Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica) terhadap Mortalitas dan Perkembangan Larva Spodoptera litura F. Roqib Mutaali; Kristanti Indah Purwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.134 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13373

Abstract

Beluntas (Pluchea indica)merupakan salah satu tumbuhan yang belum dimanfaatkan. Beluntas merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki kandungan senyawa bioaktif metabolit sekunder, senyawa tersebut antara lain tannin, alkanoid, flavonoid dan saponin. Senyawa metabolit sekunder dapat memberikan efek toksik terhadap hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan besar konsentrasi ekstrak daun beluntas terhadap mortalitas dan perkembangan S. litura F. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maserasi dan leaf dipping. Parameter yang diamati adalah mortalitas dan pembentukan pupa. Ekstrak daun beluntas berpotensi sebagai insektisida nabati terhadap hama S. litura F. Konsentrasi ekstrak kontrol, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, dan 90% pada perlakuan 24 jam mampu memperoleh nilai LC50 sebesar 28%. Sehingga dapat mempengaruhi perkembangan dengan menghambat pembentukan pupa.
Pengaruh Ekstrak Kulit Jeruk Pamelo terhadap Infeksi Jamur Fusarium oxysporum pada Tanaman Tomat Nur Istikomah; Nur Hidayatul Alami; Kristanti Indah Purwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.035 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13460

Abstract

Jeruk Pamelo (Citrus grandis) memiliki kandungan senyawa kimia aktif berupa limonen 90% yang tertinggi dibandingkan dengan jenis jeruk lainnya. Limonen merupakan senyawa terpenoid yang dapat dimanfaatkan sebagai fungisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak jeruk Pamelo terhadap pertumbuhan tomat yang terinfeksi Fusarium oxysporum. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman dan tingkat infeksi pada akar tomat. Ekstrak diambil dengan metode maserasi dan diaplikasikan pada tanaman umur 43 hst hingga 49 hst dengan konsentrasi 1%, 3%, 5%, 7% dan 9%. Infeksi patogen F. oxysporum pada tomat dilakukan saat umur 40 hst selama 48 jam diinkubasi dalam greenhouse. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit jeruk Pamelo tidak berbeda nyata secara signifikan terhadap pertumbuhan tinggi batang tanaman tomat, namun pada pengamatan infeksi akar menunjukkan bahwa pemberian ekstrak konsentrasi 1% mampu menghambat infeksi jamur F. oxysporum yang sebanding dengan fungisida kimia sintesis Antracol 0,3 %.
Pengaruh Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Terhadap Mortalitas dan Perkembangan Larva Spodoptera litura Bintang Wahyu Syah; Kristanti Indah Purwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.653 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20528

Abstract

Belimbing wuluh merupakan tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti tanin, saponin, flavonoid dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) terhadap mortalitas dan perkembangan larva Spodoptera litura. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode maserasi. Parameter yang diamati adalah mortalitas, kandungan antifeedant, serta perkembangan pembentukan pupa. Konsentrasi ekstrak yang digunakan 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%,70%, 80%, dan 90%. Larva uji yang digunakan sebanyak 20 ekor. Hasil penelitian ini menunjukkan konsentrasi ekstrak daunbelimbing wuluh yang efektif untuk membunuh larva S. liturayaitu antara 80-90% dimana hasil analisis probit nilai LC50 terdapat pada konsentrasi 84% (LC50 – 84,2%).
Pengaruh Mutagen Kimia EMS (Ethyl Methane Sulphonate) Terhadap Daya Berkecambah Benih Tanaman Tembakau var. Marakot Bangun Surya Putra; Kristanti Indah Purwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.854 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26705

Abstract

Penyediaan benih bermutu merupakan permasalahan dalam peningkatan produksi tembakau. Induksi mutasi merupakan salah satu cara untuk mendapatkan varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi dan kualitas yang baik. Beberapa penelitian mengenai penggunaan mutagen kimia EMS (Ethyl Methane Sulphonate) menunjukkan pengaruh terhadap perkecambahan benih tanaman sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi mutagen EMS terhadap daya berkecambah benih tanaman tembakau. Beberapa variasi konsentrasi EMS yang digunakan pada penelitian ini yaitu 0,1%, 0,5%, 1%, dan 1,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi mutagen EMS berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah benih tembakau. Perlakuan EMS dengan konsentrasi 1% dan 1,5% menunjukkan penurunan daya kecambah benih.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk P Terhadap Tinggi dan Panjang Akar Tagetes erecta L. (Marigold) Terinfeksi Mikoriza Yang Ditanam Secara Hidroponik Irma Dwi Rahmawati; Kristanti Indah Purwani; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.027 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37048

