Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Journal Industrial Servicess

Aplikasi Fuzzy Neural Network dan PSO pada Rancangan Jaringan Rantai Pasok Yusraini Muharni
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1b (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.823 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v3i1b.2089

Abstract

Rancangan jaringan rantai pasok merupakan konfigurasi dari jaringan rantai pasok yang dibuat untuk memenuhi permintaan pelanggan. Jaringan ini terdiri dari: beberapa pelanggan, pusat-pusat distribusi yang mengirimkan produk kepada para pelanggan, industri manufaktur yang memproduksi dengan mentransformasikan bahan mentah menjadi produk jadi, serta para pemasok yang berperan dalam menyediakan bahan mentah bagi industri manufaktur. Kelancaran aliran bahan baku dan perlengkapan menjadi bagian penting yang harus dikelola dengan baik dalam manajemen rantai pasok. Untuk itu lokasi para pemasok juga perlu dipertimbangkan untuk mengurangi biaya transportasi. Pendekatan simulasi, fuzzy neural network dan particle swarm optimization digunakan dalam makalah ini guna mencari solusi optimal dengan waktu perhitungan matematis yang lebih ringkas. Hasil training dan testing FNN memberikan hasil pilihan pabrik yaitu Pabrik 1, Pabrik 3 dan Pabrik 5. Sedangkan Pusat Distribusi yang dipilih untuk dibuka adalah Pusat Distribusi 1, Pusat Distribusi 2, dan Pusat Distribusi 5. 
MODEL PREDIKSI PRODUCTION DELAY DALAM PROSES PRODUKSI STRIP MILL DENGAN METODE ADAPTIVE NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM Yusraini Muharni
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3190

Abstract

Dalam system produksi flow shop, kelancaran aliran proses produksi menjadi hal yang sangat penting.  Hal ini akan menjadi jaminan dapat terpenuhinya jadwal produksi yang telah direncanakan. Penundaan proses produksi (production delay) karena gangguan pada mesin merupakan permasalahan yang kerap muncul pada proses produksi strip mill. Sebagai akibatnya adalah penjadwalan produksi yang telah disusun menjadi tidak valid.  Disamping itu, waktu penyelesaian (makespan) menjadi lebih panjang dari yang semula direncanakan. Dalam kajian ini, metode adaptive neuro fuzzy inference system (ANFIS) yang merupakan gabungan jaringan syaraf tiruan dan teori fuzzy di terapkan untuk memprediksi production delay dalam produksi strip mill. Variabel masukan adalah waktu antara gangguan, sedangkan variabel luaran adalah lamanya production delay.  Sebanyak 146 data yang digunakan dalam model prediksi ini, dimana 70% data dialokasikan sebagai data pelatihan dan sisanya merupakan data pengujian. Hasil pelatihan model ANFIS menunjukkan bahwa nilai MSE berada dibawah 0.05 (MSE= 0.0464). Dengan demikian hasil prediksi dapat dipakai sebagai masukan bagi manajer produksi sebagai informasi pendukung dalam menyusun jadwal produksi (production scheduling).
MINIMASI MAKESPAN PADA PENJADWALAN FLOW SHOP MESIN PARALEL PRODUK STEEL BRIDGE B-60 MENGGUNAKAN METODE LONGEST PROCESSING TIME DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION Yusraini Muharni; Evi Febianti; Nafa Nafsiani Sofa
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i2.5154

Abstract

Penjadwalan merupakan pengaturan waktu dari suatu kegiatan operasi. Penjadwalan mencakup kegiatan mengalokasikan fasilitas, peralatan ataupun tenaga kerja bagi suatu kegiatan operasi dan menentukan urutan pelaksanaan kegiatan operasi. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, saat ini produk dan jasa yang dilakukan PT XYZ adalah stokis besi dan baja, fabrikasi struktur baja, konstruksi jembatan, dan alat berat. PT XYZ sudah memiliki panduan produksi tersendiri dalam memproduksi produk- produknya namun meskipun waktu produksi sudah sesuai dengan waktu standar produksi, perusahaan mengalami keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen karena ada beberapa material dari vendor yang terlambat datang sehingga menyebabkan produk tidak sampai ke konsumen tepat waktu, contohnya pada produk Steel Bridge B-60. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meminimasi nilai makespan pada proses penjadwalan Steel Bridge B-60. Penelitian ini akan membandingkan antara penjadwalan eksisting perusahaan dan penjadwalan usulan dengan metode Longest Processing Time (LPT) dan Particle Swarm Optimization (PSO) dengan bantuan software MATLAB. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu metode usulan menggunakan metode Particle Swarm Optimization (PSO) lebih baik dibandingkan dengan kondisi eksisting yaitu memiliki nilai makespan sebesar 8.394 menit. 
Perancangan rute pergerakan material handling crane pada operasional gudang barang jadi menggunakan ant colony optimization Yusraini Muharni; Lely Herlina; Bobby Kurniawan; Muhammad Adha Ilhami; Kulsum Kulsum; Evi Febianti; Ade Irman Saeful Mutaqin; Hartono Hartono
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i2.14468

