Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pelatihan AI Based Education untuk Pemberdayaan Guru SMAN 1 Kabupaten Blora Lusia Maryani Silitonga; Sri Suciati
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 2 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i2.19080

Abstract

Dalam era digital yang berkembang pesat, integrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan menjadi sangat penting. SMA Negeri 1 Blora telah memelopori program pelatihan Pendidikan Berbasis AI yang bertujuan untuk memberdayakan guru dengan keterampilan dan literasi AI yang diperlukan untuk mendorong metodologi pengajaran yang inovatif. Program ini, yang secara strategis didukung oleh infrastruktur sekolah yang kuat, bertujuan meningkatkan pengalaman pendidikan melalui adopsi alat teknologi baru dan kurikulum integratif. Meskipun terdapat tantangan dalam adopsi teknologi karena beragamnya tingkat kesiapan di antara pendidik, program ini telah menunjukkan kemajuan substansial dalam meningkatkan penerimaan dan aplikasi teknik pembelajaran berbasis AI oleh guru. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 1 Blora tetapi juga berkontribusi pada pengembangan masyarakat dengan menyediakan akses ke pendidikan berkualitas tinggi yang canggih secara teknologi. Keberhasilan berkelanjutan dari program ini didukung oleh pelatihan berkelanjutan, pengembangan komunitas belajar, dan bimbingan terus menerus, memastikan adaptabilitas jangka panjang terhadap inovasi pendidikan. 
Guru Perempuan dalam Pemberitaan Media Daring: Studi Kasus Melani Miryam Wamea Happy Dwi Prihartanti; Sri Suciati; Nazla Maharani Umaya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35941

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi guru perempuan dalam pemberitaan media daring terkait kematian Melani Miryam Wamea di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Peristiwa tersebut memperoleh perhatian luas media dan memunculkan beragam narasi mengenai konflik, keamanan, serta pengabdian guru di wilayah dengan situasi sosial yang rentan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Analisis Wacana Kritis perspektif Sara Mills, yang menitikberatkan pada penelusuran posisi subjek dan objek dalam teks serta konstruksi posisi pembaca. Data penelitian berupa sejumlah teks berita daring nasional dan lokal yang diterbitkan pada Oktober 2025 dan dianalisis melalui struktur narasi, pemilihan narasumber, serta penggunaan bahasa dalam pemberitaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media cenderung menempatkan aparat negara dan pejabat publik sebagai subjek dominan dalam wacana, sementara guru perempuan direpresentasikan sebagai objek pemberitaan. Melani Miryam Wamea lebih banyak ditampilkan sebagai korban dan simbol pengabdian, tanpa ruang yang memadai bagi suara dan pengalaman personalnya. Selain itu, pembaca dikonstruksi untuk menerima narasi resmi dan merespons peristiwa secara simpatik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberitaan media daring belum sepenuhnya menghadirkan perspektif yang berimbang dalam merepresentasikan guru perempuan dan konteks struktural di wilayah konflik.
ANALISIS GENDER DAN HUKUM TERHADAP KONSTRUKSI GURU PEREMPUAN SEBAGAI PELAKU ASUSILA DENGAN KORBAN ANAK LAKI-LAKI DALAM KOMENTAR NETIZEN YOUTUBE: STUDI KASUS DI KABUPATEN GROBOGAN Endang Astuti; Sri Suciati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10736

Abstract

Cases of sexual misconduct involving female teachers and male child victims in Grobogan Regency have attracted widespread public attention, particularly through news coverage on YouTube that has generated extensive netizen commentary. This study aims to examine how gender and legal constructions are produced in netizens’ comments regarding female teachers as perpetrators and male children as victims. Employing a qualitative approach, this research applies critical discourse analysis and digital netnography. The analysis focuses on representations of perpetrators and victims, gender bias, power relations, and legal interpretations embedded in digital public discourse. The findings reveal that netizen comments tend to reproduce gender-based stigmatization toward female teachers through moral labeling, social judgment, and the neglect of the presumption of innocence. Meanwhile, male child victims are not consistently positioned as vulnerable subjects but are often framed within ambiguous narratives that diminish the seriousness of sexual violence. Keywords: gender, law, netizen comments