Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

OPTIMALISASI PENERIMAAN INTENSITAS CAHAYA MATAHARI PADA PERMUKAAN PANEL SURYA (SOLAR CELL) MENGGUNAKAN CERMIN Soni A Kaban; Muhamad Jafri; Gusnawati Gusnawati
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v5i2.2243

Abstract

Abstrak Energi surya merupakan salah satu energi yang bias dikonversi menjadi energi listrik dengan menggunakan panel surya (photovoltaic solar). Pada penelitian ini, dirancang panel surya dengan cermin datar sebagai reflektor scanning dengan empat buah reflektor pada empat sisi panel surya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mendapatkan keluaran panel surya yang optimal menggunakan cemin sebagai media reflektornya dan mendapatkan konfigurasi penempatan cermin untuk meningkatkan keluaran arus dan tegangan panel surya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan melakukan percobaan terhadap objek bahan penelitian dengan kemiringan reflektor cermin 30o, 45o, dan 60o. Dengan penambahan reflector cermin pada panel surya menyebabkan peningkatan keluaran panel surya pada pukul 12.00 Wita. Panel tanpa reflektor mengahasilkan Arus 2,1 Ampere, Tegangan 6,52 Volt. Panel reflektor 30o menghasilkan Arus 1,89 Ampere, Tegangan 6,25 Volt, Panel reflektor 45o, Arus 2,33 Ampere, Tegangan 6,15 Volt dan Panel reflektor Arus 3,02 Ampere, dan Tegangan 6,41 Volt.Kata kunci: Energi; fotovoltaik; panel surya; cermin. Abstract Solar energy is one of the energies that can be converted into electrical energy using solar panels (photovoltaic solar). In this study, a solar panel with a flat mirror as a scanning reflector was designed with four reflectors on the four sides of the solar panel. The objectives to be achieved in this study are to obtain optimal solar panel output using the mirror as a reflector medium and obtain a mirror placement configuration to increase the current and voltage output of the solar panels. The method used in this research is an experimental method by conducting experiments on the object of the research material with a mirror reflector tilt of 30o, 45o, and 60o. With the addition of a mirror reflector on the solar panel, it causes an increase in the output of the solar panel at 12.00 GMT+08. The panel without a reflector produces a current of 2.1 Ampere, a voltage of 6.52 volts. The 30o-reflector panel produces a current of 1.89 Amperes, a Voltage of 6.25 Volts, a 450 Reflector Panel, a Current of 2.33 Amperes, a Voltage of 6.15 Volts and a Current 3.02 Amperes of Reflector Panel, and a Voltage of 6.41 Volts. Keywords: Energy; photovoltaic; solar panel; mirror
PENGARUH BESAR SUDUT CERMIN TERHADAP EFISIENSI PANEL SURYA Siti Aksa Seku Sidik; Ben Vasco Tarigan; Gusnawati Gusnawati
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v7i1.4175

Abstract

Panel surya adalah alat yang digunakan untuk mengubah sinar matahari menjadi energi listrik secara langsung. Kinerja panel surya sangat ditentukan oleh seberapa besar radiasi matahari yang dapat diterima. Oleh karena itu, penambahan cermin sebagai reflektor diharapkan dapat mengarahkan lebih banyak radiasi matahari ke permukaan panel surya. Reflektor yang dipasang di samping panel surya dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja panel itu sendiri. Semakin banyak cahaya yang diterima cermin maka semakin tinggi pula daya keluaran yang dihasilkan oleh panel surya tersebut. Percobaan dilakukan dengan variasi empat panel surya dimana terdapat satu panel tanpa menggunakan cermin, satu panel dengan kombinasi sudut 50o dan 30o, 55o dan 30o serta 60o dan 30o untuk mengetahui pengaruh cermin. sudut efisiensi panel surya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi panel surya terbesar diperoleh pada sudut 30o dan 60o. Hal ini dikarenakan tegangan dan arus keluaran dari panel surya cenderung menurun jika nilai sudut kemiringannya kecil. Sehingga efisiensi keluaran dari panel surya akan menurun seiring dengan penurunan daya keluaran. Dari hasil perhitungan efisiensi maksimum adalah 17,722% yang terjadi pada hari keempat pengumpulan data pada kombinasi sudut 30o dan 60o, sedangkan efisiensi minimum terjadi pada hari kedua pengumpulan data tanpa menggunakan cermin yaitu hanya 8,415%.
PENDAMPINGAN USAHA PENGELASAN BAGI PEMUDA RAYON V JEMAAT GMIT KOTA BARU KUPANG Jahirwan Ut Jasron; Erich U. K. Maliwemu; Gusnawati Gusnawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14983

