Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Biosense

Identifikas Morfologi Koloni Bakteri Edofit Akar Buah Naga (Hylocereus costaricensis) Kurnia, Tristi Indah Dwi; Nurmasari, Fitri; As'ari, Hasyim; Ardiyansyah, Fuad; Arini, Vhita Syukria
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i02.3045

Abstract

Perakaran buah naga (Hylocereus costaricensis) memiliki peran penting dalam penyerapan nutrisi dan toleransi terhadap stres abiotik, hal tersebut menunjukkan bahwa dalam akar buah naga terdapat sistem simbiotik yang memungkinkan peran serta mikroorganisme lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah dan morfologi koloni bakteri endofit pada akar buah naga. Hasil perhitungan menunjukkan rata-rata 622±76,37 koloni/ml pada pengeceran 10-2. Pengamatan morfologi mengidentifikasi tiga jenis koloni bakteri endofit, dengan karakteristik yang berbeda: strain 1 memiliki bentuk tidak teratur, hilly, dan tidak mengkilat; strain 2 berbentuk filiform, hilly, dan tidak mengkilat; dan strain 3 berbentuk bulat, convex, dan mengkilat. Pewarnaan gram menunjukkan bakteri gram positif dengan bentuk batang.
Efektivitas Variasi dan Interval Waktu Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens) Aswan, Mohammad Syaifudin; Nurmasari, Fitri
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i02.3309

Abstract

Abstrak. Cabe merupakan komoditas penting dan digunakan secara luas di seluruh wilayah Indonesia. Ketersediaan dan kualitas cabe sangat dipengaruhi oleh performa pertumbuhan cabe selama masa tanam. Salah satu faktor penting dalam pertumbuhan tanaman cabe adalah penggunaan pupuk yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan konsentrasi pupuk organik cair yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabe rawit. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial 4x3. Faktor pertama pada rancangan ini adalah jenis pupuk yaitu P1 : Urin kambing, P2 : Urin Sapi, P3 : NASA, P4 : Biofarm dengan 3 interval waktu aplikasi sebagai faktor kedua yaitu T1 : 6 hari sekali, T2 : 12 hari sekali, dan T3 : 18 hari sekali. Tiap perlakuan diulang 5 kali, sehingga didapatkan 60 unit data eksperimental. Pengamatan dan pengambilan data dilakukan pada tiga parameter yaitu tinggi tanaman, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) serta diuji lanjut dengan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test taraf 5%. Hasil pengamatan dan analisa data menunjukkan bahwa pupuk urin kambing menunjukkan hasil tertinggi diikuti oleh pupuk NASA, dengan interval pemberian pupuk 6 hari sekali. Kata kunci: Cabai rawit, pupuk organik cair, interval waktu pemberian pupuk Abstract. Cayenne pepper is an important commodity and widely used in Indonesia. Cayenne pepper supply and quality is greatly affected by the growth performance during planting time. The right fertilizer is one of the most important factors for the growth of Cayenne pepper. This research is conducted to determine the right variant and dose of liquid fertilizer to improve Cayenne pepper growth and productivity. The methods used in this study was Randomized Complete Design with a 4 x 3 factorial pattern and 3 replication each, so there were 36 experimental design units. The first factor of this research design is liquid fertilizer types, which consist of P1 : Goat urine, P2 : Cow urin, P3 : NASA, P4 : Biofarm with 3 different interval of fertilizer application as the second factorial matters. Parameters observed in this study are plan heights, fruit’s numbers, and fruit’s weight for each plant. Data obtained in this study were statistically analyzed using F (ANOVA) test and Duncan Multiple Range Test for further test. The result showed that goat urine has the highest effect on the tested plant followed by NASA liquid fertilizer at 6 days interval of fertilizer application.
MORFOMETRI KEPITING BAKAU (Scylla paramamosain) DI KAWASAN MANGROVE PANTAI PULAU SANTEN BANYUWANGI Lutiya, Ida Lutiya; Sufadjari, Agus; Nurchayati, N.; Nurmasari, Fitri; Firmasyah, Moh.
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3849

