Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JAS (Journal of Animal Science)

Hubungan Jarak Puting ke Lantai dengan Tingkat Mastitis dan Kualitas Susu Berdasarkan Uji Reduktase Susu Sapi Perah PFH Rizka Ulfaturrohmah; Puguh Surjowardojo
JAS Vol 7 No 3 (2022): Journal of Animal Science (JAS) - Juli 2022
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.712 KB) | DOI: 10.32938/ja.v7i3.2948

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jarak puting ke lantai dengan tingkat mastitis menggunakan Callifornia Mastitis Test (CMT) dan kualitas susu berdasarkan uji reduktase. Penelitian ini menggunakan 144 puting susu dari 36 sapi perah PFH pada laktasi ke 3-5 dari 13 peternak lokal di KPSP Setia Kawan, Nongkojajar, Pasuruan, Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus – 24 September 2021. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan observasi langsung. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi dan korelasi sederhana pada software Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase puting yang tidak terinfeksi mastitis sebesar 70,8%. Sedangkan persentase kejadian mastitis puting susu pada level 1-4 adalah 16%, 10,4%, 2,1 % dan 0,7%. Hasil uji reduktase menunjukkan bahwa rata-rata kualitas susu yang dihasilkan cukup baik dan termasuk dalam kategori grade 1 dengan perkiraan jumlah bakteri 500.000 sel/ml. Hubungan antara tinggi puting dari lantai dengan tingkat mastitis pada 1-4 tidak cukup kuat. Terdapat korelasi yang rendah antara jarak puting ke lantai dengan tingkat mastitis dengan persamaan Y = 53,71 – 2,68 X dan koefisien korelasinya rendah (r = -0,36). Terdapat hubungan yang rendah antara jarak puting ke lantai dengan kualitas susu dengan persamaan Y = 45,62 + 1,12 X dan koefisien korelasi yang rendah (r = 0,29). Kesimpulannya adalah jarak puting ke lantai dengan tingkat mastitis dan kualitas susu sapi PFH memiliki hubungan yang rendah. Semakin jauh jarak puting ke lantai, semakin rendah risiko mastitis dan semakin baik kualitas susu.
Perbedaan Produksi Susu Puting Depan dan Belakang Sapi PFH yang Mengalami Mastitis Subklinis di KPSP Setia Kawan Pasuruan Aisyah Khofifah Rachman; Puguh Surjowardojo
JAS Vol 7 No 3 (2022): Journal of Animal Science (JAS) - Juli 2022
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.43 KB) | DOI: 10.32938/ja.v7i3.2953

Abstract

Penghambat dalam peningkatan produksi susu salah satunya dipengaruhi oleh manajemen pemeliharaan yang kurang baik terutama pada manajemen kesehatan. Salah satu penyebab rendahnya produksi dan kualitas susu sapi perah dari aspek kesehatan adalah adanya penyakit mastitis. Mastitis merupakan peradangan jaringan internal pada kelenjar ambing akibat infiltrasi mikroba dalam puting atau adanya luka yang dapat menimbulkan infeksi akut, sub akut dan kronis. Mastitis subklinis hanya dapat dideteksi melalui pemeriksaan mikrobiologi dan penghitungan jumlah sel somatik terhadap contoh susu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rataan produksi susu puting depan 7,23 ± 4,59 kg/ekor/hari, produksi susu putting belakang 11,05 ± 8,42 kg/ekor/hari. Hal ini dapat dijelaskan bahwa produksi susu putting depan dan belakang pada 36 sapi PFH tersebut memiliki perbedaan yang sangat nyata terhadap kuantitas produksi susu. Rataan skor mastitis puting depan 0,33 ± 0,68, skor mastitis puting belakang 0,94 ± 1,04. Hal ini dapat dijelaskan bahwa skor mastitis puting depan dan belakang pada 36 ekor sapi perah PFH tersebut memiliki perbedaat sangat nyata terhadap kemungkinan terjadinya mastitis.