Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS ANTIFUNGI KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle) DAN EKSTRAK KULIT BUAH JERUK (Citrus reticulata) UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Candida albicans Ni Made Nita Setiari; Ni Putu Ristiati; I. W. Sukra Warpala
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v6i2.21931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan diameter daerah hambat (DDH) pertumbuhan Candida albicans dengan variasi kombinasi ekstrak daun Piper betle dan kulit buah Citrus reticulata, (2) Variasi kombinasi ekstrak Piper betle dan kulit buah Citrus reticulata yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan rancangan penelitian randomized post test only control group design. Variasi kombinasi ekstrak daun Piper betle dan kulit buah Citrus reticulata yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10%:10%; 10%:20%; 10%:30%; 10%:40% dan 10%:50%. Metode uji aktivitas antifungi menggunakan uji sumur difusi. Efek perlakuan ini adalah dengan adanya diameter daerah hambat (DDH) pertumbuhan Candida albicans. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Candida albicans  dari stok kultur yang dibiakkan kembali pada media SDA (Sabouraud Dextrose Agar), sedangkan sampelnya adalah Candida albicans yang diberi perlakuan variasi kombinasi ekstrak daun Piper betle dan kulit buah Citrus reticulata pada konsentrasi yang berbeda. Hasil penelitian ini adalah: (1) Ada perbedaan diameter daerah hambat pertumbuhan Candida albicans akibat pemberian variasi kombinasi ekstrak daun Piper betle dan kulit buah Citrus reticulata. Hal ini diperoleh dari hasil uji hipotesis bahwa nilai signifikansi 0,0001 < 0,05. 2) Variasi kombinasi ekstrak daun Piper betle dan kulit buah Citrus reticulata yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dalam penelitian ini adalah variasi kombinasi 10%:50%.
JUMLAH TOTAL KOLONI JAMUR ENDOFIT PADA TANAMAN ANGGUR BALI (Vitis vinifera L. var Alphonso Lavalle) DI DESA BANJAR, KECAMATAN BANJAR, BULELENG BALI Putu Anggan Pradipta Utama; Ni Putu Ristiati; Ida Ayu Putu Suryanti
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 5 No. 3 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v5i3.21971

Abstract

Anggur Bali salah satu jenis buah yang dibudidayakan di kecamatan banjar, namun produktivitas dan kualitas buah anggur Bali mengalami penurunan tiap tahun dikarenakan serangan penyakit, akibatnya petani harus menggunakan pestisida kimia untuk menanggulangi serangan penyakit yang justru membawa dampak buruk. Sehingga perlu solusi untuk mengatasi masalah ini salah satunya dengan menggunakan jamur endofit sebagai agen hayati alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jumlah koloni jamur endofit pada tanaman anggur Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Hasil penelitian berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan yaitu (1) Terdapat variasi jumlah total koloni jamur endofit yaitu pada bagian akar  6,5 x 104 CFU/gram, pada batang 2,9 x 104 CFU/gram, dan pada daun 2,6 x 104 CFU/gram, sehingga diketahui jumlah koloni jamur endofit terbanyak terdapat pada bagian akar. Jumlah total koloni jamur endofit pada tanaman anggur Bali dihitung berdasarkan metode Total Plate Count dengan kisaran jumlah koloni jamur yang dihitung antara 10-100 koloni.
