Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL ‘MENJADI MANUSIA’ DALAM MENYEBARKAN INFORMASI KESEHATAN MENTAL Azizah Paramayu; Agus Rusmana; Nuning Kurniasih
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2023): November: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v2i6.912

Abstract

Pada era modern saat ini, informasi semakin mudah didapatkan dan disebarkan. Informasi apapun termasuk pula informasi terkait kesehatan mental saat ini lebih mudah didapatkan salah satunya dengan perantara media sosial. Saat ini pun ada perusahaan media digital yang mengelola media sosial. Salah satu perusahaan yang mengelola media sosial untuk menyebarkan informasi terkait kesehatan mental yaitu Menjadi Manusia. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2018 yang didirikan oleh Rhaka Ghanisatria, Adam Alfares Abednego dan Levina Purnamadewi ini mengelola empat media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk menyebarkan informasi tentang kesehatan mental, yaitu Instagram, YouTube, TikTok dan Twitter. Pada penelitian ini sendiri akan membahas tentang bagaimana penggunaan platform media sosial yang dilakukan oleh Menjadi Manusia dalam menyebarkan informasi kesehatan mental. Metode yang digunakan dalam deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik observasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi pustaka serta melakukan observasi dengan mengamati empat akun media sosial yang dikelola oleh Menjadi Manusia. Hasil dari penelitian ini yaitu diantara empat media sosial yang dikelola oleh Menjadi Manusia untuk membagikan informasi kesehatan mental, terdapat interaksi yang cukup baik antar sesama pengikut di Instagram @menjadimanusia.id dan channel YouTube Menjadi Manusia. Sehingga dikatakan bahwa pesan yang disampaikan Menjadi Manusia pada platform Instagram dan YouTube karena terdapat feedback yang cukup baik, berbagi pengalaman, atau berbagi informasi di kolom komentar dari para pengikut atau subscriber, sehingga menimbulkan interaksi antar sesama pengikut.
Motif disabilitas netra berprofesi sebagai pustakawan Rahmat Alifin Valentino; Agus Rusmana; Ninis Agustini Damayani
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 19 No 2 (2023): December
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v19i2.3585

Abstract

Introduction. The number of librarian with disability, particularly with limited ability to see or blind is not many. This research explores the motives of the blind on why becoming librarians. Research methods. This study used a qualitative research method with a phenomenological approach. Data collection techniques used observations and interviews. Sampling was decided purposively. Analysis data. Research analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validation techniques were carried out using credibility tests. Results and Discussion. The motive to become a librarian refers to Alfred Schutz's phenomenological theory which can be divided into two categories: motives based on because-motive (Weil-Motiv), namely the hobby of reading, lack of reading material for blind people, and library facilities that support performance for librarians with visual disabilities. Motives based on the in-order-to motive (Um-zu-Motiv) are to change the social stigma of people with visual disabilities, increase readers’ interest in reading, socialize braille collections, increase economic levels, and increase relationships. Conclusion. The findings show that being a librarian with visual disabilities is oriented towards past and future motives.
Pembuatan Panduan Pengelolaan Ruang Penyimpanan Mushaf Sundawi sebagai Upaya Pelestarian di Perpustakaan Masjid Pusat Dakwah Islam Jawa Barat M. Ihsan Saputra Hasibuan; Agus Rusmana; Tine Silvana Rachmawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3922

