Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Gambaran Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Menggunakan Instrumen DQLCTQ Studi Kasus : Puskesmas X Kota Pontianak Yuda Pratama K; Muhammad Akib Yuswar; Fajar Nugraha
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 3, No 3 (2023): September-Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v3i3.19362

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by chronic hyperglycemia and abnormalities in carbohydrate, fat and protein metabolism resulting from defects in insulin secretion, insulin action or both. In Indonesia, the prevalence of DM is around 4.8%, for the Pontianak City area, DM is included in the top 10 diseases that dominate throughout 2019, which ranges from 12,913 cases. The purpose of this study was to describe the quality of life and characteristics of DM patients using the DQLCTQ. This research is a prospective study, using the Diabetes Quality of Life Clinical Trial Questionnaire (DQLCTQ) questionnaire which consists of several questions that will be filled in by patients suffering from DM at the X Health Center, Pontianak City. The results showed that the quality of life of DM patients at X Health Center was still low, namely 50.98% of patients. This result is due to various factors such as gender, age, education, marital status and occupation. The conclusion from this study is that some DM sufferers at the X Health Center, Pontianak City are still lacking in implementing a healthy lifestyle so that the value of their quality of life is still low.
Edukasi melalui Buku Saku dan Video Animasi Diabetes Mellitus terhadap Kader Prolanis Kota Pontianak: Education through Pocket Book and Video of Diabetes Mellitus towards Non-Medical Officer of Pontianak City Hariyanto IH; Hadi Kurniawan; Fajar Nugraha
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 5 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i5.4858

Abstract

The prevalence of diabetes mellitus (DM) was increased in Pontianak. The Technical Implementation Unit (UPT) of Puskesmas Perumnas II, as one of the primary health centers in Pontianak, has applied the Diabetes Mellitus Chronic Disease Management Program (Prolanis) to overcome this problem. The Puskesmas Perumnas II involves non-medical workers through training to serve as officers who assist in implementing the Prolanis program. In this program, Pharmacists provide knowledge for non-medical workers through education and counseling related to DM treatment. In this community service activity (PKM), we aim to educate these non-health officers of Prolanis in Puskesmas Perumnas II regarding the knowledge of prevention and management of diabetes mellitus. As the method, we prepared the timeline activity, including orientation and coordination with Puskesmas Perumnas II, selecting the non-health officers of Prolanis as the participants, providing the materials (pocketbook and video), implementation of activities (conducting pre-tests, materials, and media transfers to participants, discussions, debriefings, post-tests, and evaluation through questionnaires), and data analysis. We found that participants' knowledge was increased related to DM and its treatment based on the average of pre-test and post-test results, such as 59.75 and 73.25, respectively. Evaluation of this education method through questionnaires showed that participants felt the material provided was very interesting, and participants gained new knowledge through the educational media provided.
ANALISIS KADAR MINERAL BESI (Fe) DALAM KULIT LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.) Sw.) DAN LABU AIR (Lagenaria siceraria (Mol.) Standley) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM: ANALYSIS MINERAL CONTENT OF IRON (Fe) IN CHAYOTE PEEL (Sechium edule (Jacq.) Sw.) AND WATER GOURD (Lagenaria siceraria (Mol.) Standley) USING ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY Daffa Hana Alifia; Pratiwi Apridamayanti; Fajar Nugraha
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.666

Abstract

Mikronutrien ialah zat esensial atau molekul kecil yang dibutuhkan organisme atau makhlukhidup dalam jumlah kecil yang digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh secaranormal. Defisiensi mikronutrien dapat mempengaruhi kurang lebih 2 miliar individu dariberbagai umur di negara industri maupun di negara berkembang. Pengkonsumsian labu siamdan labu air sangat berguna bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup karena labusiam dan labu air banyak mengandung sejumlah mineral didalamnya. Riset ini bertujuan untukmenetapkan kadar mineral besi yang terdapat di dalam kulit labu air dan labu siam. Mineralbesi dipilih karena merupakan mikromineral yang bila dikonsumsi dalam jumlah kecil dapatmembantu proses metabolisme dari reaksi kimia di dalam tubuh. Fungsi mineral besi pentingdalam metabolisme tubuh ialah sebagai zat yang berperan untuk membentuk sel darah merahdari proses sintesis hemoglobin dan sebagai sistem imunitas tubuh dengan mengaktifkanenzim penyusun antibodi. Metode riset yang dipergunakan pada riset berikut ialah penelitianeksperimental menggunakan metode analisis kuantitatif dengan instrumen SpektrofotometriSerapan Atom. Metode SSA digunakan karena dapat menganalisis unsur logam dengankonsentrasi yang kecil dan sangat kecil, memiliki kepekaan dan ketelitian yang tinggi,sederhana, cepat, dan minim interferensi. Penentuan kadar sampel diperoleh hasil kadar besirata-rata untuk labu air yaitu sebesar 46,416 ± 0,09 mg/kg dan kadar rata-rata besi pada labusiam sebesar 65,700 ± 0,02 mg/kg. Kata kunci : mikronutrien, SSA, labu air, labu siam
Analisis Kadar Kalium Ekstrak Kombinasi Kulit Pisang (Musa paradisiaca L.) dan Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) Secara Spektrofotometri Serapan Atom: Analysis of Potassium Levels in Combination Extracts of Banana Peels (Musa paradisiaca L.) and Pineapple Peels (Ananas comosus (L.) Merr) by Atomic Absorption Spectrophotometry Fajar Nugraha; Pratiwi Apridamayanti; Hadi Kurniawan; Inarah Fajriaty; Siti Nani Nurbaeti; Liza Pratiwi; Safrilla Anggraeni
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.791

