Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Kreativitas terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa ditinjau dari Jenis Kelamin (Studi Kasus di MAN 1 Kolaka) Tahir Tahir; Marniati Marniati
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 2 No 2 (2018): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Urogram Studi Pendidikan Matematika, Universitas IVET

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.789 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya prestasi belajar matematika siswa. Akan dicari faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kreativitas terhadap prestasi belajar matematika siswa ditinjau dari perbedaan jenis kelamin. kemudian untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendukung serta menghambat kreativitas siswa. Sampel penelitian yang diambil adalah siswa kelas X yang bersekolah di MAN 1 Kolaka berjumlah 4o orang. Penelitian ini merupakan penelitian expost-facto. Data-data penelitian diambil dari angket siswa dan dokumentasi prestasi belajar matematika siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kreativitas belajar ditinjau dari jenis kelamin dan terdapat perbedaan yang signifikan dari prestasi belajar matematika siswa ditinjau dari perbedaan jenis kelamin. Selain itu, terdapat pengaruh yang searah antara kreativitas siswa ditinjau dari perbedaan jenis kelamin terhadap prestasi belajar. Kata kunci: kreativitas, jenis kelamin, prestasi belajar matematika. ABSTRACT This research is based on the low achievement of students' mathematics learning. Will be sought factors that affect the high level of achievement. The purpose of this study is to determine whether there is influence of creativity to student's mathematics learning achievement in terms of gender differences. then to know what factors that support and hinder the creativity of students. The sample of the research taken is the X class students who attend school in MAN 1 Kolaka amounted to 4o people. This research is an expost-facto research. The research data is taken from student questionnaire and documentation of student's mathematics learning achievement. The results showed that there was a difference of learning creativity in terms of gender and there was a significant difference from students' mathematics learning achievement in terms of gender differences. In addition, there is a direct influence between student creativity in terms of gender differences on learning achievement. Keywords: creativity, gender, mathematics learning achievement.
Comparison Of Mathematical Critical Thinking Skills Taught Using Powerpoint And Powtoon Learning Media Marniati Marniati; Chairuddin Chairuddin; Tahir Tahir
JME (Journal of Mathematics Education) Vol 9, No 1 (2024): JME
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v9i1.2154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran powtoon lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran power point. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP IT Wihdatul Ummah Kolaka. Pengambilan sampel dilakukan teknik sampling jenuh, sehingga diperoleh kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen I dan kelas VIIIB sebagai kelas eksperimen II. Adapun data kemampuan berpikir kritis matematika siswa dikumpulkan menggunakan instrument tes yang diberikan saat posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran power point yang terdiri dari 13 siswa menunjukkan nilai rata-rata (mean) 72,308. Sedangkan kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran powtoon yang terdiri dari 16 siswa menunjukkan nilai rata-rata (mean) 76,801. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis matematika siswa dalam pengajaran materi aritmetika sosial untuk kelas ekperimen II sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata kemampuan berpikir kritismatematika siswa kelas eksperimen I. Selanjutnya hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t telah diperoleh nilai thitung (-0,892) ttabel (1,703), menunjukkan bahwa H0 diterima, secara inferensial ini berarti bahwa kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran powtoon tidak lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran power point
COMPARISON OF MATHEMATICAL CRITICAL THINKING SKILLS TAUGHT USING POWERPOINT AND POWTOON LEARNING MEDIA Marniati Marniati; Chairuddin Chairuddin; Tahir Tahir
JME (Journal of Mathematics Education) Vol. 9 No. 1 (2024): JME
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v9i1.2154