Abstract

Gudang barang jadi merupakan area transit produk, tempat di mana produk yang telah selesai diproduksi menunggu penarikan dari pelanggan. Penarikan produk dari gudang yang tidak pasti  dapat berakibat pada produk ditarik pada waktu  yang bersamaan sehingga menimbulkan antrian dan waktu penanganan yang lebih lama. Di samping itu, rute pergerakan material handling menjadi tidak effisien, karena terlalu sering melalui rute bolak-balik yang seharusnya tidak perlu. Pada penelitian ini digunakan metode ant colony optimization  untuk  merancang rute pergerakan material handling yang efektif dan efisien untuk meminimasi biaya pemindahan material handling. Biaya pemindahan material handling terkecil dicapai pada seting parameter  = 1.0, = 1.0, dan  = 0.5.
PENENTUAN LOT SIZE DENGAN MODEL DINAMIS ALGORITMA WAGNER WITHIN DI PT XYZ Febby Chandra Adipradana; Yusraini Muharni
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62010

Abstract

Fulfillment on demand is one of the problems of uncertainty that usually afflicts a company because that the raw materials and products that are expected to be obtained at the right place and time and at a relatively low cost. PT XYZ is one of the companies located in Bogor with the process of processing mining materials in the form of gold ore as the main mineral and silver as secondary mineral in its mining operations requires some supporting materials in the form of raw materials and spare parts of hauling equipment and machinery, one of which is cone crush machine that needs more attention so that requires optimal lot sizing technique. Therefore the wagner within algorithm technique is proposed as a method that is considered to provide optimal results. The step is to analyze the cone crush machine spare part with ABC analysis to see the spare part with more attention and get two materials 1200161 and 1200172. After that, the calculation of the cost of the size of the order lot resulted in a fee of Rp. 373,915,196 for material 1200161 with a frequency of 4 times the order and Rp. 339,974,407 for material 1200172 times with a frequency of 3 times the order, making it lower than that made by the company. Therefore the implementation of Wagner within algorithm method is better because there is no cost of saving from spare parts that have been ordered with a percentage savings of 15.29% and 21.66% per year.
Penerapan Algoritma Simulated Annealing untuk meminimasi Makespan pada Penjadwalan Flow Shop Yusraini Muharni
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4096

Abstract

Penjadwalan produksi merupakan proses alokasi sumber-sumber atau mesin-mesin yang ada untuk menjalankan serangkaian tugas dalam jangka waktu tertentu. Penjadwalan produksi adalah sarana yang diperlukan oleh perusahaan untuk menyusun suatu prioritas pekerjaan (job). PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur yang memproduksi bar mill dan section mill. Selama ini, Perusahaan menghadapi kendala yaitu waktu penyelesaian seluruh pesanan yang cukup lama. Untuk Tipe bar mill yang memiliki permintaan cukup tinggi adalah tipe D.16, D.19, D.22, D.25 dan D.32. Pendekatan Simulated Annealing diterapkan untuk mendapatkan jadwal optimal sehingga dapat menurunkan nilai makespan.
PENDEKATAN LEAN HEALTHCARE DAN SIMULASI UNTUK MEMINIMASI WAKTU PELAYANAN RAWAT JALAN DI RSUD X Evi Febianti; Yusraini Muharni; Eka Aulia Mustikawati
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4087

Abstract

RSUD X adalah salah satu rumah sakit milik Pemerintah yang memiliki kewajiban untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Namun berdasarkan hasil pengamatan dan hasil wawancara terhadap pegawai rumah sakit dan pasien, masih terdapat beberapa permasalahan yang terjadi seperti banyaknya antrian pada pelayanan rawat jalan sehingga membuat pasien harus melakukan berbagai tahap dari mulai pendaftaran hingga pengambilan obat dengan waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai VA, NNVA, dan NVA, menentukan aktivitas dengan waktu yang lama berdasarkan diagram pareto, merancang model simulasi, menentukan usulan perbaikan pelayanan rawat jalan di RSUD X. Metode yang digunakan yaitu lean healthcare dan simulasi. Hasil penelitian diperoleh nilai NVA yang paling tinggi pada poliklinik jantung, mata, dan THT. Nilai NVA pasien umum untuk poliklinik jantung, poliklinik mata, dan poliklinik THT masing-masing sebesar 86,73%, 86,14%, dan 86,17%. Sedangkan nilai NVA pasien BPJS untuk poliklinik jantung, poliklinik mata, dan poliklinik THT masing-masing sebesar 88,29%, 87,68%, dan 87,71%. Aktivitas-aktivitas terlama berdasarkan diagram pareto yaitu menunggu mengambil obat, proses pemeriksaan poliklinik THT dan jantung, menunggu dipanggil pemeriksaan, dan menunggu dipanggil untuk pendaftaran.Usulan perbaikan yang dilakukan yaitu usulan alternatif 3 dengan membuat display penunjuk arah lokasi poliklinik jantung, mata, dan THT, membuat display penunjuk arah lokasi apotek rawat jalan, mengurangi waktu menunggu untuk mengambil nomor antrian pada apotek, mengurangi waktu menunggu untuk mengambil obat dengan menambah loket ahli farmasi, dan mengurangi waktu pengambilan obat dengan menghilangkan kegiatan pengisian biodata.
Penerapan lean manufacturing untuk mereduksi waste pada produksi spare part screw spindle set Evi Febianti; Yusraini Muharni; Kulsum Kulsum
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12338

