Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STUDI KASUS PENERAPAN INTERVENSI KEPERAWATAN BERBASIS MINDFULNESS UNTUK MENURUNKAN ANSIETAS PASCA KEHILANGAN PASANGAN Ahmad Arifin; M. Iqbal Sutisna; Nova Triwahyuni; Aisyah Amini; Alya Dwi Agustantina; Nadila Ariyanti; Fauzan Nurhidayat Syaputera
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/mzxpy117

Abstract

Kehilangan pasangan hidup merupakan pengalaman traumatis yang dapat menimbulkan gangguan psikososial berupa kecemasan. Kondisi ini sering dialami individu usia dewasa madya yang menghadapi perubahan peran dalam keluarga serta keterbatasan dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan komunitas pada pasien dengan kecemasan pasca kematian pasangan. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah seorang perempuan berusia 52 tahun dengan skor Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) menunjukkan kecemasan sedang. Intervensi yang diberikan meliputi reduksi ansietas melalui latihan mindfulness pernapasan dan body scan, dukungan emosional, serta edukasi kesehatan mengenai teknik relaksasi. Implementasi dilakukan selama tiga hari dengan sesi pagi dan sore. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor GAD-7 dari 12 (kecemasan sedang) menjadi 5 (kecemasan ringan). Pasien juga memperlihatkan peningkatan kemampuan koping, keterlibatan sosial, serta pemahaman dan keterampilan dalam praktik mindfulness. Evaluasi akhir menunjukkan pasien lebih mampu mengontrol kecemasan, terbuka dalam mengekspresikan perasaan, serta mandiri melakukan latihan relaksasi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa intervensi berbasis mindfulness yang dikombinasikan dengan dukungan emosional efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan koping adaptif pada pasien dengan kehilangan pasangan. Disarankan agar tenaga kesehatan komunitas mengintegrasikan terapi mindfulness ke dalam program dukungan psikososial untuk meningkatkan kesejahteraan mental masyarakat.
Impact of Telenursing Implementation on Diet Compliance and Blood Pressure in Patients with Hypertension Ahmad Arifin; Egi Komara Yudha; Mokh. Sandi Haryanto
Fundamental and Management Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/fmnj.v7i1.49450

Abstract

Introduction: Diet compliance remains a major issue in the management of hypertension. To the most recent, face to face and telenursing interventions were implemented in hypertension management. However, the impact of telenursing on diet compliance remains unknown. This study aims to determine the impact of telenursing on diet compliance and blood pressure of patients with hypertension. Methods: A quantitative quasi-experimental design with a pretest-posttest without a Control Group was applied in this study. A purposive sampling technique was applied, and 30 individuals were selected. Data were analysis with inferential statistics McNemar test and the Paired Sample T-test. Results: There was an increase in hypertension patients' dietary compliance after telenursing intervention, from 6.7% to 100%. Additionally, there was a decrease in the average systolic blood pressure from 156.8 mmHg to 145.3 mmHg and diastolic blood pressure from 105 mmHg to 94.3 mmHg. There is an influence of Telenursing on improving dietary compliance and reducing blood pressure in hypertensive patients, with respective p-value <0.001. Conclusions Telenursing demonstrated a significant positive impact on dietary compliance and blood pressure control among patients with hypertension. These findings suggest that telenursing can serve as an effective and accessible strategy to support self-management in hypertensive patients, particularly in settings with limited access to continuous face-to-face care. Despite the promising results, the absence of a control group and the relatively small sample size limit the generalizability of the findings. Further research on telenursing development and innovation was warranty.
Perbandingan Edukasi Kesehatan dengan Metode Gamifikasi dan Metode Ceramah Terhadap Pengetahuan Pencegahan Miopia Pada Siswa Ririn Putri Ahudyanti; Lisbet Octovia Manalu; Ahmad Arifin; M. Sandi Haryanto
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.298

Abstract

Miopia merupakan salah satu gangguan penglihatan yang banyak terjadi pada anak usia sekolah dan berdampak pada proses belajar serta kualitas hidup, namun edukasi kesehatan yang selama ini lebih banyak menggunakan metode ceramah masih kurang melibatkan partisipasi aktif siswa, sementara penggunaan gamifikasi yang dinilai lebih interaktif belum banyak diteliti efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan miopia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas edukasi kesehatan dengan metode gamifikasi dan metode ceramah terhadap pengetahuan pencegahan miopia pada siswa. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pretest–posttest two group design. Penelitian dilakukan pada 78 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok gamifikasi dan kelompok ceramah dengan masing-masing 39 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan pencegahan miopia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok gamifikasi terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 53.33 menjadi 88.33 (p < 0.001). Pada kelompok ceramah terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 58.97 menjadi 7.46 (p < 0.001). Hasil uji independent t-test menunjukkan adanya perbedaan peningkatan pengetahuan yang signifikan antara kedua kelompok dengan nilai p < 0.001, dimana rata-rata peningkatan skor pengetahuan pada kelompok gamifikasi sebesar 35.00 sedangkan pada kelompok ceramah sebesar 19.49. Kesimpulan penelitian ini adalah metode gamifikasi lebih efektif dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan miopia.