Claim Missing Document
Check
Articles

KELAYAKAN PASIR KALI MAS SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON DAN MORTAR Resi, Aristofel R.; Hunggurami, Elia; Utomo, Sudiyo
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.849 KB)

Abstract

Perkembangan daerah yang sejalan dengan perkembangan pembangunanterus meningkat sehingga kebutuhan material untuk pembangunan juga meningkat. Pembangunan di daerah – daerah berkembang masih menggunakan beton sebagai bahan konstruksi. Kebutuhan akan material beton sangatlah tinggi sehingga perlu adanya eksplorasi tempat baru.Masyarakat pada kecamatan Fatuleu Barat mengambil pasir pada Kali Mas untuk dijadikan sebagai material pembangunan konstruksi beton karena jarak pengambilan pasir lebih dekat dibandingkan dengan pengambilan dari quarry Takari. Tujuan penelitian untuk mengetahui kuat tekan beton dan mortar menggunakan pasir Kali Mas dibandingkan dengan pasir Takari. Benda uji beton yang dipakai berbentuk silinder 15 x 30 cm dengan mutu rencana 15 MPa dan 25 MPa dengan durasi curing 7, 14dan 28 hari. Sedangkan mortar berbentuk kubus berukuran 5 x 5 x 5 cm dengan komposisi campuran 1Pcc : 2Psr, 1Pcc : 4Psr, 1Pcc : 6Psr dan 1Pcc : 8Psr dengan durasi curing 3,7, 21 dan 28 hari. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan beton dan mortar yang menggunakan pasir Kali Mas lebih besar dari pada menggunakan pasir Takari. The growth of regions which is in step with the establishment progress continuous to increase so material requirements for construction has also been increasing. Development in developing areas still uses concrete as a construction material. The need for concrete material is so high same needing for exploration of new places. Communities in Fatuleu Barat Subdistrict took sand from Kali Mas serve as construction concrete material because the distance was closer than taking from quarry Takari. The purpose of this research is to find out compressive strength of concrete and mortar using Kali Mas sand compared with Takari sand. The object that used for the manufacture of concrete cylinder measuring 15 x 30 cm with a quality planned is 15 MPa and 25 MPa with 7, 14 and 28 days of curing duration. While the object which is used to make manufacture of mortar cube measuring 5 x 5 x 5 cm with a mixed composition 1 pcc: 2 psr, 1 pcc: 4 psr, 1 pcc: 6 psr and 1 pcc: 8 psr with duration of curing 3, 7, 21 and 28 days. Based on concrete strength test result with mortar that use Kali Mas sand greater than using Takari sand.
KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS SUNGAI BENLELANG DAN SUNGAI LEMBUR SERTA AGREGAT KASAR SUNGAI LEMBUR Mau, Meihizkia Y.; Hunggurami, Elia; Sir, Tri M. W.
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.501 KB)

Abstract

Kebutuhan bahan bangunan untuk pekerjaan konstruksi terus meningkat sehingga kebutuhan akan material untuk pembangunan juga meningkat, salah satunya adalah beton. Kebutuhan akan material beton sangatlah tinggi sehingga perlu adanya eksplorasi tempat baru untuk pengambilan material beton.Masyarakat Alor yang bermukim di dekat aliran sungai memanfaatkan agregat sungai sebagai material beton.Biasanya pasir sungai yang digunakan oleh masyarakat berasal dari pasir sungai Benlelang di Kecamatan Alor Tengah dan pasir sungai Lembur di Kecamatan Lembur.Tujuan dari penelitiaan ini untuk mengetahui nilai kuat tekan betonyang menggunakan bahan agregat halus Benlelang dan Lembur serta agregat kasar Lembur dan membandingkan nilai kuat tekannya dengan beton yang menggunakan agregat Takari. Benda uji yang dipakai berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan mutu rencana 15 MPa dan 25 MPa dengan durasi curing 28 hari.Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan untuk mutu beton 15 MPa dan 25 MPa yang direncanakan, nilai kuat tekan beton yang menggunakan agregat Takari lebih tinggi dibandingkan dengan Benlelang dan Lembur.The need for building materials for construction work continues to increase so that the need for materials for development also increases, one of which is concrete. The need for concrete material is so high there is a need for exploration of new places for concrete material retrieval. Alorcommunity who live near the river flow utilize river aggregateas a concrete material. Usually the river sand used by the community comes from the sand of the river Benlelang in the Sub-district south Alor and the sand of Lembur River in Lembur Sub-district.This study aims determine the compressive strength of concrete using fine aggregate Benlelang and Lembur and coarse aggregate Lembur and compare the value of compressive strength using Takari aggregate. Concrete test specimens that are used in the form of cylinder with diameter 15 cm and height 30 cm with quality plan 15 MPa and 25 MPa with curing duration 28 days. Based on the results of the compressive strength test for the planned concrete quality of 15 MPa and 25 MPa, The value of concrete compressive strength using fine aggregate Takari is higher than Benlelang and Lembur.
KEANDALAN METODE HASPERS DAN WEDUWEN PADA DAS MANIKIN Nasjono, Judi K.; Hunggurami, Elia; Sarty, Mariana G.
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.334 KB)

