Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisa Penetapan Harga Jual Rumah di Perumahan Tirtasani Royal Resort Malang Alfian Bagus Nurcahyo; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60879

Abstract

Perumahan Tirtasani Royal Resort merupakan salah satu perumahan yang terletak di Kota Malang. Developer perumahan melakukan pengembangan dengan pembukaan cluster baru bernama Royal River. Dalam pengembangan sebuah cluster perumahan, tentu ada biaya-biaya yang dikeluarkan. Biaya-biaya tersebut harus dikembalikan dengan harga jual. Faktor yang mempengaruhi besarnya harga jual ditentukan dengan besarnya biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga jual rumah di Perumahan Tirtasani Royal Resort cluster Royal River. Analisis penetapan harga jual dilakukan dengan metode Analisa Titik Impas melalui analisis biaya tetap dan biaya variabel dari rencana investasi, dengan margin keuntungan 10%, 20%, dan 30%. Dari hasil analisis untuk tipe rumah 40-84 dengan margin profit 10% didapatkan harga jual sebesar Rp 403.018.204, margin profit 20% didapatkan harga jual sebesar Rp 439.656.223, dan margin profit 30% didapatkan harga jual sebesar Rp 476.294.242. Sedangkan untuk tipe rumah 106-90 dengan margin profit 10% didapatkan harga jual sebesar Rp 731.205.216, margin profit 20% didapatkan harga jual sebesar Rp 797.678.418, dan margin profit 30% didapatkan harga jual Rp 864.151.619.
Analisis Kinerja Waktu pada Proyek Pembangunan Gedung Kampus II UIN Sunan Ampel Surabaya Faizal Tri Mahardho; Retno Indryani; Yusroniya Eka Putri Rachman Waliulu
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.70541

Abstract

Dalam proses pelaksanaan proyek dengan nilai kontrak yang besar dan waktu pelaksanaan yang lama perlu dilakukan pengendalian agar proyek dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. Proyek pembangunan gedung kampus II UIN Sunan Ampel Surabaya dengan nilai kontrak sebesar Rp.453.343.000.000,- dan durasi pelaksanaan proyek kurang lebih selama 32 bulan (multiyears mulai 27 Januari 2020 sampai dengan 29 Agustus 2022, untuk pembangunan beberapa gedung) memerlukan pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja waktu proyek pembangunan gedung kampus II UIN Sunan Ampel Surabaya, sebagai bagian dari pengendalian proyek. Metode yang digunakan untuk analisis kinerja waktu adalah Earned Value Analysis. Metode Earned Value Analysis dapat mengetahui kinerja proyek dari segi waktu serta memperkirakan berapa waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek. Analisis kinerja waktu dilakukan untuk keseluruhan gedung, baik untuk kontrak multiyears maupun per tahun anggaran, dan untuk masing-masing gedung. Dari hasil analisis pada peninjauan keseluruhan gedung, baik untuk kontrak multiyears maupun per tahun anggaran, didapatkan Schedule Performance Index (SPI) lebih dari satu, yang berarti proyek berjalan lebih cepat dari yang direncanakan. Untuk peninjauan masing-masing gedung, didapatkan SPI lebih dari satu untuk gedung AEFG, F1, dan C; serta SPI kurang dari satu untuk gedung AEFG, H, dan I. Dapat disimpulkan bahwa meskipun secara jadwal keseluruhan proyek lebih cepat dari yang direncanakan, namun ada gedung yang pelaksanaannya terlambat.
GENDER ANALYSIS IN CONSTRUCTION PROJECT Retno Indryani; Yusroniya Eka Putri Rachman Waliulu; Dayat Indri Yuliastuti
Journal of Civil Engineering Vol 30, No 1 (2010)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.427 KB) | DOI: 10.12962/j20861206.v30i1.1724

