Indryani, Retno
Civil Engineering ITS

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisa Perbandingan Penggunaan Bekisting Semi Konvensional Dengan Bekisting Sistem Table Form Pada Konstruksi Gedung Bertingkat Yevi Novi Dwi Saraswati; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.234 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1068

Abstract

Pekerjaan bekisting memberikan kontribusi yang cukup besar dalam hal proporsi biaya pekerjaan beton. Produktifitas dan siklus dari pekerjaan bekisting juga mempengaruhi waktu pekerjaan beton. Oleh karena itu, dalam merencanakan pekerjaan bekisting  harus ditentukan jenis bekisting yang terbaik dan sesuai dengan kondisi proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan penggunaan bekisting semi konvensional dengan bekisting table form system untuk low rise building dan high rise building. Masing-masing bekisting untuk kedua tipe gedung dihitung waktu pelaksanaan dan biaya pelaksanaan untuk low rise building dan high rise building. Dari hasil perhitungan akan dilakukan analisa perbandingan dengan menggunakan metode matriks evaluasi untuk menentukan bekisting mana yang lebih baik untuk low rise building dan high rise building berdasarkan kriteria biaya dan waktu pelaksanaan. Digunakan 5 ( lima ) skenario perbandingan antara biaya dan waktu yaitu 30%:70%, 40%:60%, 50%:50%, 60%:40%, 60%:40% dan 70%:30%. Gedung Sekolah Anak Panah digunakan sebagai contoh kasus low rise building. Hotel Ibis digunakan sebagai contoh kasus high rise building. Dari analisa perbandingan pada gedung Sekolah Anak Panah didapatkan bekisting yang terbaik untuk skenario 1, 2 dan 3 adalah bekisting semi konvensional, dan skenario 4 dan 5 adalah bekisting sistem table form. Dari analisa pada gedung Hotel Ibis didapatkan bekisting yang terbaik untuk skenario 1 dan 2 adalah bekisting semi konvensional, skenario 3 adalah keduanya, dan skenario 4 dan 5 adalah bekisting sistem table form.
Analisa Penetapan Harga Jual Unit Rumah Di Perumahan Pakuwon City Surabaya Nila Oktafia; Retno Indryani; Yusroniya Eka Putri
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.176 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6765

Abstract

Perumahan Pakuwon City merupakan salah satu perumahan di Surabaya Timur dengan lokasi strategis. Permintaan properti kelas premium yang menurun karena kenaikan suku bunga dan harga bahan bakar minyak mempengaruhi rencana dan tingkat penjualan unit rumah tinggal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besar harga jual untuk setiap unit rumah berdasarkan permintaan pasar dan analisa biaya. Penelitian ini menggunakan metode analisa titik impas yang mempertemukan kurva permintaan dan kurva biaya. Biaya yang harus diperhitungkan dalam penetapan harga jual dikelompokkan dalam biaya tetap dan biaya variabel. Kurva permintaan diperoleh melalui survey. Harga ditentukan berdasarkan jumlah unit yang memberikan keuntungan maksimum. Harga jual setiap unit rumah yang dapat diterima konsumen menggunakan jumlah unit optimum untuk tipe 160 ialah Rp 3.970.591.877,- , tipe 200 ialah Rp. 4.577.602.906 ,- dan tipe 240 ialah Rp. 5.493.337.645,-. Harga jual setiap unit rumah maksimum yang dapat dibangun karena keterbatsan lahan untuk tipe 160 sebesar Rp. 3.580.547.301,- tipe 200 sebesar Rp. 4.642.881.356,- dan tipe 240 sebesar Rp. 5.719.987.063,-.
Kajian Aspek Teknis Dan Aspek Ekonomis Proyek Packing Plant PT. Semen Indonesia Di Banjarmasin Diyah Tri Sulistyorini; Yusroniya Eka Putri; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.897 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6969