Abstract

Pada saat musim hujan, terjadi kenaikan tinggi muka air dan ketidakseimbangan debit yang ditimbulkan dari daerah hulu dengan penampang Sungai Manikin di bagian hilir. Debit maksimum dengan menggunakan data hujan perlu dievaluasi dengan debit maksimum terukur. Perhitungan besarnya debit maksimum dilakukan dengan menggunakan rumus rating curve DAS Manikin, Metode Haspers dan Metode Weduwen. Hasil analisis debit maksimum terukur periode 2009–2015 menggunakan persamaan rating curve Sungai Manikin diperoleh debit maksimum terbesar terjadi pada tahun 2009 dengan Qmaks = 154,901 m3/det, nilai terkecil yaitu pada tahun 2010 dengan Qmaks =  20,982 m3/det. Debit maksimum Metode Haspers yang terbesar terjadi pada tahun 2015 dengan Qmaks = 172,017 m3/det, nilai terkecil terjadi pada tahun 2011 dengan Qmaks = 84,224 m3/det. Debit maksimum Metode Weduwen terbesar terjadi pada tahun 2015 dengan Qmaks = 214,608 m3/det, nilai terkecil terjadi pada tahun 2011 dengan Qmaks =   82,654 m3/det. Nilai R squared Metode Haspers dan Weduwen berturut-turut adalah -0,236 dan -2,019. Tingkat kesalahan (R squared) adalah kurang dari 0,36 dengan interpretasi yang tidak memuaskan. Dengan demikian, Metode Haspers dan Weduwen tidak andal/layak dipergunakan pada DAS Manikin.During the rainy season, be an increase of water level and flow imbalances arising from cross-sectional area of the river upstream to downstream Manikin. Maximum debit by using rain data needs to be evaluated with maximum measurable debit. Calculation of the maximum discharge done using the rating curve formula of DAS Manikin, methods Haspers and Weduwen. The results of the measured maximum discharge analysis for the period 2009 - 2015 use the equation the curve rating of Manikin River obtained the greatest maximum discharge occurred in 2009 with Q max = 154,901 m 3 / sec, the smallest value was in 2010 with Q max = 20,982 m 3 / s. Maximum discharge counted Haspers method is the largest that occurs in 2015 with Q max = 172,017 m 3 / sec, the smallest value occurring in  2011 with Q max = 84.224 m 3 / sec. Method of Weduwen the largest maximum discharge occurred in 2015 with Q max = 214,608 m 3 / s, the smallest value occuring in 2011 with Q max = 82,654 m 3 / s. The value of R squared successively of Haspers and Weduwen is -0.236 and -2.019 . The error R squared is less than 0.36 with unsatisfactory interpretation. So, The Methods of Haspers and Weduwen  are not reliable or worthy of use in the Manikin River Basin.
PENGARUH TINDAKAN PENGAWETAN TERHADAP SIFAT MEKANIS KAYU KELAPA Hunggurami, Elia; Ramang, Ruslan; Djenmakani, Yuliana
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengawetan terhadap sifat mekanis dari kayu kelapa.Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen yaitu dengan memberikan bahan pengawet CCB dengan konsentrasi 3%, 6%, 10%.Respon yang diamati adalah kuat tekan sejajar serat, kuat tekan tegak lurus serat dan kuat lentur.Metode pengawetan yang diterapkan adalah rendaman dingin selama 2 minggu. Dari hasil penelitian dan analisis data diperoleh nilai dari sifat mekanis kayu kelapa sebelum dan sesudah pengawetan.Sebelum pengawetan diperoleh nilai kuat tekan sejajar serat sebesar 18.67 N/mm2, kuat tekan tegak lurus serat sebesar 4.22 N/mm2, dan kuat lentur sebesar 13.81 N/mm2. Sedangkan setelah diberi pengawetan 3% terjadi peningkatan terhadap nilai kuat tekan sejajar serat sebesar 7.12% yaitu 20 N/mm2, kuat tekan tegak lurus serat sebesar 5.12% yaitu 4.44 N/mm2 dan kuat lentur sebesar 34.76% yaitu 18.61N/mm2; diberi pengawetan 6% terjadi peningkatan terhadap nilai kuat tekan sejajar serat sebesar 39.26% yaitu 26 N/mm2, kuat tekan tegak lurus serat sebesar 58.06% yaitu 6.67 N/mm2 dan kuat lentur sebesar 87.76% yaitu 25.93 N/mm2; dan pengawetan 10% terjadi peningkatan terhadap nilai kuat tekan sejajar seratsebesar 71.40% yaitu 32 N/mm2, kuat tekan tegak lurus serat sebesar 158.06% yaitu 10.89 N/mm2 dan kuat lentur sebesar 119.91% yaitu 30.37 N/mm2.
PENGARUH PENAMBAHAN GULA PASIR TERHADAP KUAT TEKAN DAN SIFAT KEDAP AIR MORTAR Bunganaen, Wilhelmus; Hunggurami, Elia; Bei-Ngala, Yustanius
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.486 KB)