Abstract

Abstrak— Mikoriza adalah sistem perakaran yang bersimbiosis mutualisme dengan jamur. Penanaman dengan sistem hidroponik mampu membuat mikoriza melakukan kolonisasi lebih cepat sehingga dapat memaksimalkan penyerapan nutrisi P untuk membantu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini untuk mengetahui  konsentrasi optimum pemberian pupuk P cair  terhadap pertumbuhan marigold  (Tagetes erecta L.)  yang telah terinfeksi oleh mikoriza dengan mengukur tinggi tanaman dan panjang akar. Perlakuan yang digunakan adalah dengan memberikan konsentrasi pupuk P (fosfat) cair yang berbeda-beda pada tanaman Tagetes erecta yang telah diinfeksikan ke mikoriza dengan beberapa konsentrasi yaitu 0 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm dan 40 ppm secara hidroponik. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil analisis ANOVA one-way menunjukkan bahwa adanya pengaruh perlakuan P cair terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman Tagetes erecta. Perlakuan 5 ppm memberikan pengaruh optimum terhadap tinggi tanaman dan panjang akar tanaman.
Uji Efektivitas Formulasi Bioinsektisida Ekstrak Daun Waru (Hibiscus tiliaceus) terhadap Larva Spodoptera litura F. Nurlaily Alviani Kristanti; Kristanti Indah Purwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.62860

Abstract

Tumbuhan Waru (Hibiscus tiliaceus) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti saponin, alkaloid, flavonoid sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bioinsektisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas formulasi bioinsektisida cair dari bahan aktif daun waru terhadap larva Spodoptera litura F. Metode yang digunakan untuk ekstraksi daun waru yang didapatkan dari kampus ITS Surabaya adalah metode maserasi dengan etanol 96%. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 pengulangan yang terdiri dari konsentrasi ekstrak 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, dan 90% menggunakan metode celup daun pada uji pendahuluan, sedangkan pada uji lanjutan menggunakan metode oles daun dengan konsentrasi 0%, 35%, 40%, 45%, 50%, dan 55%. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA one way dengan uji lanjutan Duncan dan nilai LC50 dianalisis dengan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi bioinsektisida cair ekstrak daun waru berpengaruh terhadap serangan larva Spodoptera litura pada tanaman pakcoy dengan konsentrasi yang paling efektif adalah konsentrasi ekstrak 45%. Ciri-ciri larva mati akibat pemaparan bioinsektisida adalah tubuh larva mengeras, berwarna cokelat sampai kehitaman, dan tubuh mengkerut.
Pengembangan Kebun Bibit Herbal Organik Sebagai Unit Pendukung Konsep Agrowidyawisata di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Malang Nurul Jadid; Kristanti Indah Purwani; Tutik Nurhidayati; Ardy Maulidy Navastara; Dini Ermavitalini; Wirdhatul Muslihatin; Marsudi
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Dharma Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v1i2.324

Abstract

Pergeseran pola hidup di dalam masyarakat yang saat ini cenderung back to nature menyebabkan semakin meningkatnya permintaan obat herbal organik. Namun demikian, budidaya tanaman obat secara organik dan pengelolaannya secara professional masih jarang dilakukan. Kota Batu, Malang Jawa Timur terkenal sebagai agropolitan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kebun bibit herbal organik yang berfungsi sebagai area pembibitan tanaman herbal dan agrowidyawisata di Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu, Malang. Pengabdian masyarakat dilakukan bersama mitra Kelompok Tani Hutan (KTH) Panderman. Adapun metode yang dilakukan berupa penggalian informasi lokal dan pendampingan pengembangan kebun bibit herbal. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu Malang merupakan kawasan potensial untuk budidaya tanaman herbal. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, partisipasi masyarakat desa terhadap pengembangan budidaya herbal organik semakin meningkat. Sehingga hal ini dapat berdampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat desa.
PELATIHAN KOMPOSTING SAMPAH SKALA RUMAH TANGGA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DESA KETEGAN TANGGULANGIN SIDOARJO Dini Ermavitalini; Nurul Jadid; Wirdhatul Muslihatin; Triono Bagus Saputro; Maya Shovitri; Endry Nugroho Prasetyo; Noor Nailis Saadah; Kristanti Indah Purwani
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v5n1.p39-43

Abstract

Along with the increasing number of people and all economic activities carried out, waste becomes acontamination that continues to leave problems. Sidoarjo Regency has 18 sub-districts with 350 villagesand a population of around 2.3 million people with a high level of economic growth. According to the 2017Sidoarjo Regency Environmental and Hygiene Office (DLHK), reported that Sidoarjo district residentsdispose of household waste around 0.5 kg per day. DLHK identifies the lack of Integrated WasteManagement Sites (TPST) and Final Waste Disposal Sites (TPAS) to accommodate and manage wastefrom the Sidoarjo Regency community. The lack of TPST and TPAS is not a problem in wastemanagement if active community involvement is involved in processing household waste known asCommunity Based Waste Management (PSBM). This abdimas method is a campaign about theimportance of the role of the community in improving environmental status and composting training withraw materials in the form of kitchen waste with a simple household-scale tool located in the KeteganVillage office, Tanggulangin Sub-district, Sidoarjo. The participants were very enthusiastic about takingpart in the training and were eager to practice household composting on a household scale for the need tofertilize plants planted in the yard. Participants want monitoring by the service team on the compostingresults that have been carried out by each participant.
Greenhouse Potential based on Ecotourism and Education for Sustainable Village Economic Resilience Lilik Nurindah Sari; Tutik Nurhidayati; Maya Shovitri; Enny Zulaika; Nengah Dwianita Kuswytasari; Arif Luqman; Nur Hidayatul Alami; Kristanti Indah Purwani; Nurul Jadid; Dini Ermavitalini; Imam Wahyudi Farid; Ciptian Weried Priananda
IPTEK Journal of Proceedings Series No 1 (2023): The 1st International Conference on Community Services and Public Policy (ICCSP) 2022
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2023i1.16378

Abstract

Indonesia has many rural areas with diversity and uniqueness in each region that have developed into eco-tourism. The village that is being developed as an eco-tourism destination is expected to improve the welfare of the surrounding community. Developed eco-tourism can provide jobs for residents in the village. Eco-tourism is also one of the developments to preserve ecosystems in rural areas. This eco- tourism sector can support community welfare and sustainable rural development. One approach to the development of rural areas is through village ecotourism. Village Ecotourism is a rural area with several special characteristics that can be used as a tourist destination. One way to improve the development of village ecotourism is by adding new facilities that lead to educational tourism, i.e., greenhouse facilities. The existence of this greenhouse can be used as a means of science education about a more advanced agricultural system with a controlled environmental system. Greenhouse technology can improve the quality and quantity of plant productivity, thereby increasing people's income, and producing healthier organic plant products. Greenhouses can also be used as educational tourism facilities for various science education activities and simple agricultural training. Training for residents can also be carried out, for community empowerment, such as training in planting, fertilizing, nurseries, processing plant products, and the process of packaging plant products. This review summarizes the various potentials of Greenhouse development for the development of education-based village ecotourism and provides references for further research that focuses on community service, which is increasing sustainable village economic resilience.
Uji Efektivitas Bioinsektisida Formulasi Granula dari Ekstrak Daun Hibiscus tiliaceus terhadap Larva Spodoptera litura F. pada Tanaman Brassica chinensis Cindy Widya Aulia; Kristanti Indah Purwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v11i5.88921

Abstract

Tanaman Waru (Hibiscus tiliaceus) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki kandungan senyawa aktif saponin, alkaloid, dan flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai bioinsektisida. Biopestisida merupakan pestisida yang berasal dari makhluk hidup yang memiliki senyawa organik dan memiliki kemampuan untuk menghambat dan atau membunuh hama tanaman. Tanaman pakcoy merupakan salah satu tanaman yang mudah terserang oleh hama, sehingga di Indonesia mengalami penurunan jumlah produksi. Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan hama utama yang menyerang tanaman sayuran, termasuk tanaman pakcoy. Uji penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi bioinsektisida dari bahan aktif daun waru (H. tiliaceus) dengan formulasi granula dalam mencegah serangan ulat grayak (S. litura) pada tanaman pakcoy (Brassica chinensis). Metode yang digunakan dalam uji penelitian ini yaitu metode ekstraksi dengan teknik maserasi dan pembuatan bioinsektisida formulasi granula dengan pencampuran beberapa formulasi bahan tambahan. Parameter yang diamati antara lain karakteristik granula, waktu efektivitas biopestisida terhadap mortalitas larva, serta morfologi larva sebelum dan sesudah perlakuan biopestisida. Hasil dari uji penelitian ini menunjukkan bahwa biopestisida dengan formulasi granula dari ekstrak daun waru efektif membunuh larva S. litura dengan durasi kematian yang berbeda, dimana perlakuan K2 merupakan hasil paling efektif dengan waktu kematian larva 3 jam setelah perlakuan dan pada P1, P2, dan P3 larva ulat grayak mengalami kematian setelah 48 jam.