Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Formation Ronggojalu Spring and Probolinggo Active Fault Continuity with Satellite Data Gravity Method M. Erfand Dzulfiqar Rafi; M. Haris Miftakhul Fajar; M. Singgih Purwanto; Anik Hilyah; Ayi Syaeful Bahri; Helda Kusuma Rahayu
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.3399

Abstract

The Ronggojalu spring, with a discharge intensity of more than 3,000L/second, makes it one of the spring with the most significant discharge in Indonesia and is the main supplier of clean water for the City of Probolinggo. From the observation of topographic maps, the existence of this spring forms a lineament with Paras Spring and Sumber Kramat with a direction of Northeast to Southwest. The presence of this lineament can indicate the existence of geological structures that play a role in the formation of spring. In addition, this lineament is in the same direction as the active Probolinggo fault identified by PUSGEN (Pusat Studi Gempa Nasional). This study aims to identify the presence of geological structures in the lineament using satellite gravity data GGMplus (Global Gravity Model) and Remote Sensing. This data is quite efficient and effective in identifying subsurface geological structures. With the SVD (Second Vertical Derivative) analysis, the residual anomaly results from the second derivative value of the Bouger anomaly so that it can show the density contrast value as an indication of the geological structure. From the results of the interpolation of satellite gravity data in the study area, the CBA (Complete Bouguer Anomaly) value range is -16.8 – 4.8 mGal. The analysis of SVD and FHD shows a significant contrast different values along the fault line that passes through the spring. The lineament density processing also shows a weak zone around the fault zone, indicating the continuity in that zone. The existence of a fault under this spring indicates the influence of the fault on the formation of Ronggojalu Spring, Paras Spring, and Keramat Spring. In addition, it is estimated that this fault is a continuation of the active Probolinggo fault.
Inversi 1-D Pada Data Magnetotellurik Di Lapangan X Menggunakan Metode Occam Dan Simulated Annealing Wijaya, R. Aldi Kurnia; Bahri, Ayi Syaeful; Warnana, Dwa Desa; Darmawan, Arif
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode magnetotellurik merupakan salah satu metode elektromagnetik pasif yang mengukur fluktuasi medan listrik (E) dan medan magnet (B) dengan tujuan untuk menentukan konduktivitas bawah permukaan. Proses inversi dilakukan untuk memodelkan kondisi bawah permukaan. Dalam penelitian ini proses inversi dilakukan dengan metode Occam dan Simulated Annealing. Metode Occam merupakan metode untuk menyelesaikan permasalahan non-linier menggunakan pendekatan linier sedangkan metode Simulated Annealing merupakan metode untuk menyelesaikan permasalahan non-linier menggunakan pendekatan global, berupa Guided Random Search. Untuk menyelesaikan permasalahan non-linier tersebut dibuat program berbasis Matlab yang dengan menggunakan algoritma Occam dan Simulated Annealing. Dalam penelitian ini digunakan data sintetik dan data hasil pengukuran di lapangan panas bumi X dengan menggunakan metode magnetotellurik. Tahapan dalam penelitian ini adalah pembuatan program, validasi menggunakan data sintetik, validasi dengan membandingkan hasil inversi program konvensional (WinGlink), dan analisa penampang 1-D. Hasil dari penelitian ini adalah analisa terhadap penampang cross section resistivitas 1-D hasil inversi sehingga diketahui sebaran konduktivitas di Lapangan X.
Analisis Peta Struktur Domain Kedalaman dengan Interpretasi Seismik 3D dalam Studi Pengembangan Lapangan “Kaprasida”, Blok “Patala”, Energi Mega Persada Tbk Rahman, Fahmi Aulia; Bahri, Ayi Syaeful; Rochman, Juan Pandu Gya Nur
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan lapangan migas masih sangat digencarkan, khususnya pada Lapangan “Kaprasida”. Pada lapangan ini dilakukan studi pengembangan terhadap reservoar sekunder, yaitu pada Formasi Transisi, Upper Menggala, dan Lower Menggala. Reservoar sekunder masih menyimpan beberapa struktur jebakan hidrokarbon yang perlu analisis lebih dalam. Oleh karena itu, pada lapangan ini dilakukan proses reinterpretasi terhadap patahan dan lapisan tersebut, sehingga menghasilkan peta struktur domain waktu dan domain kedalaman. Maksud dari penelitian ini adalah untuk melakukan reinterpretasi yang menghasilkan peta struktur domain waktu dan kedalaman, sehingga dapat melakukan analisis pada peta struktur. Setelah dilakukan analisis pada peta struktur domain kedalaman ketiga lapisan, didapatkan beberapa zona target berupa beberapa struktur antiklin. Zonasi struktur antiklin terdapat pada wilayah barat TG2, selatan TG2, timur TG2, barat TG4, dan utara TG1. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan struktur jebakan hidrokarbon baru untuk kegiatan pengembangan Lapangan “Kaprasida”.
Eksplorasi Geomagnetik untuk Penentuan Keberadaan Pipa Air di Bawah Permukaan Bumi Utama, Widya; Warnana, Dwa Desa; Hilyah, Anik; Bahri, Ayi Syaeful; Syaifuddin, Firman; Rismayanti, Hasibatul Farida
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penerapannya, metode geomagnetik dipakai untuk memetakan struktur perlapisan di bawah permukaan atau deposit mineral logam yang bersifat feromagnetik. Metode ini tergolong pasif karena menggunakan medan magnet bumi sebagai sumbernya. Dalam penelitian ini, telah dilakukan pengukuran medan magnetik bumi untuk mengetahui keberadaan pipa air (hidrant) yang tertanam di bawah permukaan tanah, di taman BAAK kampus ITS. Pengukuran medan magnetik bumi dilakukan dalam bentuk jejaring titik ukur dengan lintasan sejumlah 10 dan jarak antar titik ukur adalah 5 m. Pada saat dilakukan pengukuran, terdapat lalu lalang beberapa kendaraan bermotor yang tidak bisa dihindari. Pengukuran medan magnetik dilakukan dengan menggunakan proton magnetometer. Sebagai titik referensi, dipilih sebuah titik Base Station (BS) yang bebas dari pengaruh benda logam. Data medan magnet terukur harus dikoreksi untuk memperoleh nilai anomali medan magnetik. Nilai anomali tersebut berasosiasi dengan keberadaan benda target eksplorasi geomagnetik. Koreksi yang dilakukan adalah koreksi diurnal (yang mengacu ke titik BS) dan koreksi standar IGRF (sebagai acuan, yaitu nilai medan magnet bumi normal). Peta kontur medan magnetik anomali diperoleh dengan software Surfer. Filtering dengan low pass filter dilakukan untuk menihilkan pengaruh magnetik yang ditimbulkan oleh lalu lintas kendaraan bermotor yang lewat selama masa pengukuran. Peta kontur tersebut diolah lebih lanjut dengan software Magpick dan Mag2DC untuk mempertegas keberadaan benda penyebab anomali magnetik. Berdasarkan hasil perhitungan model anomali, dapat diperoleh distribusi nilai suseptibilitas magnetik. Dengan demikian, dapat ditentukan secara kualitatif keberadaan benda anomali berdasarkan perbedaan nilai suseptibilitas di bawah permukaan tanah. Untuk pembangunan infrastruktur, metode geomagnetik dipakai sebagai langkah awal untuk memahami kondisi dan struktur pelapisan bawah tanah, serta dapat memberi arti efisiensi dalam perencanaan pekerjaan pembangunan infrastruktur.
Aplikasi Metode Geolistrik Tahanan Jenis untuk Mengetahui Bawah Permukaan di Komplek Candi Belahan (Candi Gapura) Rochman, Juan Pandu Gya Nur; Widodo, Amien; Bahri, Ayi Syaeful; Syaifuddin, Firman; Lestari, Wien
Jurnal Geosaintek Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Penanggungan merupakan gunung yang memiliki sejarah yang tinggi di Jawa Timur. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya candi yang mengelilingi di komplek gunung ini. Setidaknya terdapat 116 yang ditemukan. Komplek Situs belahan merupakan salah satu komplek bangunan candi yang besar. Candi Gapura merupakan bagian pintu masuk dari komplek bangunan ini yang sebagian bangunannya masih terpendam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi bawah permukaan di komplek candi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Geolistrik Tahanan jenis. Prinsip metode ini adalah menginjeksikan arus listrik ke permukaan tanah melalui sepasang elektroda dan mengukur beda potensial dengan sepasang elektroda yang lain. Metoda ini memanfaatkan sifat kelistrikan suatu material untuk mengetahui karakteristik dari suatu material. Jumlah lintasan yang digunakan sebanyak 8 lintasan yang terletak di Candi Gapura A (4 lintasan) dan Candi Gapura B (4 lintasan). Dari pengkuran geolistrik didapatkan profiling resistivitas bawah permukaan tanah yang dapat mengetahui dugaan sebaran bangunan candi. Hasil intepretasi 8 lintasan secara umum dibagi dua lapisan. Pada kedalaman 0-4 meter nilai resitivitasnya 1-6 ohm meter diintepretaskan sebagai lapisan lempung. Pada lapisan ini juga terdapa nilai resitivitas 10-20 ohm meter diduga runtuhan batu bata candi. Pada lapisan kedua dengan kedalaman lebih dar 4 meter dengan nilai resistivitas 100-150 ohm meter diduga lapisan kerkil (zona keras). Pada Batas lapisan ini (kedalaman 4 meter) diduga terdapat altar atau pelataran karena pada semua lintasan terdapat kontras nilai resitivitas tinggi dan rendah pada kedalaman yang hampir sama untuk tiap lintasan pengukuran.
