Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Measurement model for national logistics cost of Indonesia Saragih, Nova Indah; Turnip, Peri
Journal Industrial Servicess Vol 10, No 2 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jiss.v10i2.27313

Abstract

National logistics costs are a crucial indicator for nations to monitor and evaluate the efficiency of their logistics activities. They also serve as an essential foundation for economic growth. A lack of data is the primary challenge in measuring national logistics costs. To accurately assess these costs, countries must have reliable statistics on transportation and inventory. Without such data, estimating logistics costs becomes highly challenging, and the results are often unreliable. This research aims to develop a national logistics cost model for Indonesia. The key contribution of this study is that it represents the first effort to create a logistics cost model specifically for Indonesia. The model is developed based on the frameworks used in the United States of America, the Republic of Korea, and South Africa, adjusted to fit the data available in Indonesia. It comprises three main components: transportation costs, inventory handling costs, and administrative costs. Transportation and inventory handling costs are modeled based on the approach used in the Republic of Korea, while administrative costs are based on the model from the United States of America. This study introduces 25 calculation scenarios, and based on the selected scenario, the average national logistics cost of Indonesia from 2004 to 2010 is found to be 27.94% of GDP.
PERANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN OBAT MENGGUNAKAN METODE PROBABILISTIC CONTINUOUS REVIEW SYSTEM DAN PERIODIC REVIEW SYSTEM UNTUK MEMINIMASI STOCKOUT DI INSTALASI FARMASI RSUD TOTO KABILA Mahmud, Rahmiyanti; Saragih, Nova Indah; Muttaqin, Prafajar Seksessanno
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v7i2.16305

Abstract

RSUD Toto Kabila memiliki layanan instalasi farmasi yang bertanggung jawab untuk melakukan pengelolaan persediaan bahan medis mulai dari proses perencanaan hingga pendistribusian. Namun, dalam melakukan persediaan Obat Instalasi Farmasi RSUD Toto Kabila mengalami kekosongan stok obat. Stockout tersebut disebabkan oleh Instalasi Farmasi belum memiliki kebijakan mengenai pemesanan ulang, ukuran pemesanan optimal, dan tingkat persediaan maksimum. Berdasarkan permasalahan tersebut, solusi yang diberikan yaitu melakukan perancangan sistem kebijakan persediaan obat menggunakan metode Probabilistic Continuous Review System dan Periodic Review System untuk meminimasi stockout pada Instalasi Farmasi RSUD Toto Kabila. Perancangan persediaan usulan menggunakan continuous review (s, S) akan menghasilkan kebijakan persediaan berupa titik pemesanan ulang dan tingkat persediaan maksimum, serta rancangan kebijakan persediaan usulan menggunakan periodic review (R, s, S) menghasilkan waktu interval review, titik pemesanan ulang dan tingkat persediaan maksimum. Usulan kebijakan persediaan menggunakan continuous review (s, S) dan periodic review (R, s, S) dapat meminimasi jumlah stockout obat yang awalnya berjumlah 349.406 unit menjadi 33.521 unit atau sebesar 90,4%.Kata Kunci:  Obat, Stockout, Continuous Review System, Periodic Review System
Perancangan Kebijakan Persediaan Bahan Medis Habis Pakai pada RS XYZ untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan Menggunakan Metode Periodic Joint Replenishment Fadhlullah Asmandha, Rafi; Artha Kusuma, Putu Giri; Indah Saragih, Nova
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Manajemen persediaan yang efektif sangat penting dalam industri barang konsumsi, termasuk sektor farmasi, karena berperan dalam meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Pada tahun 2022, RS XYZ mengalami kelebihan persediaan bahan medis habis pakai (BMHP), sehingga biaya persediaan jauh melebihi anggaran. Analisis mendalam menunjukkan bahwa masalah ini disebabkan oleh tiga faktor utama: sumber daya manusia, metode, dan informasi. Dari sisi sumber daya manusia, terjadi kesalahan dalam meramalkan kebutuhan berdasarkan pengalaman dan pemesanan barang yang sebenarnya masih tersedia. Metode pemesanan tradisional yang digunakan RS XYZ juga berkontribusi pada kelebihan persediaan, serta kurangnya sistem informasi yang mampu memantau kondisi persediaan secara real- time. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengusulkan penerapan metode periodic joint replenishment, yang memungkinkan pemesanan produk secara bersamaan untuk mengurangi biaya persediaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan waktu pemesanan, jumlah persediaan maksimum, dan cadangan pengaman guna meminimalkan total biaya persediaan BMHP di RS XYZ. Kata Kunci— Manajemen Persediaan, Bahan Medis Habis Pakai, Biaya Persediaan, Periodic Joint Replenishment .
