Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL ‘MENJADI MANUSIA’ DALAM MENYEBARKAN INFORMASI KESEHATAN MENTAL Azizah Paramayu; Agus Rusmana; Nuning Kurniasih
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2023): November: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v2i6.912

Abstract

Pada era modern saat ini, informasi semakin mudah didapatkan dan disebarkan. Informasi apapun termasuk pula informasi terkait kesehatan mental saat ini lebih mudah didapatkan salah satunya dengan perantara media sosial. Saat ini pun ada perusahaan media digital yang mengelola media sosial. Salah satu perusahaan yang mengelola media sosial untuk menyebarkan informasi terkait kesehatan mental yaitu Menjadi Manusia. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2018 yang didirikan oleh Rhaka Ghanisatria, Adam Alfares Abednego dan Levina Purnamadewi ini mengelola empat media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk menyebarkan informasi tentang kesehatan mental, yaitu Instagram, YouTube, TikTok dan Twitter. Pada penelitian ini sendiri akan membahas tentang bagaimana penggunaan platform media sosial yang dilakukan oleh Menjadi Manusia dalam menyebarkan informasi kesehatan mental. Metode yang digunakan dalam deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik observasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi pustaka serta melakukan observasi dengan mengamati empat akun media sosial yang dikelola oleh Menjadi Manusia. Hasil dari penelitian ini yaitu diantara empat media sosial yang dikelola oleh Menjadi Manusia untuk membagikan informasi kesehatan mental, terdapat interaksi yang cukup baik antar sesama pengikut di Instagram @menjadimanusia.id dan channel YouTube Menjadi Manusia. Sehingga dikatakan bahwa pesan yang disampaikan Menjadi Manusia pada platform Instagram dan YouTube karena terdapat feedback yang cukup baik, berbagi pengalaman, atau berbagi informasi di kolom komentar dari para pengikut atau subscriber, sehingga menimbulkan interaksi antar sesama pengikut.
Motif disabilitas netra berprofesi sebagai pustakawan Rahmat Alifin Valentino; Agus Rusmana; Ninis Agustini Damayani
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 19 No 2 (2023): December
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v19i2.3585

Abstract

Introduction. The number of librarian with disability, particularly with limited ability to see or blind is not many. This research explores the motives of the blind on why becoming librarians. Research methods. This study used a qualitative research method with a phenomenological approach. Data collection techniques used observations and interviews. Sampling was decided purposively. Analysis data. Research analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validation techniques were carried out using credibility tests. Results and Discussion. The motive to become a librarian refers to Alfred Schutz's phenomenological theory which can be divided into two categories: motives based on because-motive (Weil-Motiv), namely the hobby of reading, lack of reading material for blind people, and library facilities that support performance for librarians with visual disabilities. Motives based on the in-order-to motive (Um-zu-Motiv) are to change the social stigma of people with visual disabilities, increase readers’ interest in reading, socialize braille collections, increase economic levels, and increase relationships. Conclusion. The findings show that being a librarian with visual disabilities is oriented towards past and future motives.
Pembuatan Panduan Pengelolaan Ruang Penyimpanan Mushaf Sundawi sebagai Upaya Pelestarian di Perpustakaan Masjid Pusat Dakwah Islam Jawa Barat M. Ihsan Saputra Hasibuan; Agus Rusmana; Tine Silvana Rachmawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3922

Abstract

Perpustakaan Masjid Pusat Dakwah Islam Jawa Barat belum memiliki pedoman ataupun standar baku yang jelas untuk melakukan upaya pelestarian Mushaf Sundawi. Tidak adanya pedoman atau standar baku yang diterapkan terhadap upaya pelestarian Mushaf Sundawi, maka kegiatan pelestarian yang dilakukan oleh tenaga perpustakaan menjadi tidak memiliki prosedur atau langkah yang jelas terhadap upaya pelestarian yang dilakukan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya kerusakan terhadap Mushaf Sundawi. Oleh karena itu, maka penelitian ini bertujuan untuk membuat panduan pengelolaan ruang penyimpanan Mushaf Sundawi dengan memerhatikan aspek kelayakan panduan yakni aspek bahasa, aspek, materi, dan aspek tampilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research) dengan model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Hasil pengukuran penilaian panduan diketahui bahwa aspek bahasa memperoleh skor sebesar 81,25%, aspek materi memperoleh skor sebesar 81,25%, dan aspek tampilan memperoleh skor sebesar 87,50%. Berdasarkan kriteria indikator keberhasilan yang diterapkan yakni sebesar ≥ 81%, maka dapat disimpulkan bahwa bahasa yang digunakan pada panduan dinilai sudah jelas karena dapat dengan mudah dipahami oleh pengguna. Materi yang dimuat di dalam panduan sudah lengkap karena telah mencakup seluruh informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Tampilan yang dibuat pada panduan sudah memudahkan pembacaan karena pengguna merasa tampilan tersebut mendukung kenyamanan dalam memahami isi panduan.
PELATIHAN PENGELOLAAN INFORMASI KEBENCANAAN OLEH PERPUSTAKAAN DESA Encang Saepudin; Ninis Agustini Damayani; Agus Rusmana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.45995

Abstract

Perpustakaan desa sebagai pusat informasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat pedesaan. Namun, dalam praktiknya, masih ada perpustakaan desa yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari segi infrastruktur, pengelolaan koleksi, maupun penyelenggaraan layanan informasi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema Pelatihan Pengelolaan Informasi Kebencanaan oleh Perpustakaan Desa bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengelola perpustakaan desa dalam mengakses, mengumpulkan, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi yang berkaitan dengan kebencanaan. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat peran perpustakaan desa sebagai pusat edukasi dan informasi mitigasi bencana yang mudah diakses oleh masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk melakukan pemetaan sosial dan mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi masyarakat. Sementara itu, metode pelatihan meliputi ceramah, diskusi partisipatif, dan praktik langsung agar peserta memperoleh pemahaman teoritis dan keterampilan aplikatif secara seimbang. Materi pelatihan yang meliputi strategi mengakses, mengumpulkan, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi yang berkaitan dengan kebencanaan telah meningkatkan kompetensi peserta dalam mengelola dan menyebarluaskan informasi kebencanaan secara efektif. Para peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik terkait proses identifikasi sumber informasi, klasifikasi, serta penyajian informasi melalui layanan perpustakaan yang adaptif. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan desa, khususnya dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat sumber informasi kebencanaan yang mampu menjangkau dan memberdayakan masyarakat.