA MASUKAN TERHADAP UNJUK KERJA PORTABLE MINI DEHUMIDIFIER Ozkar F. Homzah; Hermanto Hermanto
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2017): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.545 KB)

Abstract

Abstrak Sebuah hasil rancang-bangun dirancang-bangun untuk mendinginkan lalu sekaligus mengeringkan udara atau disebut dehumidifikasi. Hasil rancang-bangun ini menggunakan termoelektrik sebagai komponen utama dalam dehumidifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji kinerja sebuah portable mini dehumidifier menggunakan teknologi termoelektrik dengan variasi udara masukan terhadap nilai COP (coefficient of performance) atau unjuk kerja dari modul termoelektrik yaitu TEC1-12706. Penelitian ini dilakukan untuk empat waktu variasi udara masukan yaitu pada pagi hari (pukul 07.00-10.00 wib); siang hari (pukul 12.00-15.00 wib); malam hari (21.00-24.00 wib); dan set-point (set-temperatur 24 oC) untuk rerata setiap 15 menit pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa heat-sink untuk sisi dingin dapat mendinginkan temperatur udara masuk sebesar 5.40 oC pada kondisi rerata set-point, serta pendinginan terkecil hanya 2.23 oC pada kondisi rerata siang hari. Dari hasil penelitian juga didapat koefisien kinerja atau COP terbaik dari sisi panas heat-sink termoelektrik pada kondisi set-point yaitu 1.64 dengan menurunkan (dehumidifier) kelembaban udara masuk dari 59% menjadi 27.08%, sedangkan pada kondisi malam hari kinerja sisi panas heat-sink mengalami penurunan menjadi 1.48 dikarenakan kelembaban udara produk dihasilkan mencapai 43.23% dari kelembaban udara masuk yaitu 95.77%.
STUDI PERFORMASI SUDU TURBIN ANGIN SAVONIUS TIPE VERTICAL AXIS BERBAHAN KOMPOSIT Ozkar F. Homzah; Ella Sundari; Rachmat Dwi Sampurno; Ogi Meita Utami; Lily Rahmawati
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 1 (2023): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v9i1.3317

Abstract

The increasing human population, the use of fossil energy such as oil also increases. While fossil energy is one of the largest contributors to carbon emissions that can cause climate change that can be done to control climate change is to switch to the use of renewable energy. The investigation takes the shape of a vertical axis Savonius turbine blade design. The blades are made of a composite material called carbon fiber, and the number of blades varies between 4, 6, and 8 pieces. The study's findings were tested utilizing a blower-generated wind source with wind speeds of 4m/s, 4.5m/s, and 5m/s. A wind tunnel consisting of acrylic material and pipes as a frame construction was used in the test. The test findings show that turbine blades with a total of four blades produce the maximum generator power of 0.274 watts at a wind speed of 5 m/s. Meanwhile, the turbine blade with 8 blades has the lowest output power at a wind speed of 4 m/s and a power value of 0.0028 W. Then, with 8 blades, it has a relatively low output energy compared to 4 and 6 blades. Therefore, the highest efficiency performance of wind turbine use is achieved by a turbine with a number of 4 blades with a maximum efficiency is 9,16% and the minimum efficiency it seen in a wind turbine with a number of blades 8 within 0,07%.
ANALISA PERAWATAN INTAKE PUMP DENGAN MENGGUNAKAN METODE RISK BASED MAINTENANCE (RBM) Ozkar F. Homzah; Ella Sundari; Rizky Brillian Yuliandi; Femi Permata Sari
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v9i2.4352

Abstract

Intake Pump is one of the important equipment in the steam power plant of 3x10 MW electrical generator which functions to supply raw water to production of demin water, domestic water and service water. In the process of producing water through the intake pump there are several components of the intake pump that often experience damage, this can be a loss for the company, therefore requiring additional processing. In this study, the Risk Based Maintenance (RBM) method was carried out to achieve optimal maintenance by knowing the impact and risk of failure according to important intake pump components, namely impeller, bearing and shaft. Based on the analysis results of the RBM calculation, the consequences of risks accepted is low to 0.05% by the company that achieved to 221,498,196.507 Indonesian rupiah it’s to 0.13% of production capacity per year. This value exceeds the acceptance risk tolerance of 0.13% which has become a company provision. Therefore, it is necessary to plan the proposed maintenance period from the existing policy, which is carried out 48 times a year for each critical component such to reducing the number of consequences and risks to 198,002,597 Indonesian Rupiah or equal to 0.01%.