Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA PERANCANGAN AGROWISATA DI KECAMATAN CANDIPURO LAMPUNG SELATAN Nurzukhrufa, Antusias; Satria, Widi Dwi; Widya, Amelia Tri; Kurniawan, Guruh Kristiadi; Saputro, Cahyo Ardi; Riesanty, Okta
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 1 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i1.6602

Abstract

Candipuro merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan yang memiliki potensi besar di bidang pertanian karena didominasi lahan persawahan dan perkebunan. Namun potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Mengingat potensi pertanian yang paling utama, apabila ditambahkan unsur wisata berupa agrowisata dapat menambah nilai positif, seperti meningkatkan edukasi bidang pertanian dan pendapatan daerah, serta meminimalisir alih fungsi lahan pertanian. Penelitian ini penting karena agrowisata tidak hanya dinilai dari sisi komersilnya, namun harus memiliki dampak positif terhadap keberlangsungan lingkungan. Salah satu konsep perancangan yang berwawasan lingkungan yaitu arsitektur ekologi. Arsitektur ekologi berperan melindungi ekosistem dari kerusakan serta menciptakan kenyamanan penghuni dari segi fisik, sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mewujudkan desain agrowisata yang berwawasan lingkungan dengan menerapkan konsep arsitektur ekologi. Agrowisata sangat dekat dengan alam, sehingga lingkungan alami harus terjaga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan tahapan yaitu identifikasi permasalahan, pengumpulan data, analisis, dan penyusunan konsep, kemudian konsep diimplementasikan ke dalam rancangan. Hasil penelitian ini yaitu implementasi dari empat aspek konsep arsitektur ekologi pada desain agrowisata Candipuro, diantaranya melalui sistem penghawaan dan pencahayaan alami dengan membuat bukaan pada bangunan, penghematan energi dengan penggunaan panel surya, penggunaan material alami pada massa bangunan seperti tanah liat, ijuk, kayu dan bambu, dan penerapan sistem biopori sebagai resapan air.
Preferensi Berhuni dalam Perencanaan Desa Mandiri Energi Berbasis Turbin Mikrohidro dan Panel Surya dengan Pendekatan Hedonic Pricing Method Widya, Amelia Tri; Madi; Fajarwati, Galuh; Damanik, Novita Hillary Christy
Jurnal Permukiman Vol 20 No 2 (2025)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2025.20.78-85

Abstract

Instalasi turbin mikrohidro dan panel surya sebagai penyedia listrik di Dusun Ogan Jaya, Desa Sinar Jawa, Lampung menawarkan potensi besar dalam mewujudkan Desa Mandiri Energi (DME). Namun, potensi tersebut belum didukung dengan perencanaan spasial yang terintegrasi. Model perencanaan DME dapat diidentifikasi melalui preferensi berhuni. Dengan teridentifikasinya preferensi berhuni, intervensi perencanaan spasial dapat sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan lokal. Penyesuaian tersebut berkontribusi terhadap keberhasilan program DME. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi berhuni melalui nilai hunian dengan pendekatan “Hedonic Pricing Method” (HPM). Penelitian dilakukan dengan menguji atribut hunian yang mempengaruhi nilai hunian. Atribut hunian yang diuji, diwakili oleh (1) kemudahan aksesibilitas; (2) fasilitas pendukung DME; (3) hubungan sosial; (4) identitas desa. Data yang terkumpul dianalisis dengan regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa masyarakat belum sepenuhnya memberikan respon positif terhadap penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) baik secara individu maupun kelompok. Namun, hunian yang hemat energi dapat menaikkan nilai hunian. Dalam perencanaannya, hunian harus dekat pusat desa. Masyarakat juga menginginkan rumah tinggal dekat dengan sungai. Model perencanaan DME memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dan perencanaan yang matang.
Perbandingan Peta Kognitif Mahasiswa Baru Arsitektur dan Bukan Arsitektur pada Landmark Kampus Institut Teknologi Bandung Widya, Amelia Tri; Bachtiar, Jasmine Chanifah U
RUAS Vol. 19 No. 1 (2021)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2021.019.01.1