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan pertumbuhan masyarakat dan bertambahnya keluarga baru, saat ini banyak dibangun perumahan baru untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat. Dengan banyaknya perumahan yang dibangun maka kebutuhan pagar, tralis dan pintu besi menjadi meningkat. Hal ini membuka peluang usaha tersendiri bagi para pengusaha UKM seperti pelaku usaha pengelasan. Usaha jasa pengelasan termasuk jenis bisnis yang sangat gampang untuk dijalankan. Bahkan bisa dijadikan sebagai usaha sampingan di rumah dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, dengan area yang secukupnya. Sebagai contoh mengubah ruangan kosong di depan rumah atau garasi menjadi tempat usaha pengelasan. Hal ini sudah dilakukan beberapa pengusaha pengelasan yang berhasil. Dan kebanyakan dari mereka sukses dalam menjalankan bisnis pengelasan dengan penghasilan perbulan yang sangat besar dan cukup menggiurkan. Membuka usaha bengkel las khususnya untuk pembuatan pagar, teralis, kanopi dan konstruksi lainnya memang cukup potensial ketika masyarakat sekarang ini sudah semakin modern dalam membuat desain serta rancangan struktur dan aksesoris bangunannya. Dalam masa pandemi COVID-19 ini, banyak pemuda yang dulunya bekerja sebagai sopir, buruh, dan pekerjaan serabutan lainnya kehilangan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang layak. Keadaan ini juga dialami oleh beberapa pemuda Rayon V Jemaat GMIT Kota Baru. Keadaan ini mendorong kelompok pemuda tersebut untuk membuka usaha jasa pengelasan namun terbentur beberapa masalah antara lain kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknik pengelasan. kegiatan ini hadir untuk memberi solusi atas permasalahan tersebut sehingga kelompok pemuda rayon V Jemaat GMIT Kota Baru dapat membuka usaha baru yaitu usaha jasa pengelasan yang akan memberikan lapangan kerja yang baru serta penghasilan yang layak bagi kehidupan yang lebih sejahtera. Kata Kunci : las; jasa pengelasan; pelatihan. ABSTRACTAlong with the community's growth and the addition of new families, many new houses are currently being built to meet the community's housing needs. With so many houses built, the need for fences, trellises, and iron gates increases. This incident opens up different business opportunities for SME entrepreneurs, such as welding businesses. The welding service business is a type of business that is very easy to run. It can even be used as a side business at home by utilizing existing resources with sufficient area. For example, they turn an empty room in front of a house or garage into a welding business. Several successful welding entrepreneurs have done this method. Moreover, most successfully run a welding business with a substantial and quite lucrative monthly income. Opening a welding workshop business, especially for the manufacture of fences, trellises, canopies, and other constructions is indeed quite potential when today's society is increasingly modern in designing and designing structures and building accessories. During this COVID-19 pandemic, many young people who used to work as drivers, laborers, and other odd jobs have lost the opportunity to earn a decent income. This situation was also experienced by several youths of Rayon V of the GMIT Kota Baru Congregation. This situation prompted the youth group to open a welding service business, but they encountered several problems, including a need for knowledge and skills in welding techniques. This activity is here to solve these problems so that the youth group of rayon V of the GMIT Kota Baru Church can open a new business, namely a welding service business that will provide new jobs and decent income for a more prosperous life. Keywords: weld; welding service; training.
PELATIHAN PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH SEBAGAI KEBUN SAYUR ORGANIK Yeremias M. Pell; Rima Nindia Selan; Gusnawati Gusnawati; Wenseslaus Bunganaen
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15207

