Articles
Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Biologi Daring dan Tatap Muka Terbatas Di SMAN 2 Pekanbaru
Gusniati Gusniati;
Mellisa Mellisa
Perspektif Pendidikan dan Keguruan Vol 13 No 2 (2022): Perspektif Pendidikan dan Keguruan Vol 13 No 2 Oktober 2022
Publisher : UIR Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25299/perspektif.2022.vol13(2).10354
This study aims to determine students’ perceptions of the implementation of limited online and face to face biology learning during the Covid-19 Pandemic Class XI IPA SMAN 2 Pekanbaru in the 2021/2022 Academic Year, totaling 75 students. This research a quantitative research. The method used in this study is a survey method. Data was collected using questionnaire distributed consisted of 38 online learning statement items and 38 limited face to face learning statements. Based on the research result, it can be seen that students’ perceptions of the implementation of online biology learning are categorized as good with an average of 73,02% and student’ perceptions of limited face to face biologi learning are categorized as good with an average of 79,01%. Where of the two variable, limited face to face biology learninf has an average of 79,01% higher than online biology learning 73,02%. Students still have difficulty understanding online learning.
Pelatihan Model Active Learning dan Cooperative Learning di SMPN 34 Pekanbaru
Sri Amnah;
Laili Rahmi;
Mellisa
Community Education Engagement Journal Vol. 3 No. 2 (2022): April
Publisher : UIR Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25299/ceej.v3i02.9129
Tujuan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah memberikan pengetahuan, pemahaman, dan melatih keterampilan pada guru-guru tentang model-model pembelajaran aktif yang sesuai Kurikulum 2013. Pelatihan ini berkaitan tentang bagaimana cara penerapkan model-model pembelajaran aktif seperti pembelajaran kooperatif yang disimulsikan dalam proses pembelajaran di kelas Kegiatan ini di laksanakan di SMP Negeri 34 Pekanbaru Provinsi Riau. Melalui strategi pembelajaran aktif di dalam pembelajaran merupakan teknik atau cara alternatif untuk mentrasformasikan konsep materi pembelajaran kepada peserta didik. Metode pelatihan ini dilakukan dengan metode pembelajaran pengalaman (experiential learning). Melalui kegiatan pembelajaran yang terencana dengan tepat nantinya akan berdampak kepada minat dan motivasi siswa serta mampu meningkatkan kualitas hasil belajar seperti yang diharapkan.
Self Assessment Terhadap Instrumen yang Digunakan Guru dalam Mengases Siswa
Nurkhairo Hidayati;
Yelfira Sari;
Mellisa Mellisa;
Nilam Cahaya
Community Education Engagement Journal Vol. 4 No. 1 (2022): October
Publisher : UIR Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25299/ceej.v4i1.10505
Pemahaman guru-guru selama ini tentang berbagai instrumen penilaian perlu dikaji melalui self assessment terhadap instrumen penilaian yang selama ini mereka gunakan. Untuk membantu dalam penyelesaian masalah asesmen dalam proses pembelajaran di SMPN 1 kuok dilakukan melalui FGD dan penyampaian informasi. Sasaran kegiatan adalah guru-guru di SMPN 1 Kuok. Peserta kegiatan yang hadir berjumlah 13 orang guru dan Kepala Sekolah. Waktu pelaksanaan kegiatan pada hari Sabtu/03 September 2022. Instrumen yang digunakan adalah angket. Indikator yang dilihat terdiri dari adanya kriteria penilaian yang jelas, kemampuan menentukan bentuk, prosedur, dan alat penilaian, adanya tugas dan aktivitas sebagai bukti pembelajaran yang jelas, adanya tindak lanjut dari hasil penilaian. Hasil self assessment menunjukkan indikator yang memiliki persentase tertinggi adalah adanya kriteria penilaian yang jelas (82.05%) dan indikator kemampuan menentukan bentuk, prosedur, dan alat penilaian juga memiliki persentase 82.05%. Indikator lainnya yaitu adanya tugas dan aktivitas sebagai bukti pembelajaran yang jelas dan adanya tindak lanjut dari hasil penilaian memperoleh persentase secara berurutan sebesar 68.38 dan 66.67. Selama kegiatan pengabdian masyarakat guru-guru menyimak penjelasan materi yang disampaikan. Berdasarkan kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa guru telah mampu memahami asesmen namun dalam pelaksanaannya masih perlu ditingkatkan.
