Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

FACTORS AFFECTING THE OCCURRENCE CARIES DENTAL ON ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN SD N PADANGSARI II BANYUMANIK SEMARANG Hermien Nugraheni; Tri Wiyatini; Maria Okta Afian
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No. 1 (2017)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Caries is the problems that were encountered in the field of dental health. Dental caries is an important issue for school student because it not only causes complaints of pain, but also spread the infection to other parts of the body resulting in declining productivity. This study aims to determine what factors are likely to influence the case of caries in elementary school student Padangsari II District Banyumanik 2016. Methods: This type of research used descriptive analysis with Cross sectional. Samples in this study were 50 students in grade 5 SDN Padasari II who have dental caries remains were taken with purposive sampling method. Collecting data in this study using clinical examination and the distribution of questionnaires. The questionnaire used in this study had previously been throughvalidity and reliability test conducted on 35 students of SDN Meteseh District Tembalang. Methods of analysis used data using statistical calculations using Linear Logistic Regression Test. Results: The results in the region Padangsari II showed that the Plaque Index value exp (B) = 5,667, behavioral factors (knowledge exp (B) = 3.000, Attitude exp (B) = 3.000, factors action exp (B) = 2,333, salivary hydration exp (B) = 1,520, salivary viscosity exp (B) = 1,500, salivary pH exp (B) = 1.222. OHIS exp (B) = 1.143, the factor of health care exp (B) = 0,667, heredity exp (B) = 0.667,environmental factors exp ( B) = 0.429. Conclusion: In this study it can be concluded that the plaque index is the biggestt factor in influencing the cavity on the case if community health centers in the region Padangsari II.Because it has the highest score is exp (B) = 5,667.
Pemberdayaan Pekerja Sosial “Sigi Bengi” sebagai Pendamping Masyarakat Menggosok Gigi Malam Hari Diyah Fatmasari; Ani Subekti; Hermien Nugraheni
Media Karya Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v5i2.37609

Abstract

Karies dan kebersihan gigi yang buruk dapat menyerang setiap orang, karena belum dibiasakan menggosok gigi dengan baik dan teratur minimal dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Selain itu, faktor makanan yang sering dikonsumsi juga dapat memicu percepatan pembentukan plak dan kalkulus pada gigi. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah agar kelompok masyarakat binaan dapat dan teratur melakukan gosok gigi yang benar pada malam hari, dengan kegiatan pendampingan oleh pekerja sosial masyarakat. Masyarakat sasaran yang perilaku menggosok giginya salah adalah masyarakat yang berdomisili di wilayah pinggiran kota Semarang yaitu Kecamatan Tembalang khususnya di Desa Meteseh dan Rowosari yang berada di wilayah kerja Puskesmas Rowosari. Di Puskesmas Rowosari sudah ada Gasurkes (Petugas Surveilans Kesehatan) yang bertugas memantau pencegahan Demam Berdarah dan Ibu Hamil. Kader lain di masyarakat adalah mereka yang dibantu oleh Dinas Sosial yang disebut Pekerja Sosial yang bertugas membantu pemerintah memantau segala sesuatu yang ada di masyarakat, termasuk kebutuhan kesehatan. Bersama Gasurkes yang sudah mengenal masyarakat di wilayah binaan Puskesmas Rowosari, para Pekerja Sosial ini diberdayakan dengan memberikan pelatihan agar dapat berperan dalam memantau perilaku menggosok gigi pada malam hari, dan memantau pola makan dengan kesehatan gigi. Hasil pemberdayaan pekerja sosial untuk pemantauan perilaku menggosok gigi pada malam hari, terlihat dari indikator kebersihan gigi dan mulut ibu yang sebelum pendampingan paling banyak ditemukan pada kategori kurang (64%), dan setelah pendampingan, yang mendominasi kategori baik (69%). Pada kelompok anak, sebelum dilakukan intervensi terdapat 68% anak yang memiliki kebersihan gigi dan mulut dalam kategori buruk, dan setelah dilakukan pendampingan, hasilnya berada pada kategori baik sebanyak 64%. Pendampingan Sigi Bengi oleh Pekerja Sosial meningkatkan kebersihan gigi dan mulut anak. Kata kunci: Gosok gigi, kebersihan gigi, pekerja sosial.
Penyuluhan Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan Kepada Remaja Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Tugu Semarang Lucky Restyanti Wahyu Utami; Aryadiva Nugrahaning Prayoga; Muhammad Fa'iq Rahmandinullah; Slamet Utomo; Rose Malinda Andamari Wahyu Utami; Hermien Nugraheni; Sukini Sukini
MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Juni : MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mengabdi.v2i3.583

Abstract

Electric cigarettes or what are often called vapes are a type of electronic nicotine delivery agent. In electric cigarettes what is inhaled does not come from dry tobacco leaves, but liquid. In some circles, it is said that electric cigarettes are considered safer than conventional cigarettes, apart from that, electric cigarettes are considered to be a technique for reducing smoking habits for users. The aim of the community service activities carried out for the teenagers of Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Tugu Semarang is to increase teenagers' knowledge of the dangers of electric cigarettes for health. Community service activities are carried out using the lecture method. Based on the community service activities that have been carried out, the results obtained are an increase in teenagers' knowledge of the dangers of electric cigarettes for health and the desire of teenagers who smoke to stop smoking.