Geotechnical Identification Using Resistivity Method for Determining Grounding Locations Bahri, Ayi Syaeful; Aripin, Pegri Rohmat; Abdillah, Robi Alfaq; Prasetyo, Dwiyanto Hadi
Jurnal Geosaintek Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digunakan metode resistivitas untuk menetukan lokasi grounding dengan memanfaatkan respon batuan terhadap aliran listrik. Berdasarkan nilai resistivitas hasil pengukuran akan diketahui lokasi grounding dengan nilai resistivitas dibawah 5 ohm.m. Dalam penelitian ini menerapkan konfigurasi Wenner-Schlumberger dengan panjang masing-masing lintasan 32 meter untuk 2D dan 40 meter untuk 1D. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lokasi grounding berdasarkan penampang 1D terletak pada kedalaman 4 meter dengan nilai tahanan jenis 5,47 ohm.m, pada penampang 2D dapat diketahui lokasi grounding terletak pada kedalaman 2,5-4 meter dengan nilai tahanan jenis 2-7 ohm.m. Berdasarkan interpretasi lithologi, daerah tersebut merupakan lempung.
Aplikasi Citra Satelit Landsat 8 Untuk Identifikasi Daerah Prospek Panas Bumi Daerah Songgoriti Batu Dan Sekitarnya Agung, B Harjo; Faizal, Alifiansyah; Anggi, Arwin; Bahri, Ayi Syaeful; Utama, Widya
Jurnal Geosaintek Vol. 3 No. 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menentukan daerah prospek panas bumi, pemetaan permukaan diperlukan untuk menentukan titik atau area prospek yang dapat dikaji bawah permukaannya. Pemetaan permukaan bumi dapat dilakukan menggunakan citra satelit landsat 8. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan struktur , temperatur permukaan tanah dan batuan permukaan. Hasil yang didapatkan dikorelasikan dengan geologi. Data citra yang digunakan pada penelitian ini adalah citra satelit landsat 8 dengan band 4, band 5, band 7 dan band 11. Untuk memperoleh informasi struktur bawah permukaan dilakukan komposit pada band 4, band 5, band 7. Untuk menentukan temperatur permukaan digunakan band 11 yang dikoreksi atmosfer terlebih dahulu untuk menghilangkan pengaruh atmosfer dalam wilayah termal. Untuk menentukan titik batuan teralterasi maka dilakukan komposit band 7, band 4, band 2. Hasil yang didapatkan adalah struktur bawah permukaan, temperature permukaan dan batuan permukaan tanah.
Aplikasi Geolistrik 2D Untuk Identifikasi Bidang Gelincir Studi Kasus Daerah Lereng Nglajo, Cepu Taufiqurrohman, Rizal; Nugraha, Diptya Mas; Bahri, Ayi Syaeful
Jurnal Geosaintek Vol. 3 No. 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lereng Nglajo, Cepu, terletak ketinggian 67-68 mdpl. Menurut pengamatan warga, kondisi aspal jalan pada daerah penelitian selalu diperbaiki setiap tahun. Jalan ini berseberangan dengan lereng pada bagian barat. Tidak hanya itu, kondisi pagar rumah sebelah timur jalan juga mengalami perubahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa dalam bidang gelincir dan jenis longsorannya. Bentuk slidding akan ditampilkan secara 2D dan 3D sehingga dapat dibedakan mana batuan dasar dan batuan lepas/rombakan. Metode yang digunakan berupa metode geolistrik konfigurasi wenner dengan panjang lintasan bagian utara selatan adalah 100 m dan bagian barat timur adalah 82,5 m. Hasil dari pengolahan data akan menunjukkan model topografi, model bidang gelincir yang diinterpretasikan dengan kondisi daerah dan geologi regional setempat. Hasil analisis menunjukkan bahwa daerah ini memiliki potensi longsor jenis rayapan (Creep) dan nilai resistivitas untuk lempung rombakan adalah < 2 ohm-m dan lempung kompak >2 ohm-m sehingga dapat diketahui kedalaman bidang gelincir dari permukaan yaitu 1 hingga 5,8 m. Hasil penelitian tersebut dapat menjadi pendugaan sementara untuk perencanaan pembangunan lebih lanjut pada daerah Lereng Nglajo
Pengolahan Dan Interpretasi Data Log FMI (Fullbore Formation Microimager) Untuk Analisa Rekahan Chemistra, Paul; Aripin, Pegri Rohmat; K, Fuadur Zakki; Bahri, Ayi Syaeful; Widodo, Amien; Syaifuddin, Firman; Utama, Widya; Rahadiansyah, Jaka
Jurnal Geosaintek Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang menentukan workflow pengolahan dan interpretasi data image log FMI (Fulbore Formation MicroImager) menggunakan Geolog 7.4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap-tahap yang dilakukan dalam melakukan pengolahan data image beserta interpretasi tentang analisa rekahan. Berdasarkan analisa rekahan yang dilakukan menggunakan prinsip sifat resistivitas dan konduktivitas pada gambar data log FMI ditemukan bahwa pada sumur PC-1 terdapat 27 conductive fracture dan 39 resistive fracture sedangkan pada sumur PC-2 terdapat 40 conductive fracture dan 29 resistive fracture. Pada sumur PC-1 memiliki orientasi strike dari conductive fracture berarah NNW-SSE, sedangkan orientasi strike dari resistive fracture dominan berarah NNW-SSE. Pada sumur PC-2 memiliki orientasi strike dari conductive fracture yang dominan berarah WNW-ESE, sedangkan orientasi strike dari resistive fracture yang dominan WSW-ENE.
