Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Experimental Study of Wave Reflection on A-Jack Armor Unit on Seawall Structure Sujantoko Sujantoko; Pramudya Adhi Pangestu; Widi Agus Pratikto; Mahmud Mustain; Wahyudi Wahyudi; Hasan Ikhwani
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i2.16749

Abstract

In planning the construction of a seawall, it is necessary to consider several things, such as incoming waves, types of defensive units, and economic factors. So planning for the type and size of the armor unit used, it is expected that the structure will only experience minimal damage. In addition, there are other considerations, such as wave reflection by the structure. In the port area, a structure with low wave reflection is needed to keep the anchored pool calm. In this study, experimentally, the effect of the reflection coefficient on the seawall structure with the A-Jack armor unit was carried out. The experiment was held in a wave flume with regular waves with variations in height (0,10 – 0,175 cm) and periods (1,4 seconds and 1,6 seconds) of waves with three variations of a structural slope, namely 1:1, 1:1,5, and 1:2. The reflection coefficient analysis was carried out using the two-point methods which were recorded with a wave probe. Based on experiments, it is known that the steeper the slope of the structure will result in a more significant increase in reflection. To improve the accuracy of the spectral variations of the incident and reflected waves, it is necessary to record with three-wave probes because the two-wave probe method has several weaknesses and is prone to interference in analyzing the data obtained
Penyuluhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Nelayan Surabaya Timur Frestiqauli, Santi; Sujantoko; Murdjito; Wardhana, Wisnu; Mustain, Mahmud; Silvianita; Dhanistha, Wimala Lalitya
Sewagati Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i2.808

Abstract

Fish Safety Foundation (FSF) mengidentifikasi beberapa faktor penyebab kematian nelayan. Faktor-faktor tersebut mencakup kemiskinan, konflik geopolitik, penangkapan ikan berlebihan (overfishing), penangkapan ikan yang ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (illegal, unreported and unregulated/IUU fishing), serta perubahan iklim. Penangkapan ikan yang ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur adalah pendorong yang signifikan, terutama karena permintaan protein ikan meningkat secara global. Para operator ilegal industri perikanan mengambil jalan pintas dan mengabaikan aturan keselamatan sambil berkontribusi pada eksploitasi tangkapan yang sangat menguntungkan secara berlebihan. Nelayan tradisional skala kecil didorong untuk melanggar aturan atau mengambil bagian dalam kegiatan berbahaya yang tidak diatur karena semakin sulit untuk menemukan ikan. Kondisi ini diperparah dengan perubahan iklim dan perubahan distribusi stok ikan. Sebagai masyarakat yang hidup berdampingan dengan nelayan, penyuluhan tentang keselamatan dan kesehatan nelayan dapat dilakukan oleh siapapun termaksud oleh akademisi. Oleh karena itu, pengabdian ini ditunjukan pada nelayan skala kecil untuk lebih sadar terhadap pentingnya Keselamatan dan Kesehatan kerja dengan dilakukan penyuluhan kepada 30 nelayan di Surabaya Timur.
Optimalisasi Potensi Eco-Wisata Susur Sungai Kejawan Putih Tambak Kecamatan Mulyorejo Surabaya Timur Frestiqauli, Santi; Sujantoko, Sujantoko; Murdjito, Murdjito; Djatmiko , Eko Budi; Mustain, Mahmud; Dhanistha, Wimala Lalitya; Silvianita, Silvianita; Rahmawati, Shade
Sewagati Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i1.2436

Abstract

Eco-wisata Susur Sungai Kejawan Putih Tambak terletak di kecamatan Mulyorejo, Surabaya Timur. Merupakan lokasi wisata alam yang menyediakan pengalaman menyusui sungai menggunakan sampan/perahu nelayan dengan menyugguhkan pemandangan mangrove hingga pemandangan jembatan Suramadu. Diresmikan pada Kamis, 27 Juli 2023 oleh walikota Surabaya Eri Cahyadi. Wisata susur sungai di kawasan Kejawan Putih Tambak menjadi salah satu pilihan wisata air di Kota Surabaya. Selain sebagai sarana wisata, tempat itu juga untuk menunjang perekonomian masyarakat, khususnya bagi para nelayan di Kejawan Putih Tambak. Menurut walikota Surabaya ketika terdapat susur sungai, secara otomatis sepanjang sungai itu harus terjaga kebersihan dan keindahannya. Namun, hingga pada saat ini (2025) wisata susur sungai masih sepi peminat. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, terutama pada infrastruktur penunjang. Oleh karena itu, dengan adanya pengabdian masyarakat ITS, optimalisasi potensi wisata susur sungai Kejawan Putih Tambak dilaksanakan untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur yaitu dengan melakukan pendampingan desain pengembangan dermaga baru dan menghasilkan peta wisata susur sungai. Program ini sebagai wujud keberlangsungan komunitas yang berdampak pada masyarakat, lingkungan darat dan perairan