Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Menggali Perangkat Keilmuan Islam sebagai Basis Pengembangan Nilai-Nilai Universal Penalaran Moral Post-Conventional Yaqin, Ainul; Syarif, M.; Rohmad, Muhammad Ali
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 6 No 1 (2022): AnCoMS, APRIL 2022
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v6i1.375

Abstract

Post-conventional is the highest level of moral reasoning based on cognitive developmental moral theory. As the highest level, post-conventional is the level of moral reasoning that everyone (including Muslims) needs to have because a person's moral reasoning is correlated with his moral actions. Moral reasoning affects how a person believes that behavior should be done. A person has reached the post-conventional level if his moral reasoning refers to universal values ​​such as justice, equality, humanity, and so on. In Muslim society, the acceptance of universal values ​​that form the basis for this post-conventional level of moral reasoning is still debated. This article examines the thoughts of Muslim scholars who present explanations of Islamic scientific tools (maqashid al-shariah, maslahah, and naskh-mansukh), which give place to universal principles. The results of this study conclude that a Muslim has the opportunity to reach a post-conventional moral level because his religious teachings provide a foundation based on universal values ​​as well as a post-conventional moral level foundation. Based on the results of this study, Islamic education can use the reference of cognitive-developmental moral theory to be used in the formation of students' moral reasoning to the highest level; post-conventional.
Penguatan Karakter Anak Muslim Moderat dalam Mencegah Perilaku Bullying di Sekolah Rohmad, Muhammad Ali; Rozi, Syaikhu; Yaqin, Ainul
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 6 No 1 (2022): AnCoMS, APRIL 2022
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v6i1.379

Abstract

This article is the result of a study that depicts the efforts of schools in strengthening the character of moderate Muslim children to prevent bullying behavior in schools. These efforts are relevant to government policies in encouraging the implementation of the Child Friendly School (SRA) program. The research process that produced this article was carried out qualitatively using interactive model data analysis techniques as developed by Miles and Huberman. Based on the results of the study, it can be concluded that bullying is carried out by stronger students against students who are weaker psychologically and physically when there is no teacher at school. The psychological impact of bullying is that students who are bullied feel stressed, inferior, hurt, sad, and frustrated, so they are reluctant and sometimes even afraid to go to school. The solution so that students do not do bullying is to intensively instill the character of Moderate Muslim Children in students, because among its characteristics are upholding noble character, tolerance, and not being discriminatory. The planting method is the pilot method, problem solving, and synchronic-analytic
Program Penguatan Disiplin dan Motivasi Santri dalam Pembelajaran Tahfidz di Pondok Pesantren Darul Hikam Puri Mojokerto Rohmad, Muhammad Ali; Nurkhafiza, Aisyah Jihan; Putri, Ravina Anggie Esna; Sholihah, Nisa’atus
Philosophiamundi Vol. 3 No. 5 (2025): Philosophiamundi October 2025
Publisher : PT. Kreasi Karya Majakata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan motivasi santri dalam mengikuti pembelajaran tahfidz di Pondok Pesantren Darul Hikam Puri. Berdasarkan temuan awal, sejumlah santri mengalami keterlambatan hadir akibat kurangnya motivasi, manajemen waktu yang tidak teratur, serta rasa takut untuk menyetorkan hafalan yang belum siap. Program pengabdian ini dilakukan melalui tiga pendekatan utama: penguatan motivasi belajar, pelatihan manajemen waktu, serta pendampingan guru tahfidz dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih variatif dan komunikatif. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya penurunan signifikan terhadap keterlambatan santri, peningkatan kualitas hafalan, serta perubahan perilaku santri dalam menyusun jadwal belajar dan mempersiapkan setoran hafalan. Guru tahfidz juga merasakan peningkatan efektivitas pembelajaran melalui teknik komunikasi yang lebih suportif dan pendekatan reward yang mendorong santri lebih percaya diri. Program ini turut membentuk budaya disiplin di lingkungan pesantren melalui pembiasaan dan penguatan karakter. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan solusi praktis dan berkelanjutan dalam memperbaiki pola kedisiplinan santri serta meningkatkan kualitas pembelajaran tahfidz.
Penerapan Deep Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas Negeri Muchammad Nurhasyim Hasanuddin; Muhammad Ali Rohmad; Hajar Nurma Wachidah
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2130

Abstract

: Penelitian ini mengkaji penerapan deep learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Krembung Sidoarjo. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi deep learning dalam meningkatkan interaksi dan pengalaman belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi deep learning dalam PAI, yang berlandaskan pada mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning, berhasil meningkatkan pemahaman mendalam, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, pendekatan ini juga berkontribusi pada pembentukan karakter religius dan penguatan nilai-nilai melalui proyek inovatif, sehingga relevan untuk menghadapi tantangan global.