Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Application Of Trial Finalization System As Determinants Of Final Thesis Session Results Rahardja, Untung; Andayani, Dwi; Aristo, Nabila Cynthia; Hasibuan, Zainal Arifin
IAIC Transactions on Sustainable Digital Innovation (ITSDI) Vol 1 No 1 (2019): October
Publisher : Pandawan Sejahtera Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/itsdi.v1i1.4

Abstract

The objective assessment system and guiding assessment can be accessed online, but the examiner's assessment system in which there is a system of finalizing the trial still using the local network and not connected with the others. The trial appraisal system that was not mutually integrated made the examiner a little difficult. This is because as technology advances are utilized as well as possible by educational institutions in this case namely universities to be used in a comprehensive session of thesis students or final assignments. Then it is necessary to develop the examiner's assessment system in which there is a system of finalizing the trial. The research was conducted using the method of observation, interviews and literature studies to maximize this research. The researcher directly examines the congregation assessment system which still uses the local network to analyze how the system works so that when carried out development does not change the existing system flow. Interviews were also conducted by researchers to collect data from existing speakers, namely the board of examiners. Then the author searched the list of previous studies that are appropriate so that repetition does not occur. After the development of the examiner's assessment system along with the finalization of the session and making the system integrated with each other so as to facilitate the examiner chairman to use it in determining whether or not students are declared eligible to pass a comprehensive trial or not. This proved that the system that had been developed greatly helped the process of the trial.
Analisa Sistematis Manajemen Pengetahuan Digital Aplikasi Berbasis Kecerdasan Buatan di Universitas Sediyono, Eko; Hasibuan, Zainal Arifin; Setyawan, Iwan; Purnama Harahap, Eka; Darmawan, Arif
ADI Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal Vol 3 No 2 (2022): ADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurnal)
Publisher : ADI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/abdi.v3i2.790

Abstract

Melalui kajian literatur yang menyeluruh, analisis ini bertujuan untuk memberikan gambaran luas tentang kajian penggunaan AI di universitas. Temuan deskriptif mengungkapkan bahwa ilmu komputer dan mata pelajaran STEM merupakan mayoritas topik yang tercakup dalam publikasi Artificial Intelligence in Learning (AIL) dan bahwa penelitian empiris paling sering menggunakan pendekatan kuantitatif. Temuan gabungan menunjukkan empat aplikasi untuk AIL dalam layanan kelembagaan dan administrasi dan layanan kontribusi akademik: 1. Metode artikel ini berdasarkan model pembelajaran, algoritma, dan jaringan saraf, yang dapat membuat keputusan tentang jalur pembelajaran individu dan konten siswa, memberikan pijakan kognitif, dan memberikan dukungan kepada siswa untuk berpartisipasi dalam dialog. Masalah penggunaan AIL di universitas dilarang karena persyaratan untuk meningkatkan pendekatan etis dan pedagogis, serta hambatan dan risiko AIL, hubungannya yang rapuh dengan sudut pandang pedagogis teoritis, dan faktor lainnya. Tujuan analisis sistematis adalah untuk memberikan solusi untuk masalah tertentu berdasarkan pendekatan pencarian yang eksplisit, sistematis, dan dapat direproduksi dan kriteria inklusi atau eksklusi yang menentukan penelitian mana yang termasuk pengkodean dan ekstraksi data berikut dari penelitian yang relevan, hasilnya diringkas dan setiap kesenjangan atau inkonsistensi dengan aplikasi nyata disorot. Menjelaskan dampak sifat kognitif dan non-kognitif siswa dalam memprediksi kinerja akademik untuk mahasiswa teknik. Untuk meningkatkan akurasi prediksi, mereka menggunakan faktor non-kognitif seperti mengatur waktu, kepribadian, identitas, kepemimpinan, dan dukungan masyarakat, berbeda dengan banyak studi lain.
PREFERENSI EMOSIONAL PENGGUNA PEREMPUAN PADA DESAIN UI WEBSITE SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS KANSEI ENGINEERING Popon Dauni; Damayanti, Sri Erina; Rachman, Rizal; Hasibuan, Zainal Arifin; Kurniawan, Bobi; Supatmi , Sri
Jurnal Sistem Informasi dan Bisnis Cerdas Vol. 19 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan sebuah website ditentukan oleh banyak hal, salah satunya adalah desain User Interface (UI) atau antar muka tampilan website. Apabila desain tampilan website memiliki kualitas yang baik maka pengguna dan pengunjung web akan memiliki kepuasan pengalaman berselancar dalam website yang ditampilkan. Penelitian ini membahas tentang analisis preferensi emosional pengguna perempuan terhadap desain User Interface (UI) website sistem informasi akademik. Metodologi pada penelitian ini menggunakan Kansei Engineering Type I. Metodologi ini memiliki langkah-langkah proses penelitian hingga menghasilkan produk baru sesuai dengan konsep emosi pengunjung web. Sebanyak 20 Kansei Word terpilih menjadi data yang akan diproses pada penelitian yang merupakan kata-kata yang berhubungan dengan penampilan sebuah desain website. Spesimen yang digunakan sebanyak 10 spesimen contoh website Sisstem Informasi Akademik. Beberapa spesimen website yang dipilih adalah website terpilih yang memiliki desain tampilan yang berbeda antara website satu dengan website yang lainnya. Sebanyak 30 responden yang merupakan mahasiswa perempuan ikut berpartisipasi dalam penelitian ini. Responden ini terpilih ikut berpartisipasi dilihat berdasarkan pengalaman dalam berselancar pada sebuah website. Hasil dari penelitian ini adalah berupa matrik hasil analisis preferensi emosional pengguna perempuan pada desain UI website Sistem Informasi Akademik. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerjemahan hasil analisis Kansei Engineering pengguna perempuan hingga ke dalam matriks rekomendasi atribut desain UI Sistem Informasi Akademik yang bersifat aplikatif. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan praktis dalam perancangan antarmuka sistem informasi akademik berbasis preferensi emosional pengguna.
INTEGRASI ROBOTIC PROCESS AUTOMATION DAN REINFORCEMENT LEARNING UNTUK NOTIFIKASI CERDAS DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS : INTEGRATION OF ROBOTIC PROCESS AUTOMATION AND REINFORCEMENT LEARNING FOR SMART NOTIFICATIONS IN EDUCATIONAL ENVIRONMENTS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Irmayanti, Hani; atin, Sufa; Heryandi, Andri; Supatmi, Sri; Hasibuan, Zainal Arifin; Kurniawan, Bobi
Jurnal Sistem Informasi dan Bisnis Cerdas Vol. 19 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memetakan tren integrasi Robotic Process Automation (RPA) dan Reinforcement Learning (RL) untuk mengatasi information overload pada sistem notifikasi cerdas. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedomanPRISMA pada basis data Scopus, 132 artikel relevan disaring dari 2.259 dokumen awal dalam rentang waktu 2021–2025. Analisis bibliometrik menunjukkan pertumbuhan publikasi yang pesat (Annual Growth Rate 74,16%) dengan dominasi jurnal IEEE Access.Pertumbuhan ini didukung oleh tingginya Kolaborasi Internasional yang mencapai 43,94%, menunjukkan cakupan global yang luas dan kualitas riset yang terjamin. Secara tematik, Deep Learning teridentifikasi sebagai motor utama, di mana RL berfungsi sebagai otak adaptif untuk optimasi keputusan. Sementara RPA berperan sebagai eksekutor deterministik, struktur tematik menempatkan Robotics dan Automation pada kuadran Emerging Themes, mengindikasikan bahwa fokus pengembangan utama masih padaalgoritma, bukan implementasi teknis RPA itu sendiri. Mengingat adanya celah riset pada aspek keamanan model (Trustworthiness) dan tantangan infrastruktur desentralisasi (Edge Computing), studi ini merekomendasikan pengembangan arsitektur Trustworthy AI serta integrasi Edge Computing untuk mendukung skalabilitas dan ketahanan sistem waktu nyata. Sebagai kontribusi ilmiah, temuan ini menyediakan landasan konseptual bagi pengembangan sistem notifikasi otonom berbasis RPA-RL yang tidak hanya adaptif, tetapi juga skalabel dan terpercaya untuk implementasi praktis di lingkungan real-time.
Profil Literasi Digital Mahasiswa Berdasarkan Empat Pilar Kominfo Menggunakan Algoritma K-Means Nawawi, Muhamad; Zulkifli, Ridwan; Firdaus, Dony Waluya; Hasibuan, Zainal Arifin; Kurniawan, Bobi; Supatmi, Sri
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 9, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v9i1.10375