Abstract

Mangrove crab (Scylla paramamosain) is one of crab species that live in mangrove area. The purpose of this research was to obtain the morphometric and alometric of mangrove crab in mangrove area in santen island Banyuwangi. The sample of this research were taken by used transek methode by divide the area in to 3 stations. The first station was located in upper course of mangrove, the second station in down stream of mangrove, and the third station in the middle of mangrove zone. This research was measure about carapac length (CL), carapac width (CW), abdoment leng (AL), abdoment width (AW), hand bite length (HBL), hand bite width (HBW), frontal length (FL), and frontal width (FW). The alometric was observed about relation of morphometric measurement and bodymass in female and male of crab. The result of this research showed 3 species from all of the stations. But the focus of measurement was in one species called Scylla paramamosain. The result of male morphometric measurement minimal CL: 6,5 cm, CW: 8,5 cm, AL: 4 cm, AW: 1,5 cm, HBL: 10 cm, HBW: 1,5 cm, FL: 1 cm, FW: 2 cm, Body mass: 200 gram. Maximum CL: 9 cm, CW: 10 cm, AL: 4 cm, AW: 2 cm, HBL: 8,25 cm, HBW: 2,75 cm, FL: 1,5 cm, FW: 3 cm, Body mass: 500 gram. Al though in female measurement minimal CL: 5 cm, CW: 7,5 cm, AL: 3 cm, AW: 2,5 cm, HBL: 2 cm, HBW: 1,5 cm, FL: 1 cm, FW: 2 cm, Body mass: 200 gram. Maximum CL: 7,5 cm, CW: 11 cm, AL: 3 cm, AW: 5 cm, HBL: 4 cm, HBW: 5 cm, FL: 2 cm, FW: 4 cm, Body mass: 300 gram. The alometric result of male crabs was 0,98, that means negative alometric because it was less than 3 point. The negative alometric also happen in female crabs. The conclusion of the measurement is produce a negative growth pattern in male and female crabs
KELIMPAHAN DAN POLA DISTRIBUSI ZOOPLANKTON DI PERAIRAN PULAU SANTEN BANYUWANGI Sartika, Nanik; Kurnia, Tristi Indah Dwi; Nurmasari, Fitri; Ardiyansyah, Fuad; Meilana, Yuristya Kayumi
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3851

Abstract

Pulau Santen yang menjadi tempat wisata merupakan salah satu bentuk kawasan mangrove yang menjadi rumah bagi banyak organisme hidup. Salah satu organisme yang ada di dalam air yaitu Zooplankton yang berfungsi sebagai konsumen bahan organik di dalam air. Kelimpahan dan pola sebaran zooplankton sangat dipengaruhi oleh ketersediaan makanan dan menggambarkan kualitas suatu lingkungan perairan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan dan pola sebaran zooplankton di perairan Pulau Santen Banyuwangi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2016 di perairan Pulau Santen Banyuwangi. Identifikasi zooplankton dilakukan di Laboratorium Shrimp Club Indonesia (SCI) Karangharjo Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yang dilakukan secara sistematis pada area yang telah ditentukan. Hasil penelitian di perairan Pulau Santen Banyuwangi, ditemukan 13 jenis zooplankton yaitu Acartia bifilosa, Tortanus Derjugini, Copepoda naplius, Echinocamptus hiemalis elongates, Polychaeta, Microstella sp., Temaro sp., Brachyura larvae, Oithana sp., Labidocera pavo, Alpheida, Lecane papuana, dan Ostrocoda. Kelimpahan zooplankton tertinggi pada stasiun 1 dimiliki Acartia bifilosa dengan nilai 1277 individu/l, pada stasiun 2 larva Bracyura dengan nilai 480 individu/l, sedangkan kelimpahan ketiga stasiun dimiliki Oithana sp. dengan nilai 797 individu/l. Kelimpahan zooplankton pada setiap stasiun berbeda-beda, diduga karena ketersediaan fitoplankton sebagai makanannya berbeda-beda pula. Pola penyebaran zooplankton di perairan Pulau Santen Banyuwangi secara keseluruhan dari 13 jenis zooplankton yaitu, hasil yang didapatkan pada penelitian relatif datar secara acak. Pola penyebaran zooplankton di perairan Pulau Santen Banyuwangi didukung oleh pH, kecerahan dan suhu.
DINAMIKA HARIAN PLANKTON DI TELUK PANGPANG BLOK JATI PAPAK TAMAN NASIOAL ALAS PURWO Nasuka, Nurul Alfiyatun; As’ari, Hasyim; Kurniawan, Ridho; Ardiyansyah, Fuad; Nurmasari, Fitri
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3852

Abstract

National Park Alas purwo is one the conservation areas have a fairly extensive mangrove forest and one of them is the area Bay Pangpang Blok Jati Papak. Mangrove forest have many functions that many marine organisms that occupy the regions one of the region one of which is plankton. Plankton are organisms that are generally relatively small size and its movement depends on the direction of water flow. Plankton are organisms that are generally relatively small size and its movement depends on the direction of water flow. This study aims to determine the abundance and dynamics of plankton daily in at Bay Pangpang Block Jati Papak Nasional Park Alas Purwo. This study was conducted in May-June, 2016. The method used in this research is purposive sampling to determine the point where the (station), and sampling performed every 2 hours over a period of 24 hours. Abiotic parameters include measurements temperature, pH and light penetration. The research found that 13 spec Nitzchia sp, Oedogonium sp, Vaucheria sp, Eretmocaris, Dracia moluska, Amfipod, Micracia, Glaucothoe peroni, Candacia truncata, Candacia curta, Subbeucalamus crassus, Candacia bradi dan Undinula vulgaris. The highest abundanc species of phytoplankton that Nitzchia sp, while the highest abundance of zooplankton that is Candacia truncata species. The highest dynamics of plankton occurs at the time of sampling 07.00 dean in the number of species found are 7 to fotoplankton species and 16 species of zooplankton.