Abstract

Penggunaan buah pisang dan nanas yang banyak untuk berbagai olahan makanan akan menghasilkan penumpukan limbah kulit. Limbah kulit pisang dan nanas diketahui mengandung unsur kalium yang dapat diolah kembali untuk menjadi produk yang bermanfaat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat kadar kalium terhadap ekstrak kombinasi kulit pisang dan kulit nanas dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Metode: pembuatan ekstrak kental dilakukan dengan metode infundasi atau infusa yang dikeringkan. Ekstrak kental didestruksi dengan cara pengabuan menggunakan tanur. Kemudian dilakukan pengujian kadar kalium menggunakan spektrofotometer serapan atom pada panjang gelombang 766,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan kalium pada ekstrak kental didapatkan sebanyak 47,483 mg/g ekstrak. Kesimpulan: ekstrak kombinasi kulit pisang dan kulit nanas mengandung kalium yang berpotensi dalam menunjang kebutuhan kalium di dalam tubuh.
Phagochytosis Activity Test of Red Ginger and Angkak Combination Extract by Carbon Clearance Method Fajar Nugraha; Halim Halim; Hariyanto IH; Andhi Fahrurroji; Desy Siska Anastasia
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1347-1353

Abstract

Red ginger (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) and angkak (Oryza sativa) are used in traditional chinese medicine to improve body health. Both are known to have immunostimulatory activity that increases phagocytic activity of macrophage. This study aims to determine the phagocytic activity of the combination extract of red ginger and angkak using carbon clearance method. Combination of red ginger and angkak (7:3) was kinetically macerated in ethanol 96%. Twenty white mice were divided into 5 groups, such as control group (CMC-Na 0.5%), positive control (Levamisole 2.5 mg/kgBB), and three experiment group that was given red ginger extract (105 mg/kgBB), angkak extract (105 mg/kgBB), and combination extract of red ginger-angkak (150 mg/kgBB). All treatments were given orally for sevendays, consecutively. The phagocytosis index (IF) value was determined on day 8 by injecting carbon intravenously and immunostimulant activity was shown if IF>1. The highest IF value of three extracts was shown by combination extract (1.2489±0.0261) compared to red ginger and angkak extract, mentioned 1.2030±0.0448 and 1.0537±0.0254, respectively. Moreover, the IF values of combination extract and red ginger were significantly (p<0.05) different compared to the control group of CMC-Na (IF=1). However, it is significantly (p>0.05) lower compared to the levamisole group (1.5187±0.0534). It could be concluded that the combined extract of red ginger-angkak showed the greatest phagocytic activity against male white mice compared to extract of red ginger and angkak itself.
Analisis Kandungan Nitrit pada Sarang Burung Walet (Edible-Nest Swiftlet) dari Kabupaten Sintang Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv – Vis Selly Afani; Hadi Kurniawan; Fajar Nugraha
Journal of Pharmascience Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.17170