Abstract

Construction project staff is domminated by men. Otherwise, the percentage of woman in education the field of construction, such as Civil Engineering and Architecture is growing. The purpose of this paper is to analize gender aspect in construction project. The method used is survey to men and women respondens that work on construction company in Surabaya. Gender aspect analized is the opportunity to participate female, the male and female ratio capability and the obstacle of woman carier in construction project. The results show that women participation is less than men. Men and women have the same ability in several areas. There are several obstacles that are often experienced by women in construction projects, including the barriers of discrimination.
Comparative Analysis of Water Resources Management Service Costs for Delta Brantas Irrigation Area Widhie Arzy Restuanti; Nadjadji Anwar; Retno Indryani
IPTEK Journal of Proceedings Series No 1 (2017): The 2nd International Conference on Civil Engineering Research (ICCER) 2016
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.611 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i1.2188

Abstract

A proper fuction of irrigation system needs sustainable water resource management, supported by Water Resources Management Service Costs (BJPSDA). BJPSDA is a partial reimbursement of the cost required for water resource management activities, especially for operation and maintenance activities, must be calculated and set by water resources management. There are two methods that are used to calculate BJPSDA, which is BJPSDA in accordance with the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing No. 18/PRT/M/2015 and BJPSDA using basic service fee by considering the quality of service and value of economic benefits modelling. This study was conducted by comparing two BJPSDA methods in the Delta Brantas Irrigation Area and will be analyzed descriptively. BJPSDA of irrigation in accordance with Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing No. 18/PRT/M/2015 is Rp. 255,-/m3, as cost recovery.. BJPSDA of irrigation value using basic service fee by considering the quality of service and value of economic benefit modelling amounted Rp. 338,-/m3, calculated from basic service fee amounted Rp. 177,-/m3, added with NME for agriculture water in Delta Brantas Irrigation Area amounted Rp. 161/m3, as a water value.
Development of Office Building Asset Management’s Standard for Public Works Highway in Kabupaten Jember Novi Arifiani; Hitapriya Suprayitno; Retno Indryani
IPTEK Journal of Proceedings Series No 2 (2017): The 2nd Internasional Seminar on Science and Technology (ISST) 2016
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.624 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i2.2279

Abstract

Government spends a lot of money in infrastructure, including buildings. And it increases by years. Therefore, a research to formulate how to well manage our public building is needed. The method of this research is formulating Standard Building Assets Management which can be rationally implemented  in The Office of Public Works Highway in Jember. It should be based on the theory of asset management, the ministrial regulations and best practise guideline of Queensland government building. The results of this study is the cycle of building asset management. These are Planning, Procurement, Administration (Registration and Sertification of assets), Management in Use (Assesment, Operation and Maintenance) and Disposal. 
Analisa Highest and Best Use pada Lahan Terbangun Gedung Flamingo Surabaya Safira Rachmasari Damayanti; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.85915

Abstract

Gedung Flamingo Surabaya yang terletak di Jalan Raya Genteng Kali No. 51-53 Kecamatan Genteng, dengan luas tanah sebesar 2.200 m² dan luas bangunan 1.500 m², semula merupakan gedung serbaguna yang memiliki fungsi sebagai gedung untuk acara seperti pernikahan, ulang tahun, sampai acara rekrutmen pekerjaan sebuah perusahaan. Sejak tahun 2020 gedung tersebut tidak berfungsi lagi, yang berarti gedung tidak lagi sebagai properti komersial. Nilai lahan untuk properti non komersial tidak setinggi nilai lahan untuk properti komersial. Dengan lokasi yang sangat strategis, sangat disayangkan apabila nilai lahan untuk gedung tersebut tidak bisa tinggi. Oleh karena itu diperlukan analisa kemungkinan alternatif penggunaan dari lahan Gedung Flamingo untuk mengetahui penggunaan yang menghasilkan nilai lahan tertinggi dengan metode Highest and Best Use (HBU). Metode HBU ini meliputi aspek legal, aspek fisik, aspek finansial, dan produktivitas maksimum. Aspek legal menganalisis zoning. Aspek fisik menganalisis ukuran, bentuk dan kegunaan, aksesibilitas, utilitas, serta perencanaan bangunan. Aspek finansial menganalisis kelayakan finansial. Analisa produktivitas maksimum untuk mengetahui alternatif properti yang menghasilkan nilai lahan tertinggi dan terbaik. Dari hasil analisa menggunakan metode HBU didapatkan nilai eksisting properti sebesar Rp. 113.496.377.508. Sedangkan hasil analisa untuk alternatif penggunaan lain didapatkan bahwa alternatif hotel merupakan alternatif penggunaan yang memiliki nilai lahan tertinggi dan terbaik dengan nilai lahan sebesar Rp. 278.579.997.176.
Analisis Percepatan Menggunakan Metode Crashing pada Proyek Pekerjaan Struktur Pembangunan Rumah dan Klinik Bali Marselinus Yanuar Poerba; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.102648

