Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN LURAH DALAM PEMBENTUKAN KELURAHAN SADAR HUKUM PADA MASYARAKAT KELURAHAN POJOK KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI Safira Indhana Zulfani; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.112 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p32-48

Abstract

Implementasi kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah kelurahan berdampak pada penguatan pembentukan kelurahan sadar hukum yang termasuk dalam upaya memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan dan kesadaran terhadap hukum di masyarakat Kelurahan Pojok. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi dari kebijakan yang telah ditetapkan oleh Lurah dalam pembentukan kelurahan sadar hukum dan memaparkan hambatan serta tantangan yang dihadapi kelurahan pojok dalam pembentukan Kelurahan Sadar Hukum. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam penentuan sampel yang akan digunakan untuk memperoleh data, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori implementasi George C. Edward III yang memiliki empat faktor penentu keberhasilan implementasi kebijakan yaitu, komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi/ kewenangan. Komunikasi pelaksanaan kebijakan dilaksanakan dengan cara rapat periodik. Dalam pelaksanaan kebijakan Kelurahan pojok memiliki staf yang mumpuni di bidangnya serta melakukan kerjasama dan koordinasi dengan baik. Pembentukan kesadaran hukum masyarakat merupakan hasil kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak, melalui penyuluhan dan pelatihan dalam kegiatan KADARKUM.Terdapat hambatan dan tantangan yaitu, kurangya partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan kelurahan dan media yang kurang informatif bagi masyarakat. Kesadaran hukum masyarakat Pojok didorong dengan bantuan konsultasi hukum yang diberikan oleh Lurah dan adanya lembaga swadaya masyarakat yang ikut serta memberi pengarahan hukum kepada masyarakat dibuktikan dengan, pembayaran pajak tepat pada waktunya, tidak terdapat pernikahan dini, memiliki kasus kriminal yang rendah dan minimnya kasus narkoba. Dan Masyarakat kelurahan Pojok sangat peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkunganya. Kata Kunci: Implementasi , Kebijakan , Kelurahan Sadar hukum
PRAKTIK MULTIKULTURALISME ANTARA MASYARAKAT SURABAYA DAN MAHASISWA PAPUA DALAM MEWUJUDKAN HARMONISASI SOSIAL Vio Bintang; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.825 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p304-318

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik multikuturalisme masyarakat Surabaya dan mahasiswa Papua . Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori cultural pluralism : mosaic analogy oleh Berkson. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Hasil penelitian menunjukkan dalam parktik multikuturalisme antara masyarakat sekitar asrama Papua dan mahasiswa Papua ditunjukkan dengan Mahasiswa Papua dan masyarakat berkebutuhan hidup secara damai. Mereka saling bertegur sapa, namun karena perbedaan budaya, maka membatasi diri untuk saling berinteraksi menjadi pilihan di antara keduanya. Masyarakat lebih proaktif dalam mengajak berkomunikasi, tetapi mahasiswa Papua lebih menutup diri. Mahasiswa Papua mengekspresikan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan cara tidak meminta bantuan masyarakat saat menghadapi masalah, karena mereka tidak ingin merepotkan masyarakat. Harmonisasi social yang semestinya tampak sebagai kehidupan bersama yang indah, belum tampak karena sebenarnya masih terdapat jarak antara satu dengan yang lain. Mosaik Budaya belum terbangun antara mahasiswa Papua dan masyarakat. Kata Kunci: Praktik, Multikuturalisme, Harmonisasi Sosial. This study aims to describe the practice of multiculturalism of the people of Surabaya and Papuan students. The theory used in this research is the theory of cultural pluralism: mosaic analogy by Berkson. This study uses a qualitative approach with a descriptive type of research. The data collection technique used is interview. The results of the study show that in the practice of multiculturalism between the community around the Papuan dormitory and Papuan students, it is shown by Papuan students and the community in need of living in peace. They greet each other, but because of cultural differences, limiting themselves to interact with each other is a choice between the two. The community is more proactive in inviting them to communicate, but Papuan students are more introverted. Papuan students express their concern for the community by not asking for help from the community when facing problems, because they do not want to inconvenience the community. Social harmonization, which should appear as a beautiful life together, has not been seen because in fact there is still a distance between one another. The Cultural Mosaic has not yet been established between Papuan students and the community. Keywords: Practice, Multiculturalism, Social Harmonization.
STRATEGI CALON WALIKOTA SURABAYA 2020 ERI CAHYADI DAN ARMUJI DALAM MEMENANGKAN PILWALI DI SURABAYA Sholihatus Ulfa; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.134 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n3.p492-507