SENSITIVITAS PERBEDAAN TEMPERATUR STERILISASI DALAM MEDIUM DEGRADASI TERHADAP KEMAMPUAN BAKTERI DALAM MENDEGRADASI MINYAK SOLAR Ni Putu Ristiati
Jurnal IKA Vol. 11 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v11i1.1144

Abstract

Sumber pencemaran yang paling tinggi disebabkan oleh tumpahan minyak bumi khususnya minyak solar yang terjadi di lingkungan akuatik. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi pencemaran tersebut dengan cara fisik, kimia, dan biologis. Penggunaan bakteri merupakan salah satu cara yang paling efisien dan ramah lingkungan untuk melakukan biodegradasi minyak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) jenis-jenis bakteri yang mampu mendegradasi minyak solar di perairan pelabuhan Celukan Bawang, (2) sensitivitas perbedaan temperatur sterilisasi terhadap jumlah koloni bakteri pendegradasi minyak solar. Penelitian ini tergolong penelitian eksploratif dan eksperimental. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara: (1) pengambilan data di lapangan, (2) analisis sampel di laboratorium.Berdasarkan hasil karakterisasi dari penelitian ini didapatkan lima isolat bakteri, yaitu (1) Bacillus (isolat E dan G2), (2) Pseudomonas (isolat D dan G1), (3) Acetobacter (isolat H), (4) Halomonas (isolat F), dan (5) Neisseria (isolat A, B, dan C2). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman bakteri pendegradasi minyak solar di Pelabuhan Celukan Bawang tergolong sedang. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa Fhitung = 84,867 > Ftabel = 2,62 yang berarti ada perbedaan sensitivitas temperatur sterilisasi secara signifikan terhadap jumlah koloni dan kadar asam n-oktanoat. Perbedaan ini terjadi karena temperatur tinggi dapat membunuh bakteri dengan cara mendenaturasi protein.Kata-kata kunci: temperatur, bakteri, degradasi, minyak solar
UJI KEMAMPUAN ISOLAT BAKTERI PENDEGRADASI MINYAK SOLAR TERHADAP LIMBAH OLI DARI PERAIRAN PELABUHAN CELUKAN BAWANG Ni Putu Ristiati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:  (1) konsentrasi penambahan oli yang menghasilkan asam organik optimum dalam biodegradasi oli oleh bakteri pendegradasi minyak solar dan (2) isolat yang mampu mendegradasi oli. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 8 kali pengulangan. Populasi pada penelitian ini adalah kultur bakteri pendegradasi minyak solar yang diambil dari air laut di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang pada media Bushnell-Haas Mineral Salt, sedangkan sampel penelitian adalah  cuplikan sebanyak 1 ml kultur bakteri pendegradasi solar dari medium pembenihan. Teknik analisis data menggunakan Uji ANOVA Satu Arah dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai Fhitung (0,104) < Ftabel (2,9),  yang berarti tidak ada pengaruh penambahan konsentrasi oli terhadap kemampuan degradasi bakteri pendegradasi minyak solar. Hasil pengamatan data penunjang ditemukan enam isolat bakteri dari empat genus, yaitu Bacillus (isolat A dan F), Pseudomonas (isolat B dan E), Acinetobacter (isolat C), dan Halomonas (isolat D).
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN C/N DALAM MEDIUM DEGRADASI TERHADAP KEMAMPUAN BAKTERI DALAM MENDEGREDASI MINYAK SOLAR Ni Putu Ristiati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSumber pencemaran yang paling tinggi disebabkan oleh tumpahan minyak bumi khususnya minyak solar yang terjadi di lingkungan akuatik. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi pencemaran tersebut dengan cara fisik, kimia, dan biologis. Penggunaan bakteri merupakan salah satu cara yang paling efisien dan ramah lingkungan untuk melakukan biodegradasi minyak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) jenis-jenis bakteri yang mampu mendegradasi minyak solar di perairan pelabuhan Celukan Bawang, dan (2) efektivitas penambahan C/N dalam medium degradasi terhadap kemampuan bakteri dalam mendegradasi minyak solar. Penelitian ini tergolong penelitian eksploratif, dan eksperimental. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara (1) pengambilan data di lapangan, (2) analisis sampel di laboratorium.Berdasarkan hasil karakterisasi didapatkan lima isolat bakteri yaitu (1) Bacillus (isolat E dan G2), (2) Pseudomonas (isolat D dan G1), (3) Acetobacter (isolat H), (4) Halomonas (isolat F), dan (5) Neisseria (isolat A, B, dan C2). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman bakteri pendegradasi minyak solar di Pelabuhan Celukan Bawang tergolong sedang. Berdasarkan hasil analisis diperoleh ada perbedaan efektivitas penambahan urea pada media isolasi terhadap kemampuan bakteri mendegradasi minyak solar dengan nilai statistik hitung (21,129) > statistik tabel (11,07), maka Ho ditolak. Dari hasil uji diketahui peringkat perlakuan yang menghasilkan kadar asam oktanoat paling tinggi, yaitu kadar 2 ppm karena kadar asam oktanoat yang dihasilkan rata-rata sebesar 13, 90 mg.