Abstract

Pembangunan Packing Plant PT. Semen Indonesia di wilayah Banjarmasinmemunculkan serangkaian pertanyaan penting diantaranya dimana lokasi yang akan dibangun, berapa kapasitas silo semen yang akan dibangun, kapan akan dibangun, sumber pendanaan dari mana yang akan digunakan dan apakah pembangunan Packing Plant akan menguntungkan. Semua pertanyaan itu perlu dikaji terlebih dahulu.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan dibangunnya Packing Plant Banjarmasin baik dari segi teknik maupun ekonomis. Kajian aspek teknis memaparkan kelayakan proyek dari segi peraturan daerah setempat yaitu persyaratan wilayah darat dan wilayah perairan. Persyaratan wilayah darat meliputi kondisi tanah, bangunan, daerah hijau dan persyaratan lainnya. Persyaratan wilayah perairan meliputi kondisi sedimentasi, pasang surut sungai, alur pelayaran, karakteristik kapal dan persyaratan lainnya. Kajian aspek ekonomis memaparkan kelayakan proyek dari segi efisiensi biaya transportasi dibandingkan dengan biaya investasi proyek. Dari segi teknis, perencanaan pembangunan proyek ini memenuhi syarat zoning yang ditetapkan.Dari segi ekonomis, harapan mendapatkan efisiensi biaya transportasi terpenuhi.Berdasarkan hasil perhitungan efisiensi biaya transportasi antara kondisi existing dan rencana didapatkan efisiensi biaya transportasi sebesar Rp. 17.990.676.595. Namun apabila dibandingkan dengan biaya investasi sebesar Rp. 148.733.861,14 efisiensi biaya transportasi tersebut masih terlalu kecil.
Analisa Penetapan Harga Jual Unit Rumah Pada Proyek Perumahan Griya Pagerwojo Indah, Lamongan Farisan Anggardi Poerwodianto; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.2 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7020

Abstract

Perumahan Griya Pagerwojo Indah merupakan salah satu perumahan yang sedang dibangun di kabupaten Lamongan dengan lokasi strategis. Perumahan ini menawarkan beberapa produk berupa rumah tinggal tipe 45, tipe 54, tipe 60, tipe 70, dan tipe 80. Di daerah perkotaan masalah perumahan biasanya dikaitkan dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan membutuhkan standar pelayanan yang tinggi bagi lingkungan sekitarnya. Persaingan yang ketat antar perumahan mendorong atribut harga jual sebagai factor utama bagi pengembang. Harga jual rumah merupakan acuan pertimbangan pemilihan rumah oleh pembeli, disamping berbagai fasilitas yang ditawarkan. Tujuan dari tugas akhir ini adalahuntuk mengetahui besarnya harga jual untuk setiap unit rumah pada proyek perumahan Griya Pagerwojo Indah berdasarkan analisa biaya dan analisa permintaan pasar. Penelitian ini menggunakan metode analisa titik impas dimana analisa tersebut mempertemukan kurva biaya dan kurva pendapatan untuk mendapat kan harga. Pada penelitian ini kurva pendapatan direncanakan dari kurva permintaan. Berdasarkan metode ini diketahui harga jual rumah yang dapat diterima oleh pengembang dan konsumen.Berdasarkan analisa yang telah dilakukan maka harga jual unit rumah berdasarkan jumlah unit terjual optimum untuk tipe 45 adalah Rp 178.293.955, tipe 54 adalah Rp 223.970.160, tipe adalah 60 Rp 276.092.997, tipe 70 adalah Rp 282.921.688 dan tipe 80 adalah Rp 318.104.590.
Analisa Time Cost Trade Off Pada Proyek Pasar Sentral Gadang Malang Ardien Aslam Muhammad; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.792 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8925