Pelatihan Model Active Learning dan Cooperative Learning di SMPN 34 Pekanbaru
Sri Amnah;
Mellisa;
Laili Rahmi
Community Education Engagement Journal Vol. 4 No. 1 (2022): October
Publisher : UIR Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25299/ceej.v4i1.10648
Tujuan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah memberikan pengetahuan, pemahaman, dan melatih keterampilan pada guru-guru tentang model-model pembelajaran aktif yang sesuai Kurikulum 2013. Pelatihan ini berkaitan tentang bagaimana cara penerapkan model-model pembelajaran aktif seperti pembelajaran kooperatif yang disimulsikan dalam proses pembelajaran di kelas Kegiatan ini di laksanakan di SMP Negeri 34 Pekanbaru Provinsi Riau. Melalui strategi pembelajaran aktif di dalam pembelajaran merupakan teknik atau cara alternatif untuk mentrasformasikan konsep materi pembelajaran kepada peserta didik. Metode pelatihan ini dilakukan dengan metode pembelajaran pengalaman (experiential learning). Melalui kegiatan pembelajaran yang terencana dengan tepat nantinya akan berdampak kepada minat dan motivasi siswa serta mampu meningkatkan kualitas hasil belajar seperti yang diharapkan.
Pelatihan Hidroponik Sistem Sederhana Pada Skala Rumah Tangga di Desa Kubang Jaya
Mellisa;
Fitriyeni;
Nurkhairo Hidayati;
Imania;
Salshadilla Anthonia
Community Education Engagement Journal Vol. 4 No. 1 (2022): October
Publisher : UIR Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25299/ceej.v4i1.10652
Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan mengembangkan kemampuan masyarakat terhadap pelatihan hidroponik sistem sederhana. Sasaran pada kegiatan pengabdian ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang berada di Desa Kubang Jaya. Berdasarkan hasil observasi Desa Kubang Jaya merupakan salah satu desa yang padat penduduk, sehingga masyarakat memiliki perkarangan atau halaman yang tidak begitu luas dan juga belum ada masyarakat yang menerapkan penanaman secara hidroponik sederhana. Oleh karena itu, pelaksanaan pengabdian masyarakat untuk pelatihan hidroponik sistem sederhana ini perlu dilakukan. Kegiatan pengabdian ini berbentuk pelatihan hidroponik sederhana pada skala rumah tangga. Kegiatan pengabdian ini meliputi: pemberian materi dengan metode ceramah dan Tanya jawab, praktek pembuatan media hidroponik dan budidaya tanaman secara hidroponik. Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan tiga tahap, yaitu : pertama adalah tahap perencanaan kegiatan dengan mengundang masyarakat di Desa Kubang Jaya, lalu tahap kedua adalah penyampaian materi dan tanyajawab atau umpan balik dari masyarakat untuk melihat tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang sistem hidroponik, yang terakhir adalah melakukan praktek pembuatan media tanam dengan sistem hidroponik sederhana dan melakukan budidaya tanaman pakcoy menggunakan media tanam sistem hidroponik sederhana.
DEVELOPMENT OF LEARNING MEDIA BASED ON FOCUSKY APPLICATIONS ON THE STRUCTURE AND FUNCTIONS OF PLANT TISSUE
Winda Sari Angliani;
M Mellisa
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jpp.v10i2.32860
This study aims to produce a Focusky application-based learning media on the material structure and function of valid plant tissues. This research uses the Research and Development (R&D) method and the ADDIE model. Data were obtained by validating learning media to media experts, material experts, and teachers and looking at student response questionnaires to the media developed by conducting limited validity trials. The validation results by media experts showed an average of 92.5% (very valid). The results of material expert validation get an average of 93.33% (very valid). The validation results by three teachers who teach Biology subjects get an average of 96% (very valid). The students' responses from the three schools averaged 93.9% (very good). Based on the validation results from experts, biology teachers, and student responses, it was found that the learning media product based on the Focusky application on the material structure and function of plant tissue was categorized as very valid for use in learning.
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas XII IPA SMA Negeri 9 Mandau Duri Pada Materi Reproduksi Sel
mellisa;
Ifatrizah
Biology and Education Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Biology and Education Journal
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (830.629 KB)
|
DOI: 10.25299/baej.2022.11064
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui kesulitan belajar siswa pada materi reproduksi sel dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik penentuan sampel adalah menggunakan teknik sampling jenuh. Sampel penelitian adalah 3 kelas yaitu kelas XII IPA1, XII IPA2, dan XII IPA3 yang berjumlah 100 orang siswa. Data kesulitan belajar siswa diperoleh melalui hasil angket, wawancara guru dan siswa, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan rata-rata kesulitan belajar siswa pada materi reproduksi sel melalui angket adalah 69,10% termasuk dalam kategori tinggi. Kesulitan belajar siswa yaitu pada indikator menjelaskan definisi dari reproduksi sel dengan persentase 63, 46% termasuk dalam kategori rendah. Indikator menjelaskan macam-macam reproduksi sel dengan persentase 66, 14% termasuk dalam kategori rendah. Indikator menjelaskan tahap-tahap dan ciri penting mitosis dengan persentase 72, 11% termasuk dalam kategori tinggi. Indikator menjelaskan tahap-tahap dan ciri penting meiosis dengan persentase 69, 8% termasuk dalam kategori tinggi, dan Indikator memahami tahapan mitosis melalui kegiatan dengan persentase 74% termasuk dalam kategori tinggi.
