Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analysis of Efficiency, Effectiveness of Land and Building Tax Revenue (PBB) and Its Contribution to Regional Original Revenue (PAD) of Mataram City in 2018-2022 Attin Zaetun Nisak; Masrun; Endang Astuti
West Science Business and Management Vol. 2 No. 04 (2024): West Science Business and Management
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsbm.v2i04.1529

Abstract

This research aims to determine and analyze the level of efficiency and effectiveness of Mataram City's land and building tax (PBB) revenue, as well as analyzing the contribution of land and building tax (PBB) to Mataram City's local revenue (PAD) in 2018-2022. The type of research used in this research is quantitative descriptive. The results of this research show that the efficiency of Mataram City's land and building tax (PBB) revenue shows a large efficiency ratio in the last 5 years, namely 2018-2022, which has an average ratio of 1.18% with very efficient criteria. The effectiveness of Mataram City's land and building tax (PBB) revenue shows that in the last 5 years, namely 2018-2022, the average effectiveness ratio of land and building tax (PBB) was 102.39% with very effective criteria. The contribution of land and building taxes (PBB) to Mataram City's original regional income (PAD) in the last 5 years 2018-2022 has an average ratio of 6.46% with the criteria of very little contribution.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Pengembangan Pariwisata Di Desa Wisata Gili Gde Kabupaten Lombok Barat Masrun; Abdul Manan; Wahyunadi
Jurnal Abdi Anjani Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v2i2.1388

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah membantu mengembangkan kemampuan masyarakat di desa wisata Gili Gde memberikan pengetahuan/ketrampilan, inovatif dan motivasi kepada masyarakat untuk mampu berusaha kompetitif, membantu masyarakat untuk dapat mengakses pasar dan mempersiapkan diri agar mampu menyesuikan dengan perubahan dan tantangan yang dihadapi. Metode pengabdian dalam bentuk pemberian ceramah, tanya jawab/diskusi serta adanya pembinaan oleh tim pengabdian. Hasil kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan sukses dimana para peserta selalu hadir dan aktif memberikan tanggapan positif pada saat pemberian materi. Setelah kegiatan diberikan, tim pengabdian terus melakukan pendampingan dan telah memberikan dampak kepada peserta berupa perubahan peningkatan dalam ketrampilan masyarakat dalam mengelola usahanya masing-masing. Walaupun begitu kegiatan ini tentu tidak membawa perubahan langsung secara signifikan terhadap usaha masyarakat setempat. Untuk itu, perlu adanya tindak lanjut berupa kegiatan pendampingan lainnya serta kegiatan pengabdian serupa dengan topik yang berbeda, sehingga diharapkan masyarakat memiliki kemampuan mengelolaan usahanya di desa wisata Gili Gde dapat terus meningkat.
Pengembangan Pariwisata Melalui Pemberdayaan UKM Di Kawasan Pesisir Pantai Cemara Lembar Kabupaten Lombok Barat Masrun; Titi Yuniarti; Akhmad Jufri; M. Firmansyah; Muhammad Alwi
Jurnal Abdi Anjani Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v4i1.2894

Abstract

Sumber daya pesisir memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian masyarakat, terutama di wilayah pesisir seperti Pantai Cemara, Lembar, Lombok Barat. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal karena masih lemahnya kapasitas kewirausahaan masyarakat dan minimnya pengelolaan usaha berbasis hasil laut. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UKM dalam mengelola, mengembangkan, dan memasarkan produk berbasis hasil laut secara profesional dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif melalui pelatihan, diskusi interaktif, serta pendampingan teknis. Materi pelatihan mencakup kewirausahaan dasar, manajemen usaha, strategi pemasaran, dan pemanfaatan teknologi sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas peserta, yang terlihat dari evaluasi kuantitatif sebelum dan sesudah pelatihan. Meskipun perubahan nilai kategori belum signifikan, namun antusiasme peserta yang tinggi dan keterlibatan aktif menunjukkan bahwa program ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan pesisir dan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pelatihan lanjutan, pendampingan usaha, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait
Pelatihan Dasar Manajemen Desa Wisata Hijau: Studi Kasus Desa Tegal Maja, Kabupaten Lombok Utara Rizal Kurniansah; Adhitya Bagus Singandaru; Masrun
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Banyuwangi (Jurnal Abdiwangi) Vol 3 No 1 (2025): Abdiwangi Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/abdiwangi.v3i1.2025.1-11

Abstract

Desa Tegal Maja, Kabupaten Lombok Utara, memiliki potensi alam, sosial, dan budaya yang besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata hijau berbasis keberlanjutan. Namun, keterbatasan infrastruktur, pemahaman masyarakat, serta lemahnya kapasitas manajerial menjadi hambatan dalam pengelolaan potensi tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan perangkat desa, melalui pelatihan dasar manajemen desa wisata. Program dilaksanakan selama tiga bulan (Mei–Juli 2025) dengan tiga tahapan utama, yaitu sosialisasi dan workshop edukasi, pelatihan manajemen desa wisata, serta pendampingan berkelanjutan. Metode partisipatif digunakan untuk memastikan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahap kegiatan. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta mengenai konsep desa wisata hijau berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test. Selain itu, tersusun buku panduan pengelolaan desa wisata hijau sebagai luaran strategis dan teridentifikasi sepuluh kader lokal sebagai calon pengelola wisata. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya integrasi aspek lingkungan, budaya, dan ekonomi dalam pengembangan wisata. Dengan demikian, program ini menjadi pijakan awal dalam mewujudkan Desa Tegal Maja sebagai destinasi wisata hijau yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan