Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penguatan Ketahanan Pangan Kelompok PKK Desa Mertani Melalui Budidaya Hidroponik Di Desa Mertani, Kabupaten Lamongan Aminatuzzuhro, Aminatuzzuhro; Anela Kurniasari, Dwiyana; Zaki Fadhil, Acmad; Andika, Andika
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.368

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang semakin penting di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan terbatasnya lahan pertanian produktif, khususnya di wilayah pedesaan. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga melalui budidaya hidroponik yang melibatkan kelompok PKK di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis budidaya hidroponik sederhana, pendampingan lapangan, serta evaluasi ketercapaian program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, terbukti dari keberhasilan instalasi hidroponik dan panen sayuran seperti kangkung, bayam, dan selada. Selain itu, kegiatan ini mendorong kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan, serta membuka peluang ekonomi baru melalui usaha mikro berbasis pertanian rumah tangga. Dampak kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemandirian pangan keluarga, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan dan membuka peluang ekonomi rumah tangga. Budidaya hidroponik terbukti menjadi solusi tepat guna dalam mendukung ketahanan pangan lokal yang ramah lingkungan, hemat lahan, dan mudah diterapkan oleh masyarakat desa, khususnya ibu-ibu PKK.Dengan demikian, budidaya hidroponik terbukti menjadi alternatif yang aplikatif, efisien, dan ramah lingkungan dalam mendukung ketahanan pangan berbasis keluarga dan komunitas desa.
Analysis of Women Empowerment through Sustainable Farming Education: Evidence from Karangcangkring Village, Indonesia Kurniasari, Dwiyana Anela; Teguh Soedarto
Agricultural Science Vol. 9 No. 2 (2026): March In Progress
Publisher : Faculty of Agriculture, Merdeka University Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/agriscience.v9i2.198

Abstract

Women play a strategic role in the agricultural sector and family food security, yet they still face limited access to agricultural education, technology, and decision-making. This situation contributes to low levels of empowerment of female farmers, particularly in rural areas. This study aims to analyze women's empowerment through sustainable agricultural education, using a case study in Karangcangkring Village, Gresik Regency, Indonesia. The study employed a case study approach with descriptive qualitative methods supported by simple quantitative data. Data collection was conducted through participant observation, semi-structured interviews, pre- and post-activity questionnaires, and focus group discussions. The analysis of women's empowerment was conducted with reference to the cognitive, economic, social, and institutional dimensions. The results indicate that sustainable agricultural education has a positive impact on increasing the empowerment of female farmers. The most significant improvements occurred in the cognitive and social dimensions, demonstrated by increased agricultural technical knowledge, self-confidence, and women's active participation in group activities and decision-making. The economic and institutional dimensions also showed positive, albeit gradual, developments, particularly in production management, post-harvest management, and women's involvement in agricultural group structures. Overall, sustainable agricultural education not only improves the technical capacity of women farmers but also strengthens their agency, social participation, and position within rural agricultural livelihood systems. This research confirms that the integration of gender-sensitive agricultural education is a crucial strategy for empowering women farmers and promoting inclusive and sustainable agricultural development at the village level.