Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Gunung Djati Conference Series

PEMULIHAN STATUS NUTRISI MENCIT (Mus musculus) MALNUTRISI MELALUI PEMBERIAN SINBIOTIK KEFIR KULIT KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) BERDASARKAN PENILAIAN FISIK Ahmad Zaenal Ependi; Desi Nurlatifah; Habibah Mutmainah; Adisty Virakawugi Darniwa; Yani Suryani
Gunung Djati Conference Series Vol. 35 (2023): Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) Tahun 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Global Nutrition Report menyebutkan Indonesia menghadapi tiga masalah malnutrisi meliputi stunting, wasting, dan underweight. Masalah tersebut dapat dicegah dengan mengkonsumsi produk probiotik seperti kefir yang dikombinasikan dengan prebiotik seperti kulit kopi. Kombinasi ini dikenal sebagai sinbiotik yang bermanfaat dalam meningkatkan penyerapan nutrisi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sinbiotik kefir kulit kopi arabika terhadap penilaian fisik mencit malnutrisi. Metode yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial yang terbagi ke dalam 4 kelompok meliputi; kontrol positif (K+), kontrol negatif (K-), kefir (P1), dan sinbiotik (P2). Kelompok K-, P1, dan P2 diinduksi malnutrisi dengan metode restriksi kalori selama 21 hari dilanjutkan pemberian perlakuan selama 14 hari. Data bobot mencit diamati setiap tiga hari sekali, sementara penilaian APGAR (activity, pulse, gimmic, appearance, and respiration) dilakukan satu minggu sekali lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil pengamatan setelah perlakuan menunjukkan hanya bobot mencit P1 yang masuk kategori normal yaitu 26,83 gram, sedangkan P2 (25,17 gram) meskipun mengalami kenaikan namun tidak termasuk kategori bobot normal mencit usia 56 hari (26,3-30,3 gram). Sementara itu, berdasarkan penilaian APGAR mencit P1 dan P2 mengalami perubahan fisik, sedangkan mencit K- tidak mengalami perubahan. Rentang denyut nadi mencit P1 dan P2 mengalami peningkatan menjadi 408-489 bpm (P1) dan 427-488 bpm (P2), sedangkan mencit K- hanya 300-356 bpm. Selain itu, rentang respiratory rate mencit P1 dan P2 juga mengalami perubahan yaitu 86-93 bpm (P1) dan 87-90 bpm (P2). Sementara nilai respiratory rate mencit K- hanya pada rentang 51-67 bpm. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan pemberian sinbiotik kefir kulit kopi arabika berpengaruh terhadap penilaian fisik mencit malnutrisi
Uji Toksisitas Ekstrak n-Heksana, Etil Asetat, dan Metanol Daun Bintaro (Cerbera odollam G) terhadap Artemia salina Leach Tanti Nurani; Asep Supriadin; Adisty Virakawugi Darniwa
Gunung Djati Conference Series Vol. 44 (2024): Seminar Nasional (SEMNAS) Kimia Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan ancaman serius bagi manusia karena sel-sel tubuh yang tumbuh secara abnormal menyerang organ tertentu dan berkembang biak dengan cepat, merusak sel-sel tubuh. Tanaman bintaro (Cerbera Odollam G) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid, dan tanin, yang dilaporkan memiliki sifat antimikroba, analgesik dan menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap berbagai jenis kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa mrtabolit sekunder yang terkandung pada ekstrak n-heksana, etil asetat, dan metanol daun bintaro (Cerbera Odollam G) serta mengetahui tingkat toksisitas ekstrak ekstrak n-heksana, etil asetat, dan metanol daun bintaro (Cerbera Odollam G) terhadap larva Artemia salina L dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan nilai LC50. Penelitian ini menggunakan 450 ekor larva udang (Artemia salina L) yang terbagi menjadi tiga kelompok ekstrak, lima konsentrasi yaitu 10, 15, 20, 25, dan 30 ppm serta tiga kali pengulangan dengan perlakuan masing-masing 10 ekor larva udang. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak n-heksana, etil asetat dan metanol daun bintaro menunjukan positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Hasil mortalitas pada larva didapatkan nilai probit untuk mengetahui nilai LC50 yang ditunjukan pada ekstrak n-heksana sebesar 1,00033 ppm sedangkan pada ekstrak etil asetat dan metanol adalah sebesar 40,66053 ppm dan 74,15075 ppm yang menunjukan ekstrak daun bintaro berpotensi sebagai antikanker.
BIOBRIKET DARI KULIT BUAH KOPI (COFFEA ARABICA) DAN KAYU KALIANDRA (CALLIANDRA CALOTHYRSUS) DENGAN PEREKAT GETAH PINUS (PINUS MERKUSII) Siska Tridesianti; Adisty Virakawugi Darniwa; Musa’adah; Eneng Siti Aisyah; Yani Suryani
Gunung Djati Conference Series Vol. 47 (2024): Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) ke-9 Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biomassa merupakan salah satu sumber energi yang melimpah dan dapat diperbarui. Salah satu pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi adalah biobriket menggunakan campuran kulit buah kopi dan kayu kaliandra dengan perekat getah pinus. Limbah kulit buah kopi di Indonesia pada tahun 2023 diperkirakan mencapai 777,12 ribu ton sedangkan kayu kaliandra merupakan tanaman dengan rasio pertumbuhan yang tinggi yaitu sebesar 97,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi terbaik biobriket dari pencampuran kulit buah kopi dan kayu kaliandra berdasarkan pada nilai kalor dan laju pembakaran yang dihasilkan. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 2 kontrol (100% limbah kulit kopi dan 100% kayu kaliandra) dan 5 perlakuan perbandingan kulit buah kopi dan kayu kaliandra (B1 90:10, B2 70:30, B3 50:50, B4 30:70, dan B5 10:90). Pengujian yang dilakukan yaitu uji massa jenis (kerapatan), kadar air, nilai kalor dan laju pembakaran. Hasil pengujian yang didapatkan yaitu massa jenis (kerapatan) terbaik adalah 0,64 g/cm3 pada perlakuan B1 dan B2, kadar air terendah sebesar 3,13% pada perlakuan B1, nilai kalor tertinggi 6.750 kal/g pada perlakuan B5, dan laju pembakaran terlama yaitu 1,72 g/menit pada perlakuan B1. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa komposisi terbaik biobriket dari pencampuran kulit buah kopi dan kayu kaliandra terhadap nilai kalor yang dihasilkan yaitu perlakuan B5 (10:90) dengan nilai kalor 6.750 kal/g dan komposisi terbaik biobriket dari pencampuran kulit biji kopi dan kayu kaliandra terhadap laju pembakaran yang dihasilkan yaitu perlakuan B1 (90:10) dengan nilai laju pembakaran 1,72 g/menit.