Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Program Penguatan Disiplin dan Motivasi Santri dalam Pembelajaran Tahfidz di Pondok Pesantren Darul Hikam Puri Mojokerto Rohmad, Muhammad Ali; Nurkhafiza, Aisyah Jihan; Putri, Ravina Anggie Esna; Sholihah, Nisa’atus
Philosophiamundi Vol. 3 No. 5 (2025): Philosophiamundi October 2025
Publisher : PT. Kreasi Karya Majakata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan motivasi santri dalam mengikuti pembelajaran tahfidz di Pondok Pesantren Darul Hikam Puri. Berdasarkan temuan awal, sejumlah santri mengalami keterlambatan hadir akibat kurangnya motivasi, manajemen waktu yang tidak teratur, serta rasa takut untuk menyetorkan hafalan yang belum siap. Program pengabdian ini dilakukan melalui tiga pendekatan utama: penguatan motivasi belajar, pelatihan manajemen waktu, serta pendampingan guru tahfidz dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih variatif dan komunikatif. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya penurunan signifikan terhadap keterlambatan santri, peningkatan kualitas hafalan, serta perubahan perilaku santri dalam menyusun jadwal belajar dan mempersiapkan setoran hafalan. Guru tahfidz juga merasakan peningkatan efektivitas pembelajaran melalui teknik komunikasi yang lebih suportif dan pendekatan reward yang mendorong santri lebih percaya diri. Program ini turut membentuk budaya disiplin di lingkungan pesantren melalui pembiasaan dan penguatan karakter. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan solusi praktis dan berkelanjutan dalam memperbaiki pola kedisiplinan santri serta meningkatkan kualitas pembelajaran tahfidz.
Penerapan Deep Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas Negeri Muchammad Nurhasyim Hasanuddin; Muhammad Ali Rohmad; Hajar Nurma Wachidah
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2130

Abstract

: Penelitian ini mengkaji penerapan deep learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Krembung Sidoarjo. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi deep learning dalam meningkatkan interaksi dan pengalaman belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi deep learning dalam PAI, yang berlandaskan pada mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning, berhasil meningkatkan pemahaman mendalam, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, pendekatan ini juga berkontribusi pada pembentukan karakter religius dan penguatan nilai-nilai melalui proyek inovatif, sehingga relevan untuk menghadapi tantangan global.
Microlearning Instructional Design with Process Approach for Improving Early Reading Skills of Prospective Elementary School Teachers Bagus Cahyanto; Titis Angga Rini; Evi Rizqi Salamah; Muhammad Ali Rohmad
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 11 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.17073

Abstract

AbstractTeaching early reading is a crucial skill for prospective elementary school teachers. However, in practice, there is a persistent observation of a low mastery of teaching methods in this area which is a mandatory pedagogical competency for teachers. This study aimed to describe the improvement of college students' proficiency in teaching early reading through microlearning-based instructional design with a process approach. The process approach refers to the implementation of the stages of reading instruction, namely in the pre-reading, during reading and post-reading stages. This study uses quantitative and qualitative data through tests, field notes, and documentation. The N-Gain test was utilized to analyze the quantitative data, employing one-group pretest and posttest design. Concurrently, the qualitative data from field notes and documentation underwent analysis through display, reduction, and verification data. The results of this study indicate that the implementation of microlearning-based instructional design with a process approach significantly enhances the early reading teaching skills of prospective elementary school teachers. Notably, improvements are observed across in the pre-reading, during-reading, and post-reading stages. The impact is particularly pronounced in the during-reading stage, where collage students exhibit enhanced mastery of teaching methods and adept use of appropriate media. The conclusion of this study shows the efficacy of an instructional design tailored to and focused on the specific needs of learning segments, which provides a better learning experience in teaching early reading.Keywords: early reading, instructional design, microlearning, process approach.                                                         AbstrakPengajaran membaca permulaan menjadi salah satu kompetensi yang harus dikuasi mahasiswa calon guru sekolah dasar meskipun dalam praktiknya, ada pengamatan terus-menerus tentang penguasaan metode pengajaran yang rendah di area ini yang merupakan kompetensi pedagogik wajib bagi guru. Penelitian ditujukan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan mahasiswa dalam pengajaran membaca permulaan melalui desain instruksional berbasis microlearning dengan pendekatan proses. Pendekatan proses ini mengacu pada penerapan tahapan pengajaran membaca yakni dalam tahap pra, saat, dan pasca membaca. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan datanya melalui tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil datanya dianalisis dengan statistik deskriptif melalui uji N-Gain berdasarkan hasil tes dari one group pretest and postest design. Analisis juga dilakukan melalui data display, reduksi, dan verifikasi untuk hasil catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain instruksional berbasis microlearning dengan pendekatan proses dapat meningkatkan keterampilan pengajaran membaca permulaan mahasiswa calon guru sekolah dasar dalam kategori cukup signifikan. Peningkatan ini meliputi pengajaran pada tahap pra, saat, dan pasca membaca permulaan khususnya pada tahap saat membaca dalam penguasaan metode dan penggunaan media yang tepat. Kesimpulannya menunjukkan bahwa desain intruksional yang didesain secara khusus dan terfokus dalam segmen-segmen pembelajaran memberikan pengalaman belajar yang lebih baik pada mahasiswa dalam pengajaran membaca permulaan.Kata kunci: desain intruksional, membaca permulaan, microlearning, pendekatan proses.
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA MELALUI METODE MIND MAPPING PADA MATERI KEEMASAN ISLAM ERA DAULAH ABBASIYAH Bella Ferlyna; Muhammad Bagus Kurniawan; Muhammad Ali Rohmad
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10610