Abstract

ABSTRAKBerkebun tidak harus memerlukan lahan yang luas, di lahan kecil pun bisa dilakukan, asal ada kemauan untuk memulainya. Berkat kemauan itu, gagasan ini berhasil diwujudnyatakan dalam kegiatan pengabdian pada Kelompok Arisan Ibu-ibu KUB YOMAVI di Kelurahan Bello. Adapun tujuan kegiatan yaitu memberi pelatihan tentang pemanfaatan lahan sempit seperti pekarangan rumah sebagai lahan berkebun. Metode kegiatan yaitu pelatihan dan praktek percontohannya. Ibu-ibu dalam kelompok arisan yang berjumlah 12 orang ini. Dari kegiatan terbukti bahwa dengan luas lahan yang kecil hanya 4 x 5 m2  bisa menghasilkan sayur sawi yang layak dikonsumsi bahkan layak untuk  dipasarkan. Dalam kegiatan ini media tanam digunakan polibag berukuran 40cm x 20cm. Sedangkan pupuk yang dipakai yaitu pupuk organik campuran sekam padi dan kotoran ayam. Semua bahan dicampur  merata dengan perbandingan tertentu kemudian difermentasi selama 14 hari  sampai 3 bulan. Pembuatan pupuk berhasil dilakukan dengan indikator keberhasilannya yaitu tidak berbau dan warnanya hitam, maka pupuk siap digunakan. Jenis sayuran yang ditanam yaitu kangkung dan sawi. Khusus sawi setelah disemai  2 minggu, dipindahkan ke polibag. Setelah 4 minggu sawi dan kangkung  sudah bisa dipanen. Inilah hasil akhir dari kegiatan yang bisa diperoleh para ibu kelompok arisan ini, selain pengetahuan tentang pemanfaatan  pekarangan rumah sebagai lahan berkebun. Kata kunci: polybag; sayuran organik; lahan sempit; pekarangan. ABSTRACTGardening doesn't have to require a large area of land, even on small land it can be done, as long as there is a will to start it. Thanks to that will, this idea was successfully realized in a community service activity for the KUB YOMAVI Women's Gathering Group in Bello Village. The purpose of the activity is to provide training on the use of narrow land such as yards as gardening land. The activity method is training and pilot practice. There are 12 women in the lottery club. From the activities, it is evident that with a small land area of only 4 x 5 m2, mustard greens are suitable for consumption and even marketable. In this activity, the planting media used polybags measuring 40cm x 20cm. While the fertilizer used is organic fertilizer mixed with rice husk and chicken manure. All ingredients are mixed evenly with a certain ratio and then fermented for 14 days to 3 months. Fertilizer making was successfully carried out with indicators of success, namely no smell and black color, then the fertilizer is ready for use. Types of vegetables planted are kale and mustard greens. Specifically for mustard after sowing for 2 weeks, it is transferred to polybags. After 4 weeks, mustard greens and kale can be harvested. This is the final result of the activities that can be obtained by the women of this lottery club, in addition to knowledge about using the yard of the house as gardening land. Keywords: polybags;organic vegetables; narrow land; yard.
KOMBINASI UV SOLAR DRYER DAN SOLAR AIR HEATER UNTUK PENGERINGAN IKAN Gusnawati Gusnawati; Verdy A. Koehuan; Laurensius Longo Sogen
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v8i1.11829

Abstract

Fish as a source of animal protein is a fishery commodity that is prone to quality deterioration and spoilage after the fish is caught, so it needs fast, precise and correct handling to keep its quality in the hands of consumers. There for it is necessary to have a process that extends the durability through drying. One drying alternative is to use a Solar Air Heater with an Ultra Violet (UV) Solar Dryer drying house by making a building made of transparent material that functions as an insulator so that the solar irradiation trapped in the building will increase its temperature. The accumulated heat is used to dry the fish. Sardines that have just been displayed are put into the drying chamber with various loads of 22.23 kg, 14.82 kg and 7.41 kg. The energy source for drying is from sunlight with the Solar Air Heater system. The results show that drying efficiency and thermal efficiency increase with the addition of drying load. The highest values ​​of drying efficiency and drying house efficiency occurred at the mass load of 22.23 kg of fish at 13.17% and 50.57% with the lowest specific energy consumption (KES) of 18947.421 kJ/kg. The average temperature and temperature difference both in the solar air heater and in the drying chamber increase with the addition of the drying load. This temperature increase increases the drying rate which can reduce the drying time.
PENERAPAN MESIN PENGASAP BAGI USAHA RUMAH TANGGA SE’I IKAN DI SEKITAR PANTAI KELURAHAN OEBA KOTA KUPANG Jahirwan Ut Jasron; Gusnawati Gusnawati; Reinner Ishaq Lerrick
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19662