PerancanganKebijakan Persediaan Tembakau Dengan Mempertimbangkan Masa Kadaluarsa dan Kapasitas Gudang Untuk Meningkatkan Service Level Pada PT XYZ Permatasari, Sekar Safitri; Saragih, Nova Indah; Novitasari, Nia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Tembakau merupakan komoditas penting dalamsektor pertanian Indonesia yang memberikan kontribusisignifikan terhadap perekonomian, terutama melalui industrihasil tembakau (IHT). PT XYZ, sebuah perusahaan yangbergerak dalam produksi rokok jenis Sigaret Kretek Tangan(SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM), menghadapitantangan dalam memenuhi permintaan pasar akibatpengelolaan persediaan tembakau yang kurang optimal. Salahsatu permasalahan utama adalah kedaluarsanya tembakauakibat penyimpanan yang tidak efisien dan keterbatasankapasitas gudang.Penelitian ini menggunakan pendekatan probabilistik multiitem untuk merancang kebijakan persediaan yang lebih efisien,dengan mempertimbangkan variabel-variabel penting sepertimasa kedaluarsa dan kapasitas gudang. Data yang dianalisismencakup permintaan, masa kedaluarsa, kapasitas gudang,serta biaya terkait, dari Januari hingga Desember 2023.Klasifikasi ABC digunakan untuk mengidentifikasi produkyang memerlukan perhatian lebih dalam pengelolaanpersediaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh produktembakau masuk dalam kategori A, yang membutuhkanpengelolaan intensif. Perhitungan menunjukkan bahwakebijakan persediaan yang baru dapat meningkatkan servicelevel perusahaan dari 35% menjadi 95%, sesuai dengan targetperusahaan. Selain itu, kebijakan baru ini juga diharapkandapat mengurangi biaya yang terkait dengan kekurangan stokdan kedaluarsa produk.Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnyapengelolaan persediaan yang responsif terhadap fluktuasipermintaan dan kapasitas penyimpanan. Rekomendasidiberikan agar PT XYZ terus mengevaluasi dan menyesuaikankebijakan persediaan mereka, serta memperhatikan faktoreksternal seperti perubahan harga cukai dan fluktuasi pasar. Kata kunci - Persediaan Tembakau, Masa Kedaluarsa,Kapasitas Gudang, Service Level, Probabilistik, KebijakanPersediaan.
Perancangan Sistem Pemilihan Vendor Transportasi Menggunakan Metode Ahp, Topsis Dan Saw Pada Cv Abc Marpaung , Ignatius Horas; Pambudi , Hardian Kokoh; Saragih, Nova Indah
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — CV ABC merupakan badan usaha yang bergerakdibidang jasa Logistik dan ekspedisi yang berfokus padapengiriman ke Medan. Berdasarkan hasil observasi diketahui CVABC melakukan subkontrak dalam memenuhi permintaanpelanggan. CV ABC saat ini memiliki 2 arah pengiriman yaituwilayah barat dan timur. Berdasarkan data pengiriman terdapat31 kegagalan pengirim 22 diantaranya merupakan pengiriman kewilayah timur. Sehingga dilakukan perancangan sistempendukung keputusan untuk memilih alternatif vendor terbaikdengan menggunakan metode AHP, TOPSIS, SAW. Terdapattotal 11 alternatif solusi pada CV ABC. Hasil dari perhitungandengan metode AHP merupakan bobot dimana kriteria denganbobot terbesar adalah ketersediaan armada dengan bobot.Terdapat 4 kriteria diantaranya kualitas pelayanan, biaya, lokasivendor, ketersediaan armada dan 8 subkriteria diantaranyakecepatan pengiriman, asuransi pengiriman, biaya pengiriman,biaya asuransi pengiriman, jarak vendor dengan pelanggan,kemudahan akses, jumlah armada yang dimiliki, varian armadayang dimiliki. Kriteria dengan nilai prioritas tertinggi yaituKetersediaan armada dengan bobot sebesar 0,324 dan subkriteriadengan nilai prioritas tertinggi yaitu jumlah armada yang dimilikidengan bobot sebesar 0,614. Alternatif solusi terbaik berdasarkankriteria dan subkriteria yang sudah ditentukan adalah Vendor 3dengan nilai preferensi sebesar 0,685. Setelah menemukan urutanvendor selanjutnya merancang sistem pendukung keputusandengan metode waterfall. Kata kunci— AHP, TOPSIS, SAW, Waterfall, jasa transportasi
