Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : TEKNO

Analisis Kualitas Air Di Sungai Panasen Akibat Lahan Persawahan Desa Panasen Kabupaten Minahasa Rahelga F. E. Rembet; Liany A. Hendratta; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57270

Abstract

Desa Panasen memiliki luas wilayah 267 Ha, dengan 83 Ha (31,09%) digunakan untuk lahan persawahan yang mendukung aktivitas pertanian. Dilihat dari kondisi geografis Desa Panasen yang berdekatan dengan Sungai Panasen menyebabkan sungai ini sering digunakan sebagai tempat pembuangan limbah pertanian dan domestik. Hasil uji laboratorium menunjukkan peningkatan konsentrasi BOD dan COD di hilir sungai yang bermuara di Danau Tondano dibandingkan dengan di Desa Panasen, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa. Peningkatan ini diduga disebabkan oleh limpasan limbah pertanian dari penggunaan pupuk dan pestisida, serta limbah domestik dari pemukiman yang tidak dikelola dengan baik. Sebaliknya, terjadi penurunan konsentrasi Total Fosfat di hilir sungai, yang dapat disebabkan oleh pengendapan fosfat dalam sedimen dasar sungai. Adapun strategi pengendalian pencemaran yang diusulkan meliputi identifikasi sumber pencemaran, pengembangan dan penerapan teknologi pengolahan limbah seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pengurangan penggunaan pupuk kimia, serta peningkatan peran serta masyarakat dan koordinasi pemerintah. Dengan implementasi strategi-strategi ini, diharapkan kualitas air Sungai Panasen dapat ditingkatkan dan dilindungi secara efektif, mendukung kesehatan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kata kunci: kualitas air, pencemaran, pertanian, Sungai Panasen, DAS Danau Tondano
Analisis Kualitas Air Di Sungai Salu Koya Di Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa Firdaus; Liany A. Hendratta; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57399

Abstract

Sungai Salu Koya di kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa diindikasikan telah mengalami pencemaran yang diakibatkan oleh aktivitas pembuangan limbah cair domestic dan pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air sungai berdasarkan Kriteria Mutu Air menurut Peraturan emerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan mengusulkan strategi pengendalian pencemaran air Sungai Salu Koya yang perlu dilaksanakan. Parameter yang dianalisis adalah BOD, COD dan Fosfat. Panjang sungai pada lokasi penelitian ini yaitu 2,9 Km dengan type sungai kecil F. Kualitas air sungai yang dianalisis di tiga titik pengambilan sampel. Analisis Status mutu air sungai mengunakan metode indek pencemaran. Hasil yang diperoleh adalah (1) Kualitas air sungai Salu Koya untuk parameter BOD, dan COD dari hulu ke hilir pada titik pantau 1, 2, 3 masih memenuhi Kriteria mutu air kelas I menurut PP Nomor 22 Tahun 2021 (2) Nilai Indek Pencemaran (PI) air sungai Salu Koya mengalami peningkatan dari hulu ke hilir berkisar antara 0,6 sampai 1,2 yang menandakan terjadi penurunan kualitas air sungai pada titik pantau 3 dengan status mutu air cemar ringan. (3) Upaya agar kualitas air sungai Salu Koya sesuai dengan kriteria mutu air dan peruntukannya diperlukan strategi pengendalian pencemaran air sungai yang direkomendasikan yaitu secara non-teknis menurut peraturan yang berlaku melibatkan 3 instrumen hukum utama : Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Program Kali Bersih (PROKASIH) dan Baku Mutu Lingkungan. Secara teknis terdapat dua metode yaitu dengan pengolahan air limbah secara Anaerobik dan Pengolahan Air Limbah dengan Kolam Tumbuhan Air. Kata kunci: kualitas air, status mutu air, pengendalian pencemaran air
Analisis Kualitas Air Di Hulu Dan Hilir Sungai Tougela Kelurahan Masarang Kabupaten Minahasa Bimo A. S. Wonggo; Liany A. Hendratta; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57441