Abstract

Proyek Pembangunan Pasar Sentral Gadang akan dilaksanakan di lahan eks. Terminal Gadang serta pasar eksisting dengan merelokasi padagang ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang telah ditentukan. Pekerjaan struktur pada proyek yang dimulai pada Juli 2014 ini ditargetkan selesai dalam 8 bulan, yaitu pada Maret 2015. Jangka waktu tersebut cukup lama sehingga sangat memungkinkan untuk dilakukan percepatan. Metode yang digunakan untuk melakukan percepatan adalah analisa Time Cost Trade Off. Percepatan dapat dilakukan dengan penambahan jam kerja, tenaga kerja, dan meningkatkan produktivitas alat. Dengan melakukan langkah-langkah kompresi jalur kritis dari network diagram maka pengurangan durasi yang paling optimum dapat dicari. Dari hasil penelitian, dapat diketahui durasi optimal proyek sebesar 204 hari dengan biaya total sebesar Rp61.288.168.724. Dibandingkan dengan jadwal normal selama 230 hari dan biaya sebesar Rp61.443.954.427, proyek tersebut dapat dipercepat 26 hari dan menghemat biaya sebesar Rp155.785.703.
Metode Earned Value Untuk Analisa Kinerja Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Pada Proyek Pembangunan Condotel De Vasa Surabaya Muhammad Izeul Maromi; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.753 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8970

Abstract

Proyek pembangunan Condotel De Vasa Surabaya dijadwalkan harus selesai dalam kurun waktu 83 minggu dengan nilai kontrak Rp. 147.273.156.193,-. Dengan adanya batasan waktu dan biaya diperlukan pengendalian yang baik dan matang. Akan tetapi sebelum dilakukan pengendalian perlu diketahui terlebih dahulu kinerja proyek yang telah berlangsung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja biaya dan waktu, estimasi biaya dan waktu pada akhir penyelesaian proyek serta faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan atau kemajuan proyek. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Earned Value yang didalamnya memadukan unsur biaya dan waktu serta prestasi fisik pekerjaan. Data yang didapat dari proyek antara lain Time Schedule proyek, Rencana Anggaran Biaya (RAB), laporan mingguan proyek dan biaya aktual, kemudian dilakukan analisa biaya, jadwal, varians dan indeks performansi dengan memaparkan masalah-masalah yang muncul pada saat penelitian. Dari hasil analisa diketahui bahwa biaya yang dikeluarkan lebih rendah dari biaya yang dianggarkan ditunjukkan dengan nilai CPI = 1,424 dan waktu pelaksanaan lebih lambat dari jadwal rencana ditunjukkan dengan nilai SPI = 0,838 . Hasil perhitungan perkiraan biaya akhir proyek sebesar Rp. 103.417.974.488 dengan perkiraan waktu penyelesaian 99 minggu, menunjukkan bahwa proyek mengalami keterlambatan 16 minggu dari 83 minggu yang direncanakan. Keterlambatan ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti keterlambatan pemancangan awal proyek oleh pihak ketiga, kerusakan alat, perubahan gambar oleh konsultan perencana dan perubahan desain oleh owner.
Penerapan Rekayasa Nilai Pada Proyek Pembangunan Hotel Ciputra World Di Surabaya Adinegoro Choliq; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.309 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9070

Abstract

Hotel Ciputra World di Surabaya adalah hotel bintang lima yang terletak di Jalan Mayor Jendral Sungkono Surabaya. Gedung yang bersebelahan dengan Mall Ciputra World ini memiliki luas 22.008 m2. Hotel Ciputra World Surabaya diidentifikasi memiliki biaya tidak perlu. Biaya tidak perlu dapat dikurangi dengan menerapkan rekayasa nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mencari penghematan pada proyek pembangunan Hotel Ciputra World di Surabaya dengan menggunakan rekayasa nilai. Penerapan rekayasa nilai dilakukan dengan menggunakan Rencana Kerja Rekayasa Nilai. Tahap dari rencana kerja tersebut meliputi empat langkah, yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis dan tahap rekomendasi. Tahap informasi berisi Analisis Fungsi. Tahap kreatif dilaksanakan dengan Brainstroming. Tahap analisis terdiri dari Analisis Keuntungan dan Kerugian, Analisis Life Cycle Cost, dan analisis pengambilan keputusan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Tahap rekomendasi adalah tahap untuk menunjukan alternatif mana yang akhirnya diputuskan layak untuk menggantikan item pekerjaan existing. Melalui penerapan rekayasa nilai pada proyek pembangunan Hotel Ciputra World di Surabaya memiliki item pekerjaan yang memiliki potensi biaya tidak diperlukan paling besar yaitu pekerjaan dinding dalam. Penghematan biaya konstruksi yang didapat dari pekerjaan dinding dalam adalah sebesar Rp. 2.259.177.900 atau sebesar 7.03% dari biaya total pembangunan (Rp. 32.140.900.000,00.) Pekerjaan dinding pada awalnya mengeluarkan biaya sebesar Rp 7.483.900.771 menjadi Rp 5.224.722.871.
Penerapan Rekayasa Nilai (Value Engineering) Pekerjaan Arsitektural pada Proyek Pembangunan Transmart Carrefour Padang Khaerul Bahri; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.469 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28799