Pengembangan E-Modul Berbasis Canva Pada Materi Pencemaran Lingkungan Di Kelas VII SMPN Pekanbaru
Mellisa Mellisa;
Imania Imania
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7696
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran menggunakan aplikasi canva pada materi Pencemaran Lingkungan yang valid. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE memiliki tiga tahapan yaitu Analisis (Analyzis), Perancangan (Design). dan Pengembangan (Development). Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah berupa lembar validasi dan angket respon peserta didik yang sudah divalidasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Data diperoleh dengan melakukan validasi media pembelajaran kepada ahli materi, ahli media, dan guru, serta melihat respon peserta didik terhadap media yang dikembangkan dengan melakukan uji coba kevalidan terbatas. Analisis data secara deskripsi kuantitatif. Hasil validasi ahli materi menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sangat valid dengan persentase rata-rata 96%. Hasil validasi ahli media menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sangat valid dengan persentase rata-rata 100%. Hasil validasi oleh tiga orang guru ipa yang mengajar mata pencemaran lingkungan menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sangat valid digunakan dalam proses pembelajaran dengan rata-rata persentase 95,55%. Media pembelajaran yang dikembangkan ini mendapat tanggapan yang baik sekali oleh peserta didik pada tiga sekolah dengan rata-rata persentase sebesar 94,40%. Berdasarkan hasil validasi dari para ahli, guru ipa, dan respon peserta didik diperoleh produk media pembelajaran menggunakan aplikasi canva pada materi pencemaran lingkungan dengan kategori sangat valid digunakan dalam pembelajaran.
Developing a video-animated learning media of the human skeletal system using Powtoon
M. Mellisa;
Chairun Nissa;
Delma Saputri
Research and Development in Education (RaDEn) Vol. 3 No. 1 (2023): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/raden.v3i1.23315
One is that audio-visual media can help students think creatively and find their understanding in mastering the material being taught, namely animated videos. An Animated video is a video that contains a movement of objects that are designed to be attractive with a specific purpose. This study aims to produce appropriate animated video learning media on human movement system material for class XI SMA Pekanbaru students. This study uses the ADDIE development model which consists of the stages of analysis, planning, development, implementation, and evaluation, and this research only reaches the development stage. Determination of the sample using a random sampling technique, and the number of samples is 10 students from each school. The data obtained in the development of this animated video media was by validating the material, media, and teachers, as well as looking at student responses to the media which was developed using student response questionnaires. The data analysis technique used the scale method with a Likert modification. The results of the validation by experts were in the Very Valid category and received very good responses from students. Based on the results of the validation and student responses, it can be seen that the validity level is very valid and it can be stated that the animated video learning media developed is very valid for use in learning. In addition, this animated video learning media still needs to be continued to the implementation and evaluation stages.
Analisis Kesulitan Pembelajaran Biologi Pada Masa Pandemi Covid-19 Secara Daring Pada Materi Sistem Ekskresi di SMAN 2 Pekanbaru
Tasya Reza Purwanto;
Mellisa Mellisa
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 10, No 3 (2022): JURNAL BIOTERDIDIK
Publisher : Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This research is descriptive research using a quantitative approach that aims to determine the level of difficulty of learning biology during the Covid-19 pandemic online. The data collection techniques used are observation, questionnaire, interview, and documentation. The population in this study was 100 students from class XI MIPA SMA Negeri 2 which was taken based on proportionate stratified random sampling. Based on the results of the study, it shows that students of high-level academic students have difficulty learning biology in the excretion system material with a high level of learning difficulty of 82.38%. Moderate-level academic students have difficulty learning the material biology of the excretory system with a high level of learning difficulty of 75.12%. And low-level academic students have difficulty learning the material biology of the excretory system with a moderate learning difficulty of 62.04%. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan pembelajaran biologi masa pandemi Covid-19. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 100 siswa dari kelas XI MIPA SMA Negeri 2 yang diambil berdasarkan propotionate startified random sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa akademik tingkat tinggi memiliki kesulitan pembelajaran biologi materi sistem ekskresi dengan tingkat kesulitan pembelajaran yang tinggi sebesar 82,38%. Siswa akademik tingkat sedang memiliki kesulitan pembelajaran biologi materi sistem ekskresi dengan tingkat kesulitan pembelajaran yang tinggi sebesar 75,12%. Dan siswa akademik tingkat rendah memiliki kesulitan pembelajaran biologi materi sistem ekskresi dengan tingkat kesulitan pembelajaran yang sedang sebesar 62,04%. Kata kunci: daring, kesulitan belajar, sistem ekskresi DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v10.i3.26290