Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Aktor Politik dan Gagalnya Transisi Demokrasi Mesir Tahun 2011-2013 Mushlih, Amri; Hurriyah, Hurriyah
Jurnal Politik Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the role of political actors in Egypt during the transition period leading to the failure of democratic transition in the country. These actors are: 1) the military, (SCAF (Supreme Council of Armed Forces)); 2) the Islamic groups, including the Muslim Brotherhood and Salafi groups; 3) the elites of the old regime (status quo), that are the remnants of the Mubarak regime either still in the political structure or been eliminated; and 4) the secular groups, including elites and civil society activists emerged since the anti-Mubarak revolution. The interaction of these actors was analyzed by applying the conceptual framework of democratic transition and elites in transition settlement among political actors in Egypt was absent as the result of differences in ideology and the failure of the coalition management between the Islamists and secular groups. Furthermore, the study also reveals the absence of elite convergence because the actors have low commitment to democracy as the only game in town. Both of these have caused political instability which ended with a military coup in 2013. The coup is a sign of the failure of Egypt’s transition to democracy. theory proposed by Higley and Burton. From the analysis, the study finds that the
Meta Analisis Pengaruh Pembelajaran Terintegrasi Bencana Alam Bervisi SETS terhadap Sikap Tanggap bencana Siswa dalam Pembelajaran IPA Hurriyah, Hurriyah; Lufri, Lufri; Asrizal, Asrizal
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol. 11 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v11i1.48657

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu solusi tepat untuk menanamkan pemahaman tentang bencana dan bagaimana mencegah, mengantisipasi dan mengurangi dampak bencana alam di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan integrasi dalam pempelajaran IPA. Penerapan pembelajaran bervisi SETS merupakan salah satu yang digunakan dalam pembelajaran IPA karena berkaitan langsung dengan hal-hal nyata yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk melihat effect size dari artikel artikel yang berkaitan dengan pengaruh pembelajaran terintegrasi bencana alam yang menggunakan pembelajaran dengan visi SETS. Penelitian ini merupakan penelitian meta analisis, Populasi yang digunakan adalah artikel dan hasil penelitian Penerapan pembelajaran bervisi SETS terintegrasi bencana alam. Sampel yang diambil adalah 14 artikel dan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran terintegrasi bencana tepat dilakukan menggunakan pendekatan SETS dan cocok untuk menumbuhkan sikap tanggap bencana siswa. Hal ini terlihat dari perhitungan ES yang berada pada kategori sedang dan tinggi. Pembelajaran terintegrasi bencana disiapkan dari usia dini, dan berkelanjutan sampai Pendidikan tinggi
Ethno-Mathematics in Minangkabau Indigenous Society Rozi Fitriza; Hurriyah Hurriyah; Dhiya Hadaina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 3 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i3.2154

Abstract

Minangkabau memiliki beberapa daerah desa adat yang dinamakan nagari. Studi etnomatematika pada unsur kebudayaan universal masyarakat adat diperlukan sebagai salah satu usaha pelestarian budaya sekaligus menjebatani budaya lokal dan pembelajaran matematika modern. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep matematis yang ada pada sistem mata pencarian, peralatan hidup dan teknologi serta penggunaannya dalam pembelajaran matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian etnomatematika Alangui. Penelitian dilaksanakan di Nagari Pariangan dan Nagari Sijunjung Provinsi Sumatera Barat. Informan penelitian ini adalah pemuka adat, cadiak pandai dan pelaku budaya. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan.  Analisis data dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pada sistem mata pencarian, peralatan hidup dan teknologi masyarakat adat Minangkabau terdapat konsep perbandingan, pengukuran dengan satuan tradisional, geometri transformasi, bangun ruang dan kalkulus serta optimasi. Aktivitas dan peralatan hidup serta teknologi dalam masyarakat adat di Minangkabau dapat digunakan sebagai konteks dalam pembelajaran matematika.Minangkabau has several traditional village areas called Nagari. Ethnomathematics studies on universal cultural elements of indigenous peoples are needed as an effort to preserve culture as well as bridge local culture and modern mathematics learning. This research aims to examine mathematical concepts that exist in livelihood systems, living equipment, and technology and their use in mathematics learning. The research uses a qualitative approach with an Alangui ethnomathematics research design. The research was conducted in Nagari Pariangan and Nagari Sijunjung, West Sumatra Province. The informants for this research are traditional leaders, clever cadiak, and cultural actors. Data collection techniques are observation, interviews, documentation, and field notes.  Data analysis with stages of data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the research show that in the livelihood system, living equipment, and technology of the Minangkabau indigenous people there are concepts of comparison, measurement with traditional units, transformation geometry, geometric shapes, and calculus and optimization. The activities and equipment of life and technology in indigenous communities in Minangkabau can be used as a context for learning mathematics.