Abstract

The existence of landmarks on campus can help students to access campus facilities in supporting formal teaching and learning activities. However, homogeneous planning of landmarks can divert student orientation in accessibility, particularly for freshman. This was partly complained by students such as students of the Institut Teknologi Bandung (ITB), Indonesia. Therefore, it is prominent to identify the process of recognizing landmarks as well as their attributes and meanings that can strengthen the process of forming cognitive maps. The current study aims to determine the cognitive map differences of freshmen freshmen in ITB who have had prior spatial experience (architecture students) (N=18) and students who have not before (N=20). This qualitative research was conducted by distributing questionnaires to compare student cognitive maps. The results showed that architecture students identify fewer landmarks than non-architecture students. However, architecture students have an appropriate cognitive map, so they are likely not to get lost on campus. Meanwhile, the attributes of the landmarks identified are additional accessories; shape; detail/ornamentation; design style; height; composition; location; material/texture; proportion; singularity; scale; and colour. The meanings of landmarks identified are history, memory, structure, sensation, and emotional feeling. This result is expected to be used as references for designing other ITB campus landmarks.
Morphological Change of Coastal Kampung Kota: Resilience and Vulnerability of Kampung Cungkeng and Sinar Laut, Bandar Lampung, Indonesia Widya, Amelia Tri; Lestari, A. Dwi Eva; Vividia, Yemima Sahmura; Nurzukhrufa, Antusias; Aziza, Melati Rahmi; Tanjung, Adinda Sekar
Journal of Regional and City Planning Vol. 36 No. 2 (2025)
Publisher : The Directorate for Research and Innovation, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jpwk.2025.36.2.2

Abstract

‘Kampung kota’ (urban villages) in Indonesia represent informal settlements that emerge organically and unplanned, blending urban living with local cultural identities. Despite their unplanned growth and associated risks, such as flooding, fires, and economic instability, these communities exhibit remarkable resilience through strong social ties, adaptive spatial practices, and cultural continuity. Using urban morphology as an analytical lens, this study examined the resilience and vulnerability of Kampung Cungkeng and Sinar Laut, two coastal Bugis settlements in Bandar Lampung. The morphological changes reveal the development patterns and social and economic data integration within their structure. The research was conducted by field observations, in-depth interviews, and spatial analysis by satellite imagery to study the settlements. Their morphological transformations were examined over decades. The findings reveal how physical adaptations, such as stilt houses and mangrove planting, help mitigate vulnerabilities. Additionally, socio-economic strategies like the multifunctional use of space contribute to reducing risks while preserving cultural heritage. However, unregulated expansion and environmental pressures exacerbate risks, highlighting the need for integrated planning. The findings underscore the dual nature of ‘kampung kota’ as both resilient and vulnerable, offering insights for sustainable urban development. The study’s results contribute to the global discourse on informal urban resilience by highlighting how coastal ‘kampung kota’ can contribute to the world discourse on informal urban resilience through unique spatial adaptations and cultural sustainability
Faktor Kepuasan Bermukim yang Mempengaruhi Liveability di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan Widya, Amelia Tri; Lubis, Rizal Arifin; Kusuma, Hanson Endra; Kusyala, Dibya
Jurnal Permukiman Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.23-34

Abstract

Perkembangan urbanisasi yang pesat mendorong Indonesia untuk membangun kota yang layak huni atau “liveable city” sebagai agenda pembangunan jangka panjang. “Liveable city” dapat diwujudkan dengan mengetahui tingkat kepuasan bermukim dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan bermukim dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. Dengan menggunakan pendekatan “grounded theory”, kuesioner didistribusikan secara langsung maupun daring dengan pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan dipengaruhi oleh sembilan faktor fisik dan non-fisik. Kepuasan cenderung dipengaruhi oleh faktor fisik yaitu kemudahan aksesibilitas dan ketersediaan transportasi umum dan faktor non-fisik yaitu hubungan sosial dan keterikatan tempat. Sementara itu ketidakpuasan penduduk cenderung dipengaruhi oleh faktor fisik ketidaksehatan lingkungan, ketidaktersediaan infrastruktur, dan masalah kepemilikan rumah serta faktor non-fisik yaitu perilaku penduduk yang apatis dan pesimis. Dengan demikian, pembangunan menuju “liveability” direncanakan dan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek fisik maupun non-fisik. Penelitian ini berguna untuk pemerintah sebagai acuan prioritas pembangunan menuju keberlanjutan.