Abstract

Aktifitas pada perusahaan yang tidak memiliki nilai tambah akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua produksi di PT.XYZ diketahui bahwa perusahaan ini mengalami keterlambatan waktu penyelesaian produk 1-2 hari setelah due date pesanan pelanggan. Pemborosan yang terjadi diidentifikasi menggunakan metode Waste Assessment Model dan Failure Mode Effect Analysis untuk selanjutnya diberikan usulan perbaikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui waste yang paling dominan menggunakan metode WAM, mengetahui penyebab utama masalah dari waste yang paling dominan, mengetahui usulan perbaikan untuk meminimasi waste terbesar dan menghitung banyaknya waktu produksi yang dapat diminimalisasi ketika usulan perbaikan dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waste yang paling dominan menggunakan metode WAM adalah waiting (22%) dan defect (20%). Penyebab utama masalah dari waste yang paling dominan tersebut adalah pengulangan proses kerja dan kesalahan operator dalam membaca gambar. Usulan perbaikan yang dapat dilakukan adalah membuat SOP klasifikasi untuk produk cacat dan memberikan training pada operator khususnya dalam membaca gambar. Waktu yang dapat diminimalisasi setelah perbaikan memiliki selisih sebanyak 379,799 detik.
Upaya Peningkatan Produktivitas menggunakan Perancangan Pemodelan Business Process Modelling Notation (BPMN) Kulsum Kulsum; Hafair Mubarak; Evi Febianti; Yusraini Muharni; Putiri Bhuana Katili; Dyah Lintang Trenggonowati; Akbar Gunawan
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62016

Abstract

Bahan baku utama untuk pembuatan polyethylene adalah ethylene, untuk memenuhi bahan baku dalam pembuatan polyethylene PT XYZ melakukan impor bahan baku. Perusahaan ini bergerak dalam bidang perdagangan dan memproduksi berbagai macam resin High-Density Polyethylene (HDPE) dan Linear Low-Density Polyethylene (LLDPE). Dikarenakan bahan baku yang diimpor, maka PT XYZ harus membayar pajak kepada Bea Cukai, dalam pembayaran pajak kepada Bea Cukai terdapat sebuah permasalahan seperti telatnya pembayaran pajak impor bahan baku kepada Bea Cukai karena dokumen-dokumen terkait pembayaran bahan baku seperti PIB dan SPPB belum siap, terdapat tambahan pembayaran (Regulasi Pemerintah) karena keterlambatan tersebut, dan dampak lainnya adalah produktivitas divisi PPIC menjadi terhambat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan menganalisa tugas divisi PPIC dalam proses pembayaran barang impor (Ethylene) dan membuat perancangan proses bisnis. Dengan adanya proses bisnis yang baik menjadikan arus informasi lebih cepat sehingga membantu dalam pengambilan keputusan yang terbaik dan membuat standar operasional prosedur untuk departemen PPIC pada pelayanan pembayaran pajak impor bahan baku dan peningkatan produktivitas. Bussiness Process Model and Notation (BPMN) adalah standar untuk memodelkan proses bisnis dan proses-proses web services. BPMN menyediakan notasi yang dapat dengan mudah dipahami oleh semua pengguna bisnis. Hasil penelitianp pada bisnis proses usulan terdapat sebanyak 6 tahap, dan untuk kegiatan terdapat 6 kegiatan dengan masing masing fungsi yang berbeda-beda, jumlah aktivitas terdapat 30 aktivitas, total waktu sebesar 14 jam, Waktunya berkurang sebesar 71,43%. dan dibuatnya Standar Operasional Prosedur terkait pembayaran pajak impor bahan baku kimia pada departemen PPIC.
Response Surface Method for optimizing the injection moulding process in bracket production Yusraini Muharni; Evi Febianti; Muhammad Galih Permana; Hartono Hartono
Journal Industrial Servicess Vol 8, No 2 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v8i2.17063

Abstract

Citra Karya Metal is a mould maker and injection service for industries that produce plastic products such as brackets for washing machines. Defective products in the bracket's production are serious problems since the number is large. The existence of this defective product is quite challenging for the company in terms of time and cost. Products that do not comply with the standards will be reworked by flushing them from excessive plastic or destroying them to become plastic pellets for rework. This research aims to provide recommendations for the optimum injection moulding machine settings to reduce defects in bracket production. The Response Surface Method is used to optimize three independent variables: injection speed, pressure, and screw backstop position. The research finds that the most influential factors were injection speed and pressure. The optimum factor level values for injection speed and pressure were 47.5 per cent and 61.5 bar, respectively.