Abstract

Sungai adalah ekosistem penting bagi manusia. Sungai juga menyediakan air baik untuk berbagai kebutuhan seperti kegiatan pertanian, industri, maupun domestik. Sungai Tougela adalah salah satu sungai yang berada pada kelurahan masarang, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Sungai Tougela merupakan salah satu dari 34 sub Daerah Aliran Sungai yang berada di saluran DAS Danau Tondano dan mempunyai banyak manfaat bagi masyarakat diantaranya sebagai irigasi, perumahan dan lainnya. Aktivitas manusia inilah yang menyebabkan sungai menjadi rentan terhadap pencemaran air. Begitupula pertumbuhan industri dapat menyebabkan dampak penurunan kualitas lingkungan. Hasil uji laboratorium menunjukkan peningkatan konsentrasi Total Fosfat di hilir sungai yang bermuara di Danau Tondano dibandingkan dengan di Hulu sungai, Kecamatan Koya, Kabupaten Minahasa. Peningkatan ini diduga disebabkan oleh limpasan limbah pertanian dari penggunaan pupuk dan pestisida, serta limbah domestik dari pemukiman yang tidak dikelola dengan baik. Sebaliknya, terjadi kestabilan konsentrasi BOD dan COD di Hulu dan hilir sungai, yang bisa disebabkan oleh pengendapan dan melewati lahan basah. Adapun strategi pengendalian pencemaran yang diusulkan meliputi identifikasi sumber pencemaran, pengembangan dan penerapan teknologi pengolahan limbah seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pengurangan penggunaan pupuk kimia, serta peningkatan peran serta masyarakat dan koordinasi pemerintah. Dengan implementasi strategi-strategi ini, diharapkan kualitas air Sungai Tougela dapat ditingkatkan dan dilindungi secara efektif, mendukung kesehatan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kata kunci: kualitas air, pencemaran, aktivitas manusia, Sungai Tougela, DAS Danau Tondano
Analisis Kandungan Besi (Fe), Fluorida (F) Dan Fecal Coliform Di Sungai Panasen, Desa Panasen, Kabupaten Minahasa Raden G. Rompas; Liany A. Hendratta; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57824

Abstract

Desa Panasen merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, dengan luas Desa 267 Ha atau 2,67 KM2. Keadaan wilayah desa Panasen mempunyai lahan budidaya sawah 83 Ha, kebun ladang 154 Ha, hutan budidaya tidak ada, hutan non budidaya 10 Ha, dan pemukiman 20 Ha. Jumlah populasi total di desa ini pada tahun 2022 adalah sebanyak 1.328 jiwa. Dilihat dari kondisi geografis Desa Panasen yang berdekatan dengan Sungai Panasen menyebabkan sungai ini sering digunakan sebagai tempat pembuangan limbah pertanian dan domestik. Hasil uji laboratorium menunjukkan peningkatan signifikan konsentrasi Besi (Fe) dan Fluorida (F) dibandingkan dengan lokasi di Desa Panasen, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa. Peningkatan konsentrasi Besi (Fe) ini diidentifikasi disebabkan oleh aktivitas masyarakat seperti pembuangan limbah pertanian dan domestik, serta proses pelarutan batuan dan mineral yang mengandung logam-logam tersebut. Limbah cair dari pertanian terutama berasal dari penggunaan pupuk dan pestisida, sementara limbah domestik mencakup detergen dan pipa besi. Proses pelapukan kimia mineral silikat juga memainkan peran penting dalam pelepasan ion Fe²⁺ ke dalam perairan. Selain itu, parameter Fecal Coliform mengalami penurunan di hilir sungai, yang mungkin disebabkan oleh kemampuan alami sungai untuk memurnikan diri melalui proses sedimentasi, pengenceran, dan degradasi biologis. Sebaliknya, tingginya konsentrasi Fecal Coliform yang berlokasi di Desa Panasen disebabkan oleh kontaminasi feses manusia atau hewan, yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Untuk mengendalikan pencemaran lingkungan dan menjaga kualitas air Sungai Panasen, diperlukan upaya identifikasi sumber pencemaran, pengembangan teknologi pengolahan limbah seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pengurangan penggunaan pupuk kimia, serta peningkatan peran serta masyarakat dan koordinasi pemerintah. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan dan melindungi kualitas air sungai secara efektif. Kata kunci: kualitas air, pencemaran air, pengelolaan limbah, Danau Tondano
Pengaruh Lahan Basah (Wetland) Terhadap Kualitas Air Di Sungai Toubeke Kelurahan Masarang, Kabupaten Minahasa Kristoffel R. P. Kapoh; Liany A. Hendratta; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57829

