Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Midwifery Project Besti Omatin (Balita Bebas Stunting Dengan Olahan Makanan Ikan Patin) Berbahan Pangan Lokal Di Desa Sungai Tabuk Kota Agustina, Adita Rahma; Kusvitasari, Hairiana; Hasanah, Siti Noor
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.499

Abstract

Permasalahan stunting merupakan salah satu fokus pemerintah di bidang kesehatan. Stunting bukan hanya terkait dengan tinggi badan anak di bawah standar yang ditetapkan. Stunting dan kekurangan gizi lainnya pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Faktor resiko stunting, salah satunya terkait status gizi. Tujuan dari kegiatan ini yaitu bagi wanita usia subur (WUS) yang memiliki balita dapat memahami mengenai pengolahan makanan tambahan berbahan pangan lokal yang dikemas secara sehat dan menarik untuk disajikan kepada balita dengan melakukan praktek pembuatan nugget ikan patin untuk menekan angka prevalensi stunting. Kegiatan dilakukan dengan sasaran WUS yang memiliki Balita di RT.02 Desa Sungai Tabuk Kota. Pertama, diadakan penyampaian hasil pengkajian data serta permasalahan yang diangkat. Kedua, dilaksanakan midwifery project pengolahan makanan berbahan pangan lokal ikan patin melalui demo masak pembuatan nugget ikan patin. Hasil dari kegiatan pengabdian ini dihadiri peserta sebanyak 35 orang dan mendapat apresiasi positif dari aparat pemerintah desa maupun dari pihak Puskesmas yang saat pelaksanaan kegiatan ikut berhadir. Peserta juga sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir terlihat tanya jawab dari peserta demo masak. Dari hasil penelitian tingkat pengetahuan peserta sesudah diberikan edukasi mengenai stunting dalam kategori baik (86,6%), dalam kategori cukup (13,4%). Hal ini dapat diartikan ada peningkatan  yang signifikan untuk pengetahuan sesudah dilakukan edukasi stunting. Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman WUS mengenai perbaikan pola makan, dan mencegah stunting dengan protein hewani, serta pengolahan makanan tambahan yang berbahan pangan lokal.
Effectiveness of soybean extract on breast milk production adequacy among postpartum mothers Fharamita; Ningrum, Novalia Widiya; Hasanah, Siti Noor; Friscila, Ika
Health Sciences International Journal Vol. 4 No. 1: February 2026
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v4i1.83

Abstract

Background: Exclusive breastfeeding remains a global public health priority, yet its coverage in Indonesia has declined in recent years. In Central Kalimantan, the prevalence of exclusive breastfeeding was only 55.78% in 2023, with some districts reporting even lower rates. One of the major barriers is inadequate breast milk production, which is often influenced by maternal physiology, psychological well-being, and nutritional status. Soybean extract, rich in isoflavones, proteins, and bioactive compounds, has been suggested as a natural galactagogue that stimulates prolactin and oxytocin release, thereby enhancing lactation. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of soybean extract in improving breast milk adequacy among postpartum mothers. Method:  A pre-experimental one-group pretest–posttest design was applied, involving 15 postpartum mothers (7–14 days after delivery) recruited through purposive sampling in the working area of Tumbang Talaken Health Center, Central Kalimantan. Participants consumed 220 ml of standardized soybean extract twice daily for seven consecutive days. Breast milk adequacy was assessed using a structured dichotomous questionnaire covering maternal (breast engorgement, milk leakage) and infant indicators (urination frequency, weight gain, sleep duration). Data were analyzed using McNemar’s test, with a significance level of p < 0.05. Result: Prior to the intervention, only 4 mothers (26.7%) reported adequate milk production, while 11 (73.3%) experienced insufficiency. After seven days of soybean extract consumption, 13 mothers (86.7%) achieved adequate production, and only 2 (13.3%) remained insufficient. McNemar’s test confirmed a statistically significant improvement (p = 0.004). Conclusion: Soybean extract significantly improved breast milk adequacy among postpartum mothers. As an affordable, accessible, and culturally acceptable intervention, soybean extract shows promise as a nutritional strategy to address lactation challenges and support national goals for improving exclusive breastfeeding coverage.
KABAR (Kampanye Bebas Rokok) sebagai Strategi Peningkatan Kesadaran Kesehatan Remaja di Desa Sungai Tabuk, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan Sapitri, Rezty Aulia; Khairunisa, Siti; Azzahra, Raiza Ristiya; Hasanah, Siti Noor; Selfiana, Sunia; Soifulah, Fadli; Purnama, Syahida
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1103

Abstract

Perilaku merokok di kalangan remaja masih menjadi permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian, khususnya di lingkungan remaja sekolah. Paparan rokok sejak usia dini berisiko meningkatkan resiko gangguan kesehatan serta ketergantungan nikotin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bahaya merokok melalui program edukasi sekolah bebas rokok. Kegiatan dilaksanakan di MA Raudhatul Islamiyah Sungai Tabuk dengan metode penyuluhan, diskusi interaktif, serta penggunaan media edukasi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test pada 29 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan sikap positif siswa terhadap bahaya merokok dengan capaian akhir mayoritas di atas 90%. Penyuluhan ini efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran siswa, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan bebas rokok.