Abstract

Penggunanan mortar pada pekerjaan dinding rumah, kamar mandi, ataupun bak air saat ini belum maksimal karena banyak dijumpai retak dan tidak kedap air. Dalam mengatasi masalah ini biasa digunakan bahan kimia tambahan (chemical admixtures), tetapi bahan kimia tersebut harganya mahal dan sulit didapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gula pasir terhadap kuat tekan dan sifat kedap air pada mortar. Benda uji yang dipakai untuk pembuatan mortar berbentuk kubus berukuran 5 x 5 x 5 cm dengan variasi penambahan gula pasir 0%, 0,05%, 0,10%, 0,15%, 0,20%, 0,25%, dan 0,30% dari berat semen. Variasi campuran yang dipakai adalah 1PCC : 4Psr, 1PCC : 6Psr, dan 1PCC : 8Psr. Kuat tekan mortar maksimum adalah kuat tekan mortar dengan penambahan gula pasir 0,10 – 0,15% dan menyebabkan kenaikan kuat tekan 18,4% dari kuat tekan mortar normal. Porositas dan absorpsi mortar yang paling kecil adalah mortar dengan tambahan gula pasir 0,10 – 0,15% . Porositas mortar turun 9,99% dari porositas mortar normal dan absorpsi turun 11,84% dari absorpsi mortar normal.
PERENCANAAN DRAINASE KOTA SEBA Krisnayanti, Denik S.; Hunggurami, Elia; Dhima-Wea, Kristina N.
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.855 KB)

Abstract

Drainage aims to drain the water from an area that comes from rain water and waste water, in order to avoid excessive inundation. The purpose of this study is planned drainage system in the city of Seba to drain water during the rainy season to prevent inundation of rainfall that is too big. The drainage zone divided into 4 zone based one the contour and the water canal that would be canalized. The divided zone also based on Seba Region RDTR (2011). Based on the calculation of the results obtained by the rectangular canal as many as 44 canals and a trapezoid shape as many as 21 canals. Canal base width (b) the average for the rectangular-shaped canal is 0.80 m, while the trapezoidal canal average of 0.50 m. The width of the surface of the trapezoidal canal average of 0.65 m. Planning drainage canals adapted to existing research data canals at the sites. There are 12 canal base width of the canal remains were taken from the existing canal data, while existing canals steeper modified according to plan based on the calculation of flood discharge plan
MODEL TARIKAN PERGERAKAN TRANSPORTASI PADA KOMPLEKS PASAR KASIH KOTA KUPANG Frans, John H.; Hunggurami, Elia; Johannis, Semuel A. D.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.228 KB)

