Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Sikap dan Motivasi Bidan Desa dengan Kualitas Pelayanan Antenatal Care (ANC) Di Kabupaten Lebak Tahun 2017 Yaneu Nuraineu; Milla Herdayati; Kadar Kuswandi
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.796 KB) | DOI: 10.36743/jmhr.v1i1.413

Abstract

Pelayanan Antenatal Care (ANC) yang berkualitas adalah pelayanan yang sesuai dengan standar, dalam penerapannya terdiri dari 10T. Tenaga kesehatan yang paling berperan memberikan pelayanan kesehatan pada ibu hamil adalah bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap dan motivasi bidan desa terhadap kualitas pelayanan ANC di Kabupaten Lebak, penelitian ini menggunakan penelitian observasi analitik dengan rancangan “cross sectional ” dengan jumlah sampel 164 bidan di desa. Terdapat 123 (75,0%) responden memiliki sikap baik terhadap kualitas pelayanan ANC K4 dengan nilai p=0,002 (p< 0,05) dan OR=11,02 berarti ada hubungan yang kuat, sikap dengan kualitas pelayanan ANC K4, lebih dari separoh responden memiliki motivasi yang kurang terhadap kualitas pelayanan ANC yaitu 108 (65,9%) responden, diperoleh nilai ρ=0,012 dan OR=2,55 berarti ada hubungan motivasi dengan kualitas pelayanan ANC K4. Diharapkan Dinas Kesehatan bersama Puskesmas mengoptimalkan program/kegiatan yang ada, melakukan pembinaan teknis dan monev yang terjadwal dan berkelanjutan, kemudian hasilnya dilakukan feedback
Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir, dan Jenis Kelamin Sebagai Faktor Kejadian Stunting di Provinsi Banten Ismiyati Ismiyati; Yenie Wulandari; Kadar Kuswandi; Dina Rodiah; Ida Lindawati
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 4 No. 01 (2025): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v4i01.946

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia meskipun prevalensinya menunjukkan penurunan secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara berat badan lahir, panjang badan lahir, dan jenis kelamin bayi dengan kejadian stunting pada balita di Provinsi Banten. Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan data sekunder Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 3.671 balita. Berat badan lahir diklasifikasikan menjadi berat badan lahir rendah dan normal, sedangkan panjang badan lahir dibedakan menjadi <48 cm dan ≥48 cm. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan lahir rendah berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p=0,001; OR=2,473). Balita dengan panjang badan lahir <48 cm memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting (p=0,001; OR=2,413). Selain itu, balita laki-laki lebih berisiko mengalami stunting dibandingkan perempuan (p=0,007; OR=1,238). Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan intervensi kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan dan awal kehidupan untuk mencegah stunting.
Analisis Hubungan Karakteristik Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita di Provinsi Banten Berdasarkan Data SSGI 2021 Ismiyati Ismiyati; Yenie Wulandari; Ida Lindawati; Kadar Kuswandi; Dina Rodiah
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v4i2.989

Abstract

Abstrak . Latar  Belakang : Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting karena berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak pada masa mendatang. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia ibu, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan penggunaan kontrasepsi dengan kejadian stunting pada balita di Provinsi Banten. Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan data sekunder Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021. Sampel penelitian berjumlah 3.671 balita yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi stunting pada balita sebesar 23,9%. Usia ibu tidak berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p=0,451). Sebaliknya, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan penggunaan kontrasepsi berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (masing-masing p=0,001). Kejadian stunting lebih banyak ditemukan pada ibu berpendidikan rendah (32,2%), ibu yang tidak bekerja (26,2%), dan ibu yang menggunakan kontrasepsi (25,5%). Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa stunting pada balita lebih erat berkaitan dengan faktor sosial dan keluarga dibandingkan dengan usia ibu semata. Oleh karena itu, upaya penanggulangan stunting perlu diarahkan pada peningkatan pendidikan dan literasi kesehatan ibu, penguatan kesejahteraan keluarga, serta perbaikan kondisi lingkungan dan kesehatan anak secara terpadu