Dina Hayati Putri
Laboratorium Riset Fisiologi Tumbuhan, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas, Kampus UNAND Limau Manis Padang – 25163

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Potential Valuation Of Plants Based On Utilization Of Plants, Local Wisdom and Local Resident Attitude about Plant Conservation in Silokek National Geopark Putri, Dina Hayati; Maideliza, Tesri; Mahdi, Mahdi
Jurnal Biologi Universitas Andalas Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbioua.9.2.68-75.2021

Abstract

The objectives of this study was to evaluate the utilization of plants, local wisdom and tribe attitudes about plant conservation by the people in Silokek National Geopark. This research used survey method. These data were collected by using Pebble Distribution Method (PDM) and Quisioner. And then, data had been calculated by calculating the value of Local User’s Value Index (LUVI). The result indicated that local people utilizing plants is for herbal medicine 83%. Cyclea barbata is spesies with having the highest LUVI (0.137), followed by Artocarpus elasticus used for furniture (LUVI= 0.060), Styrax sumatrana (LUVI= 0.126) used for ritual, and Imperata cylindrica (LUVI= 0.073) used for livestock feed. And The result showed at least three local wisdom that possible to be integrated to plant conservation such as planting the plants, selectively harvest by select cutting and timing, and special treatment before used the plants like shalawat nabi reading. For tribe attitudes indicated people in Silokek National Geopark more 90% agree for conservation policy in that area.Keywords : Local User’s Value Index (LUVI), Pebble Distribution Method (PDM), Silokek National Geopark.
THE IMPACT OF COAL MINING ON THE SOCIO-ECONOMIC CONDITIONS OF THE COMMUNITY IN SANGATTA, EAST KUTAI REGENCY Ludia, Febriana; Fermita, Blesscia Senia; Putri, Dina Hayati; Rahmawati, Dewi
Progress In Social Development Vol. 6 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v6i2.168

Abstract

This research aims to analyze the impact of coal mining on the social, economic, and environmental conditions of communities in Sangatta District, East Kutai Regency. Mining, as one of the key sectors driving regional economic development, also brings about various issues related to social change, economic inequality, and environmental degradation. The research method employed is a survey with a quantitative approach, namely the collection of measurable numerical data that can be statistically analyzed through questionnaires. The study involved 30 respondents determined by purposive sampling, that is, deliberate selection based on specific criteria namely, residents living around the mining area who are considered to be most affected. The results show that 66.67% of respondents were in the age range of 19-31 years, with the majority stating that they benefited economically from increased job opportunities (76.67%), followed by improvements in local businesses (13.33%) and infrastructure development (6.67%). In terms of social aspects, most respondents (46.67%) assessed that the level of crime or social problems remained the same, although 6.67% perceived an increase. Meanwhile, from the perspective of regional economy, 70% of respondents noted a significant rise in land and property prices, ranging from 50-100% or even higher. The environmental impacts reported by the community include air pollution, land degradation, and disruption of water resources. This indicates that although mining provides economic contributions to most residents, there are also consequences in the form of social inequality and environmental pressures. Therefore, more sustainable mining management is needed, taking into account the balance between economic benefits, social stability, and environmental sustainability.
Eksternalitas Negatif Dari Keberadaan TPS Terhadap Sosial-Ekonomi Masyarakat Di RT. 25 Kelurahan Sidodadi, Kota Samarinda Dewi, Susi Artika; Br Purba, Eka Cristina; Utami, Alya Nindityas; Putri, Dina Hayati
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v15i1.4119

Abstract

Latar belakang: Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang tidak dikelola dengan baik di RT 25 Kelurahan Sidodadi, Kota Samarinda, menimbulkan berbagai eksternalitas negatif terhadap masyarakat sekitar. Sebanyak 70% warga mengaku merasakan dampak negatif, dengan 30% mengalami gangguan kesehatan dan 40% terganggu kenyamanannya akibat bau menyengat dari TPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak lingkungan serta sosial-ekonomi yang ditimbulkan oleh keberadaan TPS terhadap masyarakat setempat.Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak eksternalitas negatif dari keberadaan TPS terhadap kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat di RT 25 Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengambilan sampel secara purposive pada 10 responden yang tinggal di sekitar TPS. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner yang mencakup aspek eksternalitas negatif, pandangan masyarakat, dan kerugian ekonomi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% responden merasakan dampak negatif dari keberadaan TPS, dengan 40% menyatakan bahwa bau tidak sedap dari TPS cukup mempengaruhi kenyamanan mereka. Sebanyak 30% responden mengalami gangguan kesehatan, dengan 33% menderita diare dan 67% mengalami gangguan kesehatan lainnya. Biaya pengobatan yang dikeluarkan bervariasi antara Rp 50.000 hingga Rp 95.000, dengan 11% responden mengalami penurunan pendapatan akibat gangguan kesehatan. Sistem pengelolaan TPS dinilai kurang baik oleh 40% responden, dan 50% mengeluhkan terganggu oleh kondisi lalu lintas di sekitar TPS.Simpulan: Eksternalitas negatif dari keberadaan TPS di RT 25 Kelurahan Sidodadi berdampak signifikan terhadap kenyamanan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat sekitar. Diperlukan perbaikan sistem pengelolaan sampah dan upaya mitigasi dampak dengan menerapkan teknologi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan serta komunikasi yang efektif antara masyarakat dan pengelola TPS.
Alyssa Amanda Utama Studi literatur: Efektivitas Fitoremediasi Menggunakan Tanaman Lokal dalam Menyerap Logam Berat Tembaga (Cu) dan Besi (Fe) di Lahan Bekas Tambang Batu Bara Putri, Dina Hayati; Utama, Alyssa Amanda; Utami, Alya Nindityas; Rahmawati, Dewi
Jurnal Kesehatan dan Pengelolaan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pertambangan di Indonesia menjadi sektor yang berkontribusi untuk kebutuhan ekonomi yang produktif. Berdasarkan data dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) per akhir 2024 total cadangan batu bara secara nasional sebesar 36,28 miliar ton. Meski berkontribusi secara ekonomi, aktivitas pertambangan menimbulkan pencemaran lingkungan, terutama air asam tambang yang mengandung logam berat seperti besi (Fe) dan tembaga (Cu). Fitoremediasi menjadi solusi ramah lingkungan dengan memanfaatkan tanaman yang mampu menyerap logam tersebut. Penulisan ini menggunakan metode studi literatur dari jurnal, buku, dan situs web terkait. Berbagai penelitian menunjukkan tanaman fitoremediasi tanaman lokal seperti kultivar puring (Codiaeum variegatum), ekor kucing (Typha angustifolia), kayu apu (Pistia stratiotes (L.) dan kiambang (Salvinia molesta Mitchell), purun tikus (Eleocharis dulcis), akar wangi (Chryzophogo nzizaniodes (L.), gumitir (Tagetes erecta L), daun tombak (Sagittaria lancifolia), mawar air (Echinodorus palaefolis). Efektivitas penyerapan kadar logam besi (Fe) tertinggi diperoleh tumbuhan kiambang (Salvinia molesta) dan kayu apu (Pistia stratiotes) dengan efisiensi lebih dari 90%, serta penyerapan kadar logam tembaga (Cu) tertinggi diperoleh tumbuhan Chryzophogon zizanioides (84%). Tanaman ini pertumbuhan nya cukup banyak di Indonesia sehingga kegunaannya dimanfaatkan untuk menurunkan logam berat, meskipun beberapa mengalami stres akibat akumulasi logam. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terpadu untuk optimalisasi fitoremediasi di lahan pasca tambang.