Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Metode SMOTE dalam Klasifikasi Daerah Rawan Banjir di Karawang Menggunakan Algoritma Naive Bayes Rika Nursyahfitri; Chaerur Rozikin; Riza Ibnu Adam
JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Jurusan Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/justin.v10i4.46935

Abstract

Salah satu akibat terjadinya perubahan iklim yaitu meningkatnya kejadian ekstrem yang ditandai dengan  peningkatan frekuensi bencana. Frekuensi bencana paling besar adalah banjir. Karawang menjadi salah satu daerah yang sering dilanda banjir, hal tersebut membuat kemajuan kota Karawang menjadi terhambat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka dilakukan penilaian terhadap pengelolaan banjir dengan tujuan untuk memprediksi daerah yang termasuk dan yang tidak termasuk rawan banjir. Naive Bayes salah satu algoritma klasifikasi menggunakan metode probabilitastik dan statistik yang dapat memprediksi peluang di masa depan berdasarkan data sebelumnya. Namun, dalam klasifikasi biasanya penggunaan data imbalance sering terjadi sehingga akan menyebabkan klasifikasi lebih cenderung terhadap kelas mayoritas dibanding kelas minoritas. Maka dari itu, diperlukan salah satu teknik sampling untuk mengatasi data imbalance yaitu SMOTE (Synthetic Minority Over-Sampling Technique). Sehingga penelitian ini menggunakan 2 skenario pengujian untuk dilakukan perbandingan, pertama pemodelan hanya menggunakan Naive Bayes dan kedua pemodelan menggunakan Naive Bayes+SMOTE dengan percobaan nilai k-SMOTE sebanyak 5 kali. Data yang digunakan pada tahun 2016-2017 menggunakan 5 data parameter sebagai input dengan total 309 record.  Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penerapan Naive Bayes+SMOTE dinilai mampu meningkatkan dan menghasilkan performance yang lebih baik dengan nilai akurasi tertinggi pada saat k = 11 sebesar 83,75% dibandingkan dengan Naive Bayes saja sebesar 65,38%. Selain itu, Naive Bayes dinilai mampu mengklasifikasikan daerah rawan banjir secara sangat baik dengan nilai AUC (The Under Curve) yang dihasilkan sebesar 0,944. Sehingga dapat disimpulkan bahwa algoritma Naive Bayes dapat dikombinasikan secara baik dengan metode SMOTE.
Pengembangan Laboratorium Virtual Fisika Osilasi Adhi Rizal; Riza Ibnu Adam; Susilawati Susilawati
JOIN (Jurnal Online Informatika) Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Department of Informatics, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/join.v3i1.140

Abstract

This research aims to develop a virtual lab application with oscillation concept. Oscillation concept in this application is described as pendulum motion. The application was developed by using the ADDIE model and Easy Java Simulations (EJSs) software. It has advantages compared with similar applications, which has a damping coefficient that similar with real world condition. Some other features of the application are the users can run and pause the simulation, observe the details of changes in pendulum movement angle by using step forward button, users can change pendulum mass, adjust the length of the rope, gravitational force, initial angle, damping coefficient, and can observe the change of pendulum angular position in parabolic graphs in real-time. The application was tested using the Technology Acceptance Model (TAM) concept. Based on the research results, the user satisfaction level is categorized as very useful. Therefore, it can be conclude that the application can be accepted and used well by the user.
ANALISIS SENTIMEN MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM MAKAN SIANG GRATIS PADA MEDIA SOSIAL X MENGGUNAKAN ALGORITMA NAÏVE BAYES Altolyto Sitanggang; Yuyun Umaidah; Riza Ibnu Adam
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i3.4902

Abstract

Dalam era digital, media sosial seperti X, Facebook, dan Instagram telah menjadi bagian penting dari kehidupan modern, memungkinkan individu untuk berbagi pandangan dan opini dengan cepat. Salah satu topik hangat di X adalah program makan siang gratis dari pasangan calon presiden nomor urut 02, yang bertujuan meningkatkan gizi anak dan ibu hamil, mencakup 82,9 juta orang. Program ini memicu beragam tanggapan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis sentimen masyarakat terhadap program tersebut menggunakan algoritma Naïve Bayes dan metode Knowledge Discovery in Database (KDD). Data dikumpulkan melalui crawling pada media sosial X, menghasilkan 2.211 tweet yang kemudian diseleksi dan diberi label sentimen positif dan negatif. Algoritma Naïve Bayes diuji dengan tiga skenario pembagian data training dan testing, dan dievaluasi menggunakan confusion matrix. Hasil evaluasi menunjukkan model mencapai hasil terbaik pada rasio data 60:40 dengan akurasi 72,2%, presisi 63,2%, recall 66,1%, dan F1-Score 64%. Keywords: Naïve Bayes, KDD, Makan Siang Gratis, X, Sentimen.
Pelatihan pembuatan ecobrick sebagai solusi cerdas dan kreatif dalam mengurangi sampah plastik rumah tangga di desa Waluya Ibrahim Ibrahim; Nurani Masyita; Ni Luh Bella Dwijaksara; Lela Nurpulaela; Dian Budhi Santoso; Arnisa Stefanie; Riza Ibnu Adam; Reni Rahmadewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21698

Abstract

AbstrakPelatihan Pembuatan Ecobrick sebagai Solusi Cerdas dan Kreatif dalam Mengurangi Sampah Plastik Rumah Tangga di Desa Waluya dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang, menjadi langkah praktis dalam menghadapi meningkatnya permasalahan sampah plastik. Desa Waluya menghadapi tantangan terkait manajemen sampah plastik di tingkat rumah tangga. Pelatihan ini memiliki tujuan yaitu meningkatkan pemahaman masyarakat akan dampak negatif sampah plastik dan memberikan keterampilan praktis dalam pembuatan Ecobrick. Selain itu, pendekatan ini dirancang untuk membangkitkan sikap peduli lingkungan dan merangsang kreativitas dalam mengelola sampah plastik. Hasil yang diharapkan mencakup pengurangan signifikan sampah plastik di Desa Waluya. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan demikian, pelatihan Ecobrick di Desa Waluya ini menunjukkan bahwa penggunaan ecobrick dengan menggunakan botol berukuran 300-600 ml dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengelola sampah plastik secara kreatif dan ramah lingkungan. Dengan pendekatan yang tepat dalam komunikasi dan demonstrasi kepada masyarakat, praktik ini memiliki potensi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam praktik ramah lingkungan serta pengelolaan sampah plastik di lingkungan sekitar. Kata kunci: ecobrick; sampah plastik; pelatihan; pemberdayaan masyarakat; desa waluya. AbstractThe Ecobrick Making Training as a Smart and Creative Solution to Reduce Household Plastic Waste in Waluya Village was conducted in August 2023 with 35 participants, serving as a practical step in addressing the increasing problem of plastic waste. Waluya Village faces challenges related to plastic waste management at the household level. This training aims to increase community understanding of the negative impacts of plastic waste and provide practical skills in Ecobrick making. Additionally, this approach is designed to foster environmental concern and stimulate creativity in managing plastic waste. The expected outcomes include a significant reduction in plastic waste in Waluya Village. Empowering the community through this training is expected to create a cleaner, more sustainable environment and improve overall quality of life. Thus, the Ecobrick training in Waluya Village demonstrates that using Ecobricks with 300-600 ml bottles can be an effective solution for creatively and environmentally managing plastic waste. With the right approach to communication and demonstration to the community, this practice has the potential to increase awareness and participation in environmentally friendly practices and plastic waste management in the surrounding environment. Keywords: ecobricks; plastic waste; training; community empowerment; waluya village.