Abstract

Perpustakaan Masjid Pusat Dakwah Islam Jawa Barat belum memiliki pedoman ataupun standar baku yang jelas untuk melakukan upaya pelestarian Mushaf Sundawi. Tidak adanya pedoman atau standar baku yang diterapkan terhadap upaya pelestarian Mushaf Sundawi, maka kegiatan pelestarian yang dilakukan oleh tenaga perpustakaan menjadi tidak memiliki prosedur atau langkah yang jelas terhadap upaya pelestarian yang dilakukan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya kerusakan terhadap Mushaf Sundawi. Oleh karena itu, maka penelitian ini bertujuan untuk membuat panduan pengelolaan ruang penyimpanan Mushaf Sundawi dengan memerhatikan aspek kelayakan panduan yakni aspek bahasa, aspek, materi, dan aspek tampilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research) dengan model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Hasil pengukuran penilaian panduan diketahui bahwa aspek bahasa memperoleh skor sebesar 81,25%, aspek materi memperoleh skor sebesar 81,25%, dan aspek tampilan memperoleh skor sebesar 87,50%. Berdasarkan kriteria indikator keberhasilan yang diterapkan yakni sebesar ≥ 81%, maka dapat disimpulkan bahwa bahasa yang digunakan pada panduan dinilai sudah jelas karena dapat dengan mudah dipahami oleh pengguna. Materi yang dimuat di dalam panduan sudah lengkap karena telah mencakup seluruh informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Tampilan yang dibuat pada panduan sudah memudahkan pembacaan karena pengguna merasa tampilan tersebut mendukung kenyamanan dalam memahami isi panduan.
PELATIHAN PENGELOLAAN INFORMASI KEBENCANAAN OLEH PERPUSTAKAAN DESA Encang Saepudin; Ninis Agustini Damayani; Agus Rusmana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.45995

Abstract

Perpustakaan desa sebagai pusat informasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat pedesaan. Namun, dalam praktiknya, masih ada perpustakaan desa yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari segi infrastruktur, pengelolaan koleksi, maupun penyelenggaraan layanan informasi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema Pelatihan Pengelolaan Informasi Kebencanaan oleh Perpustakaan Desa bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengelola perpustakaan desa dalam mengakses, mengumpulkan, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi yang berkaitan dengan kebencanaan. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat peran perpustakaan desa sebagai pusat edukasi dan informasi mitigasi bencana yang mudah diakses oleh masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk melakukan pemetaan sosial dan mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi masyarakat. Sementara itu, metode pelatihan meliputi ceramah, diskusi partisipatif, dan praktik langsung agar peserta memperoleh pemahaman teoritis dan keterampilan aplikatif secara seimbang. Materi pelatihan yang meliputi strategi mengakses, mengumpulkan, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi yang berkaitan dengan kebencanaan telah meningkatkan kompetensi peserta dalam mengelola dan menyebarluaskan informasi kebencanaan secara efektif. Para peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik terkait proses identifikasi sumber informasi, klasifikasi, serta penyajian informasi melalui layanan perpustakaan yang adaptif. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan desa, khususnya dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat sumber informasi kebencanaan yang mampu menjangkau dan memberdayakan masyarakat.
Cultural Memory and Identity Politics: An Ethnographic Study of Manuscript Preservation Practices at Sanggar Surya Pringga Dermayu, Indramayu ute lies khadijah; elnovani lusiana; agus rusmana; rully khairul anwar
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 28 No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jantro.v28.n1.p49-58.2026

