Mellisa Mellisa
Biology Education Study Program, Faculty Of Teacher Training And Education, Universitas Islam Riau, Jl. Kaharuddin Nst No.113, Simpang Tiga, Kec. Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau 28284

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Kendala Guru dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Wantiana, Ira; Mellisa, Mellisa
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i3.5149

Abstract

Kurikulum merdeka ialah kurikulum dengan pembelajaran intrakulikuler yang beragam. Kurikulum merdeka dirancang lebih sederhana dan fleksibel untuk memudahkan guru dan siswa. Dalam pelaksanaannya, pemerintah memberi wewenang dan tanggungjawab penuh ke masing-masing sekolah untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan kultur masing-masing sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kendala apa saja yang di alami guru dalam penerapan kurikulum merdeka sehingga sekolah penelitian dapat menentukan langkah yang tepat untuk menyelesaikan kendala-kendala yang dialami guru dalam penerapan kurikulum merdeka.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan kajian pustaka dari jurnal yang memuat tentang kurikulum merdeka. Analisis data menggunakan model Miles yang memiliki tiga langkah yakni, 1) pengumpulan data, 2) verifikasi data, dan 3) kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa kendala yang dirasakan guru dalam menerapkan kurikulum merdeka diantaranya yaitu kurangnya sosialisai pemerintah tentang kurikulum merdeka, kurangnya persiapan guru untuk beralih ke kurikulum merdeka dan sumber belajar masih terpaku pada buku teks dan buku panduan saja
Preliminary Research : Tahapan Analisis Kebutuhan dalam Pengembangan Media Video Animasi Sub Materi Makhluk Hidup Beraneka Ragam Kelas VII SMP/MTs Kota Pekanbaru Mellisa, Mellisa; Anthonia, Salshadilla
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 1 (2024): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v12i1.13397

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian analisis data awal kebutuhan guru dan peserta didik terhadap media pembelajaran. Tujuan penelitian ini ialah untuk menentukan kebutuhan pengembangan media video animasi bagi guru dan peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei deskriptif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar wawancara, kuesioner dan dokumentasi beserta dokumen-dokumen jurnal yang relevan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling dengan jumlah 32 orang peserta didik dan 1 guru IPA. Hasil penelitian ini mendapatkan skor akhir senilai 61,16% dalam kategori “Tinggi” untuk angket peserta didik dan skor akhir senilai 71,4%  dalam kategori “Tinggi” untuk angket guru. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru dan peserta didik membutuhkan media video animasi untuk pembelajaran. 
Development of biology module on tissue culture material Dewi, Kumala; Mellisa, Mellisa
JURNAL ATRIUM PENDIDIKAN BIOLOGI Vol 8, No 2 (2023): Atrium Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/apb.v8i2.14995

Abstract

This study aims to produce modules on tissue culture material, which are valid. This research has three stages; analysis, design, and development. The instruments used were validation sheets and response questionnaires. The sampling technique is random. Retrieval of data using validation sheets and questionnaires. Data were analyzed using the scale method with a Likert modification. The validation results get an average of 87% (very valid). This module was well received by students in three schools with an average of 79.75% (good). Thus, the average percentage of all validators is 87.50% (very valid), and it is stated that the learning media developed are very valid.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Modul Hidroponik Berbasis Hasil Penelitian Mellisa, Mellisa; Hajar, Ibnu; Herlina, Sari; Pebriani, Pebriani; Anthonia, Salshadilla
Perspektif Pendidikan dan Keguruan Vol 15 No 1 (2024): Perspektif Pendidikan dan Keguruan Vol 15 No 1 April 2024
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/perspektif.2024.vol15(1).14974

Abstract

Teaching materials encompass all systematically organized content used in the learning process with the aim of illustrating the competencies that learners will acquire, including modules. The purpose of this research is to describe the results of the analysis of students' needs for teaching materials in the form of hydroponic modules based on research findings. The population in this study consists of students who have taken hydroponics courses. Sampling is done through simple random sampling, involving 31 students as research subjects. This descriptive research aims to determine the needs for the development of research-based module materials for hydroponics learning and to provide more optimal learning facilities. Research instruments include questionnaires for the needs of both teachers and students, observations, interviews, and documentation. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis. Based on the research results, it can be concluded that students and teachers have a need for teaching materials that can broaden and enhance their understanding, and can be studied independently by students, especially in the form of research-based modules. This research is essentially an initial stage in the process of developing teaching materials in the form of modules based on research findings.
Development of Reading, Questioning, and Answering (RQA)-Based Modules in Biology Nurvia, Indah Wahyu; Mellisa, Mellisa
Journal Of Biology Education Research (JBER) Vol 4, No 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55215/jber.v4i2.8805

