Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kemitraan Dalam Pembinaan Kepribadian Bagi Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABH) Tindak Pidana Pembunuhan Di LPKA Kelas II Jayapura Reynalin Sabami; Iman Santoso
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14346

Abstract

Tindak pidana yang melibatkan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), merupakan permasalahan kompleks yang menuntut pendekatan pembinaan kepribadian yang holistik dan terintegrasi. Fokus penelitian ini adalah untuk menilai peran kemitraan dalam pembinaan kepribadian ABH dan mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran kemitraan dalam pembinaan kepribadian ABH di LPKA Kelas II Jayapura dan hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi dalam kemitraan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kemitraan dalam pembinaan kepribadian ABH dan mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses pembinaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini melibatkan pihak-pihak terkait, seperti petugas LPKA, mitra eksternal (PKBM Rauboria), dan anak binaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan antara LPKA dan PKBM Rauboria berperan penting dalam menyediakan pendidikan setara, pelatihan keterampilan, dan pembinaan karakter bagi ABH. Namun, terdapat hambatan seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya tenaga pengajar terlatih, dan masalah koordinasi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa meskipun terdapat tantangan, kemitraan yang terjalin antara LPKA dan PKBM Rauboria memberikan dampak positif dalam pembinaan kepribadian ABH, dan perlu adanya perbaikan dalam hal koordinasi dan fasilitas untuk meningkatkan efektivitas pembinaan.
Implementasi Sanksi dan Perubahan Perilaku Narapidana dalam Sistem Pemasyarakatan Indonesia Windu Baskoro; Ade Cici Rohayati; Iman Santoso; Andi Kurniawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Sanksi dan Perubahan Perilaku Narapidana dalam Sistem Pemasyarakatan Indonesia serta Dampak Pemberian Sanksi dan Perubahan Perilaku Narapidana dalam Sistem Pemasyarakatan Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis-normatif yang diperkaya dengan kajian empiris melalui studi literatur, regulasi pemasyarakatan, serta data kebijakan terkait sistem pembinaan narapidana. Analisis implementasi kebijakan dilakukan dengan menggunakan model implementasi George C. Edward III yang meliputi variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pemberian sanksi berjalan efektif dan sesuai dengan kerangka kebijakan pemasyarakatan yang berlaku. Sosialisasi tata tertib kepada narapidana, dukungan sumber daya manusia yang memadai, komitmen petugas dalam menjalankan aturan, serta struktur birokrasi yang jelas menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan penerapan sanksi. Pemberian sanksi terbukti memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku narapidana, seperti meningkatnya kepatuhan terhadap aturan, munculnya rasa jera, serta tumbuhnya kesadaran hukum dan kedisiplinan. Namun demikian, efektivitas sanksi juga dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan latar belakang narapidana sehingga pendekatan pembinaan tidak dapat dilakukan secara seragam. Oleh karena itu, penerapan sanksi perlu diintegrasikan dengan program pembinaan yang berkelanjutan agar dapat mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana secara optimal dalam sistem pemasyarakatan Indonesia
Efektivitas Kinesio Taping terhadap Nilai Neck Disability Index pada Myofascial Pain Syndrome Otot Upper Trapezius: A Systematic Literature Review Aisyah Yasmin Khoirunnisa; Iman Santoso
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i2.8875

Abstract

Myofascial pain syndrome (MPS) in the upper trapezius muscle is one of the disorders commonly found in the neck area, characterized by myofascial trigger points (MTrP) in taut bands or tight muscle bands. Kinesio taping (KT) is a non-invasive therapy used in the management of MPS of the upper trapezius to improve neck disability measured using the Neck Disability Index (NDI). However, stronger evidence is still needed regarding the effectiveness of KT in reducing neck disability scores in MPS upper trapezius. This study aims to review and analyze the effectiveness of KT on NDI scores in MPS upper trapezius. The research method used is a systematic review employing PRISMA-P and the PICOS framework. The sample and population of the study consist of articles obtained from databases such as Crossref, Scopus, PubMed, Google Scholar, and Semantic Scholar. Keywords such as "Kinesio Taping," "Myofascial Pain Syndrome," and "Myofascial Trigger Point" were used. The results of the descriptive analysis of the selected articles showed that KT significantly reduced the NDI value in MPS upper trapezius. In conclusion, KT is effective in improving functional disability in the neck caused by MPS upper trapezius, and KT can be a therapeutic option either alone or in combination with other therapies.