Abstract

Proyek konstruksi memiliki tiga batasan (triple constraint) yang terdiri dari anggaran, jadwal, dan mutu. Ketiga hal tersebut menjadi parameter penting yang sering dijadikan sebagai sasaran proyek bagi penyelenggara proyek. Namun, pelaksanaan proyek tidak selamanya sesuai dengan rencana, terdapat berbagai macam faktor yang membuat proyek menjadi bermasalah. Permasalahan pada proyek dapat mengakibatkan proyek mengalami keterlambatan (delay). Pelaksanaan Proyek Pekerjaan Struktur Pembangunan Rumah dan Klinik Bali direncanakan dapat diselesaikan dalam 51 minggu. Namun dikarenakan terdapat kendala saat proses pemancangan dan pengaruh cuaca, pada minggu 39 proyek mengalami keterlambatan sebesar 8,02%. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis percepatan menggunakan metode crashing. Analisis dilakukan pada minggu 40 dengan sisa durasi penyelesaian proyek sebesar 12 minggu (84 hari), untuk pekerjaan yang belum diselesaikan. Alternatif percepatan dilakukan dengan menggunakan penambahan jam kerja dan penambahan jumlah pekerja berdasarkan kondisi di lapangan. Setelah dilakukan percepatan, selanjutnya dilakukan analisis lama waktu yang berhasil dipercepat dan kebutuhan biaya percepatan untuk masing-masing alternatif. Hasil percepatan dari kedua alternatif tersebut dibandingkan dan dicari alternatif percepatan yang paling optimal. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, untuk alternatif percepatan dengan penambahan jam kerja didapatkan durasi optimum pada iterasi 15 dengan durasi 84 hari dan biaya total Rp. 2.262.590.362. Sedangkan untuk alternatif percepatan dengan penambahan jumlah pekerja didapatkan durasi optimum terjadi pada iterasi 22 dengan durasi 69 hari dan biaya total Rp. 2.159.768.425. Kedua alternatif bisa memenuhi sisa durasi penyelesaian proyek sebesar 84 hari. Namun alternatif percepatan dengan penambahan jumlah pekerja lebih optimal untuk dilakukan, dikarenakan menghasilkan biaya dan durasi yang lebih kecil daripada alternatif percepatan dengan penambahan jam kerja.
Penerapan Rekayasa Nilai (Value Engineering) pada Pembangunan Proyek Gedung Kantor BKD Provinsi Jawa Timur Rycko Agusvian Iswanto; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.102383