Abstract

Lahan basah (wetland) adalah wilayah-wilayah di mana tanahnya jenuh dengan air, baik bersifat permanen (menetap) atau musiman. Lahan basah merupakan wilayah yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan kebanyakan ekosistem lainnya. Sungai Toubeke di kelurahan Masarang, Kabupaten Minahasa diindikasikan telah mengalami pencemaran yang diakibatkan oleh aktivitas pembuangan limbah cair domestik dan pertanian. Kualitas air adalah istilah yang menggambarkan kesesuaian atau kecocokan air untuk penggunaan tertentu, misalnya: air minum, perikanan, pengairan/irigasi, industri, rekreasi dan sebagainya. Peduli kualitas air adalah mengetahui kondisi air untuk menjamin keamanan dan kelestarian dalam penggunaannya. Terkait vitalnya peranan lahan basah (wetland) terhadap kelangsungan ekosistem dan kualitas air oleh karena itu penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lahan basah (wetland) terhadap kualitas air sungai berdasarkan kriteria mutu air menurut peraturan pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan mengusulkan strategi pengendalian pencemaran air Sungai Toubeke yang perlu dilaksanakan. Parameter yang menjadi fokus analisis pada penelitian ini adalah BOD, COD, Nitrat dan Fosfat. Hasil pengujian laboratorium menunjukan angka yang bervariasi pada setiap parameter uji, tapi secara garis besar hasil yang diperoleh berdasarkan 2 (dua) titik sampel yang di ambil sebelum dan sesudah melewati lahan basah (wetland) masih memenuhi kriteria mutu air kelas III menurut PP Nomor 22 Tahun 2021. Rencana strategi pengendalian pencemaran nutrient pada sungai toubeke dilakukan dengan analisis SWOT (strength, weaknesses, oppourtunities dan threats) yang didalamnya terdapat langkah untuk melakukan restorasi dan perlindungan lasah basah, kemudian revegetasi hidrofit pada lahan basah dan fitoremidiasi tanaman hidrofit untuk kelansungan lasah basah yang ada. Kata kunci: lahan basah, sungai, kualitas air, pengendalian pencemaran air
Kajian Potensi Banjir Sungai Lobu Desa Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow Jimmy Y. Kalumata; Jeffry S. F. Sumarauw; Liany A. Hendratta
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58190

Abstract

Sungai Lobu adalah salah satu sungai yang berada di Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow. Sungai Lobu pernah meluap menyebabkan kerugian bagi warga yang tinggal di sekitar sungai. Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan MRG Ayong Bumbung, MRG Lolak Solog, MRG Pusian dan MRG Pindol. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2008 s/d 2021. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN), dan aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji debit puncak. Hasil uji debit puncak kalibrasi 23,4 m3/detik mendekati debit puncak observasi. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang disetiap STA sungai Lobu yang ditinjau tidak mampu menampung debit banjir rencana pada setiap kala ulang. Maka, dilakukan redimensi untuk setiap penampang sehingga mampu menampung besaran debit banjir Q100. Kata kunci: Sungai Lobu; debit banjir; tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Neraca Air Di Titik Bendung Lahendong 2 Desa Rasi Kabupaten Minahasa Tenggara Lumowa, Thessalonika S. G.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Hendratta, Liany A.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis neraca air di titik bendung Lahendong 2, yang merupakan bagian dari Daerah Irigasi Lahendong di Desa Rasi, Kabupaten Minahasa Tenggara. Sebagian besar air yang digunakan dalam hal ini untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi, jadi dengan melakukan analisis neraca air diharapkan dapat membantu untuk mengatur penggunaan air secara lebih efisien dan optimal. Analisis neraca air dilakukan dengan menghitung perbandingan antara ketersediaan air dan kebutuhan air. Untuk menghitung ketersediaan air digunakan metode NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) Modified dengan data yang tersedia yaitu data curah hujan, evapotranspirasi dan parameter DAS untuk menghitung debit andalan Q80% dan ketersediaan air untuk pemeliharaan Sungai Q95%. Hasil dari analisis neraca air di titik Bendung Lahendong 2 menunjukkan adanya periode-periode defisit air di mana kebutuhan air melebihi ketersediaan air, yaitu pada periode Januari I, Januari II, Februari II, Maret I, April I, Mei I, Mei II, Juni I, Juni II, Juli I, Juli II, Agustus I, September I, September II, Oktober I, Oktober II, Desember I, yang menyebabkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan irigasi. Namun, juga terdapat periode surplus air yang dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif, yaitu pada periode Februari I, Maret II, April II, Agustus II, November I, November II, dan Desember II. Kata kunci: Bendung Lahendong 2, Metode NRECA, neraca air
Pengembangan Sistem Jaringan Air Bersih Di Kelurahan Kakaskasen Satu Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon Tamboto, Yonathan; Hendratta, Liany A.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60249