Abstract

Sarang dari burung walet yang berwarna putih adalah sarang yang terbuat dari air liur burung walet spesies Collocalia fuchipaga. Dari segi keamanan pangan, terdapat cemaran kimia yang harus diperiksa pada sarang burung walet yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia, yaitu nitrit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memeriksa kadar nitrit pada sarang burung walet yang diambil dari rumah burung walet asal Kabupaten Sintang. Penentuan kadar nitrit dalam sampel dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Analisis nitrit menggunakan Spektrofotometri menunjukkan bahwa kandungan nitrit bervariasi pada 4 sampel sarang walet dari 4 lokasi yang berbeda secara berturut-turut yaitu 77,823 mg/kg ; 14,795 mg/kg ; 46,645 mg/kg dan 218,112 mg/kg, serta nitrit yang terkandung pada sampel walet yang telah dilakukan proses pencucian berulang pada sampel lokasi 1 yaitu sebesar 4,148 mg/kg. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat satu sampel sarang burung walet tidak bersih melewati batas keamanan yang diatur oleh pemerintah Indonesia yaitu 80 mg/kg. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa praktik budidaya yang baik harus diperkenalkan kepada petani burung walet dan pentingnya proses pencucian berulang sebelum mengolah walet kepada masyarakat. Kata Kunci: Keamanan Pangan, Uji Kualitatif, Sintang, Collocalia fuchipaga, Analisis Nitrit The white swallow's nest is a nest made from the saliva of the Collocalia fuchipaga species. In terms of food safety, there are chemical contaminants that must be examined in swiftlet nests that can affect human health, namely nitrites. This study aims to examine the levels of nitrites in swallow nests taken from swallow houses from Sintang Regency. Determination of nitrite levels in samples was carried out quantitatively using UV-Vis spectrophotometry. Nitrite analysis using spectrophotometry showed that the nitrite content varied in 4 swallow nest samples from 4 different locations, namely 77.823 mg/kg; 14.795 mg/kg ; 46.645 mg/kg and 218.112 mg/kg, as well as the nitrite content in swallow samples that have been subjected to repeated washing processes at sample location 1 which is 4.148 mg/kg. These results indicate that there is one sample of unsanitary swiftlet nests that exceeds the safety limit set by the Indonesian government, namely 80 mg/kg. This research also shows that good swallow nest cultivation practices must be introduced to swiftlet farmers and the importance of repeated washing processes before processing swallows to the community.
Analisis Kandungan Natrium Siklamat pada Manisan Buah Mangga yang Dijual di Kota Pontianak Menggunakan Metode Spektrofotometri UV Nabila Nuraini; Hadi Kurniawan; Fajar Nugraha
Journal of Pharmascience Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i2.18074

Abstract

Natrium siklamat umumnya ditambahkan pada manisan buah mangga untuk memperbaiki cita rasa produk. Penggunaan natrium siklamat pada manisan mangga dicurigai tidak sesuai dengan kadar yang tercantum dalam Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019. Kondisi ini dapat menimbulkan efek yang berbahaya pada tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi, menghitung kadar dan mengevaluasi kadar natrium siklamat pada manisan mangga yang dijual di kota Pontianak. Identifikasi natrium siklamat dilakukan secara kualitatif melalui metode pengendapan dengan pereaksi HCl, BaCl2, dan NaNO2. Sedangkan, penentuan kadar natrium siklamat dalam sampel secara kuantitatif dilakukan dengan spektrofotometri UV pada panjang gelombang maksimum 313,4 nm. Hasil uji kualitatif menunjukkan 3 dari 5 sampel manisan mangga dengan kode A, B, dan E mengandung natrium siklamat. Sementara itu, hasil uji kuantitatif menunjukkan kadar sampel A sebesar 255,824 mg/kg, kadar sampel B sebesar 352,49 mg/kg, dan kadar sampel E sebesar 125,743 mg/kg. Hasil ini menunjukkan kadar natrium siklamat yang digunakan masih berada dibawah batas maksimal konsumsi yang tercantum dalam Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 yaitu sebesar 500 mg/kg. Kata Kunci: Keamanan Pangan, Uji Kualitatif, Uji Kuantitatif, Bahan Tambahan Pangan, Metode Pengendapan Sodium cyclamate is generally added to candied mangoes to improve the taste of the product. It is suspected that the use of sodium cyclamate in candied mangoes does not comply with the levels stated in BPOM Regulation Number 11 of 2019. This condition can cause dangerous effects on the body. This research was conducted to identify, calculate levels and evaluate sodium cyclamate levels in mango sweets sold in the city of Pontianak. Sodium cyclamate identification was carried out qualitatively through the precipitation method with HCl, BaCl2 and NaNO2 reagents. Quantitative determination of sodium cyclamate levels in samples was carried out using UV spectrophotometry at a maximum wavelength of 313.4 nm. Qualitative test results showed that 3 out of 5 samples of mango sweets with codes A, B and E contained sodium cyclamate. Meanwhile, quantitative test results showed that sample A levels were 255.824 mg/kg, sample B levels were 352.49 mg/kg, and sample E levels were 125.743 mg/kg. These results show that the levels of sodium cyclamate used are still below the maximum consumption limit stated in BPOM Regulation Number 11 of 2019, namely 500 mg/kg.