Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sewagati

Model Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Cloud Bagi Pelaku UMKM Berto Mulia Wibawa; Imam Baihaqi; Syarifa Hanoum; Dewie Saktia Ardiantono; Aang Kunaifi; Satria Fadil Persada; Puti Sinansari; Ninditya Nareswari
Sewagati Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.281 KB)

Abstract

Bagi sebagian besar UMKM, penyusunan laporan keuangan adalah momok yang menakutkan sekaligus tidak dapat dihindari. Banyak pelaku usaha yang mengeluh bahwa seringkali laporan keuangan yang disusun, realitanya berbeda dengan ketersediaan uang yang dikelola. Pengabdian masyarakat ini akan membantu para pelaku usaha dalam menyusun laporan keuangan sederhana yang dibantu dengan sistem aplikasi pada smartphone menggunakan teknologi cloud. Mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para pelaku UMKM yang berdomisili di Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Adapun model pelatihan dan pendampingan yang dilakukan terdiri dari aktivitas : (1) Pelatihan Penentuan Harga Pokok Produksi dan Penyusunan Laporan Keuangan Manual, (2) Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan dan Arus Kas Menggunakan Microsoft Excel, (3) Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Menggunakan Aneka Aplikasi Berbasis Cloud, dan (4) Pendampingan Usaha (Klinik Bisnis). Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pelaku usaha, karena setelah mengikuti program pelatihan dan pendampingan mereka tidak lagi kesulitan dalam mengelola laporan keuangannya dan dapat fokus mengembangkan bisnisnya lebih lanjut. Melalui bantuan aplikasi keuangan berbasis cloud, pelaku UMKM dapat merasakan kemudahan-kemudahan dalam hal mengetahui jumlah keuntungan/kerugian usaha secara tepat, mengetahui status kemajuan usaha dengan cepat dan terukur, memudahkan dalam menentukan perencanaan usaha, dan memiliki dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan bisnis.
Inovasi Pemasaran Digital Berbasis Teknologi 4.0 untuk Mendukung Jargon “Desa Berdaya Kota Berjaya” : Sebuah Studi Observasi pada Lembah Mbencirang - Desa Wisata Kebontunggul Dewie Saktia Ardiantono; Arman Hakim Nasution; Ninditya Nareswari; Sesarius Bertrand Ananda; Herlingga Arya Duta; Irena Puspita Sari; Nelvi Dwi Marlita; Naufaldy Wahyu Manggala
Sewagati Vol 6 No 6 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1651.45 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i6.382

Abstract

Kekayaan alam Indonesia tidak hanya tempat terkemuka maupun yang sudah dikenali oleh masyarakat luas. Secara definitif, terdapat banyak sekali tempat yang dapat dieksplorasi keberaadaan dan keindahanya. Selain lima destinasi superprioritas yang diupayakan olehKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, daerah-daerah terpencil perlu diperhatikan sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Kawasan Lembah Mbencirang yang terletak diDesa Kebontunggul, Mojokerto yang dikelola oleh BUMDES setempat merupakan sebuah daerah terpadu dengan potensi alam dan pedesaan yang unik yang cocok untuk relaksasi dan juga rekreasiberupa alam pedesaan, kolam renang, budidaya tanaman toga sungai, dan didukung oleh UMKM setempat dibidang Food and Beverages . Dengan berbagai macam potensi, cukup disayangkanbahwa dalam proses pengembangannya terdapat berbagai kendala baik dari segi pemasaran aspek penunjang lainnya. Disinilah peran ekosistem berbasis digitalisasi digunakan untuk memberikanakses yang mudah dan terstruktur bagi perkembangan desa, khususnya dalam pemasaran secara digital. Dari permasalahan inilah, maka dapat dikembangkan sarana, prasarana, kebijakan dan berbagai macam fitur untuk memasarkan, mengenalkan dan memberikan dampak bagi masyarakatdengan dukungan dari berbagai pihak. Adapun kebermanfaatan yang diberikan antara lain kesadaran terhadap pariwisata lokal dan peningkatan perekonomian lokal melalui kekayaan alam yang semakindikenali, dimiliki dan dikemudian hari dikembangkan dengan optimal.
Pendirian Spin-off Kafe Kebon Tunggul: Sebuah Studi Observasi pada Kafe Titik Temu Kebontunggul - Desa Wisata Kebontunggul Dewie Saktia Ardiantono; Syarifa Hanoum; Mariyanto; Bustanul Arifin Noer; Salsabila Usra; Larassayu Arvaneira Avanthe; Dipa Ontowiryo Kusumo; Annisa Kintan Sari; Yuninda Nur Aini; Achmad Amin Faizal; Jihan Fatimah; Zahril Maulana Jilham Al’ula; Destisa Zahra Nursiya; Saviera Mutiara Putri
Sewagati Vol 7 No 4 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i4.536

Abstract

Tren agrowisata di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pengembangan pariwisata dikembangkan dengan berbagai pendekatan ekonomi meliputi berbagai aspek mulai dari sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, serta pemberdayaan usaha lokal. Untuk mencapai keberlanjutan pariwisata, tidak hanya pihak-pihak tertentu saja yang bertanggungjawab untuk mengusahakan keberlanjutan tersebut. Pada tahun 2022, pemerintah desa Kebontunggul berencana untuk mengembangkan wisata tanaman obat keluarga (TOGA) di Lembah Mbencirang yang menjadi produk unggulan dari desa Kebontunggul, Mojokerto. Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) berencana untuk mendirikan kafe dengan beberapa tenant untuk menunjang pendirian wisata tersebut, Penelitian ini berfokus pada pengembangan konsep usah kafe Kebontunggul untuk menarik minat wisatawan serta usulan spin-off dari BUMDES sehingga dapat menjalankan operasional bisnisnya secara mandiri sebagai upaya untuk dapat mengembangkan kafe serta tempat wisata Titik Temu Kebontunggul secara masif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan melihat, mengamati, dan juga menganalisis kondisi lingkungan Desa Kebontunggul yang dapat dijadikan potensi dalam pengembangan kafe serta menjabarkan konsep usaha dalam Business Model Canvas (BMC) dan usulan spin-off kafe.