UJI KEMAMPUAN DEGRADASI MINYAK SOLAR OLEH KONSORSIUM BAKTERI HASIL PRESERVASI DENGAN KOMBINASI METODE LIOFILISASI DAN METODE GLISEROL Ni Putu Ristiati; Sanusi Mulyadiharja; I M G. P. Putra
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan kadar Asam n-Oktanoat yang dihasilkan oleh konsorsium bakteri pendegradasi minyak solar hasil preservasi, (2) volume konsorsium bakteri hasil preservasi yang optimum dalam menghasilkan Asam n-Oktanoat, dan (3) genus bakteri hidrokarbonoklastik yang mampu bertahan hidup setelah masa preservasi. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan the randomized posttest only control group design dengan 8 kali pengulangan pada kelompok perlakuan volume 10 ml, 20 ml, dan 30 ml konsorsium bakteri pendegradasi minyak solar. Populasi penelitian ini adalah konsorsium bakteri pendegradasi minyak solar hasil preservasi menggunakan kombinasi metode liofilisasi dan metode gliserol. Sampel penelitian adalah cuplikan 5 ml media degradasi minyak solar dari masing-masing unit percobaan. Analisis data menggunakan Uji Anava satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh Fhitung (32,615) < Ftabel (3,466) dan nilai signikansi 0,000 < 0,05 . Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kadar Asam n-Oktanoat yang dihasilkan oleh konsorsium bakteri pendegradasi minyak solar hasil preservasi. Volume 30 ml konsorsium bakteri pendegradasi minyak solar hasil preservasi adalah volume optimum dalam menghasilkan Asam n-Oktanoat. berdasarkan hasil identifikasi isolat bakteri, ditemukan empat genus bakteri, yaitu: Neisseria (isolat A dan D), Pseudomonas (isolat B dan E), Acinetobacter (isolat C), dan Halomonas (isolat F). Kata-kata Kunci: konsorsium, bakteri pendegradasi solar, Asam n-Oktanoat AbstractThe purpose of this study was to know: (1) differences of n-octanoic acid level produced by an-after period of preservation bacteria consortium to degrade petroleum diesel, (2) the optimum volume of an-after period of preservation bacteria consortium in producing n-octanoic acid, and (3) genus of hidrocarbonoclastic bacteria were able to survive after the period of preservation. This experimental research design was the randomized posttest-only control group design with eight replication in three treatment groups from consortium of diesel oil degrading bacteria volume. The population was an-after period preservation diesel oil degrading bacteria consortium  using  combination of  lyophilization method and glycerol method, while sample is a snippet of 5 ml of fuel oil degradation medium from each experiment unit. Data analysis using One Way Anova test with significance level of 5%. Based on the data analysis obtained Fhitung (32.615) < F tabel (3.466) and significance 0,000 < 0,005  shows that there are significant differences in levels of n-octanoic acid that produced by an-after period of diesel oil degrading bacteria consortium. 30 ml of an-after period preservation of diesel oil degrading bacteria consortium is the optimum volume in producing n-octanoic acid. The observations of secondary data found that there are four genus of six bacterial isolates, such as: Neisseria (A and D isolates), Pseudomonas (B and E isolates), Acinetobacter (C isolate), and Halomonas (F isolates). Keywords: consortium, diesel degrading bacteria, n-octanoic acid
ISOLASI, IDENTIFIKASI, BAKTERI PENAMBAT NITROGEN NON SIMBIOSIS DARI DALAM TANAH Ni Putu Ristiati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah dari sampel tanah persawahan dapat diisolasi bakteri penambat nitrogen non simbiosis dan dari 4 media diperkaya yang digunakan untuk menumbuhkan mikroba, media manakah yang paling baik untuk pertumbuhan bakteri nitrogen non simbiosis. Jumlah keseluruhan unit percobaan 25 cawan petri. Untuk menumbuhkan bakteri penambat nitrogen dilakukan dengan menggunakan 4 medium diperkaya dan 1 medium sebagai kontrol yaitu : (1) 50 gr tanah sebagai kontrol; (2) 50 gr tanah + 0,75 gr manitol (perlakuan 1); (3) 50 gr tanah + 0,75 gr manitol + 0,1 gr CaCO3 (perlakuan 2); (4) 50 gr tanah + 0,75 gr manitol + 5 ml K2HPO4 3% (perlakuan 3); (5) 50 gr tanah + 0,75 gr manitol + 0,1 gr CaCO3 + 5 ml K2HPO4 3% (perlakuan 4). Dari uji di laboratorium didapatkan dari sampel tanah persawahan dapat diisolasi bakteri penambat nitrogen non simbiosis yaitu : Azotobacter sp. Media yang diperkaya pada perlakuan 4 yang tersusun atas 50 gr tanah + 0,75 gr manitol + 0,1 gr CaCO3 + 5 ml K2HPO4 3% merupakan media yang paling baik untuk pertumbuhan bakteri Azotobacter sp.Kata kunci : Bakteri nitrogen non simbiosis, Azotobacter sp.ABSTRACTThe role of statements presented in this research represent are from ground for rice growing soil sample can be isolated nitrogen fixation non symbiotic bacteria and from four riched media that used to growing microbes, which media are the best to growth nitrogen non symbiotic bacteria. Amounts of research units are 25 petri dish.For growing nitrogen fixation bacteria was carried out utilizing four riched media and one medium as control i.e : (1) 50 gr soil as control; (2) 50 gr soil + 0.75 gr mannitol (treatment 1); (3) 50 gr soil + 0.75 gr manntol + 0.1 gr CaCO3 (treatment 2); (4) 50 gr soil + 0.75 gr mannitol + 5 ml K2HPO4 3% (treatment 3); (5) 50 gr soil + 0.75 gr mannitol + 0.1 gr CaCO3 + 5 ml K2HPO4 3% (treatment 4). Assesment of laboratory test have indicated from ground for rice growing soil sample can isolated fixation nitrogen non symbiotic bacteria i.e : Azotobacter sp. Riched media in treatment 4 which contains 50 gr soil + 0.75 gr mannitol + 0.1 gr CaCO3 + 5 ml K2HPO4 3% appear the best medium to growth Azotobacter sp.Key words : Nitrogen non symbiotic bacteria, Azotobacter sp
KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN THINK PAIR SHARE (TPS) DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN EFIKASI DIRI SISWA SMA AYU SRI WIDYANTINI .; PROF.DR. NI PUTU RISTIATI, M.Pd. .; DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengomparasikan: (1) perbedaan pemahaman konsep biologi dan efikasi diri siswa antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan siswa yang belajar dengan model pemblajaran kooperatif tipe TPS, (2) perbedaan pemahaman konsep biologi antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS, (3) perbedaan dan efikasi diri siswa antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan siswa yang belajar dengan model pemeblajaran kooperatif tipe TPS. Jenis penelitian ini termasuk kuasi eksperimen dengan rancangan penelitian pretest posttest control group design. Sampel penelitian ini adalah semua siswa kelas X3 dan X5 SMA N 1 Sukawati tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik simple group random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil analis menyatakan sebagai berikut: (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep dan efikasi diri siswa antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Kooperatif tipe NHT dengan siswa yang belajar dengan model pemebelajaran kooperatif tipe TPS ( F=3,830; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BRAIN BASED LEARNING (BBL) DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP Ni Wayan Yuliana Anggraini; Ni Putu Ristiati; Ni Luh Pande Latria Devi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 3 No. 1 (2020): JPPSI, April 2020
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v3i1.24630

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep siswa. Penerapan model pembelajaran Brain Based Learning (BBL) dan model pembelajaran langsung (Direct Instructional) diduga dapat mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah 1)mengetahui perbedaan model pembelajaran Brain Based Learning (BBL) dan model pembelajaran langsung terhadap pemahaman konsep siswa 2)mengetahui nilai yang lebih tinggi antara model pembelajaran Brain Based Learning (BBL) dan model pembelajaran langsung. Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan Pre-test Post-test non-equivalent Control Group Design. Teknik pemilihan sampel menggunakan simple random sampling sehingga sampel yang digunakan adalah kelas VIIA sebagai kelas eksperimen1 dan VIIJ sebagai kelas eksperimen 2. Teknik analisis data menggunakan uji ancova. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1)terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Brain Based Learning (BBL) dan model pembelajaran langsung. 2)Kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Brain Based Learning (BBL) memiliki nilai yang lebih tinggi (79,16>59,10).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BRAIN BASED LEARNING (BBL) DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP Ni Wayan Yuliana Anggraini; Ni Putu Ristiati; Ni Luh Pande Latria Devi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 3 No. 1 (2020): JPPSI, April 2020
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v3i1.24630

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep siswa. Penerapan model pembelajaran Brain Based Learning (BBL) dan model pembelajaran langsung (Direct Instructional) diduga dapat mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah 1)mengetahui perbedaan model pembelajaran Brain Based Learning (BBL) dan model pembelajaran langsung terhadap pemahaman konsep siswa 2)mengetahui nilai yang lebih tinggi antara model pembelajaran Brain Based Learning (BBL) dan model pembelajaran langsung. Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan Pre-test Post-test non-equivalent Control Group Design. Teknik pemilihan sampel menggunakan simple random sampling sehingga sampel yang digunakan adalah kelas VIIA sebagai kelas eksperimen1 dan VIIJ sebagai kelas eksperimen 2. Teknik analisis data menggunakan uji ancova. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1)terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Brain Based Learning (BBL) dan model pembelajaran langsung. 2)Kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Brain Based Learning (BBL) memiliki nilai yang lebih tinggi (79,16>59,10).