Abstract

This study aims to determine: whether the critical thinking ability of mathematics students taught using powtoon learning media is better than the critical thinking ability of mathematics students taught using power point learning media. The population in this study were all seventh grade students of SMP IT Wihdatul Ummah Kolaka. Sampling was determined by saturated sampling technique, so that class VIIIA was obtained as experimental class I and class VIIIB as experimental class II. The data on students' mathematical critical thinking skills were collected using a test instrument given during the posttest. The results showed that the critical thinking ability of mathematics of students taught using power point learning media consisting of 13 students showed an average value (mean) of 72.308. While the critical thinking ability of mathematics students taught using powtoon learning media consisting of 16 students showed an average value (mean) of 76.801. This shows that the average critical thinking ability of students in teaching social arithmetic material for Experiment II class is slightly higher than the average critical thinking ability of students in Experiment I class. Furthermore, the results of hypothesis testing using the t-test have obtained the value of t (-0.892) < ttabel (1.703), indicating that H0 is accepted, inferentially this means that the critical thinking ability of mathematics students taught using powtoon learning media is not better than the critical thinking ability of mathematics students taught using power point learning media.
Meningkatkan Keberlanjutan Wisata Pantai Kayu Angin Melalui Aksi Bersih Pantai dan Upaya Pelestarian Lingkungan di Kabupaten Kolaka Nasarudin Nasarudin; Sutrisnawati Mehora; Andri Estining Sejati; Ahmad Iskandar; Gaby Nanda Kharisma; Eko Hariyadi; Sudarwin Kamur; Bardan Bulaka; Samsi Awal; Erfina Erfina; Surya Ningsih; Rina Sardiana Sari; Tahir Tahir; Ristiani Ristiani; Alfiani Dwi Astuti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i2.1548

Abstract

Pantai Kayu Angin di Kabupaten Kolaka merupakan destinasi wisata yang memiliki potensi besar sebagai daya tarik alam dan rekreasi masyarakat. Akan tetapi, bertambahnya kegiatan pariwisata juga berkontribusi pada penurunan kualitas lingkungan, terutama pencemaran yang diakibatkan oleh sampah plastik. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat keberlanjutan pariwisata di Pantai Kayu Angin melalui aksi pembersihan pantai dan partisipasi masyarakat dalam usaha menjaga lingkungan. Metode pelaksanaan mencakup tindakan gotong royong dalam membersihkan kawasan pantai. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya penurunan sampah di area pantai, peningkatan kesadaran ekologis di kalangan masyarakat, serta tersusunnya rencana aksi berkelanjutan seperti program bersih pantai secara rutin dan penyediaan sarana pengelolaan sampah. Kegiatan ini didasarkan pada teori pariwisata berkelanjutan, partisipasi masyarakat, serta ekowisata. Secara umum, tindakan ini menunjukkan bahwa pengelolaan pariwisata yang berwawasan lingkungan dan melibatkan partisipasi masyarakat adalah strategi yang efektif untuk mempertahankan daya tarik wisata sambil menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan
Exploring and analyzing mathematics learning activities through a constructivist approach: A case study Dwi Permatasari; Tahir Tahir; Chairuddin Chairuddin
Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/petier.v8i1.310

