Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJEMEN KOPERASI MERAH PUTIH BERBASIS WEBSITE DI DESA BANTENGPUTIH KABUPATEN LAMONGAN Kristanto, Titus; Aditasari, Krisnayanti; Hadhiwibowo, Ari; Sumantri, Bambang Agus
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36816

Abstract

ABSTRAK                                                                            Koperasi, terutama di daerah pedesaan, adalah salah satu penggerak ekonomi kerakyatan yang sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, karena kurangnya digitalisasi dan literasi teknologi, banyak koperasi masih menghadapi masalah dalam tata kelola organisasi. Salah satu contohnya adalah Koperasi Merah Putih di Desa Bantengputih, Kabupaten Lamongan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas manajemen koperasi melalui pelatihan dan pendampingan implementasi sistem manajemen berbasis web yang sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG), Sustainable Development Goals (SDGs), dan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita. Kegiatan dilaksanakan dalam lima langkah yaitu analisis kebutuhan, persiapan, pelatihan dan transfer teknologi, pengembangan dan implementasi sistem informasi berbasis web, dan pendampingan dan pengawasan evaluasi. Selain itu, program pengabdian masyarakat membantu mencapai SDGs (tujuan 9, dan 16) dan memperkuat tata kelola koperasi yang berbasis akuntabilitas dan transparansi, seperti yang digariskan dalam Asta Cita pemerintah. Secara keseluruhan, upaya ini berhasil mendorong transformasi digital koperasi menuju sistem tata kelola yang kontemporer, inklusif, dan berkelanjutan. Disarankan untuk mempertahankan program melalui pelatihan lanjutan, pembentukan kelompok pengelola sistem digital, dan kolaborasi dengan ekosistem digital desa. Kata kunci: Koperasi Merah Putih; Desa Bantengputih; Asta Cita; Sustainable Development Goals; Good Corporate Governance ABSTRACTCooperatives, especially in rural areas, are a crucial driver of the people's economy and crucial for improving community welfare. However, due to a lack of digitalization and technological literacy, many cooperatives still face challenges in organizational governance. One example is the Merah Putih Cooperative in Bantengputih Village, Lamongan Regency. The purpose of this community service program was to improve cooperative management capacity through training and mentoring in implementing a web-based management system that aligns with the principles of Responsible Corporate Governance (GCG), Sustainable Development Goals (SDGs), and the direction of national development through Asta Cita. The program was implemented in five steps: needs analysis, preparation, training and technology transfer, development and implementation of a web-based information system, and mentoring and monitoring evaluation. Furthermore, the community service program helped achieve the SDGs (Goals 9 and 16) and strengthened cooperative governance based on accountability and transparency, as outlined in the government's Asta Cita. Overall, this effort successfully drove the digital transformation of cooperatives toward a contemporary, inclusive, and sustainable governance system. We recommend maintaining the program through ongoing training, forming digital system management groups, and collaborating with the village's digital ecosystem. Keywords: Red and White Cooperative; Bantengputih Village; Asta Cita; Sustainable Development Goals; Good Corporate Governance.