Abstract

Kelurahan Kakaskasen 1 memiliki mata air Pinawelaan yang terletak ± 1 km dari pemukiman. Air bersih tersebut belum tersalurkan secara menyeluruh dan merata. Untuk itu perlu adanya pengembangan sistem jaringan air bersih di Kelurahan Kakaskasen 1. Sistem jaringan air bersih yang direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih Kelurahan Kakaskasen 1 sampai tahun 2033. Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk menggunakan analisis regresi linear, regresi logaritma dan regresi eksponensial. Untuk merencanakan sistem perpipaan jaringan air bersih menggunakan rumus persamaan Hazen-Williams dan program Epanet 2.2. Hasil perhitungan dengan menggunakan analisis regresi linear diperoleh jumlah penduduk Kelurahan Kakaskasen 1 sampai tahun 2033 berjumlah 3.175 jiwa dan kebutuhan air bersih mencapai 2,663 liter/detik. Dalam pengembangan sistem jaringan air bersih ini mata air yang dimanfaatkan adalah mata air Pinawelaan karena debit sebesar 15 liter/detik mampu mencukupi kebutuhan air bersih Kelurahan Kakaskasen 1 sampai tahun 2033. Pengembangan sistem jaringan air bersih ini menggunakan program Epanet 2.2 dan menggunakan pipa transmisi berdiameter 63 ,75 , 110 dan 140 mm. Kata kunci: Jaringan Air Bersih, Epanet 2.2, Kelurahan Kakaskasen 1
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Tougela Keluarahan Masarang Kecamatan Tondano Barat Simaremare, Ivana W.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Hendratta, Liany A.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60731

Abstract

Sungai Tougela adalah salah satu sungai yang berada pada Kelurahan Masarang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Sungai Tougela merupakan salah satu dari 34 sub DAS yang berada di kawasan DAS Tondano dan memiliki berbagai manfaat bagi masyarakat, termasuk irigasi, pembangunan pemukiman, dan lainnya, sehingga sungai ini dapat mengakibatkan banjir. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan upaya pengendalian banjir yang dapat dilakukan dengan mengetahui debit banjir rencana. Penelitian ini dilakukan di ruas sungai Tougela dengan Luas DAS 49 ha / 0,49 km2. Data curah hujan harian maksimum diperoleh dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I dengan memperhatikan pos hujan yang mempengaruhi DAS. Berdasarkan metode poligon Thiessen maka data curah hujan yang dipakai sebagai dasar perhitungan adalah pos hujan Paleloan dari tahun 2009 s/d 2023. Analisis frekuensi hujan dimulaidengan menentukan tipe distribusi hujan. Dalam penelitian ini, digunakan tipe distribusi Log-Pearson III dan kemudian dilanjutkan dengan menghitung besar hujan rencana dengan berbagai kala ulang. Perhitungan debit rencana dilakukan menggunakan metode rasional karena Luad DAS yang relatif kecil. Selanjutnya, debitrencana untuk berbagai kala ulang dimasukkan ke dalam program HEC-RAS untuk simulasi eleevasi tinggi muka air pada penampang yang telah di ukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penampang Sungai Tougela di titik STA 0+25 tidak terjadi luapan pada setiap kala ulang, sementara di STA 0+50 hingga STA 0+200 terjadi luapan di setiap kala ulang yaitu kala ulang 5 tahun. 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Kata kunci: Sungai Tougela, metode rasional, HEC-RAS
Analisis Kualitas Air Sungai Buyat Sebagai Dampak Kegiatan Pertambangan Emas Rakyat Lagoari, Meyvi C.; Riogilang, Herawaty; Hendratta, Liany A.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60846