Perancangan Kebijakan Persediaan Menggunakan Metode Continuous Review System Dan Periodic Review System Untuk Minimasi Overstock Pada CV XYZ Hardyanto, Muhammad Rafif; Sriwana, Iphov Kumala; Saragih, Nova Indah
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konveksi, yang memproduksi produk berupa tas, dengan sistem produksi Make to Stock (MTS). Perusahaan ini menghadapi masalah terkait kelebihan persediaan (overstock) yang meningkatkan biaya penyimpanan dan menurunkan kualitas produk akibat penyimpanan yang terlalu lama. Tidak adanya kebijakan persediaan yang jelas dan sistem klasifikasi material menjadi faktor utama yang menyebabkan permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem kebijakan persediaan menggunakan metode continuous review system (s, S) dan periodic review system (R, s, S) untuk meminimasi overstock pada CV XYZ. Metode continuous review (s, S) dan periodic review (R, s ,S) dipilih karena terbukti dapat menurunkan jumlah persediaan dan biaya yang terkait. Klasifikasi material akan dilakukan menggunakan metode analisis ABC, yang menghasilkan tiga kategori: Kategori A, yang akan dikelola menggunakan metode continuous review system (s, S), dan Kategori B serta C, yang akan dikelola menggunakan metode periodic review system (R, s, S). Perancangan kebijakan persediaan menggunakan continuous review system (s, S) akan menghasilkan titik pemesanan ulang, kuantitas pemesanan optimal, dan tingkat persediaan maksimum, sementara metode periodic review system (R, s, S) akan menentukan review interval, titik pemesanan ulang, dan tingkat persediaan maksimum. Usulan kebijakan persediaan menggunakan continuous review system (s, S) dan periodic review (R, s, S) berhasil menurunkan total persediaan material sebesar sebesar 57,9%, dari persediaan material awal sebesar 59.778 meter menjadi 25.164 meter dan penghematan biaya total persediaan sebesar Rp10.828.706. Kata kunci— Material, Overstock, Continuous Review System, Periodic Review System
Perancangan Sistem Jaringan Distribusi Untuk Lokasi Fasilitas Baru Dengan Gudang Transit Pada PT Central Pertiwi Bahari Putra, Irfan Wisnu Nadhif; Ardiansyah, Muhammad Nashir; Saragih, Nova Indah
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Biaya distribusi dari PT Central Pertiwi Bahari eksisting termasuk dalam kategori perusahaan dengan performansi distribusi tipikal. Kondisi perusahaan eksisting memiliki pabrik yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur, akan tetapi, konsumen yang dimiliki oleh perusahaan terpusat pada Jabodetabek. Perusahaan telah merencanakan perpindahan lokasi pabrik ke Kendal, Jawa Tengah, sehingga perusahaan memerlukan jaringan distribusi baru untuk lokasi pabrik baru, dengan kapasitas produksi yang berbeda. Distribusi barang jadi menjadi faktor penentu keberhasilan produk, karena distribusi merupakan aktivitas penyalur antara produsen dengan konsumen, kegagalan produk dalam proses distribusi sangat merugikan perusahaan. Jaringan distribusi adalah kelompok fasilitas penyimpanan dan sistem transportasi yang saling berhubungan, menerima inventaris produk dan mengirimkan ke pelanggan, untuk model inventaris perusahaan akan menggunakan gudang transit. akan melakukan optimasi model jaringan distribusi dengan gudang transit menggunakan dua metode yang berbeda, yaitu single objective linear programming (LP) dari Chopra, Meindl tahun 2016 dan mixed integer non-linear programming (MINLP) dari T. Paksoy tahun 2010 yang memiliki 3 fungsi tujuan. PT Central Pertiwi Bahari akan memiliki 3 pabrik, yang berlokasi di Lampung, Karawang, Kendal, dan pusat gudang distribusi sebanyak 3, berlokasi di ACL, Kendal, dan Surabaya. Fasilitas ini akan memenuhi konsumen yang berada di Sumatera, Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali.