Abstract

Abstrask - Transformasi digital menuntut mahasiswa memiliki literasi digital yang tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga kesadaran etika dan keamanan digital. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat literasi digital mahasiswa serta mengidentifikasi karakteristik klaster menggunakan algoritma K-Means. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa, berdasarkan empat dimensi literasi digital, yaitu digital skills, digital culture, digital ethics, dan digital safety. Hasil analisis K-Means menunjukkan terbentuknya dua klaster utama, yaitu klaster literasi digital matang (Cluster 1) dan klaster literasi digital belum matang (Cluster 2). Cluster 1 memiliki nilai rata-rata literasi digital sebesar 4,57, sedangkan Cluster 2 sebesar 3,88. Dimensi dengan perbedaan paling signifikan antar klaster adalah digital safety (selisih 0,77) dan digital ethics (selisih 0,72). Analisis karakteristik responden menunjukkan bahwa mahasiswa angkatan aktif (2022–2024) lebih banyak berada pada Cluster 1 (hingga 67%), dibandingkan mahasiswa baru (2025) dan mahasiswa over study (2021) yang didominasi Cluster 2. Selain itu, mahasiswa luar Jawa Barat memiliki proporsi literasi digital matang yang lebih tinggi (64%) dibandingkan mahasiswa asal Jawa Barat (51%). Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital mahasiswa bersifat dinamis dan kontekstual, sehingga penguatan literasi digital di perguruan tinggi perlu difokuskan pada aspek etika dan keamanan digital secara berkelanjutan.Kata kunci: literasi digital; mahasiswa; K-Means clustering; digital ethics; digital safety; Abstract - Digital transformation demands that students possess digital literacy encompassing not only technical skills but also ethical awareness and digital security. This study aims to map the level of digital literacy of students and identify cluster characteristics using the K-Means algorithm. The study employed a quantitative approach with a student survey method, based on four dimensions of digital literacy: digital skills, digital culture, digital ethics, and digital safety. The results of the K-Means analysis indicate the formation of two main clusters: a mature digital literacy cluster (Cluster 1) and an immature digital literacy cluster (Cluster 2). Cluster 1 has an average digital literacy score of 4.57, while Cluster 2 has an average digital literacy score of 3.88. The dimensions with the most significant differences between clusters are digital safety (difference 0.77) and digital ethics (difference 0.72). An analysis of respondent characteristics shows that active students (2022–2024) are predominantly in Cluster 1 (up to 67%), compared to new students (2025) and overstudy students (2021), who are predominantly in Cluster 2. Furthermore, students from outside West Java have a higher proportion of mature digital literacy (64%) than students from West Java (51%). This finding confirms that student digital literacy is dynamic and contextual, thus strengthening digital literacy in higher education requires a continuous focus on digital ethics and security.Keywords: digital literacy; students; K-Means clustering; digital ethics; digital safety;