Abstract

Transmart Carrefour Padang merupakan gedung bertingkat enam lantai dengan luas total area bangunan sebesar 43.920 m2 dan biaya per m2 sebesar Rp. 7.568.000,00. dengan nominal sebesar itu mengindikasikan gedung tersebut berbiaya tinggi sehingga perlu dilakukan efisisensi biaya. Upaya pengoptimalan anggaran biaya tanpa menghilangkan nilai fungsi salah satunya adalah dengan cara penerapan metode Rekayasa Nilai (Value Engineering). Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui besarnya total penghematan biaya yang dapat diperoleh setelah penerapan metode Rekayasa Nilai (Value Engineering). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah rencana kerja rekayasa nilai yang terbagi dalam 4 (empat) tahap yaitu : tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa dan tahap rekomendasi. Dalam tahap informasi dilakukan identifikasi item pekerjaan yang berpengaruh besar pada proyek dengan cara cost model dan perbandingan cost dengan worth. Dalam tahap kreatif dilakukan pengumpulan alternatif desain baru. Dalam tahap analisis menyeleksi alternatif desain dengan cara analisis Life Cycle Cost (LCC) dan Analitycal Hierarchy Process (AHP). Tahap rekomendasi melakukan perekomendasian desain baru dari alternatif desain terpilih. Hasil analisis Life Cycle Cost (LCC) didapat alternatif desain dengan biaya terendah pada pekerjaan lantai adalah alternatif 4 (A4) dan pada pekerjaan dinding luar adalah alternatif 3 (B3). Hasil Analitycal Hierarchy Process (AHP) dengan pertimbangan beberapa kriteria, terpilih alternatif desain yang direkomendasikan untuk desain pekerjaan lantai adalah alternatif 1 (A1) yang terdiri dari “plat lantai, screed 20mm (mortar instan), marmer lokal (60x60cm), dan plint marmer”. Sedangkan untuk pekerjaan dinding luar alternatif terbaik adalah alternatif 3 (B3) terdiri dari “pasangan panel bata ringan 10cm, groving, dan cat exterior”. Total penghematan biaya konstruksi yang diperoleh sebesar Rp. 1,797,509,359 dari total biaya pekerjaan arsitektur (Rp. 62,837,567,773).
Perencanaan Konstruksi Penahan Tanah dan Pondasi yang Efisien pada Apartemen X dengan Memperhatikan Penjadwalan Mobilisasi Material Dikky Prasetyo; Suwarno Suwarno; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58419