Abstract

ABSTRACT The mind mapping method is a learning method that makes it easier for students to understand lesson material imaginatively through the presentation of ideas or concepts that are simple, structured, and easy to understand. The application of this method in learning Islamic Cultural History, particularly material about the Islamic Golden Age during the Abbasid Caliphate, is estimated to enhance students' understanding of the lesson material. The purpose of this study is to determine whether the mind mapping technique improves students' understanding of Islamic Cultural History. The aim of this research is to find out how well the mind mapping technique improves students' understanding of Islamic Cultural History. Purposive sampling and quantitative methodology are used in this study. As research instruments, pre-tests and post-tests are used to measure students' understanding both before and after the learning strategy is applied. The research data is examined to observing how the mind mapping approach affects student learning outcomes. According to the analysis findings, students' understanding of the Golden Age of Islam during the Abbasid Era increased by 46.66 points when the mind mapping technique was applied. In addition, learning became more dynamic and supported students in understanding the relationships between ideas more systematically. Thus, it has been proven that the mind mapping approach significantly improves students' understanding of Islamic Cultural History. ABSTRAK Metode mind mapping merupakan metode pembelajaran yang memudahkan siswa memahami materi pelajaran secara imajinatif melalui penyajian ide maupun konsep yang sederhana, terstruktur, dan mudah dipahami. Penerapan metode ini dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, khususnya materi tentang Masa Kejayaan Islam pada masa Kekhalifahan Abbasiyah, Diperkirakan bahwa hal ini akan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah teknik mind mapping meningkatkan pemahaman siswa terhadap Sejarah Kebudayaan Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik teknik mind mapping meningkatkan pemahaman siswa terhadap Sejarah Kebudayaan Islam. Pengambilan sampel purposif dan metodologi kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Sebagai instrumen penelitian, pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur pemahaman siswa baik sebelum maupun sesudah strategi pembelajaran diterapkan. Data penelitian diperiksa untuk melihat bagaimana pendekatan mind mapping memengaruhi hasil belajar siswa. Menurut temuan analisis, pemahaman siswa tentang Masa Keemasan Islam pada Era Abbasiyah meningkat sebesar 46,66 poin ketika teknik mind mapping diterapkan. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih dinamis dan mendukung siswa dalam mengetahui hubungan antar ide dengan lebih sistematis. Dengan demikian, telah dibuktikan bahwa pendekatan mind mapping secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa tentang Sejarah Kebudayaan Islam.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE ASOSIASI KATA TERHADAP PENINGKATAN HAFALAN MAKNA MATERI ASMAUL HUSNA PAI KELAS VII Rohmatul Ummah; Muhammad Adi Prastyo; Muhammad Ali Rohmad
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10613

