Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

POTENSI DAN PELUANG RADIO KOMUNITAS DI JAWA BARAT Dian Wardiana Sjuchro; Agus Rusmana; Nuryah Asri Sjafirah; Nadhifa Viannisa
Metacommunication: Journal of Communication Studies Vol 8, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mc.v8i2.17155

Abstract

Kehadiran radio komunitas yang tidak lepas dari semangat demokratisasi berfungsi sebagai media informasi juga bertujuan untuk mengajak komunitas dalam meningkatkan daya saing, partisipasi aktif dalam penyelesaian masalah, serta menjaga dan merawat kearifan lokal yang ada di daerahnya. Namun di era digitalisasi dengan kecanggihan teknologi seperti saat ini menjadikan peran dan keberadaan radio komunitas semakin tersisihkan. Hadirnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta rancangan Peraturan Pemerintah Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran semakin membuat eksistensi radio komunitas terkikis. Penelitian ini menjadi penting untuk dikaji karena ketersisihan radio komunitas saat ini harusnya di dukung oleh pihak Pemerintah dengan aturan-aturan yang dapat melindungi dan memberikan manfaat bagi keberlangsungan radio komunitas. Penelitian ini ingin membuktikan bahwa radio komunitas masih banyak diminati oleh masyarakat pedesaan sebagai sumber mendapatkan informasi, hiburan, memberi banyak manfaat bagi individu maupun kelompok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam menentukan informan, peneliti memilih radio komunitas sebagai perwakilan dari: Pass FM Kabupaten Bandung, Rasi Garut, Abilawa Tasikmalaya, Kujang Sumedang, dan Sportif FM Cirebon. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa radio komunitas di wilayah Jawa Barat memiliki banyak potensi dan peluang bagi masyarakat sekitarnya, radio komunitas yang sudah diteliti di wilayah yang telah dipilih peneliti berfungsi sebagai sarana pendidikan dan peningkatan standar hidup, berbagi informasi, administrasi pedesaan, mempromosikan budaya dan hiburan, serta kohesi atau perekat sosial. Dengan kata lain, radio komunitas memiliki potensi dan peluang untuk memberikan manfaat pada masyarakat sekitarnya. Perkembangan radio komunitas harus di dukung oleh pihak Pemerintah lewat regulasi yang dapat melindungi keberlangsungan radio komunitas.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL ‘MENJADI MANUSIA’ DALAM MENYEBARKAN INFORMASI KESEHATAN MENTAL Azizah Paramayu; Agus Rusmana; Nuning Kurniasih
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2023): November: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v2i6.912

Abstract

Pada era modern saat ini, informasi semakin mudah didapatkan dan disebarkan. Informasi apapun termasuk pula informasi terkait kesehatan mental saat ini lebih mudah didapatkan salah satunya dengan perantara media sosial. Saat ini pun ada perusahaan media digital yang mengelola media sosial. Salah satu perusahaan yang mengelola media sosial untuk menyebarkan informasi terkait kesehatan mental yaitu Menjadi Manusia. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2018 yang didirikan oleh Rhaka Ghanisatria, Adam Alfares Abednego dan Levina Purnamadewi ini mengelola empat media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk menyebarkan informasi tentang kesehatan mental, yaitu Instagram, YouTube, TikTok dan Twitter. Pada penelitian ini sendiri akan membahas tentang bagaimana penggunaan platform media sosial yang dilakukan oleh Menjadi Manusia dalam menyebarkan informasi kesehatan mental. Metode yang digunakan dalam deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik observasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi pustaka serta melakukan observasi dengan mengamati empat akun media sosial yang dikelola oleh Menjadi Manusia. Hasil dari penelitian ini yaitu diantara empat media sosial yang dikelola oleh Menjadi Manusia untuk membagikan informasi kesehatan mental, terdapat interaksi yang cukup baik antar sesama pengikut di Instagram @menjadimanusia.id dan channel YouTube Menjadi Manusia. Sehingga dikatakan bahwa pesan yang disampaikan Menjadi Manusia pada platform Instagram dan YouTube karena terdapat feedback yang cukup baik, berbagi pengalaman, atau berbagi informasi di kolom komentar dari para pengikut atau subscriber, sehingga menimbulkan interaksi antar sesama pengikut.
Motif disabilitas netra berprofesi sebagai pustakawan Rahmat Alifin Valentino; Agus Rusmana; Ninis Agustini Damayani
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 19 No 2 (2023): December
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v19i2.3585

Abstract

Introduction. The number of librarian with disability, particularly with limited ability to see or blind is not many. This research explores the motives of the blind on why becoming librarians. Research methods. This study used a qualitative research method with a phenomenological approach. Data collection techniques used observations and interviews. Sampling was decided purposively. Analysis data. Research analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validation techniques were carried out using credibility tests. Results and Discussion. The motive to become a librarian refers to Alfred Schutz's phenomenological theory which can be divided into two categories: motives based on because-motive (Weil-Motiv), namely the hobby of reading, lack of reading material for blind people, and library facilities that support performance for librarians with visual disabilities. Motives based on the in-order-to motive (Um-zu-Motiv) are to change the social stigma of people with visual disabilities, increase readers’ interest in reading, socialize braille collections, increase economic levels, and increase relationships. Conclusion. The findings show that being a librarian with visual disabilities is oriented towards past and future motives.
Pembuatan Panduan Pengelolaan Ruang Penyimpanan Mushaf Sundawi sebagai Upaya Pelestarian di Perpustakaan Masjid Pusat Dakwah Islam Jawa Barat M. Ihsan Saputra Hasibuan; Agus Rusmana; Tine Silvana Rachmawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3922

Abstract

Perpustakaan Masjid Pusat Dakwah Islam Jawa Barat belum memiliki pedoman ataupun standar baku yang jelas untuk melakukan upaya pelestarian Mushaf Sundawi. Tidak adanya pedoman atau standar baku yang diterapkan terhadap upaya pelestarian Mushaf Sundawi, maka kegiatan pelestarian yang dilakukan oleh tenaga perpustakaan menjadi tidak memiliki prosedur atau langkah yang jelas terhadap upaya pelestarian yang dilakukan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya kerusakan terhadap Mushaf Sundawi. Oleh karena itu, maka penelitian ini bertujuan untuk membuat panduan pengelolaan ruang penyimpanan Mushaf Sundawi dengan memerhatikan aspek kelayakan panduan yakni aspek bahasa, aspek, materi, dan aspek tampilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research) dengan model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Hasil pengukuran penilaian panduan diketahui bahwa aspek bahasa memperoleh skor sebesar 81,25%, aspek materi memperoleh skor sebesar 81,25%, dan aspek tampilan memperoleh skor sebesar 87,50%. Berdasarkan kriteria indikator keberhasilan yang diterapkan yakni sebesar ≥ 81%, maka dapat disimpulkan bahwa bahasa yang digunakan pada panduan dinilai sudah jelas karena dapat dengan mudah dipahami oleh pengguna. Materi yang dimuat di dalam panduan sudah lengkap karena telah mencakup seluruh informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Tampilan yang dibuat pada panduan sudah memudahkan pembacaan karena pengguna merasa tampilan tersebut mendukung kenyamanan dalam memahami isi panduan.