Integrasi Data Resistivitas 2D Dengan Parameter Fisis Dan Mekanis Tanah Untuk Evaluasi Daya Dukung Tanah (Studi Kasus : Ruas Jalan Kawasan Jiipe, Manyar, Gresik) Yuspancana, Billy Dovan; Utami, Widya; Purwanto, Moh. Singgih; Bahri, Ayi Syaeful
Jurnal Geosaintek Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Co-Authors Abdillah, Robi Alfaq Adib Banuboro Agung, B Harjo Ahmad Irfaan Hibatullah Alfaq Abdillah Robi Alifiansyah Faizal Amien Widodo Amir, Moh Faisal Anggi Arwin Pratama Anggi, Arwin Anwar, Muhammad Khayrul Arif Darmawan Ariffiyanto, Wahyu Aripin, Pegri Rohmat Arwin Anggi Arya Nur Dewangga Putra B Harjo Agung Billy Dovan Yuspancana Chemistra, Paul Christopher Salim Darmawan, Arif Darmawan Dewi Septanti Dihein Reksa Ikmaluhakim Dihein Reksa Ikmaluhakim Diptya Mas Nugraha Diptya Mas Nugraha Dwa Desa Warnana Dwiyanto Hadi P Eko Hadi Purwanto Fahmi Aulia Rahman Fahmi Aulia Rahman Faizal, Alifiansyah Fajar, M. Haris Miftakhul Faza Nabeel Fransiskha Wedha Prameswari Fuadur K Hardyani, Putry Vibry Helda Kusuma Rahayu Hibatullah, Ahmad Irfaan Hilyah, Anik Irwan Setyowidodo, Bagus Jaya Santosa Jaka Rahadiansyah Juan Pandu G.N.R. Juan Pandu Gya Nur Rochman K, Fuadur Zakki Lestari, Wien Lestyowati, Titis Linda Silvia, Linda M Haris Miftakhul Fajar M. Erfand Dzulfiqar Rafi M. Haris Miftakhul Fajar M. Singgih Purwanto M. Singgih Purwanto Mariyanto Mariyanto Moh Faisal Amir Moh. Singgih Purwanto Moh. Singgih Purwanto Muhammad Khayrul Anwar Muhazzib F Muthiul Padlilah Nizar Dwi Riyantiyo Nugraha, Diptya Mas Padlilah, Muthi’ul Paul Chemistra Paul Chemistra Pegri Aripin Pegri Rohmat Aripin Pegri Rohmat Aripin Prasetyo, Dwiyanto Hadi Purwanita Setijanti Purwanto, M. Singgih Purwanto, Moh. Singgih Purwanto, Mohammad Singgih Putra, Arya Nur Dewangga Putry Vibry Hardyani R Aldi Kurnia Wijaya Rafi, M. Erfand Dzulfiqar Rahadiansyah, Jaka Rahayu, Helda Kusuma Rahman, Fahmi Aulia Rika Kisnarini Rismayanti, Hasibatul Farida Rizal Taufiqurrohman Robi Alfaq Abdillah Robi Alfaq Abdillah Salim, Christopher Shofi Iqtina Hawan Shofi Iqtina Hawan Singgih Purwanto Syaifuddin, Firman Syaifuddin, Firman Taufiqurrohman, Rizal Titis Lestyowati Tricahyo Agung Budi Harjo Utami, Widya Vivi Wulandari Wahyu Ariffiyanto Wahyu Setyawan Wahyudi Parnadi Widya Utama Widya Utama Wijaya, R. Aldi Kurnia Wijaya, R. Aldi Kurnia Yuspancana, Billy Dovan