Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Strategi Satuan Polisi Pamong Praja dalam Menegakkan Peraturan Daerah Tentang Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima dalam Ruang Lingkup Pusat Pemerintahan Kabupaten Tngerang (Studi Kasus Penegakan Perda Kabupaten Tangerang Nomor 8 Tahun 2015) Muchtar, Fadil Ramadhan Saputra; Hilman, Hilman; Rantau, Muhammad Ibrahim
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 5 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10525891

Abstract

Kegiatan Pedagang Kaki Lima memang memberikan peluang kerja baru bagi Masyarakat, namun sayangnya masiih banyak Pedagang Kaki Lima masih menjadi aktivitas liar yang tidak jarang berpengaruh buruk terhadap ketertiban Umum. Seperti halnya di lingkungan pemerintah Kabupaten Tangerang masih banyak Pedagang Kaki Lima yang tidak berjualan pada tempatnya, Untuk itu kegiatan Pedagang Kaki Lima ini di atur dan diberdayakan dalam Perda Kabupaten Tangerang no 8 Tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penegakan Perda No 8 Tahun 2015 yang dilakukan Satpol PP Kab. Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, data yang dihasilkan dari penelitian ini lewat wawancara dan observasi langsung. Hasil dari penelitian ini Satpol PP Kab. Tangerang terus berusaha menegakan peraturan tersebut dan memberdayakan Pedang Kaki Lima di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tangerang untuk menjaga ketertiban umum, kini aktivitas perdagangan sudah cukup berkurang namun Pemerintah Kabupaten Tangerang belum menemukan tempat untuk merelokasi PKL yang berjualan bukan pada tempat yang disediakan.
Penerapan Sistem Pelayanan Informasi Publik terhadap Kepuasan Masyarakat Kota Tangerang Sanjaya, Hani; Hilman, Hilman; Mayza, Thita Moralitha
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 8 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11107652

Abstract

This research analyzes the implementation of the public information service system at the Public Information and Documentation Center (PPID) of Tangerang City with the aim of enhancing public satisfaction. The method used is qualitative, supplemented with quantitative data through interviews, observations, and literature reviews. Data analysis techniques use the calculation of the Community Satisfaction Index (CSI) by using the weighted average value of each service element. The research findings indicate that the PPID of Tangerang City provides two channels for information requests: face-to-face and online through the website and email. The verification of requirements takes 3 working days, with information provided within 10 working days if the requirements are complete. The PPID of Tangerang City also improves accessibility with a disability-friendly website and Braille forms. The legal basis for the PPID of Tangerang City is the Public Information Disclosure Law No. 14 of 2008. Socialization is carried out through campus cooperation and Instagram but is limited to internal teams due to low information requests. The PPID of Tangerang City provides facilities and infrastructure in accordance with regulations and improves employee performance through training. This research provides an in-depth understanding of the implementation of the public information service system at the PPID of Tangerang City and serves as a basis for improvement to enhance public satisfaction.
The Effect Of Work Life Balance And Work Stress On Performance With Job Satisfaction As Intervening Variables At The Office Of Theministry Of Religion, Selatan Tapanuli Regency Hilman, Hilman; Ronny Edward, Yusuf; Faris, Salman
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 3 No. 5 (2022): September 2022
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v3i5.606

Abstract

This study aims to analyze the effect of work life balance and work stress on performance with job satisfaction as a moderating variable for employees at the Ministry of Religion Office of South Tapanuli Regency. The population in this study were 58 people. The technique used in sampling is purposive sampling. The data analysis tool uses SPSS. The results of the analysis show that Work Life Balance has a positive and significant effect on employee job satisfaction at the Office of the Ministry of Religion of South Tapanuli Regency. Job stress has a positive and significant effect on job satisfaction at the Office of the Ministry of Religion of South Tapanuli Regency. Work Life Balance has a positive but significant effect on performance at the Office of the Ministry of Religion of South Tapanuli Regency. Job stress has a positive and significant effect on performance at the Office of the Ministry of Religion of South Tapanuli Regency. Job satisfaction has a positive but not significant effect on performance at the Office of the Ministry of Religion of South Tapanuli Regency. The direct effect of Work Life Balance on performance is greater than the indirect effect of Work Life Balance on performance. The direct effect of work stress on performance is smaller than the indirect effect of work stress on performance.
Strategi Triple Helix dalam Inovasi Ekosistem Sertifikasi Halal UMKM di Kota Tangerang Hilman, Hilman; Aslamah, Afidah Nur
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 9 No 1 (2026): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v9i1.941

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak sertifikasi halal terhadap kinerja dan keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Tangerang dengan menitikberatkan pada kolaborasi Triple Helix antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pelaku UMKM serta pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi halal tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen dan pertumbuhan penjualan, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja baru serta penerapan praktik usaha berkelanjutan. Pemerintah berperan dalam memfasilitasi proses sertifikasi melalui biaya sertifikasi, pembinaan atau pendampingan, dan kerja sama dengan BPJPH serta LPPOM MUI Banten. Namun, penelitian ini juga menemukan hambatan berupa keterbatasan kuota, rendahnya literasi halal, serta kerumitan administrasi. Melalui kerangka Triple Helix, kolaborasi antar pemangku kepentingan terbukti relevan dalam membangun ekosistem halal yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, selaras dengan tujuan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Penelitian ini menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan agar sertifikasi halal dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Implementasi Dynamic Governance Program Kampung Tematik Tangerang: Studi Kasus Kampung Jimpitan Silawarti, Rifdah; Hilman, Hilman; Yus Firdaus, Muhammad
Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP)
Publisher : Laboratorium Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jmiap.v8i1.1351