Co-Authors ., Agus Putu Adi Wyadnya Yoga ., ANA MAULANA ., Dewa Ayu Putu Inten Utari Dewi ., Erfiana Febry Puspitasari ., I GEDE DAKTARIANA U ., I Made Dicky Satya Narayana ., I Made Gita Pramana Putra ., I Putu Andy Putra ., IRQAMI RACHMA DWI D ., Komang Sani Willyarsa ., Ngakan Putu Ari Krisna Pratama ., Ni Komang Deny Julyeda ., Ni Luh Ayu Sri Purwaningsih ., Ni Putu Ayu Meita Kurniawati ., Ni Putu Hendrayani ., Ni Putu Oka Milarika ., Putu Ayu Agustina Saraswadewi ., Putu Cindy Arista ., Putu Paramesti Nopitayani ., Stanislaus Putu Mikael Mba Balu Agus Putu Adi Wyadnya Yoga . ANA MAULANA . Anantawikrama Tungga Atmadja Anggraini, Ni Wayan Yuliana AYU SRI WIDYANTINI . Dewa Ayu Putu Inten Utari Dewi . Dewa Ngurah Suprapta DIAN DWIPA JAYANTHI . DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. . Erfiana Febry Puspitasari . Gst. Ayu Md. Juniasmita Parsandi . I GEDE DAKTARIANA U . I Gede Sudirgayasa I Gusti Agung Nyoman Setiawan I M G. P. Putra I MADE ADNYANA I Made Dicky Satya Narayana . I Made Gita Pramana Putra . I Made Sudana I Made Sutajaya I Putu Andy Putra . I Wayan Suastra I Wayan Sukra Warpala I Wayan Suparyanta . I Wayan Suparyanta ., I Wayan Suparyanta Ida Ayu Putu Suryanti Ida Bagus Putu Arnyana ILMA WIRYANTI . IRQAMI RACHMA DWI D . Ketut Dharma Susila Ketut Srie Marhaeni Julyasih Ketut Suata Komang Sani Willyarsa . MADE AYU SRI ARIANI . MADE EKA ADNYANA . Ngakan Putu Ari Krisna Pratama . Ni Kadek Pinawati . Ni Komang Deny Julyeda . Ni Luh Ayu Sri Purwaningsih . Ni Luh Pande Latria Devi NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI Ni Made Nita Setiari Ni Nyoman Parwati Ni Putu Ayu Meita Kurniawati . Ni Putu Hendrayani . Ni Putu Oka Milarika . Ni Putu Sri Ratna Dewi NI WAYAN EMI SULANDARI . Ni Wayan Gunia Prastuti NI WAYAN MASIH . Ni Wayan Yuliana Anggraini Pradipta Utama, Putu Anggan PROF. I WAYAN SUBAGIA, M.App.Sc.,Ph.D . Putra, I M G. P. Putu Anggan Pradipta Utama Putu Ayu Agustina Saraswadewi . Putu Cindy Arista . PUTU EKA SASTRIKA AYU . Putu Paramesti Nopitayani . Sanusi Mulyadiharja Setiari, Ni Made Nita Stanislaus Putu Mikael Mba Balu . THALIA PRASETYA .