Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMANFAATAN AMPAS TEH SEBAGAI PUPUK ORGANIK TERHADAP PRODUKTIVITAS INDIGOFERA ZOLLINGERIANA Yolani Utami; Suyitman Suyitman; Adisti Rastosari; Tevina Edwin; Yulianti Fitri Kurnia
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Peternakan ( Jurnal Of Animal Science )
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v6i2.7595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan ampas teh sebagai pupuk organik terhadap pertumbuhan Indigofera zollingeriana. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor dan 3 ulangan, yaitu pemberian ampas teh yang terdiri dari 3 taraf: 0 gram, 90 gram, dan 180 gram. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan jika perlakuan berpengaruh nyata maka dilakukan uji jarak Duncan. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh nyata terhadap pemberian ampas teh terhadap berat segar tajuk, berat segar daun, berat segar akar, panjang akar Indigofera zollingeriana. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ampas teh tidak mempengaruhi produktifitas Indigofera zollingeriana.
Kombinasi Media Tanam Berbeda Terhadap Pertumbuhan Indigofera zollingeriana Yolani Utami; Suyitman Suyitman; Adisti Rastosari; Tevina Edwin; El Latifa Sri Suharto
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 25, No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.25.2.240-245.2023

Abstract

Indigofera zollingeriana salah satu tanaman pakan leguminosa yang memiliki kandungan nutrisi dan produksi tinggi yang berpotensi sebagai sumber hijauan pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media tanam terbaik bagi pertumbuhan Indigofera zollingeriana. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu tanah (A0), tanah + pasir (A1), tanah + arang sekam (A2), tanah + pupuk kandang (A3), tanah + pasir + pupuk kandang (A4), tanah + arang sekam + pupuk kandang (A5), dan tanah + pasir + arang sekam + pupuk kandang (A6). Data pertumbuhan diantaranya tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang dan diameter batang, dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan jika berpengaruh nyata maka dilakukan uji jarak Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh nyata terhadap jenis media tanam terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, namun berpengaruh nyata terhadap diameter batang Indigofera zollingeriana. Media tanam terbaik terdapat pada perlakuan A5 (tanah + arang sekam + pupuk kandang) terhadap pertumbuhan Indigofera zollingeriana.
Ethnotaxonomy of buffallo (Bubalus Bubalis) on livestock system of the Gayo Community, Aceh Nasution, Abdullah Akhyar; Harahap, R. Hamdani; Suyitman, Suyitman; Hijjang, Pawennari
ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Anthropology, Faculty of Social and Political Sciences, Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/etnosia.v8i2.26099

Abstract

This paper aims to reveal the knowledge of the Gayo community about buffalo ethnotaxonomy so as to provide a good alternative for sustainability issues in maintaining local wisdom and identity. This research was conducted in Gayo Lues Regency using a qualitative approach because the main purpose of this study was to explore the knowledge and understanding of the Gayo community based on the emic perspective of the community regarding the classification of buffalo species. The data collection techniques used participatory observation, in-depth interviews, FGDs and document studies. The results showed that the knowledge of the Gayo community regarding the genetic ethnotaxonomy of buffalo can be seen from their ability to classify livestock types based on gender, skin color and horn shape owned by buffalo. There are six types of horns identified, namely: Caweng / Gaweng, Gonok, Gampang, Durung / Cakah, Rukup, Rebah, and Gope / Gupik. As for skin color, there are four categories, namely segem, jeged, impil-impil and sawak. The shape and characteristics possessed are indicators in determining the quality of the buffalo because it is correlated with the ability to endure, have energy and the quality of the meat produced. Knowledge of this matter is very useful for parties with an interest in the world of livestock to be used as a basis for policy making.
The Effect of Shading Conditions and Mowing Frequency on Plant Diversity, Productivity, Soil Nitrogen and Mineral, and Mineral Profiles of Dominant Forages of Grazing Pasture Visrialty, Isnatul; Ananta, Dwi; Suyitman, Suyitman; Khalil, Khalil
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 20 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.20.1.1-10

Abstract

The research aimed to study the effect of three different paddock management systems on nitrogen and mineral status of soil, plant diversity, and biomass production and to discuss the potential nutritional effects of macro mineral profiles of dominant forages on grazing cattle. The research was conducted in a Completely Randomized Design (CRD) 3x4, consisting of 3 paddocks as treatments and four plots as replicates. The pasture was divided into three paddocks based on shading conditions and mowing frequency: P1: unshaded by trees and rarely mowed; P2: unshaded but regularly mowed; and P3: shaded by numerous trees and never mowed. Each paddock was divided into four plots based on plant density, with plant and soil samples collected at 17 sampling points per plot. Measured parameters included botanical composition, dominant species, dry matter, and macro mineral concentration of calcium, sodium, phosphorus, sulfur, magnesium, and potassium in the soils and dominant forages. The grazing pasture was inhabited by around 110 native plant species, dominated by Imperata cylindrica (19.6%), Axonopus compressus (16.8%), Mimosa pudica (12.1%), Digitaria sanguinalis (10%), Elephantopus mollis (9.0%), and Euphorbia hirta (8.5%). Biomass production ranged from 110–135 kg/ha/day, with a carrying capacity of 2.5–3.0 AU/ha (significant at p<0.05). Different mowing frequency and shading conditions influenced soil nutrient concentrations, forage diversity, and productivity. Considering requirements for growing cattle, the dominant species had a favorable content in Mg, K, and S but was deficient in P, Na, and Ca. In conclusion, the grazing pasture was populated by diverse native forage plants, and the dominant species were poor in several essential minerals of P, Na, and Ca, which are most likely to limit cattle productivity.
Kombinasi Media Tanam Berbeda Terhadap Pertumbuhan Indigofera zollingeriana Utami, Yolani; Suyitman, Suyitman; Rastosari, Adisti; Edwin, Tevina; Suharto, El Latifa Sri
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.25.2.240-245.2023

Abstract

Indigofera zollingeriana salah satu tanaman pakan leguminosa yang memiliki kandungan nutrisi dan produksi tinggi yang berpotensi sebagai sumber hijauan pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media tanam terbaik bagi pertumbuhan Indigofera zollingeriana. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu tanah (A0), tanah + pasir (A1), tanah + arang sekam (A2), tanah + pupuk kandang (A3), tanah + pasir + pupuk kandang (A4), tanah + arang sekam + pupuk kandang (A5), dan tanah + pasir + arang sekam + pupuk kandang (A6). Data pertumbuhan diantaranya tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang dan diameter batang, dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan jika berpengaruh nyata maka dilakukan uji jarak Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh nyata terhadap jenis media tanam terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, namun berpengaruh nyata terhadap diameter batang Indigofera zollingeriana. Media tanam terbaik terdapat pada perlakuan A5 (tanah + arang sekam + pupuk kandang) terhadap pertumbuhan Indigofera zollingeriana.