Abstract

Using six months of participant observation (2024) and in-depth interviews with 15 community members, this research reveals three key findings. First, manuscripts are understood as animate entities with ancestral agency, requiring ritual care rather than technical conservation alone. Second, preservation activities—including transliteration workshops and ritual readings—function as cultural performances where community members actively negotiate contested meanings of "tradition," "authenticity," and "modernity." Third, significant power asymmetries based on gender and generation shape access to manuscript knowledge, with elder men monopolizing textual expertise while women and youth employ subtle forms of resistance. The study demonstrates how manuscripts function as "living archives"—sites of active cultural production rather than passive storage. In post-Suharto Indonesia, manuscript preservation serves as regional identity politics, as the sanggar uses Javanese-script texts to assert Javanese identity against Sundanese cultural hegemony. However, the sanggar faces severe structural constraints—financial precarity, institutional marginalization, and succession crisis—that threaten long-term sustainability. This study contributes to Indonesian anthropology by theorizing community heritage practices as dynamic identity formation processes embedded in power relations and neoliberal governance, where communities bear preservation responsibility without corresponding state support.
PERILAKU PENELUSURAN INFORMASI PEMUSTAKA DALAM KETERBATASAN AKSES ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOGUE (OPAC): STUDI KASUS DI PERPUSTAKAAN UMUM KOTA TASIKMALAYA Hilya Qanita; Agus Rusmana; Elnovani Lusiana
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 8 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Agustus)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i8.7384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku penelusuran informasi pemustaka dalam kondisi keterbatasan akses mandiri terhadap Online Public Access Catalogue (OPAC) di Perpustakaan Umum Kota Tasikmalaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap lima pemustaka yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses pengodean, pengelompokan kategori, dan penentuan tema. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan akses OPAC tidak menghentikan pemustaka dalam memenuhi kebutuhan informasi, tetapi mendorong terjadinya adaptasi dan perubahan strategi penelusuran. Strategi yang digunakan meliputi penelusuran langsung ke rak, pemanfaatan label dan petunjuk koleksi, penggunaan pengetahuan dan pengalaman sebelumnya, meminta bantuan pustakawan, serta memanfaatkan sumber informasi alternatif. Pemilihan strategi dipengaruhi oleh tingkat kekhususan kebutuhan informasi, pengalaman pemustaka, pengetahuan terhadap lingkungan perpustakaan, dan kondisi pencarian. Temuan ini menunjukkan bahwa keterbatasan akses OPAC menggeser proses penelusuran menjadi lebih bergantung pada pengalaman, lingkungan fisik perpustakaan, dan bantuan pustakawan. Oleh karena itu, penyediaan akses OPAC secara mandiri disertai petunjuk penggunaan yang mudah dipahami diperlukan untuk mendukung kemandirian dan efektivitas penelusuran informasi pemustaka.
Pelestarian Warisan Budaya Naskah Kuno Melalui Penerapan Digitalisasi: Studi Literatur Saskia Dwi Indriani; Agus Rusmana; Tine Silvana Rachmawati
Information Science and Library Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jisl.v6i2.12829

Abstract

Naskah kuno menghadapi berbagai ancaman yang berasal dari alam atau manusia membuat naskah kuno cepat rusak. Berkat kemajuan teknologi, kini pelestarian naskah kuno dapat dilaksanakan dengan melakukan alih media digital (digitalisasi). Tujuan dilakukannya penelitian ialah untuk 1) menganalisis penerapan pelestarian naskah kuno melalui digitalisasi yang telah dilakukan,  2) mendeskripsikan peran perpustakaan dalam pelestarian budaya melalui naskah kuno, serta 3) mendeskripsikan peluang dan tantangan digitalisasi naskah kuno. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Hasil dari kajian literatur diketahui bahwa secara umum terdapat tiga tahapan utama yang dilakukan oleh instansi-instansi yang telah menyelenggarakan digitalisasi yaitu: 1) tahap pra-digitalisasi, berupa persiapan naskah dan peralatan; 2) tahap digitalisasi, berupa pemotretan naskah, pengecekan hasil, dan editing; dan 3) tahap pasca digitalisasi, berfokus pada aksesibilitas dan penyajian file digital. Dalam melaksanakan fungsi simpan karya dan fungsi kultural perpustakaan berperan dalam pelestarian naskah kuno dengan 1) membentuk unit Pusat Preservasi dan Alih Media, 2) membuat pedoman standar alih media, dan 3) membantu melakukan digitalisasi di seluruh Indonesia. Digitalisasi membuka peluang bagi masyarakat untuk melakukan pelestarian serta promosi budaya. Di sisi lain, digitalisasi juga memberi tantangan terkait anggaran, SDM, kebijakan, aksesibilitas, serta keusangan teknologi.