Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemanfaatan Tanaman Cegah Anemia Ibu Hamil “PETAGANI” Dalam Upaya Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Nursanti, Lili; Yuliantie, Putri; Hasanah, Siti Noor
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 3 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i3.817

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada kehamilan adalah kondisi jika kadar hemoglobin pada ibu hamil kurang dari 11 gr%. Anemia maternal meningkatkan risiko melahirkan berat bayi lahir rendah (BBLR), kelahiran preterm serta kematian janin. Anemia pada kehamilan akan menyebabkan terganggunya oksigenasi maupun suplai nutrisi dari ibu terhadap janin. Anemia dalam kehamilan dapat menyebabkan beragam komplikasi yang berdampak pada peningkatan morbiditas dan mortalitas maternal maupun perinatal. Anemia dapat dicegah dengan meningkatkan konsumsi makanan bergizi, yaitu makan makanan yang banyak mengandung zat besi. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan memberikan edukasi kepada ibu hamil tentang manfaat tanaman untuk ibu hamil. Metode: Metode yang diterapkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi pemanfaatan tanaman cegah anemia ibu hamil (PETAGANI) dalam upaya pencegahan anemia pada ibu hamil dengan memberikan penyuluhan pemanfaatan tanaman serta penanaman Sayuran hijau dan bauh-buahan yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah anemia kepada ibu hamil, keluarga, bidan desa, kader dan masyarakat. Hasil: Hasil evaluasi pada proses pelaksanaan didapatkan semua ibu memiliki respon positif, semua ibu aktif dalam mengikuti kegiatan ini, semua ibu antusias mendengarkan, mengamati serta bertanya terkait tema yang diberikan. Simpulan: Ibu hami menjadi mengerti manfaat tanaman untuk ibu hamil.
FAKTOR-FAKTOR KEJADIAN IKTERUS NEONATUS DI RSUD PANGERAN JAYA SUMITRA KABUPATEN KOTABARU Abdan, Rusdiyana; Hasanah, Siti Noor
Midwifery And Complementary Care Vol 3 No 1 (2024): Midwifery and Complementary Care
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/mcc.v3i1.603

Abstract

Background: Neonatal jaundice in newborns is a problem that often appears in neonates. Neonatal jaundice is a yellow discoloration of a baby's skin, conjunctiva, and sclera as a result of increased levels of bilirubin in the blood that causes jaundice and death in infants. Preliminary study of the incidence of jaundice at Prince Jaya Sumitra Kotabaru Hospital in 2021 was 15 (2.08%) out of 719 total baby births and in 2022 there were 30 (3.02%) who experienced neonatal jaundice from 992 births of hospitalized patients. Objective:.Knowing the factors of neonatal jaundice at Prince Jaya Sumitra Hospital, Kotabaru Regency in 2022. Methods: Type of quantitative research with case control design. The study samples were 30 case groups and 30 control groups. Random sampling technique. Statistical test using chi square. Result: Statistical analysis obtained the p value of each variable, namely gestational age (0.001), type of delivery (0.000), infection (0.233) and birth weight (0.001) which means there is a relationship between gestational age, type of delivery and birth weight variables with the incidence of neonatal jaundice, while the infection variable has no relationship with the incidence of neonatal jaundice. Conclusion: Factors associated with the incidence of jaundice are gestational age, type of delivery and birth weight. Keywords: Gestational Age, Neonatal Jaundice, Type of Delivery, Weight
The Effect Of Postnatal Yoga Intensity On The Mental Health Of Postpartum Mothers Hasanah, Siti Noor; Friscila, Ika; Wijaksono, Muhammad Arief; Maolinda, Winda
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.23143