Abstract

Pasar Tradisional memiliki intensitas kunjungan yang besar. Tarikan itu sendiri dipengaruhi banyak variabel. Untuk itu, penelitian ini dilakukan guna membuat model dari tarikan pergerakan tata guna lahan dan tarikan pergerakan bebasis rumah pada Kompleks Pasar Kasih di Kota Kupang. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Pengumpulan data untuk tarikan pergerakan tata guna lahan akan diperoleh dengan teknik survey kendaraan dan pengumpulan data untuk tarikan pergerakan berbasis rumah akan menggunakan teknik kuisioner. Hasil analisis regresi linear pada penelitian ini adalah Y1 = 2,379X1b + 21,079X1c ? 11,649 dan Y2 = 1,407X2b + 0,601X2d + 0,495X2n ? 2,200, dengan Y1 adalah tarikan pergerakan kendaraan dalam satuan mobil penumpang, Y2 adalah intensitas kunjungan ke Pasar, X1b adalah jumlah pedagang sayur dan buah, X1c adalah jumlah pedagang daging dan ikan, X2b adalah jenis kelamin pengunjung, X2d adalah penghasilan perbulan, dan X2n adalah kelengkapan barang di pasar.Traditional market have huge intensity of visits. The attraction itself have influenced by many variables. Therefore, the purpose of this research is to make a model from the trip attraction of the land use and the movement attraction with home-based on Pasar Kasih housing in Kupang city. This modelling have done by use the multiple linear regression analysis. The data gathering for the movement attraction of the land use have done by using the vehicle survey method and the data gathering for the movement attraction with home-based have done by using the questionnaire method. The result of this research is Y1 = 2,379X1b + 21,079X1c ? 11,649 and Y2 = 1,407X2b + 0,601X2d + 0,495X2n ? 2,200, with Y1 is the transportation trip attraction in passenger car unit, Y2 is the intensity of visits in market, X1b is the number of vegetable and fruit traders, X1c is the number of meat and fish traders, X2b is gender of visitors, X2d is the monthly income, and X2n is completeness of commodities on the market.
PERBANDINGAN DEBIT BANJIR RANCANGAN DENGAN METODE HSS NAKAYASU, GAMA I DAN LIMANTARA PADA DAS RAKNAMO Krisnayanti, Denik S.; Hunggurami, Elia; Heo, Rivaldi S.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.4 KB)

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Raknamo terletak di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki luas 38,347 km2 dengan panjang sungainya 15,708 km yang mempunyai keadaan iklim semi kering dengan tinggi hujan harian rata-rata 102,098 mm. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan debit banjir rancangan dengan metode HSS NAkayasu, Gama I dan Limantara. Metode Hidrograf Satuan Sintetis merupakan suatu cara untuk mendapatkan hidrograf satuan yang berdasarkan data karakteristik DAS. Metode yang digunakan adalah metode analisis, dimulai dengan pengumpulan data curah hujan serta peta topografi. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan 20 tahun terakhir yaitu tahun 1997-2016 yang berasal dari 3 pos hujan yaitu pos hujan Camplong, Naibonat dan Raknamo. Data curah hujan rencana dihitung dengan menggunakan distribusi Log Pearson Type III. Hasil perhitungan didapat debit banjir dengan menggunakan metode HSS Nakayasu sebesar 884,541 m3/detik. Debit banjir hasil perhitungan metode HSS Gama I sebesar 711,891 m3/detik. Debit banjir hasil perhitungan metode HSS Limantara sebesar 904,544 m3/detik. Berdasarkan lama waktu surut banjir dan hasil analisis didapat metode hidrograf satuan sintetis yang sesuai dengan karakteristik DAS Raknamo adalah HSS Limantara.Raknamo?s river watershed located in Kupang district, East Nusa Tenggara Province that have area 38,347 km2 with 15,708 km river length that have climate condition semi dry with average daily water height is 102,098 mm. the purpose of this research is compare the design flood discharge with Nakayasu?s HSS Method, Gamma I and Limantara. The Synthetic Unit Hydrograph method is a way to get the unit hydrograph based on the data characteristics of the watershed. The method used is the analysis method, starting with rainfall data collection and topographic maps. The rainfall data used is the rainfall data for the last 20 years, namely in 1997-2016 which came from 3 rain posts namely Camplong rain post, Naibonat and Raknamo. The plan rain water precipitation data calculated by use Log Pearson Type III distribution. Results of calculations using the Nakayasu HSS method obtained a flood discharge of 884.541 m3 / sec. The flood discharge from the calculation of the HSS Gama I method is 711,891 m3 / second. The flood discharge from the calculation of the Limantara HSS method is 904.544 m3 / second. Based on the time of flood and analysis results obtained by synthetic unit hydrograph method that is in accordance with the characteristics of the Raknamo watershed is HSS Limantara method.
PERBANDINGAN DEBIT BANJIR RANCANGAN DENGAN METODE HSS NAKAYASU, GAMA I DAN LIMANTARA PADA DAS RAKNAMO Krisnayanti, Denik S.; Hunggurami, Elia; Heo, Rivaldi S.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.4 KB)