Perancangan Kebijakan Persediaan Bahan Baku dengan Menggunakan Metode EOQ Multi-Item dan Lagrange Multiplier Untuk Meminimasi Biaya Persediaan Bahan Baku di PT XYZ Paripurna, Tirta Candra; Saragih, Nova Indah; Setyawan, Erlangga Bayu
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi alat kesehatan. Pada PT XYZ memiliki produk sharp box container atau tempat sampah medis tajam bagi Rumah Sakit dan pusat layanan Kesehatan lainnya. PT XYZ mengalami kendala pada persediaan seperti overstock yang disebabkan karena tidak memiliki ketetapan jumlah lot pemesanan pada pemesanan ulang. Hal ini dapat menyebabkan total biaya persediaan yang tinggi. Belum adanya kebijakan persediaan yang tetap menyebabkan pemesanan bahan baku yang berlebih. Selain itu, perusahaan terdapat kendala seperti keterbatasan biaya persediaan dan kapasitas gudang. Maka, perusahaan harus mengoptimalkan jumlah lot pemesanan agar meminimalkan biaya persediaan. Dalam mengatasi permasalah ini, dilakukan perancangan kebijakan persediaan bahan baku menggunakan model sistem persediaan multi-item seperti EOQ dan Lagrange Multiplier untuk menentukan pemesanan yang optimal dengan adanya keterbatasan biaya persediaan dan kapasitas gudang. Sehingga dari hasil rancangan didapatkan pemesanan optimal menggunakan metode EOQ Multi-Item adalah sebanyak 359 unit untuk outer, dengan total biaya persediaan yang didapatkan turun dari total biaya persediaan eksisting sebesar 81% dengan total biaya sebesar Rp 14.828.571. Sedangkan metode Lagrange Multiplier adalah sebanyak 404 unit untuk outer, dengan total biaya persediaan yang didapatkan turun dari total biaya persediaan eksisting sebesar 82% dengan total biaya sebesar Rp 13.929.416. Kata kunci- multi-item, EOQ, lagrange multiplier, overstock, meminimasi biaya persediaan
Perancangan Sistem Seleksi Supplier dan Alokasi Order dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP), Simple Additive Weighting (SAW), dan Multi Objective Linear Programming (MOLP) Aulia, Riefda Faizatul; Saragih, Nova Indah; Santosa, Budi
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Realita peralihan preferensi belanja tradisional ke belanja online berdampak terhadap demand pelanggan. Setelah memperluas pasarnya melalui media e-commerce, CV. XYZ mendapatkan permintaan pasokan dari beragam mitra baru dan menyebabkan perubahan permintaan yang mulanya stabil mengalami lonjakan signifikan. Dalam menanggapi peningkatan, perusahaan belum melakukan pemenuhan dengan maksimal, tercermin dalam rata-rata permintaan konsumen yang tidak berhasil dipenuhi dalam enam bulan adalah 5% sedangkan batas maksimum persentase tidak terpenuhi untuk menghindari kerugian perusahaan adalah 2%, hal tersebut disebabkan oleh perencanaan pengadaan yang kurang optimal. Untuk mengatasi masalah dirancang sistem seleksi supplier dan alokasi order untuk membantu manajemen dalam mrencanakan pengadaan dengan optimal, metode yang digunakan adalah AHP dalam menentukan bobot kepentingan, SAW dalam mengevaluasi kinerja supplier, dan MOLP dalam mengalokasikan order untuk memperkirakan kombinasi supplier yang dapat meminimasi persentase permintaan tidak terpenuhi. Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa perencanaan sistem dapat menghasilkan kombinasi alokasi dengan persentase permintaan tidak terpenuhi sebesar 1.44%, lebih baik dari keadaan eksisting dan dapat memenuhi target.Kata Kunci-Seleksi Supplier dan Alokasi Order, AHP, SAW, MOLP
Perancangan Usulan Sistem Monitoring Pengukuran Kinerja Produksi Komponen Pesawat A350 Menggunakan Model Bsc-Scor Pada Pt Dirgantara Indonesia Olga, Fidiana Tri; Sriwana, Iphov Kumala; Saragih, Nova Indah
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Dirgantara Indonesia merupakanperusahaan yang focus pada sektor industry penerbangan.Salah satu hasil produksi dari PT. Dirgantara Indonesia adalahkomponen untuk pesawat airbus A350. Berdasarkan data daripabrik PT Dirgantara Indonesia tingkat produksi masih beradadi bawah target pengiriman yang telah ditetapkan sebelumnya.Dalam hal ini, pabrik PT Dirgantara Indonesia belummempunyai tolak ukur dalam melakukan evaluasi kinerjarantai pasok perusahaan yang menyebabkan konsep SupplyChain belum dilaksanakan dengan maksimal. Supply ChainOperation Reference (SCOR) digunakan dalam mengukurperformansi pada suatu perusahaan. Tools dibutuhkan padapenerapannya agar Key Performance Indeks (KPI)diidentifikasi dan kemudian dikombinasikan dengan metodeAnalytical Hierarchy Process (AHP) dalam menentukan sertamemutuskan prioritas indikator-indikator yang harusdiperbaiki di masa mendatang. Selanjutnya yaitu perancangansistem monitoring yang dipakai dalam memverifikasi semuaproses sudah berdasarkan perencanaan. Dari hasilpengumpulan dan pengolahan data yang sudah dilakukan,didapatkan 11 KPI perspektif BSC pengukuran kinerja rantaipasok pada aktivitas produksi pabrik PT Dirgantara Indonesia.Rancangan sistem pengukuran kinerja yang sudah dilakukandalam penelitian ini menggunakan aplikasi Microsoft excel.Hasil analisis korelasi antara sistem monitoring denganefektivitas proses produksi dapat disumpilkan bahwa hubunganantara kedua variabel tersebut signifikan yang kuat. Kata kunci— SCOR, KPI, PT. Dirgantara, BSC.