Abstract

ABSTRACT The low ability of students to memorize the meaning of the vocabulary of Asmaul Husna indicates that the ongoing learning process has not been optimal in increasing the activeness and level of confidence in students when answering questions during the learning process. This study aims to analyze the improvement of the ability to memorize the meaning of Asmaul Husna in grade VII students through the application of the word association method. Two cycles were implemented in the Classroom Action Research (CAR) approach, which includes the planning stage, action implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were grade VII D students selected using a purposive sampling technique. Data collection was carried out through pre-test, post-test, observation, and documentation. It was shown that the results of the study using the word association method were effective in improving students' memorization abilities. This can be seen from the increase in students' average score, namely from 52.40 when the pre-test was carried out to 96.80 when the post-test was carried out, with a significance value of 0.000 (<0.05). In addition to improving learning outcomes, this method also makes students more active, enthusiastic, and confident during learning. The word association method is an effective, interesting, and meaningful learning strategy to improve the ability to memorize the meaning of Asmaul Husana in grade VII students. ABSTRAK Rendahnya kemampuan siswa dalam menghafal makna kosakata Asmaul Husna menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang berlangsung belum optimal dalam meningkatkan keaktifan serta tingkat percaya diri dalam siswa ketika menjawab pertanyaan selama proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan menghafal makna Asmaul Husna pada siswa kelas VII melalui penerapan metode asosiasi kata. Dilaksanakannya dua siklus dalam pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini merupakan siswa kelas VII D yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, serta dokumentasi. Ditunjukkan bahwa hasil penelitian dengan menggunakan metode asosiasi kata efektif dalam meningkatkan kemampuan hafalan siswa. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata siswa yang meningkat, yaitu dari 52,40 ketika pre-test menjadi 96,80 dilakukannya post-test, nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Selain meningkatkan hasil belajar, metode ini juga membuat siswa untuk lebih aktif, antusias, dan percaya diri selama dilakukannya pembelajaran. Metode asosiasi kata merupakan strategi pembelajaran efektif, menarik, dan bermakna untuk meningkatkan kemampuan menghafal makna Asmaul Husna pada siswa kelas VII.
Integrasi Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dengan Mata Pelajaran Umum Melalui Program Tahfidz Di Madrasah Putri Alfianah Antoni; Syaikhu Rozi; Muhammad Ali Rohmad
Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v13i3.14996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk integrasi antara Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan mata pelajaran umum melalui program tahfidz di MTs Roudlotun Nasyiin serta menganalisis dampaknya terhadap capaian akademik dan religius siswa. Berbeda dari studi sebelumnya yang bersifat filosofis-teoritis, penelitian ini menekankan aspek empiris implementasi integrasi di madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui proses kondensasi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi dilakukan dengan mengganti mata pelajaran PAI secara operasional, namun nilai-nilai keislaman tetap diajarkan melalui pengaitan materi umum dengan ayat-ayat Al-Qur’an serta melalui penilaian akademik-tahfidz yang terpadu. Dampak integrasi ini terlihat pada meningkatnya kedisiplinan, pemahaman nilai Islam yang lebih mendalam, serta perkembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model integrasi yang sistematis dan longitudinal guna memastikan efektivitas keberlanjutan integrasi PAI dalam pembelajaran umum.
VALUES OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN RELIGION-BASED VIDEO CONTENT ON TIKTOK Fina Imaniyah; Saifuddin; Muhammad Ali Rohmad
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol. 5 No. 4 (2025): Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/w778cz14

Abstract

Education is not only aimed at improving students’ intelligence but also at building their character and morality. Thus, education is essential in producing individuals who are not only intelligent but also virtuous, capable of self control, and able to contribute beneficially to society. This study focuses on the religious values contained in the content of @kadamsidik00 as well as the methods of delivering religious messages through his video content. This research employs a qualitative approach with Library Research, obtained by comparing the information found with other relevant sources. The TikTok content of @kadamsidik00 contains values of Islamic Religious Education, including muamalah (social interactions), aqidah (faith), ibadah (worship), and akhlaq (morality). @kadamsidik00 utilizes communicative and reflective methods, with simple and contextual language.
IMPROVING BEGINNING READING SKILLS THROUGH ANIMATED FLASHCARD MEDIA AMONG CHILDREN WITH DISABILITIES Rani Jayanti; Saifuddin Zuhri; Muhammad Ali Rohmad; Justsinta Sindi Alivi; Amilatus Sholikah
MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Indonesian language and literature education program Majapahit Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/matapena.v9i1.4819

Abstract

Beginning reading skills are fundamental abilities that support children's academic development and communication. However, children with intellectual disabilities often experience difficulties in recognizing letters, associating symbols with sounds, and reading simple words due to limitations in cognitive abilities, attention, and memory. This study aims to describe the improvement of beginning reading skills through animated flashcard media among children with disabilities at SLB ACD Pertiwi Mojokerto City. This study employed a descriptive qualitative approach with seven fourth-grade students with intellectual disabilities aged 10–11 years as research participants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the use of animated flashcard media provided positive developments in students’ beginning reading skills, as indicated by improvements in recognizing simple words, associating pictures with written words, reading words, and increasing students’ attention and involvement during learning activities. Animated flashcard media provided a more concrete learning experience through the combination of pictures and words, helping children with intellectual disabilities understand reading concepts more easily. Furthermore, the use of this media also increased students’ motivation and confidence in participating in reading activities. Based on the findings, animated flashcard media can be considered an alternative instructional medium to support the improvement of beginning reading skills among children with disabilities in special education settings. Keywords: beginning reading skills, animated flashcards, intellectual disabilities
Merti Desa Lestari: Pemberdayaan Masyarakat Desa Bejijong Melalui Integrasi Program Lingkungan, Pendidikan Karakter, Dan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal Alan Achmad Zein; Sayyida Nur Halizah; Ayunda Eka Permata; Muhammad Bakhtiar Yusuf; Ravina Anggie Esna Putri; Navaliska Putri Bayu Valentina; Muhammad Ali Rohmad
Philosophiamundi Vol. 4 No. 4 (2026): Philosophiamundi August 2026
Publisher : PT. Kreasi Karya Majakata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto merupakan kawasan desa wisata budaya peninggalan Kerajaan Majapahit yang menghadapi berbagai tantangan di bidang lingkungan, sumber daya manusia, dan ekonomi kreatif. Meningkatnya volume sampah, rendahnya pemahaman masyarakat tentang pengelolaan lingkungan, kurangnya edukasi karakter bagi generasi muda, serta keterbatasan UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital menjadi permasalahan utama yang memerlukan penanganan terpadu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tematik Universitas Islam Majapahit selama 30 hari dengan program bertema "Merti Desa Lestari: Merawat Lingkungan, Membangun Insan, Mengukir Karya". Program ini mengintegrasikan empat bidang utama: (1) pengelolaan sampah rumah tangga melalui edukasi Bank Sampah dan pemilahan sampah; (2) inovasi kreatif berbasis lingkungan melalui pembuatan penjor dari limbah plastik; (3) penguatan karakter generasi muda melalui sosialisasi kesehatan mental, pencegahan narkoba, dan cyber bullying; serta (4) pengembangan branding digital UMKM pengrajin kuningan. Metode pelaksanaan mencakup observasi, sosialisasi, pelatihan partisipatif, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan, antusiasme generasi muda dalam edukasi karakter, dan terbentuknya aset digital promosi UMKM lokal. Program ini menjadi model pemberdayaan desa wisata budaya yang berkelanjutan berbasis kolaborasi multisektor.
Social Comparison, Spiritual Meaning, and Students’ Moral Reasoning Regarding Gratitude for Schooling in an Islamic Boarding School: A Phenomenological Study Aisyah Jihan Nurkhafiza; Syaikhu Rozi; Muhammad Ali Rohmad
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v7i2.4632

Abstract

Gratitude is often treated in schools as a norm to be taught rather than a form of reasoning students actively construct. This study examines how senior high school students build moral reasoning around gratitude for the opportunity to attend school, and interprets that construction through Lawrence Kohlberg's stages of moral development. Using a qualitative phenomenological design, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving six students (grades X-XII) as primary informants and two Islamic Religious Education (PAI) teachers as supporting informants at an Islamic boarding-school-affiliated senior high school in Mojokerto, East Java, Indonesia. Data were analyzed following the Miles and Huberman model and validated through source and method triangulation and member checking. Findings show that students' gratitude is constructed through six interlocking pathways: recognition of educational benefit, downward social comparison with children who lack access to schooling, the protective and formative experience of the pesantren environment, interaction with teachers and peers, hope for the future, and the disruptive experience of losing school routines during the pandemic. Among these, downward social comparison emerged as the most consistently invoked and generative pathway, and notably, it did not remain a purely cognitive appraisal as reported in prior secular literature, but was actively spiritualized by students into an expression of moral and religious accountability. Mapped onto Kohlberg's framework, students' reasoning clusters predominantly at the conventional level, particularly stage three (interpersonal accord), with selective indications of movement toward stage four (social order maintenance). The study extends the social-comparison-gratitude literature into an Islamic boarding-school context and suggests that schools can deliberately design reflective comparison experiences, rather than leaving this mechanism to incidental disruptions such as a pandemic.