Pengaruh Electronic Word Of Mouth dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Pada Produk Skincare Skintific Melalui Media Sosial Tiktok Dheviera Nabila Nafa Octariena; Titus Kristanto; Krisnayanti Aditasari
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan industri kecantikan saat ini sudah sangat maju di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, industri kecantikan yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat. Kemajuan teknologi informasi dan internet, membawa pengaruh yang signifikan pada industri kecantikan, salah satunya adalah media sosial. Salah satu brand skincare yang mengikuti perkembangan teknologi internet dan memanfaatkan media sosial adalah Skintific. Skintific memanfaatkan media sosial TikTok. Media sosial TikTok memainkan peran penting dalam menghubungkan masyarakat melalui ulasan produk, review yang diberikan oleh pengguna dengan menggunakan kolom komentar pada akun TikTok Skintific. Skintific menggunakan Electronic Word of Mouth sebagai jaringan untuk mempromosikan produk skincare. Penelitian yang dilakukan oleh penulis ini bertujuan untuk mengetahui apakah Electronic Word Of Mouth (E-wom) dan Brand Image memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk skincare Skintific melalui media sosial TikTok. Metode dalam penelitian yang dilakukan penulis ini menggunakan pendekatan kuantitatif, melalui metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. dimana sampel yang diambil adalah konsumen aktif produk skincare Skintific yang menggunakan media sosial TikTok, sebanyak 100 responden dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan untuk mengumpulkan data data yang diperoleh dari menyebarkan kuesioner melalui Google Form. Kemudian, alat yang digunakan untuk penelitian ini yaitu Statistical Package for The Social Science (SPSS). Selanjutnya, hasil pada penelitian ini adalah menghasilkan nilai F hitung sebesar 78,117 yang dimana lebih besar dari F tabel yaitu 3,09, selain itu, dapat dilihat juga pada nilai signifikansi (sig.) sebesar 0,000 lebih kecil dari batas signifikansi yang ditetapkan yaitu 0,05. Hal ini, menunjukkan bahwa Electronic Word Of Mouth dan Brand Image dapat berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian pada Produk skincare Skintific melalui media sosial TikTok. Kata Kunci: Brand Image, Electronic Word Of Mouth, Keputusan Pembelian, Skincare Skintific, TikTok
Pengaruh Media Sosial Instagram, Kualitas Produk Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Di Depot Nasi Madura Bu Fera Laurentia Aurel Gisela Giralda; Titus Kristanto; Krisnayanti Aditasari
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di tengah kemajuan era digital, media sosial telah bertransformasi menjadi medium utama dalam interaksi serta pencarian informasi, termasuk terkait produk dan jasa. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pelaku bisnis, khususnya UMKM, dalam memperkenalkan produknya melalui kanal digital seperti Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri sejauh mana peran media sosial, mutu produk, dan strategi harga memengaruhi keputusan pembelian konsumen pada Depot Nasi Madura Bu Fera. Studi ini memiliki relevansi dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 dan 9, yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan penguatan inovasi dalam sektor industri. Pendekatan yang diambil bersifat kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengambilan sampel non-probability sampling jenis purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner digital menggunakan platform Google Form, dan diolah menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 22. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas media sosial, kualitas produk, dan penetapan harga memiliki kontribusi yang bermakna secara statistik terhadap keputusan pembelian, baik secara parsial maupun simultan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi di bawah ambang 0,05 serta nilai F-hitung sebesar 12,310, yang melampaui nilai F-tabel sebesar 2,70, menandakan bahwa model regresi memiliki kekuatan prediktif yang layak. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan pemanfaatan maksimal terhadap fitur-fitur Instagram, peninjauan ulang strategi harga, dan pelaksanaan survei rutin terhadap pelanggan. Peneliti masa depan disarankan untuk menyertakan variabel-variabel tambahan serta mengeksplorasi media sosial alternatif guna memperluas cakupan riset. Kata Kunci- Harga, Instagram, Keputusan Pembelian, Kualitas Produk, Media Sosial.