Abstract

ASBTRAKIkan merupakan salah satu spesies yang banyak diminati oleh konsumen termasuk di Kota Kupang. Salah satu perolehan ikan di Kota Kupang di dapat dengan cara tangkapan dari laut yang jumlahnya cukup melimpah. Ikan-ikan hasil tangkapan nelayan selain langsung dijual untuk dikomsumsi ada pula yang dikeringkan secara alami dengan proses penggaraman dan bantuan sinar matahari. Setelah kering maka ikan tersebut dapat disimpan dan dijual segera. Kondisi tersebut menimbulkan permasalahan yaitu pengeringan ikan sangat tergantung dengan kondisi alam dan kadang cepat busuk karena kurangnya proses pengeringan sehingga menyebabkan nilai jual, cita rasa ikan yang dijual oleh nelayan ini menjadi jatuh. Selain itu ada juga yang mengolah hasil tangkapan dengan metode pengasapan. Untuk menghasilkan ikan asap bermutu, perlu pengetahuan tentang teori kesegaran ikan yang meliputi proses kemunduran mutu ikan, penanganannya untuk mempertahankan kesegaran ikan, penilaian kesegaran ikan baik secara subjektif (organoleptik) maupun secara objektif (laboratory). Selanjutnya, teknik pengolahan mulai dari pemilihan bahan baku, bahan asap, bahan pembantu, waktu dan suhu pengasapan, pengemasan, penyimpanan yang baik dan sesuai dengan SNI ikan asap,Dari pantauan dan hasil wawancara dengan salah satu usaha pengasapan ikan di kelurahan Oeba diperoleh data bahwa mereka sudah memulai usaha sejak tahun 2012 dengan kebutuhan ikan bahan baku sekitar 40 kg/hari namun peralatan yang digunakan masih sangat tradisionil. Program pengabdian pada masyarakat ini mencoba memberikan aplikasi praktis terapan di bidang perikanan dengan cara, pembekalan soft skill kepada beberapa masyarakat yang tergabung dalam sebuah usaha industri rumah tangga untuk dapat menerapkan teknik pengasapan ikan. Sementara itu mitra se’i ikan,  berperan dalam penyediaan lahan untuk bagi pemanfaatan mesin pengasap. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mesin pengasap telah  berfungsi dengan baik dan dapat dioperasikan oleh mitra tanpa hambatan yang berarti. Kata Kunci: se’i ikan; mesin pengasap; industri rumah tangga. ASBTRACTFish is a species in excellent consumer demand, including in Kupang City. One of the fish harvests in Kupang City is caught by catching them from the sea, which is relatively abundant. Apart from being directly sold for consumption, the fish caught by fishermen are also dried naturally with the salting process and the help of sunlight. Once dry, the fish can be stored and sold immediately. This condition raises problems, namely, the drying of fish is very dependent on natural conditions, and sometimes it spoils quickly due to a lack of drying process, causing the selling value and taste of the fish sold by these fishermen to fall. Apart from that, some process their catch using the smoking method. To produce quality smoked fish, knowledge of fish freshness theory is needed. It includes decreasing fish quality, handling it to maintain freshness, and assessing fish freshness subjectively (organoleptic) and objectively (laboratory). Furthermore, processing techniques start from selecting raw materials, smoked ingredients, supporting materials, smoking time and temperature, packaging, good storage, and following SNI smoked fish. They started their business in 2012 with a raw material fish requirement of around 40 kg/day, but the equipment used is still very traditional. This community service program tries to provide practical applications in fisheries by providing soft skills to several members of the home industry to apply fish-smoking techniques. Meanwhile, the fish se'i partners play a role in providing land for smoking machines. The activity results show that the smoking machine is functioning well and can be operated by partners without significant obstacles. Keywords: fish se'i; smoking machine; home industry