Restu Amalia Hermanto
Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

STUDI PEMERIKSAAN FARMAKOGNOSTIK KLABET (Trigonella foenum-Graecum L.) SEBAGAI HERBAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI Handayani, Reti Puji; Puspariki, Jenta; Hermanto, Restu Amalia; Jenta Puspariki
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 7 No. 2 (2023): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v7i2.264

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi global, termasuk di Indonesia. Setiap ibu menyusui akan mengupayakan berbagai cara agar dapat menyusui anaknya dengan lancar, termasuk menggunakan pendekatan alternatif dengan mengonsumsi bahan herbal sesuai tradisi dan pengalaman secara empiris seperti biji klabet yang berpotensi sebagai galaktagogum dalam peningkatan jumlah ASI melalui perangsangan aktivitas protoplasma sel-sel sekretoris kelenjar air susu, namun begitu evaluasi ilmiah terkait profil secara farmakognostik belum banyak ditemukan dengan mengacu sesuai acuan standar WHO Guidelines dan Farmakope Herbal Indonesia sehingga mendorong untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Tujuan Penelitian: Mendokumentasikan dan membandingkan data secara organoleptik, morfologi, maupun anatomi yang memberi wawasan tentang potensi biji labet sebagai produk herbal untuk meningkatkan kuantitas ASI melalui pengamatan karakteristik terhadap tumbuhan yang dianalisis. Metode Penelitian: Metode penelitian deskriptif yang dilakukan di laboratorium melalui pemeriksaan bentuk sel dan jaringan tumbuhan, pengamatan bentuk fisik serta pemeriksaan menggunakan panca indra dari bagian tumbuhan yang masih segar dari tumbuhan Klabet (Trigonella foenum-graecum L) sehingga bisa memberikan hasil data analisis farmakognostik. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa pengamatan secara organoleptik dan morfologi biji klabet memiliki bentuk belah ketupat, warna coklat, aroma khas rempah, rasa agak pahit dan tekstur keras. Sementara pada pengamatan anatomi menggunakan mikroskop diperoleh fragmen pengenal berupa kulit biji, epidermis luar, epidermis dalam, endosperm, sklerenkim dan bulir pati. Kesimpulan: Biji klabet yang diteliti telah sesuai secara organoleptik, morfologi, dan anatomi dengan mengacu pada literatur Materia Medika pada Studi Farmakognostik Biji Klabet (Trigonella foenum-graecum L.).
Fakta dan mitos seputar gizi dan pola makan pada ibu menyusui dalam seri edukasi “Holistic Talks” Yani, Ahmad; Amalia, Suci; Hermanto, Restu Amalia
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 1 (2024): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v2i1.47

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan ASI eksklusif dapat dipengaruhi oleh adanya mitos dan kepercayaan di masyarakat. Mitos-mitos atau kepercayaan menjadi salah satu hambatan untuk menyusui yang normal. Mitos yang telah diwariskan secara turun temurun, baik dalam bentuk saran, larangan, atau keyakinan yang tersebar di masyarakat, seringkali membuat ibu ragu untuk memberikan ASI kepada bayinya. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 19 November 2023 pukul 13:00 WIB-selesai, bertempat di Aula Desa Sukajadi Kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta. Peserta kegiatan merupakan kader dan ibu menyusui dari beberapa Posyandu Desa Sukajadi berjumlah 35 orang. Bentuk kegiatan berupa edukasi materi melalui seri edukasi “Holistic Talks” tentang fakta dan mitos seputar gizi dan pola makan pada ibu menyusui. Hasil: Hasil pretest sebelum diberikan edukasi peserta memiliki nilai pengetahuan terendah 2 dan tertinggi 5 dengan nilai rata-rata 2.68 dan simpangan baku 0.900, sedangkan hasil postest setelah diberikan edukasi nilai pengetahuan terendah 3 dan tertinggi 5 dengan rata-rata nilai 4.20 dan simpangan baku 0.764. Ada perbedaan antara hasil peserta pretest dan postest, menurut hasil uji T-test, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,005). Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam seri edukasi “Holistic Talks” tentang fakta dan mitos seputar gizi dan pola makan pada ibu menyusui mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat. Masyarakat mampu mempraktikan pemberian gizi dan makanan pada ibu menyusui sesuai pedoman gizi yang dianjurkan. 
Deteksi status gizi, kebiasaan sarapan dan olah raga serta tingkat kebugaran jasmani sebagai upaya promosi gizi pada pekerja PT Daido Indonesia Manufacturing Hermanto, Restu Amalia; Yani, Ahmad; Amalia, Suci
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 1 (2024): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v2i1.48