Abstract

Gedung Kantor BKD Provinsi Jawa Timur merupakan gedung kantor empat lantai yang terletak pada Jalan Jemur Andayani No. 1 Surabaya. Luas area gedung sebesar 5.168 m2. Pekerjaan tahap satu hanya untuk pekerjaan tanah dan struktur saja. Total biaya pembangunan untuk pekerjaan struktur mencapai 11 milyar (Rp 2.300.000,00 per m2). Dari hasil analisis di tahap informasi, terdapat pekerjaan struktur yang memiliki nilai cost dibandingkan dengan worth lebih dari 2. Dikarenakan alasan tersebut, maka perlu dilakukan penerapan Rekayasa Nilai (Value Engineering) dengan tujuan untuk mengoptimalkan biaya tanpa menghilangkan nilai fungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya total penghematan biaya yang dapat diperoleh setelah penerapan metode Rekayasa Nilai. Penerapan Rekayasa Nilai yang digunakan terbagi menjadi 4 (empat) tahapan yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis dan tahap rekomendasi. Pada tahap informasi dilakukan cost breakdown structure untuk mengidentifikasi item pekerjaan yang memiliki biaya tinggi dan analisis fungsi untuk mengidentifikasi item pekerjaan yang memiliki perbandingan cost dengan worth lebih dari 2. Pada tahap kreatif dilakukan pengumpulan alternatif baru untuk pekerjaan berbiaya tinggi tersebut. Pada tahap analisis dilakukan seleksi alternatif-alternatif dengan cara analisis Life Cycle Cost (LCC) dan Analitycal Hierarchy Process (AHP) sehingga didapatkan alternatif terbaik. Pada tahap rekomendasi dilakukan perekomendasian dari alternatif terpilih. Hasil analisis Life Cycle Cost (LCC) pada pekerjaan pelat beton diperoleh alternatif dengan biaya terendah adalah alternatif 2 (A2) yaitu pekerjaan pelat half slab dengan total biaya LCC sebesar Rp 2.918.727.925. Hasil dari Analitycal Hierarchy Process (AHP) dengan pertimbangan beberapa kriteria, terpilih desain alternatif terbaik adalah alternatif 2 (A2) juga. Total penghematan biaya LCC yang diperoleh adalah Rp 301.922.959 atau 9% dari biaya LCC awal.
Analisis Sensitivitas Kelayakan Finansial The Bay Apartment Bandar Lampung Robert Aurelio Nathanael; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.102551

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Bandar Lampung mengakibatkan semakin tingginya harga lahan hunian sehingga diperlukan adanya efisiensi pemanfaatan lahan berupa hunian bertingkat atau apartemen. Berdasarkan artikel terkait apartemen pertama yang ada di Bandar Lampung (Springhill Condotel), peningkatan jumlah unit yang laku terjual hanya sebesar sepuluh persen dari empat puluh persen menjadi lima puluh persen dari total unit yang ada dalam waktu dua tahun. Hal ini mengindikasikan kurangnya minat masyarakat Lampung akan hunian tingkat, sehingga diduga pembangunan The Bay Apartment sebagai apartemen kedua di Bandar Lampung, tidak akan layak secara finansial. Mengingat hal tersebut, perlu dilakukan analisis untuk memastikan pembangunan apartemen layak secara finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial The Bay Apartment dan mengetahui sensitivitasnya agar bisa meminimalisir risiko kerugian dalam investasi The Bay Apartment. Penelitian ini menganalisis finansial dengan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Pendapatan yang diperhitung-kan yaitu pendapatan dari penjualan unit apartemen dan sewa hotel. Modal investasi yang digunakan merupakan modal sendiri. Analisis sensitivitas dilakukan terhadap perubahan harga jual apartemen, tarif sewa hotel, tingkat okupansi hotel, dan rencana penjualan unit apartemen. Berdasarkan analisis kelayakan finansial pembangunan The Bay Apartment dengan MARR 6,20% dan masa investasi 10 tahun, diperoleh NPV sebesar Rp34.484.644.825,00, PP selama 2,9 tahun, dan IRR sebesar 8,933%. Berdasarkan ketiga parameter tersebut, The Bay Apartment layak secara finansial. Pembangunan The Bay Apartment dapat menjadi tidak layak apabila harga jual unit apartemen diturunkan minimal sebesar 23,7% dari harga saat ini atau tarif sewa hotel diturunkan minimal sebesar 47,4% dari tarif saat ini. Batas kelayakan investasi The Bay Apartment terhadap tingkat okupansi hotel adalah 45% dari tingkat okupansi yang diharapkan, sedangkan batas kelayakan terhadap penjualan unit apartemen adalah penurunan 22,6% dari penjualan yang direncanakan.