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Raknamo terletak di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki luas 38,347 km2 dengan panjang sungainya 15,708 km yang mempunyai keadaan iklim semi kering dengan tinggi hujan harian rata-rata 102,098 mm. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan debit banjir rancangan dengan metode HSS NAkayasu, Gama I dan Limantara. Metode Hidrograf Satuan Sintetis merupakan suatu cara untuk mendapatkan hidrograf satuan yang berdasarkan data karakteristik DAS. Metode yang digunakan adalah metode analisis, dimulai dengan pengumpulan data curah hujan serta peta topografi. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan 20 tahun terakhir yaitu tahun 1997-2016 yang berasal dari 3 pos hujan yaitu pos hujan Camplong, Naibonat dan Raknamo. Data curah hujan rencana dihitung dengan menggunakan distribusi Log Pearson Type III. Hasil perhitungan didapat debit banjir dengan menggunakan metode HSS Nakayasu sebesar 884,541 m3/detik. Debit banjir hasil perhitungan metode HSS Gama I sebesar 711,891 m3/detik. Debit banjir hasil perhitungan metode HSS Limantara sebesar 904,544 m3/detik. Berdasarkan lama waktu surut banjir dan hasil analisis didapat metode hidrograf satuan sintetis yang sesuai dengan karakteristik DAS Raknamo adalah HSS Limantara.Raknamo’s river watershed located in Kupang district, East Nusa Tenggara Province that have area 38,347 km2 with 15,708 km river length that have climate condition semi dry with average daily water height is 102,098 mm. the purpose of this research is compare the design flood discharge with Nakayasu’s HSS Method, Gamma I and Limantara. The Synthetic Unit Hydrograph method is a way to get the unit hydrograph based on the data characteristics of the watershed. The method used is the analysis method, starting with rainfall data collection and topographic maps. The rainfall data used is the rainfall data for the last 20 years, namely in 1997-2016 which came from 3 rain posts namely Camplong rain post, Naibonat and Raknamo. The plan rain water precipitation data calculated by use Log Pearson Type III distribution. Results of calculations using the Nakayasu HSS method obtained a flood discharge of 884.541 m3 / sec. The flood discharge from the calculation of the HSS Gama I method is 711,891 m3 / second. The flood discharge from the calculation of the Limantara HSS method is 904.544 m3 / second. Based on the time of flood and analysis results obtained by synthetic unit hydrograph method that is in accordance with the characteristics of the Raknamo watershed is HSS Limantara method.
MODEL TARIKAN PERGERAKAN TRANSPORTASI PADA KOMPLEKS PASAR KASIH KOTA KUPANG Frans, John H.; Hunggurami, Elia; Johannis, Semuel A. D.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.228 KB)

Abstract

Pasar Tradisional memiliki intensitas kunjungan yang besar. Tarikan itu sendiri dipengaruhi banyak variabel. Untuk itu, penelitian ini dilakukan guna membuat model dari tarikan pergerakan tata guna lahan dan tarikan pergerakan bebasis rumah pada Kompleks Pasar Kasih di Kota Kupang. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Pengumpulan data untuk tarikan pergerakan tata guna lahan akan diperoleh dengan teknik survey kendaraan dan pengumpulan data untuk tarikan pergerakan berbasis rumah akan menggunakan teknik kuisioner. Hasil analisis regresi linear pada penelitian ini adalah Y1 = 2,379X1b + 21,079X1c – 11,649 dan Y2 = 1,407X2b + 0,601X2d + 0,495X2n – 2,200, dengan Y1 adalah tarikan pergerakan kendaraan dalam satuan mobil penumpang, Y2 adalah intensitas kunjungan ke Pasar, X1b adalah jumlah pedagang sayur dan buah, X1c adalah jumlah pedagang daging dan ikan, X2b adalah jenis kelamin pengunjung, X2d adalah penghasilan perbulan, dan X2n adalah kelengkapan barang di pasar.Traditional market have huge intensity of visits. The attraction itself have influenced by many variables. Therefore, the purpose of this research is to make a model from the trip attraction of the land use and the movement attraction with home-based on Pasar Kasih housing in Kupang city. This modelling have done by use the multiple linear regression analysis. The data gathering for the movement attraction of the land use have done by using the vehicle survey method and the data gathering for the movement attraction with home-based have done by using the questionnaire method. The result of this research is Y1 = 2,379X1b + 21,079X1c – 11,649 and Y2 = 1,407X2b + 0,601X2d + 0,495X2n – 2,200, with Y1 is the transportation trip attraction in passenger car unit, Y2 is the intensity of visits in market, X1b is the number of vegetable and fruit traders, X1c is the number of meat and fish traders, X2b is gender of visitors, X2d is the monthly income, and X2n is completeness of commodities on the market.