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi calon Walikota Surabaya 2020 Eri Cahyadi dan Armuji dalam memenangkan Pilwali di Surabaya. Fokus penelitian ini adalah strategi pemenangan yang dirumuskan oleh tim pemenangan yang bertujuan untuk memenangkan pilwali di kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri dari tiga orang yaitu 1 tim pemenangan, asisten Eri Cahyadi, dan relawan. Lokasi penelitian ini adalah di kantor DPC PDIP Jalan Setail Nomor 8 kota Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Hubermen. Penelitian ini menggunakan teori strategi politik Peter Scrhoder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memenangkan Pilwali di kota Surabaya tim pemenangan menggunakan strategi ofensif dan defensif. Strategi ofensif untuk menarik pemilih baru dengan menggunakan pesan politik berupa tagline meneruskan kebaikan, melakukan kampanye langsung ke masyarakat, jaringan relawan, serta penggunaan isu–isu politik. Strategi defensif untuk merawat pemilih tetap dan memperkuat pemilih musiman dilakukan dengan menjadikan Tri Rismaharini sebagai political branding karena kinerja baiknya selama memimpin kota Surabaya. Tim juga memanfaatkan dukungan Tri Rismaharini yaitu dengan melakukan kampanye langsung yang didampingi oleh Tri Rismaharini, dan dengan memberikan surat cinta kepada masyarakat Surabaya yang bertanda tangan Tri Rismaharini. Kemenangan Eri juga didukung oleh mesin partai PDI-Perjuangan yang selama 20 tahun menang dalam Pilwali di Surabaya. Kata Kunci: Strategi pemenangan, Pilwali, Kampanye.
Pengaruh Keseringan Diskusi Dalam Cangkrukan Terhadap Tingkat Wawasan Kebangsaan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang Tergabung Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nia Kisniati; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.825 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n4.p872-886

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh keseringan diskusi dalam cangkrukan terhadap tingkat wawasan kebangsaan mahasiswa GMNI Unesa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini Sosiokultural dari Vygotsky. Metode yang digunakan menggunakan kuantitatif korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling menetapkan 62 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk mengukur tingkat sering cangkrukan dan tes bentuk pilihan ganda untuk mengukur tingkat wawasan kebangsaan. Data dikumpulkan melalui bantuan google form yang dibagikan saat mahasiswa GMNI Unesa cangkrukan. Teknik analisis menggunakan rumus Regresi Linear Sederhana dan olahan data dibantu dengan IMB SPSS 25. Hasil penelitian yaitu keseringan diskusi dalam cangkrukan mahasiswa GMNI Unesa ada pengaruh yang signifikan terhadap tingkat wawasan kebangsaan. Hal ini dibuktikan dengan Uji F bahwa nilai Fhitung yang diperoleh adalah sebesar 56,631 yang nilainya lebih besar daripada Ftabel sebesar 3,897, keputusan yang diperoleh yaitu H0 ditolak yang diperkuat dengan nilai Pvalue sebesar 0,000 yang nilainya lebih kecil daripada nilai taraf signifikan sebesar 0,05. Hasil dari tenik analisis regresi linear sederhana yaitu Y = -22,37 + 1,487 X. artinya terdapat pengaruh positif dari keseringan diskusi dalam cangkrukan terhadap tingkat wawasan kebangsaan. Semakin mahasiswa GMNI Unesa sering mengikuti cangkrukan, maka semakin baik wawasan kebangsaanya. Selain itu, nilai R Square sebesar (0,697), hal ini menunjukkan besar pengaruh keseringan diskusi dalam cangkrukan terhadap tingkat wawasan kebangsaan mahasiswa GMNI Unesa sebesar 69,7%. Artinya intelektual wawasan kebangsaan dipengaruhi oleh faktor seringnya mengikuti diskusi dalam cangkrukan, dan sisanya 30,3% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. Kata Kunci: Cangkrukan, Wawasan Kebangsaan, GMNI, Pengaruh
Pemahaman Kepala Sekolah dan Guru Tentang Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP Negeri 1 Sukosewu Bojonegoro Gista Tria Pamungkas; Warsono Warsono
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/ped.v3i1.1030

Abstract

This research aims to know the understanding of the Head of School and Teacher related to the profile of students Pancasila in SMP Negeri 1 Sukosewu Bojonegoro. This research focuses on the understanding of the Head of School and Teacher of the concept of Pancasila Student Profile. The approach in this research is qualitative with the type of evaluative research. Data collection methods, such as interviews and documentation. The results of research in general, the Head of School and Teacher understand and acknowledge the importance of the dimensions of believing, fearful, and noble morality; royong; independent; critical; and creative. However, there are differences in the dimensions of global independence, where their understanding still needs to be enhanced. The conclusion of this study is the need for improved understanding and implementation of the global independence dimension in the student profile of Pancasila in the 1st Sukosewu Bojonegoro State High School.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Cooperative Tipe Two Stay Two Stray Berbasis Tradisi Upacara Benyaru untuk Meningkatkan Kompetensi Peserta Yuni Nur Hidayati; Warsono Warsono; Ismet Basuki
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i2.557

Abstract

This research aims to develop learning tools using the Two Stay Two Stray Cooperative Model Based on the Benyaru Ceremony Tradition to Improve Participants' Competence. This study uses a development design adopted from 4D design, namely Define, Design, Develop and Disseminate. The results of the development show that the progress achieved on the LKS instrument has produced teaching materials and lesson plans that meet the criteria. valid and can be used as a learning tool. The results of the research attitude competency test show an increase in learning outcomes at SMPN 1 Long Ikis (which is used as an exam school) as well as at SMPN 2 Long Ikis and SMPN 5 Long Ikis. The knowledge competency research shows better learning outcomes both at SMPN 1 Long Ikis, as well as at SMPN 2 Long Ikis and SMPN 5 Long Ikis, this supports this. This is clear because the attitude scores and learning outcomes have exceeded the KKM. Based on the attitude competency test, learning outcomes have increased at SMPN 1 Long Ikis (which was used as a trial school) as well as at SMPN 2 Long Ikis and SMPN 5 Long Ikis.