Abstract

Apartemen X merupakan salah satu hunian vertikal tingkat tinggi dengan ketinggian mencapai 53 lantai yang dibangun di pusat kota Surabaya yang padat lalu lintas. Oleh karenanya, mengingat lokasi apartemen yang berada di lahan terbatas, diperlukan kebutuhan lahan parkir bagi para pengunjung dan pemilik dengan perencanaan 3 lantai basement, dengan elevasi -12.50 meter di bawah tanah. Dalam perencanaannya, lantai basement membutuhkan konstruksi penahan tanah. Apartemen X dibangun diatas tanah lempung lunak mencapai kedalaman 18 m, dan memiliki kondisi muka air tanah yang cukup tinggi, yaitu pada kedalaman -1 m s/d 2 m. Pada perencanaan eksisting, menggunakan pondasi bored pile yang dipergunakan untuk podium, dan pondasi raft on pile untuk hunian towernya, sedangkan perencanaan eksisting konstruksi penahan tanah, menggunakan jenis secant pile dengan diameter 1,2 m dengan memiliki kedalaman 25 m dan 27 m. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi terhadap perencanaan pondasi bored pile dan evaluasi konstruksi penahan tanah secant pile dan dengan soldier pile. Konstruksi penahan yang terpilih adalah yang biayanya lebih efisien. Setelah itu dilakukan penjadwalan mobilisasi material untuk alternatf terpilih. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi pondasi menggunakan bored pile dengan diameter 1200 mm, serta didapatkan konstruksi penahan tanah yang memiliki biaya lebih efisien menggunakan secant pile dengan diameter 1200 mm. Dari hasil penjadwalan diperoleh durasi pengangkutan material beton adalah 38 hari, dan durasi pengangkutan tanah pekerjaan penggalian tanah penahan tanah adalah 62 hari.
Analisis Highest and Best Use (HBU) pada Lahan di Jalan Gatot Subroto Kota Tangerang Lukas Adiputra; Retno Indryani; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60412

Abstract

Suatu lahan yang diatasnya telah berdiri bangunan yang tidak termanfaatkan lagi oleh pemiliknya terletak di Jalan Gatot Subroto Kota Tangerang. Lahan tersebut merupakan lahan milik PT. Sabar Subur Makmur Sentosa. Berdasarkan berita yang diliput pada tanggal 13 Juli 2019 oleh CNNBANTEN.ID, pemilik properti yang telah berdiri sejak tahun 2000-an tersebut berencana akan menawarkan kepemilikan lahan kepada Investor yang tertarik untuk melakukan akusisi. Namun lokasi yang strategis saja belum cukup untuk membuat investor tertarik untuk mengakusisi lahan ini, hal ini dibuktikan dengan belum adanya kegiatan baru yang terjadi di atas lahan tersebut selama lebih dari satu (1) tahun. Oleh karena itu diperlukan analisis lebih lanjut dan mendalam untuk mengetahui alternatif penggunaan yang memberikan nilai lahan tertinggi, sehingga investor tertarik untuk melakukan akusisi. Untuk mendapatkan nilai lahan tertinggi pada lahan di Jalan Gatot Subroto, Kota Tangerang ini digunakan metode Highest and Best Use. Analisis ini meliputi aspek legal, aspek fisik, aspek finansial dan produktivitas maksimum. Aspek legal menganalisis zoning dan building code; aspek fisik menganalisis ukuran dan bentuk tanah, utilitas, aksesibilitas, dan desain awal alternatif; aspek finansial menganalisis biaya investasi, pendapatan properti, pengeluaran operasional properti dan Net Present Value (NPV); dan produktivitas maksimum untuk menentukan alternatif properti yang memberikan nilai lahan tertinggi tertinggi. Dari hasil analisis yang dilakukan didapatkan bahwa ada tiga alternatif yang memenuhi aspek legal, aspek fisik, dan aspek finansial. Alternatif tersebut adalah apartemen, pusat perbelanjaan, dan pergudangan. Dari analisis Highest and Best Use (HBU) didapatkan alternatif peruntukan terbaik yang memberikan nilai lahan tertinggi pada lahan di jalan Gatot Subroto Kota Tangerang adalah apartemen dengan penambahan nilai dari nilai lahan awal sebesar Rp. 7.500.000/m2 menjadi Rp. 17.996.615/m2 atau sebesar Rp. 10.496.615/m2, yang berarti pemanfaatan lahan untuk apartemen akan memberikan produktifitas lahan sebesar 140%.