Abstract

Latar Belakang: Perubahan fisik, hormonal, dan emosional yang terjadi pada masa ini sering kali mempengaruhi kesehatan mental ibu. Aktivitas fisik dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan. Ibu nifas sangat rentan terjadi gangguan psikologis karena adanya perubahan peran dan tanggung jawab. Gangguan psikologis yang tidak dikelola maka akan berdampak buruk terhadap ibu nifas. Dalam upaya menjaga keseimbangan mental selama masa nifas, berbagai pendekatan telah dikembangkan, salah satunya adalah melalui aktivitas fisik seperti yoga.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh intensitas postnatal yoga terhadap kesehatan mental ibu nifasMetode:  Desain penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan menggunakan model nonequivalent control group design. Instrumen penelitian kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale. Teknik pengumpulan data adalah memberikan kuesioner sebagai pretest pada responden pada hari pertama pertemuan, kemudian selama 2 minggu responden mengikuti postnatal yoga, selanjutnya responden mengisi kuesioner sebagai posttest pada responden pada hari terakhir pertemuan.Hasil: Secara statistik didapatkan P-value =0,000 (<0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor kesehatan mental ibu nifas sebelum (Pretest) dan sesudah (Posttest) diberikan Terapi Yoga Postnatal.Kesimpulan: Terapi Yoga Postnatal terbukti sangat efektif secara signifikan dalam mengurangi tingkat gejala depresi pascapersalinan (menurunkan skor EPDS) pada kelompok ibu nifas.Saran: Disarankan perlu penelitian lanjutan tentang minat, motivasi dan faktor penghambat ibu nifas dalam mengikuti postnatal yoga. Kata Kunci : Ibu Nifas, Kesehatan Mental, Postnatal, Yoga ABSTRACT Background: Physical, hormonal, and emotional changes that occur during this time often affect a mother's mental health. Physical activity can reduce stress and improve health. Postpartum mothers are highly vulnerable to psychological disorders due to changes in roles and responsibilities. Psychological disorders that are not managed can have negative effects on postpartum mothers. In efforts to maintain mental balance during the postpartum period, various approaches have been developed, one of which is through physical activities such as yoga.Purpose:  to determine the effect of postnatal yoga intensity on the mental health of postpartum mothersMethods:  This research design uses a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design model. Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) research questionnaire instrument. The data collection technique involved administering the questionnaire as a pretest to respondents on the first day of the meeting, then the respondents participated in postnatal yoga for 2 weeks, and finally, the respondents completed the questionnaire as a posttest on the last day of the meeting.Results: Statistically, a P-value of 0.000 (<0.05). There is a statistically significant difference between the mental health scores of postpartum mothers before (Pretest) and after (Posttest) receiving Postnatal Yoga Therapy.Conclusion: Postnatal Yoga Therapy has been proven to be significantly effective in reducing the level of postpartum depression symptoms (lowering EPDS scores) in the group of postpartum mothers.Suggestions; It is recommended that further research be conducted on the interests, motivations, and inhibiting factors for postpartum mothers in participating in postnatal yoga. Keywords: : Mental Health, Postpartum Mothers, Postnatal, Yoga
The Effect of Breastfeeding Technique Education on the Smoothness of Milk Production in Breastfeeding Mothers of Infants 0-6 Months of Age Halipah, Refliya; Ningrum, Novalia Widiya; Anisa, Fadhiyah Noor; Hasanah, Siti Noor
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4853

Abstract

The correct breastfeeding technique is a way of giving breast milk to the baby with the correct attachment and position of the mother and baby. If the breastfeeding technique is wrong, it can cause nipple blisters, poor milk production and pain that arises when the mother stops breastfeeding with less care. The wrong breastfeeding technique is also one of the factors that cause the milk to come out to be not optimal, thus affecting milk production, causing the baby to not want to suckle. At Puskesmas Sungai Tabuk 2, the exclusive breastfeeding coverage in 2019 was 71.20%, an increase in 2020 to 81.8%, and in 2021 it decreased to 49.6%, one of the causes was due to a lack of knowledge about breastfeeding techniques.Objective: To determine the effect of breastfeeding technique education on the smooth production of breast milk in breastfeeding mothers of infants aged 0-6 months in the Sungai Tabuk 2 Puskesmas working area. Methods: Analytical observational research using case control design with total sampling technique as many as 30 people. The research instrument used leaflets and breast milk fluency questionnaires. The questionnaire has undergone validity testing and obtained a value of reasonable (>0.361) and reliable (0.79). Results: Statistical tests using the chi square test obtained a p value of 0.044 (<0.05) which means that there is an effect on the provision of breastfeeding technique education on the smooth production of breast milk in breastfeeding mothers of infants aged 0-6 months in the working area of Puskesmas Sungai Tabuk 2 Conclusion: The importance of education about breastfeeding techniques from health workers that can be done in posyandu or health services to increase knowledge and understanding of pregnant and lactating women.
Midwifery Project Besti Omatin (Balita Bebas Stunting Dengan Olahan Makanan Ikan Patin) Berbahan Pangan Lokal Di Desa Sungai Tabuk Kota Agustina, Adita Rahma; Kusvitasari, Hairiana; Hasanah, Siti Noor
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.499

Abstract

Permasalahan stunting merupakan salah satu fokus pemerintah di bidang kesehatan. Stunting bukan hanya terkait dengan tinggi badan anak di bawah standar yang ditetapkan. Stunting dan kekurangan gizi lainnya pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Faktor resiko stunting, salah satunya terkait status gizi. Tujuan dari kegiatan ini yaitu bagi wanita usia subur (WUS) yang memiliki balita dapat memahami mengenai pengolahan makanan tambahan berbahan pangan lokal yang dikemas secara sehat dan menarik untuk disajikan kepada balita dengan melakukan praktek pembuatan nugget ikan patin untuk menekan angka prevalensi stunting. Kegiatan dilakukan dengan sasaran WUS yang memiliki Balita di RT.02 Desa Sungai Tabuk Kota. Pertama, diadakan penyampaian hasil pengkajian data serta permasalahan yang diangkat. Kedua, dilaksanakan midwifery project pengolahan makanan berbahan pangan lokal ikan patin melalui demo masak pembuatan nugget ikan patin. Hasil dari kegiatan pengabdian ini dihadiri peserta sebanyak 35 orang dan mendapat apresiasi positif dari aparat pemerintah desa maupun dari pihak Puskesmas yang saat pelaksanaan kegiatan ikut berhadir. Peserta juga sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir terlihat tanya jawab dari peserta demo masak. Dari hasil penelitian tingkat pengetahuan peserta sesudah diberikan edukasi mengenai stunting dalam kategori baik (86,6%), dalam kategori cukup (13,4%). Hal ini dapat diartikan ada peningkatan  yang signifikan untuk pengetahuan sesudah dilakukan edukasi stunting. Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman WUS mengenai perbaikan pola makan, dan mencegah stunting dengan protein hewani, serta pengolahan makanan tambahan yang berbahan pangan lokal.