Abstract

The model of 21st century learning applies creativity, critical thinking, cooperation, problem solving, communication, community and character skills. Learning media is a supporting tool in the teaching and learning process, learning media is designed to attract or stimulate student interest and make it easier for students to understand the material. One solution that can be implemented is to develop a learning module based on Reading, Questioning, and Answering (RQA). Based on this, this research aims to find out how valid and practical the RQA-based module is. This research method is Research and Development model used is ADDIE. The research results show that the RQA-based module learning media is suitable for use. It can be concluded that learning media is used effectively and efficiently in the learning process.
Model Online Problem Based Learning (e-PBL) Terintegrasi Etnoekologi untuk Meningkatkan Literasi Lingkungan Mahasiswa Pendidikan Biologi Yeyendra, Yeyendra; Mellisa, Mellisa; Hajar, Ibnu; Puspitasari, Sandra; Santika, Rosi
Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Asatiza: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/asatiza.v5i1.1690

Abstract

The implementation of the problem based learning (PBL) model in online learning or what is abbreviated as e-PBL is an alternative model that can be used during learning to improve and maintain the quality of online learning. This research aims to determine the effect of implementing the ethnoecological integrated Online Problem Based Learning (e-PBL) learning model to increase the environmental literacy of biology education students. The method used is Quasi-Experimental Design using Non-equivalent. The research subjects were students of the Biology Education Study Program, FKIP, Riau Islamic University. Data analysis was carried out using the MSELS (Middle School Environmental Literacy Survey) questionnaire which was adapted based on the scientific integration applied. The research results show that the independent sample t test value has a Sig value. (2-tailed) <0.05 between experimental and control classes. In conclusion, the ethnoecological integrated e-PBL learning model influences the environmental literacy abilities of biology education students.
Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Biologi Berbasis E-Learning Di Tengah Wabah Covid-19 Mellisa Mellisa; Dita Safitri
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 11, No 2 (2022): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v11i2.64444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran biologi di tengah wabah Covid-19 di SMA Negeri 1 Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar Tahun Ajaran 2020/2021, berjumlah 73 orang siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, wawancara, lembar observasi dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 siswa, diambil dari semua siswa kelas XI IPA. Angket yang disebarkan terdiri dari 25 item pernyataan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat Persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran biologi berbasis E-learning di tengah wabah Covid-19 di SMA Negeri 1 Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar Tahun Ajaran 2020/2021 memberikan respon positif yang memperoleh nilai rata-rata sebesar 61,36%, termasuk dalam kategori baik. Pada sub indikator tertinggi media pembelajaran termasuk kategori baik dengan persentase 71,37%, banyak siswa dapat menguasai aplikasi pembelajaran dengan baik. Sedangkan sub indikator terendah pada sub indikator materi ajar yang berada pada kategori cukup dengan persentase 54,41%, banyak siswa kesulitan dalam memahami materi, kurang maksimal untuk menguasai materinya dikarenakan pembelajaran secara daring.
Psychometric Properties of the Course Interest Survey (CIS) : A Confirmatory Factor Analysis Nurkhairo Hidayati; Mellisa Mellisa; Leni Armayati; Rini Dwi Lestari; Lala Oktaviani
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 10, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v10i4.13420

Abstract

This study aims to evaluate the psychometric properties of the Indonesian version of the CIS using Confirmatory Factor Analysis (CFA). This research used an analytical approach and psychometric methods. Participants comprised 112 high school students aged 15 to 17 in Pekanbaru, Indonesia. CIS consists of 34 statement items with four subscales: attention, relevance, confidence, and satisfaction. Data analysis in Confirmatory Factor Analysis was carried out through Mplus  8.11 and SmartPLS. The results showed that CIS performed well on all psychometric indicators: CFI, TLI, RMSEA, outer loading, and AVE. The RMSEA value is 0.107 > 0.08, the CFI value is 0.710 < 0.90, the TLI value is 0.689 < 0.90, and the SRMR value is 0.098 > 0.08. All items and subscales in the motivation variable are valid with outer loading item values > 0.7 and AVE values > 0.5. Based on CFI and TLI, the CIS model is a good fit and can be accepted. Furthermore, the four dimensions or subscales of the CIS—namely, attention, relevance, confidence, and satisfaction—demonstrate adequate psychometric properties. Based on the findings of this study, it can be concluded that the Indonesian version of the CIS is a valid, reliable, and robust instrument for assessing motivation. The implication of this research is that educators can assess student motivation using the CIS instrument because it has been proven to be able to measure elements of motivation.