Abstract

This study aims to explore and analyze the application of a constructivist approach in mathematics learning at SMA Negeri 1 Lalolae. The research employed a descriptive qualitative method with data triangulation through classroom observations, teacher interviews, and student questionnaires. The findings indicate that constructivist elements have been partially implemented, as reflected in classroom discussions, opportunities for students to express arguments, and activities that encourage independent problem solving. Students showed positive responses in terms of increased motivation and learning engagement, although some students remained passive and experienced difficulties in constructing concepts independently. In conclusion, the implementation of a constructivist approach in mathematics learning at SMA Negeri 1 Lalolae has not yet been optimal and requires support in the form of improved learning facilities and teacher training to enhance its effectiveness and sustainability.
Analisis Kemampuan Problem Solving Siswa pada Materi Eksponen Melalui PBL Berbasis Polya Rusyda Auliya; Tahir Tahir; Chairuddin Chairuddin; Erfina Erfina
Square : Journal of Mathematics and Mathematics Education Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the problem-solving abilities of tenth-grade students at SMAN 1 Lalolae on the topic of exponents after the implementation of problem-based learning (PBL) with reference to Polya’s problem-solving stages. The background of this research is based on the limited number of studies that specifically examine students’ problem-solving skills in exponents through the application of PBL with a Polya-based approach. The research employed a descriptive qualitative method with ten students from SMAN 1 Lalolae selected using purposive sampling, representing high, medium, and low ability categories. Data were collected through problem-solving tasks on exponents and semi-structured interviews, then analyzed using Polya’s indicators, which include understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan, and reviewing the solution. The findings indicate that high-ability students were able to solve problems systematically from understanding the problem to obtaining the correct solution, although the evaluation stage was not yet optimal. Medium-ability students were able to write down information and formulas but often struggled in selecting appropriate strategies, resulting in partially incorrect answers. Meanwhile, low-ability students encountered difficulties from the initial stage, demonstrated unclear strategies, and produced incorrect solutions.  The findings suggest the need to develop scaffolding strategies to support students with moderate and low levels of ability. The application of PBL was proven to enhance students’ engagement and problem-solving abilities, although evaluation and reflection aspects still need improvement.
Pemberdayaan PKK melalui Pengembangan Taman Herbal Rumah Tangga di Desa Leboea sebagai Upaya Ketahanan Kesehatan Mandiri Fahrul Fathir. B; Tahir Tahir; Safarudin Safarudin; Haerul Akbar; Rika Rika; Sarlina Sarlina; Irma Irma; Zahwaqina Akrab; Tiara Asrini; Wa Mawar Wa Mawar; Halisa Halisa; Vizriani Vizriani; Nurfa Nurfa; Ainun Ainun
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2432

Abstract

The development of a household herbal garden is a community empowerment strategy based on local potential to strengthen independent health resilience. Leboea Village has environmental characteristics that support the development of Family Medicinal Plants (TOGA), supported by the availability of yard space and the tradition of utilizing herbal plants. This community service activity aims to increase the capacity of Family Welfare Empowerment (PKK) cadres in developing household herbal gardens as a medium for family health education. The method used is community empowerment-based cadre mentoring through four stages: preparation, training and empowerment of cadres, field mentoring, and monitoring and evaluation. The activity involved 10 PKK cadres and 25 assisted households in Leboea Village. The results of the activity showed an increase in the capacity of PKK cadres in understanding and practicing herbal plant cultivation techniques, as demonstrated by the cadres' ability to plant, maintain, and provide education to the community. All assisted households successfully developed herbal gardens with main plant species such as ginger, turmeric, lemongrass, and galangal with good initial growth rates. In addition, there was an increase in community knowledge about the use of TOGA as an alternative for maintaining family health.  This activity encourages the formation of home herbal gardens that are managed independently and sustainably and strengthens public awareness of health based on local resources.ABSTRAKPengembangan taman herbal rumah tangga merupakan strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal untuk memperkuat ketahanan kesehatan mandiri. Desa Leboea memiliki karakteristik lingkungan yang mendukung pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), ditunjang oleh ketersediaan lahan pekarangan dan tradisi pemanfaatan tanaman herbal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam mengembangkan taman herbal rumah tangga sebagai media edukasi kesehatan keluarga. Metode yang digunakan adalah pendampingan kader berbasis pemberdayaan masyarakat melalui empat tahapan, yaitu persiapan, pelatihan dan pemberdayaan kader, pendampingan lapangan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 10 kader PKK dan 25 rumah tangga binaan di Desa Leboea. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas kader PKK dalam memahami dan mempraktikkan teknik budidaya tanaman herbal, yang ditunjukkan melalui kemampuan kader melakukan penanaman, pemeliharaan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Seluruh rumah tangga binaan berhasil mengembangkan taman herbal dengan jenis tanaman utama seperti jahe, kunyit, serai, dan lengkuas dengan tingkat tumbuh awal yang baik. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan TOGA sebagai alternatif pemeliharaan kesehatan keluarga. Kegiatan ini mendorong terbentuknya taman herbal rumah tangga yang dikelola secara mandiri dan berkelanjutan serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan berbasis sumber daya lokal.