Abstract

This research aims to understand the principles, challenges, and impacts of dynamic governance implementation on program sustainability. We used a descriptive qualitative method with a post-positivist paradigm. Data was collected through interviews, observation, and documentation from stakeholders, including the government, LPM, PKK, RT, and RW. Analyzed using the Miles and Huberman model and source triangulation. The results show Kampung Jimpitan's success in integrating visionary planning (Thinking Ahead) for long-term development, continuous evaluation and adaptation (Thinking Again) based on citizen input, and cross-sector collaboration (Thinking Across) with government, private entities, and inter-village comparative studies. Program implementation faces challenges including bureaucracy, fluctuations in community participation, and budget and time constraints. This implementation has an impact on improving community welfare through food security and economic empowerment, strengthening inclusive community leadership, and positioning Jimpitan Village as an inspiration for other thematic villages in realizing positive sustainable change.
Strategi Menciptakan Swasembada Pangan Melalui Program Desa Mandiri Pangan (DEMAPAN) di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Trisya Walza Rizkita; Irvan Arif Kurniawan; Hilman Hilman
MIMBAR ADMINISTRASI FISIP UNTAG Semarang Vol. 22 No. 2 (2025): Oktober : Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/mia.v22i2.3277

Abstract

The Indonesian government prioritizes food self-sufficiency to ensure food availability and affordability as a pillar of national stability. The Food Self Sufficient Village Program (DEMAPAN) was launched as an effort to achieve food self-sufficiency at the village level, with Sodong Village as the pilot project location in 2024. This study aims to analyze the strategies employed by the Agriculture and Food Security Department of Tangerang Regency in creating food self-sufficiency through the Food-Self-Reliant Village Program (DEMAPAN) in Sodong Village, as well as the challenges faced. The research method used is descriptive qualitative, involving observation, interviews, and documentation. This study employs Kooten's theory as cited in Salusu (2006). Program Strategy, and Institutional Strategy have been implemented optimally through synergy between the Department, Village Government, and community groups, successfully increasing farmers' income, access to nutritious food, and sustainable training. However, in the dimension of Resource Support Strategy, the results have not been optimal due to constraints such as labor shortages, declining member motivation, and issues related to fund and land management. Other challenges include limited budgets, expensive agricultural equipment, and unfavorable land conditions. To achieve optimal results, it is necessary to enhance resource support, provide continuous training, and pay special attention to motivation management and human resource development.
SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA PEMBELAJARAN DARING Hilman, Hilman
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.9009

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan dimana dengan adanya pandemik Covid 19, pembelajaran dilakukan dengan sistem daring, sementara guru belum memiliki pengalaman dalam penyusunan administrasi pembelajaran maupun pelaksanaan pembelajaran dengan sistem daring. Penelitian  ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dalam dua siklus yang dilakukan melalui tahapan pelatihan terkait pembelajaran dengan sistem daring kemudian dievaluasi dengan supervisi akademik yang dilakukan oleh Kepala Sekolah guna mengetahui peningkatan kompetensi profesional guru dalam pembelajaran dengan sistem daring. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti selaku Kepala SDN 1 Tanjung, peneliti mempunyai penilaian hasil supervisi akademik yang dilakukan guna meningkatkan kinerja guru sudah terbilang efektip. Hal ini dilakukan dengan beberapa tahapan, antara lain melaksanakan pelatihan guru mengenai penyusunan administrasi pembelajaran dan penyusunan bahan ajar pada pelaksanaan pembelajaran dengan sistem daring, dilanjutkan dengan pelaksanaan supervisi akademik berupa observasi pelaksanaan pembelajaran daring, hasil dari supervisi akademik berupa penilaian yang dilakukan oleh guru sudah cukup baik. Kendala yang terjadi adalah dimana sebagian besar peserta didik SDN 1 Tanjung terhambat dikarenakan kurangnya signal.
PENERAPAN TATA KELOLA CERDAS (SMART GOVERNANCE) PADA KELURAHAN SALEMBARAN JAYA DI KABUPATEN TANGERANG Rizky Putri Amelia Pribadi; Hilman Hilman; Eko Prasetyo
JIPAGS (Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies) Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JIPAGS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jipags.v9i2.28410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Smart Governance pada Kelurahan Salembaran Jaya di Kabupaten Tangerang dan tantangan apa saja dari adanya penerapan smart governance pada Kelurahan Salembaran Jaya. Penelitian ini menggunakan teori Giffinger (2007) dan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan identifikasi masalah, belum optimalnya pelayanan publik digital dan partisipasi masyarakat melalui website kelurahan. Website masih minim fitur layanan khusus, ketiadaan saluran aspirasi, dan kurangnya transparansi anggaran. Hal ini diperparah oleh rendahnya literasi digital masyarakat yang menyebabkan pelayanan masih banyak dilakukan secara manual. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kelurahan Salembaran Jaya telah meningkatkan partisipasi publik melalui platform digital, tetapi masih perlu ditingkatkan dengan menyediakan ruang diskusi pengambilan keputusan yang lebih mendalam. Selain itu, pelayanan publik secara online perlu ditingkatkan dalam pelayanan adminitrasi online melalui website, serta dari sisi transparansi tata kelola sudah cukup dalam membagikan informasi tentang Kelurahan Salembaran Jaya, namun perlu dioptimalkan dengan meningkatkan transparansi informasi anggaran.