Abstract

Latar belakang: Kebiasaan sarapan merupakan salah satu yang menyumbang pemenuhan kebutuhan gizi setiap hari. Kecukupan asupan yang seimbang dengan aktivitas kerja harian menjadi faktor utama yang menentukan status gizi seseorang.  Bagi pekerja, status gizi akan mempengaruhi kebugaran jasmani yang berkontribusi dalam produktivitas kerja yang optimal. Tujuan: mengukur status gizi, kebiasaan sarapan dan tingkat kebugaran jasmani pada pekerja di PT. DAIDO Indonesia Manufacturing. Metode: Sebanyak 234 orang pekerja berpartisipasi dalam kegiatan pengukuran status gizi dan tingkat kebugaran jasmani. Karakteristik responden digali dengan wawancara, status gizi diukur dengan menghitung Indeks Massa Tubuh, sedangkan Havard step test dilakukan untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani. Hasil: Sebagian besar pekerja di PT. DAIDO Indonesia Manufacturing terbiasa sarapan, namun ada perbedaan status gizi dan tingkat kebugaran jasmani pada kelompok laki-laki dan perempuan. Mayoritas tingkat kebugaran jasmani pekerja termasuk dalam kategori sangat kurang, sedangkan persentase status gizi lebih, lebih dominan pada kelompok laki-laki dibandingkan perempuan. Kesimpulan: Hasil dari kegiatan ini menegaskan bahwa perlunya pemantauan status gizi dan tingkat kebugaran jasmani pada pekerja demi memperoleh kualitas produktivitas kerja yang optimal. 
Optimalisasi pengendalian Hipertensi pada lansia melalui program sekolah lansia: pendekatan perubahan perilaku diet dan aktivitas fisik Hermanto, Restu Amalia; Puspariki, Jenta; Amelia, Dian
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 2 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i2.84

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada populasi lansia dan menjadi faktor risiko utama terjadinya komplikasi kardiovaskular. Pengendalian hipertensi memerlukan pendekatan komprehensif, tidak hanya melalui terapi farmakologis tetapi juga melalui modifikasi gaya hidup, khususnya pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik. Namun, perubahan perilaku kesehatan pada lansia masih menjadi tantangan dalam praktiknya. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengendalian hipertensi pada lansia melalui penyuluhan berbasis Sekolah Lansia guna mendorong perubahan perilaku pola makan dan aktivitas fisik. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan interaktif kepada peserta Sekolah Lansia. Materi yang diberikan meliputi edukasi tentang hipertensi, prinsip diet rendah garam dan rendah lemak, serta jenis dan frekuensi aktivitas fisik yang sesuai bagi lansia. Evaluasi dilakukan menggunakan checklist perilaku untuk mengidentifikasi kebiasaan sehat yang telah dijalani serta komitmen peserta dalam menerapkan perubahan perilaku setelah kegiatan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebagian besar peserta Sekolah Lansia telah menerapkan perilaku sehat untuk mengendalikan hipertensi, seperti rutin memeriksa tekanan darah (90%), mencukupi konsumsi air putih (95%), membatasi alkohol (87,5%), tidak merokok (85%), dan mengelola stres (80%). Perilaku pola makan sehat juga cukup tinggi, termasuk mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur (72%) dan mengurangi garam (70%). Aktivitas fisik teratur masih relatif rendah (67,5%). Kesimpulan: Penyuluhan berbasis Sekolah Lansia efektif meningkatkan perilaku pengendalian hipertensi terutama pada aspek pemantauan tekanan darah dan hidrasi. Perilaku diet dan aktifitas fisik masih perlu ditingkatkan untuk mendukung pengendalian hipertensi yang optimal.