Pengaruh Social Media Marketing Instagram, Brand Awareness, Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus UMKM Omah Bouquet Kota Blitar) Galuh Anjali Puspitasari; Sekar Widyasari Putri; Krisnayanti Aditasari
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di Indonesia, di mana digitalisasi sedang meningkat, penggunaan media sosial, terutama Instagram, telah menjadi alat pemasaran yang strategis bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Omah Bouquet, sebagai salah satu pilihan UMKM yang terlibat dalam pembuatan dan penjualan rangkaian bunga, menghadapi tantangan dalam mengunggah konten dan menjaga kualitas produk untuk memenuhi harapan konsumen. Studi ini dimaksudkan untuk menelaah dampak social media marketing, brand awareness, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian pelanggan Omah Bouquet di Instagram dan untuk mengidentifikasi strategi pemasaran yang efektif. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini yakni pendekatan kuantitatif, melalui koleksi data kuesioner yang dibagikan kepada pengikut Instagram Omah Bouquet. Analisis mengungkapkan variabel social media marketing, brand awareness, dan kualitas produk memiliki dampak yang signifikan terhadap keputusan pembelian secara bersamaan. Temuan ini diharapkan dapat membantu Omah Bouquet mengoptimalkan strategi pemasaran media sosialnya dan meningkatkan keputusan pembelian pelanggannya. Kata Kunci: Brand Awareness, Keputusan Pembelian, Kualitas Produk, Social Media Marketing, Omah Bouquet
Strategi Digital Marketing Menggunakan Model AISAS Marketing Funnel Untuk Meningkatkan Brand Awareness Pada UMKM Kerupuk Tayamum Debora Bulawan Darmajati Padmosoediro; Dominggo Bayu Baskara; Krisnayanti Aditasari
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Strategi Digital Marketing menggunakan Model AISAS Marketing Funnel pada media sosial Facebook dan Instagram UMKM Kerupuk Tayamum, serta mengukur efektivitas konten marketing dan periklanan melalui Meta Ads. Model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) digunakan untuk merancang strategi promosi yang relevan dengan target audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui metode observasi pada media sosial, wawancara mendalam dengan pihak UMKM, serta studi Pustaka dari literatur terkait. Selain itu, penelitian juga mengukur engagement rate sebagai indikator keberhasilan strategi promosi. Analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi elemen-elemen strategi digital marketing yang efektif, seperti jenis konten, waktu unggah, dan pola interaksi dengan audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi digital marketing menggunakan model AISAS berhasil meningkatkan performa digital UMKM Kerupuk Tayamum dalam empat bulan pelaksanaan. Pada tahap Attention, total tayangan konten di Instagram mencapai 10.380 dan Facebook mencapai 9.067 views. Pada tahap Interest, interaksi audiens mencapai 1.129 interaksi di Instagram dan 252 di Facebook. Tahap Search menghasilkan 133 leads melalui WhatsApp, Instagram DM, dan Facebook Messenger. Pada tahap Action, pencapaian penjualan online mencapai total 117 pcs selama 4 bulan. Sementara itu, tahap Share menunjukkan bahwa konsumen merekomendasikan produk kepada 5-10 orang. Hasil ini mengindikasikan bahwa model AISAS efektif mengarahkan proses konsumen dari perhatian awal hingga loyalitas pasca-pembelian. Penelitian ini menghasilkan Kata Kunci- AISAS, Digital Marketing, Kerupuk Tayamum, Marketing Funnel, Meta Ads.
Scrolling Toward Simplicity: Social Media Use, Fear of Missing Out, and Minimalist Consumption Among Generation Z In Indonesia Mutiarasari, N. Azizia Gia; kiswardhani, Wahyu Eka; Aditasari, Krisnayanti
Jurnal Ilmiah Manajemen & Bisnis Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jimb.v10i2.7232

Abstract

This study examines how social media use and fear of missing out (FoMO) relate to minimalist consumption tendencies among young people in Indonesia. The study examines whether intense social media use merely stimulates overconsumption or can also support a more focused and sustainable minimalist lifestyle. A cross-sectional quantitative survey was conducted with 275 young Indonesian users who actively use Instagram and TikTok. Data were collected through an online questionnaire and analyzed using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) to test for direct and indirect effects. Results indicate that social media use has a positive and significant effect on FoMO and a positive and significant effect on minimalist consumption. Conversely, FoMO does not significantly predict minimalist consumption; therefore, FoMO does not mediate the relationship between social media use and minimalist consumption. These findings suggest that social media can serve as a supportive space for minimalist practices when users are exposed to content and communities that promote simple and sustainable living. Practically, despite the insignificant role of FoMO, this study informs sustainable marketing and consumption initiatives by suggesting that brands and their supporters integrate buy less but better messaging into Instagram/TikTok campaigns, encourage mindful reordering and purchasing routines, and build community based engagement rather than relying on promotional cues driven by urgency or FoMO. Overall, this study highlights the ambivalent role of social media in youth consumption behavior and suggests opportunities to promote minimalist lifestyles in developing countries.