Abstract

Sungai merupakan sumber daya alam esensial yang menopang kehidupan manusia dan ekosistem. Aktivitas antropogenik seperti pertanian, domestik, dan pertambangan dapat memengaruhi kualitas air, terutama di wilayah dengan kegiatan ekstraktif yang intensif. Desa Buyat dikenal dengan pertambangan emas rakyat yang menggunakan teknik amalgamasi berbasis merkuri (Hg), berpotensi mencemari lingkungan dan mengancam ekosistem perairan.Penelitian ini mengevaluasi kualitas air Sungai Buyat dengan menganalisis parameter logam berat dan organik di dua titik pemantauan utama, yaitu hulu (SB1) dan tengah (SB2). Hasil analisis menunjukkan kadar Hg di SB1 sebesar 0,00085 mg/L, sedangkan di SB2 meningkat hingga 0,0032 mg/L, melebihi ambang batas baku mutu 0,002 mg/L. Konsentrasi sianida (CN⁻) di seluruh lokasi berada di bawah batas yang ditetapkan, sementara parameter BOD menunjukkan peningkatan dari 2,01–2,15 mg/L di SB1 menjadi 2,43 mg/L di SB2. Nilai COD turut mengalami kenaikan dari 13,4 mg/L menjadi 17,5 mg/L di SB2, tetap dalam kisaran standar kualitas air. Parameter DO berkisar antara 5,50–5,65 mg/L, memenuhi standar lingkungan.Peningkatan kadar Hg, BOD, dan COD di SB2 menunjukkan indikasi kuat adanya pengaruh aktivitas pertambangan dan sumber pencemar lainnya. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya strategi pengelolaan lingkungan yang lebih optimal untuk menjaga kualitas air Sungai Buyat agar tetap sesuai dengan standar baku mutu dan mendukung keberlanjutan ekosistem perairan. Kata kunci: kualitas air, Merkuri(Hg), Cianida(CN-), pertambangan emas
Co-Authors . Sukarno Abdul Karim, Intan A. N. S. Adare, Demetrius R. Ch. Alex Binilang Ardianto, Billy Prima Ariestides K. T. Dundu Bimo A. S. Wonggo Cindy J. Supit Dave Steve Kandey Dave Steve Kandey, Dave Steve Davy Ivan Robert Jansen Dennis Paul Tambingon, Dennis Paul Djokja, Syalia Ayu Fitriana Dwi Tirta Yudha Gaib, Dwi Tirta Yudha Eveline M. Wuisan Firdaus Fuad Halim Gaghana, Marleve Ighnatius Sasundung I. S. Gerald C. A. Nayoan Gloria A. Palit Hanny Tangkudung Hendra Riogilang Iroth, Angelia Isa, Mohamad Isri R. Mangangka, Isri R. Jeffry Swingly Frans Sumarauw Jeremia R. R. Oroh Jimmy Y. Kalumata Kalangi, Peni Patricia Kamase, Malinda Kapoh, Sharon Beatrix Karina, Farah Vida Kastilong, Dylan G. D. Kristoffel R. P. Kapoh La'la Monica Lagoari, Meyvi C. Lahamendu, Victor Christofel Lalamentik, Tesalonika Catharina Lambertus Tanudjaja Lombogia, Christhio A. P. Lumowa, Thessalonika S. G. Makasaehe, Deborah Mamahit, Donny Mambu, Venezia Syaloom Manansang, Merry Kristin Manengkey, Arsita Maria Monica, La’la Moningka, Frederiko Marchiano Imanuel Ni Kadek A. F. C. E. Subagia, Ni Kadek A. F. C. E. Olivia M Tumurang Pagayang, Enjelia Tasya Panelewen, Vivienne Pantungan, Ferdinand R. Pingkan Esterina Tampanguma, Pingkan Esterina priskila Perez Mosesa, priskila Perez Raco, Maria Gloria Raden G. Rompas Rahelga F. E. Rembet Riogilang, Herawaty Roski R.I. Legrans Rurung, Muhammad Alriansyah SATRIYAS ILYAS Shawn D. Kairupan Simaremare, Ivana W. Soekarno Soekarno Sondak, Scrivily Witsly Sukarno, David Endro Tomici Suma, Muayyad Feisal Sumardi, Mirza Arrazy Susilo, Dewi M. M. Tamboto, Yonathan Tampubolon, Eden Taslim, Febrian Thambas, Arthur Harris Tiny Mananoma Tommy Jansen, Tommy Topah, Renaldo F. Tulandi, Andre Felix Tumatar, Aurel L. L. Viralsia Ivana Kundimang, Viralsia Ivana Wulandarry D. Harundja