Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Tekstur Tanah Untuk Evaluasi Kesesuaian Lahan Pertanian Di Desa Kawengan Elvania, Nindy Callista; Mulyanti, Heri; Uswatun, Winda; Nalalizza, Nabila
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1844

Abstract

Tekstur tanah merupakan komponen penting dalam menentukan kesesuaian lahan untuk kegiatan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tekstur tanah di beberapa titik sampel di Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap komoditas pertanian utama di daerah tersebut. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel tanah di tiga lokasi berbeda, analisis laboratorium untuk menentukan persentase fraksi pasir, debu, dan liat, serta klasifikasi tekstur menggunakan segitiga tekstur USDA. Hasil analisis menunjukkan bahwa tekstur tanah di lokasi penelitian berkisar antara lempung berpasir hingga lempung, yang memiliki pengaruh terhadap kemampuan tanah dalam menyimpan air dan unsur hara. Berdasarkan hasil evaluasi, sebagian besar lahan tergolong sesuai (S2) hingga sesuai marginal (S3) untuk komoditas pertanian seperti jagung dan kedelai. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi perencanaan tata guna lahan pertanian yang lebih berkelanjutan di wilayah tersebut.
EFFECTIVENESS OF USING ACTIVATED CARBON TO REDUCE POLLUTANTS IN LEACHATE Elvania, Nindy Callista; Oktavianus Cahya Anggara; Narafa Nur Khairiyyah; Regina Widya Putri L
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 10, No. 01 April (2025) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v10i01.217

Abstract

Leachate pollution resulting from dissolution process organic and inorganic materials in open landfills is a serious environmental problem. Leachate contains various pollutants, such as heavy metals, organic compounds, and hazardous compounds that can damage water and soil quality not managed properly. This study aims assess the effectiveness activated carbon in reducing pollutants in leachate and factors that affect the performance of activated carbon in leachate treatment. The method used in study is leachate treatment using activated carbon as an adsorbent medium. Testing was carried out with variations in contact time and activated carbon concentration to determine the optimal conditions for pollutant absorption. Water quality parameters tested included COD, BOD, Fe and Zn. The results of  study showed that activated carbon is very effective in reducing pollutant content in leachate. This can be seen from results of the effectiveness calculation where it was found that activated carbon can reduce COD 63.96%, BOD 44.89%, Fe 83.33%, and Zn 83.33%.
PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN BSF DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PAKAN TERNAK DAN PUPUK ORGANIK Elvania, Nindy Callista; Heri Mulyanti; Eka Luluk Fitriani; Reva Putri Sugianti
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v9i1.6423

Abstract

The problem of household organic waste remains an environmental issue that requires effective management in various regions, including Jelu Village. This community service activity aims to increase active community participation in organic waste management through the use of Black Soldier Fly (BSF) larvae. BSF cultivation technology was chosen because it can quickly decompose organic waste and produce by-products in the form of animal feed and organic fertilizer. This program was implemented through an educational approach, technical training, and direct mentoring for residents from several neighborhood units (RT) in Jelu Village. The results of the activity showed an increase in community knowledge and skills in BSF cultivation, with maggot production reaching 2 kg in three weeks and daily organic waste management of around 4–5 kg. Furthermore, the community was also able to independently build cultivation cages. This activity has succeeded in raising ecological awareness while providing economic benefits, and is expected to become a model for sustainable organic waste management at the village level.
Pengujian Kadar Besi (Fe) Pada Air Bersih dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis di Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Bojonegoro Fiqri, Albet Haikal; Elvania, Nindy Callista
Baselang Vol 5, No 2: OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i2.294

Abstract

Semua kehidupan di Bumi membutuhkan Sumber kebutuhan dasar berupa Air bersih. Kualitas air bersih yang layak tidak mengandung kontaminasi bahan kimia berbahaya seperti logam berat serta bahan organik yang dapat berdampak negative pada kesehatan selama jangka Panjang. Salah satu parameter yang perlu diperhatikan dalam kualitas air adalah kadar Besi (Fe). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengujian kadar Besi (Fe) pada air bersih dengan metode Spektrofotometri UV-Vis dan menganalisis kadar Besi (Fe) pada air bersih di Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Bojonegoro. Metode yang diterapkan meliputi metode deskriptif serta analisis laboratorium dengan parameter Besi (Fe) terhadap sampel air bersih dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel air bersih memiliki kadar Besi (Fe) dibawah ambang batas yaitu 0,03 mg/L – 0,15 mg/L, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 dengan nilai kadar Besi (Fe) yaitu 0,2 mg/L. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas air dari seluruh sampel berada dibawah baku mutu yang telah ditetapkan dan layak untuk dikonsumsi.
ALTERNATIF PAKAN TERNAK BERGIZI DAN BERNUTRISI DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH PERTANIAN DI DESA JELU NGASEM Amanda, Herliana; Amanda Sari, Herliana Dita; Budiana, Aldi Setia; Alifa, Nurul Fatmawati; Herdriyani, Diva Ferliana; Rahmadhini, Faradilla Ayu; Ghozi, Ahmad Syaiful; Elvania, Nindy Callista
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 6 No 1 (Maret 2025)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v6i1.2674

Abstract

Jelu Village is one of the villages in Ngasem District, Bojonegoro Regency, with residents whose main livelihood is farmers and livestock breeders. Making fermented animal feed as a form of utilising existing agricultural waste. The objectives to be achieved with this work program for making fermented animal feed include introducing the concept of animal feed fermentation and the benefits it can provide, as well as providing knowledge about appropriate technology in improving the nutritional quality of animal feed to the Jelu Village Community. In implementing the animal feed work program, the method used is Knowledge Transfer or transfer of knowledge with counselling and training in making fermented animal feed, which has two stages: Education or socialisation and Assistance in making fermented animal feed. It can be said that the people of Jelu Village have been greatly helped by the manufacture of alternative fermented feed and the use of abundant agricultural waste.
Pemanfaatan Biochar Sekam Padi sebagai Agen Reduksi Kandungan Merkuri (Hg) pada Air Lindi Anggraini, Adinda Dhayu; Mulyanti, Heri; Elvania, Nindy Callista
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 6, No 1 (2026): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2026.v6i1.8683

Abstract

Air lindi yang dihasilkan dari proses dekomposisi sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) berpotensi mengandung logam berat berbahaya, salah satunya merkuri (Hg), yang dapat mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar Hg dalam air lindi adalah proses adsorpsi menggunakan biochar berbahan limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biochar sekam padi teraktivasi dalam menurunkan kadar merkuri (Hg) pada air lindi, menentukan waktu kontak yang paling efektif, serta mengevaluasi kesesuaian hasil pengolahan dengan baku mutu air lindi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 59 Tahun 2016. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan metode adsorpsi batch menggunakan variasi dosis biochar sekam padi teraktivasi sebesar 15 g dan 30 g, serta variasi waktu kontak 120 menit dan 180 menit pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan mampu menurunkan kadar Hg pada air lindi. Efisiensi penurunan tertinggi diperoleh pada dosis biochar 15 g dengan waktu kontak 120 menit, yaitu sebesar 48,65%. Seluruh hasil pengolahan menunjukkan kadar Hg akhir berada di bawah baku mutu yang ditetapkan. Biochar sekam padi teraktivasi berpotensi digunakan sebagai adsorben ramah lingkungan dan berbasis limbah lokal untuk pengolahan air lindi. Kata kunci: adsorpsi, air lindi, biochar, merkuri, sekam padi
Evaluasi Kelengkapan dan Kualitas Alat Pelindung Diri Bagi Pekerja Sumur Migas Ardianta, Dadang Arga; Elvania, Nindy Callista; Anggara, Oktavianus Cahya
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 2 (2025): Environmental Health: Emerging Contaminants and Environmental Toxicology for Su
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i2.924

Abstract

Kegiatan usaha minyak dan gas mencakup serangkaian kegiatan yang terkait dengan eksplorasi, produksi, pengolahan, dan distribusi minyak dan gas bumi. Industri minyak dan gas bumi ialah salah satu sektor yang penuh risiko dan berbahaya tinggi. Oleh sebab itu, pengelolaan keselamatan kerja menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan di tempat kerja. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui penerapan penggunaan alat pelindung diri pekerja yang diwajibkan perusahaan serta mengetahui upaya-upaya perusahaan dalam meningkatkan penerapan wajib alat pelindung diri. Penelitian ini berlokasi pada PT. X bidang eksplorasi dan produksi minyak dang gas bumi. Metode pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara dan studi dokumen. Teknik pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan pertimbangan tertentu atau purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 24 orang, yang terdiri dari 3 pengawas lapangan dengan jabatan driller dan 21 pekerja lapangan dengan jabatan derrickman, floorman, dan mekanik. Metode analisis yang digunakan ialah Importance- Performance Analysis (IPA). Hasil analisa ditunjukkan dengan diagram Importance- Performance Analysis (IPA) yang memiliki 4 kuadran. Variabel nyaman dan efektivitas termasuk pada kuadran A (prioritas utama), sementara variabel fleksibilitas, awet, kepuasan, dan kesadaran masuk dalam kategori kuadran B (pertahankan), variabel kehati-hatian dan bersih termasuk kuadran C (prioritas rendah), dan tidak terdapat variabel yang dikategorikan kuadran D (abaikan). Upaya yang dilakukan perusahaan sebagai bagian untuk meningkatkan penerapan wajib alat pelindung diri adalah melalui pelaksanaan safety introduction, safety briefing, serta dengan pemasangan poster dan rambu-rambu keselamatan pada lingkungan kerja.
Analisis Efektivitas Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit X Nugroho, Dimas; Elvania, Nindy Callista; Purwaningrum, Solikhati Indah
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 2 (2025): Environmental Health: Emerging Contaminants and Environmental Toxicology for Su
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i2.936

Abstract

Air limbah rumah sakit mengandung mikroorganisme patogen, bahan kimia beracun, dan zat radioaktif yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Rumah Sakit X merupakan rumah sakit tipe C dengan luas lahan 10.022 m², luas bangunan 44.898 m², dan 173 tempat tidur, menghasilkan air limbah dengan parameter TSS, BOD5, COD, amonia, fosfat, dan E. coli. Berdasarkan hasil pengujian Januari 2024 pada outlet Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tiga parameter mendekati batas baku mutu SK Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013. Kondisi ini dipengaruhi oleh IPAL yang telah beroperasi bertahun-tahun dan pembangunan gedung baru yang meningkatkan beban pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik air limbah dan air hasil pengolahan serta menganalisis efektivitas kinerja IPAL Rumah Sakit X dalam mengelola air limbah agar aman bagi masyarakat dan lingkungan. Sampel diambil menggunakan metode grab sampling pada inlet dan outlet dengan volume 2000 mL. Hasil laboratorium menunjukkan parameter amonia (0,22 mg/L) dan fosfat (2,922 mg/L) tidak memenuhi baku mutu, disebabkan kurangnya waktu aerasi yang menyebabkan kadar oksigen terlarut rendah dan menghambat mikroorganisme dalam menguraikan NH3 dan PO4. Parameter E. coli (350 MPN/100 mL) memenuhi standar baku mutu. Perhitungan efektivitas menunjukkan penurunan E. coli signifikan sebesar 96,23%, menandakan keberhasilan desinfeksi. Namun, penurunan amonia hanya 45,89% dan masih melebihi batas baku mutu, sedangkan fosfat mengalami peningkatan dengan efektivitas -6,22%, mengindikasikan kegagalan pengolahan fosfat. Hasil ini menyoroti perlunya optimalisasi proses aerasi dan pengolahan fosfat pada IPAL Rumah Sakit X.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN TONGKOL JAGUNG MENJADI PAKAN TERNAK FERMENTASI UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN LOKAL Elvania, Nindy Callista; Purwaningrum, S. Indah; Ahla, Janatul Firdausi; K., Winda Uswatun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37635

Abstract

Abstrak: Desa Kawengan memiliki potensi limbah pertanian berupa tongkol jagung yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal serta tingginya ketergantungan peternak terhadap pakan komersial yang berdampak pada biaya produksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah tongkol jagung menjadi pakan ternak fermentasi, mendukung kemandirian pakan lokal, serta menciptakan peluang ekonomi baru. Mitra kegiatan adalah kelompok tani dan peternak Desa Kawengan dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan praktik langsung (learning by doing), dan pendampingan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan secara partisipatif melalui observasi, wawancara, dan perbandingan kemampuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan teknis peserta sebesar 65% dan peningkatan pemahaman pengelolaan limbah pertanian sebesar 70%. Selain itu, pemanfaatan pakan fermentasi mampu menurunkan biaya pakan ternak hingga 30%, sehingga meningkatkan nilai ekonomis dan ketahanan pangan lokal. Abstract: Kawengan Village has abundant agricultural waste potential in the form of corncobs, but it has not been optimally utilized, and livestock farmers are highly dependent on commercial feed, which impacts production costs. This community service activity aims to improve community knowledge and skills in processing corncobs into fermented livestock feed, support local feed independence, and create new economic opportunities. The activity partners are farmer and livestock groups in Kawengan Village with a total of 10 participants. The method used includes a participatory approach through socialization, direct practical training (learning by doing), and ongoing mentoring. Evaluation was carried out in a participatory manner through observation, interviews, and comparison of abilities before and after the activity. The results showed a 65% increase in participants' technical skills and a 70% increase in understanding of agricultural waste management. In addition, the use of fermented feed can reduce livestock feed costs by up to 30%, thereby increasing the economic value and local food security.