Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penyesalan (Remorse) pada Remaja Putri yang Telah Melakukan Seks Pranikah Ria Astiwi; Asniar Khumas; Dian Novita Siswanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4: Juni 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i4.1812

Abstract

Premarital sexual behavior among teenagers is currently increasingly prevalent. Various impacts are experienced by teenagers who have had premarital sex such as regret, disappointment, dropping out of school, depression, guilt, and even the desire to commit suicide. The purpose of this study is to find out the remorse of young women who have had premarital sex. This research is qualitative research using phenomenological methods. The analysis technique in data collection used purposive sampling and in-depth interviews. The results of the interviews were written in verbatim form and then through the coding stages, namely open coding, axial coding and selective coding. The results showed that RI and NR respondents had premarital sex during high school while SR was still in junior high school. Respondents now regret having had premarital sex and experience negative feelings, demeaning and self-punishing. The respondent has admitted his mistake and realized the opportunity was wasted. Respondents are now trying to get closer to Allah Subhanahu Wa Ta'ala and are devoted to their parents. Respondents hope to become a better person than before and promise not to do it again. The regret experienced by the respondent does not include regret but remorse.
Persepsi Tentang Pernikahan Pada Perempuan Dewasa Awal Yang Mengalami Fatherless Sri Wahyuni; Asniar Khumas; Eka Sufartianinsih Jafar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 6: Oktober 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i6.2380

Abstract

Setiap anak perempuan membutuhkan figur ayah, namun tidak semua anak perempuan bisa merasakan hal tersebut karena ketidakhadirannya ayah baik secara fisik maupun psikologis yang hal ini biasa dikenal dengan istilah fatherless. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri tentang bagaimana persepsi anak perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless tentang pernikahan. Responden penelitian merupakan dua perempuan dewasa awal berusia 23 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus yang mengeksplor dua kasus. Kasus pertama yaitu karena ayah meninggal dan kasus kedua karena ayah berselingkuh. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada responden yang ayahnya meninggal dan memiliki kesan baik pada ayah cenderung memberikan persepsi yang positif dan menjadikan ayahnya sebagai role model dalam memilih kriteria pasangan. Tetapi sebaliknya, responden yang ayahnya berselingkuh merasa takut untuk menikah karena kondisi keluarganya yang kurang harmonis, dan sulit untuk percaya terhadap laki-laki karena perilaku ayahnya. Faktor yang memengaruhi persepsi tentang pernikahan pada responden yaitu berdasarkan dari lingkungan keluarga terutama orang tua responden, serta pengalaman yang pernah dialami responden. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi berupa informasi mengenai persepsi tentang pernikahan pada perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless dan sebagai acuan kepada partisipan dan masyarakat agar dapat mengatasi dampak fatherless yang memengaruhi cara bersikap terhadap pernikahan.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DAN PENDAMPING ANAK BERKEBUTUHAN KHSUSUS MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN DAN LILIN AROMATERAPI DARI MINYAK JELANTAH Kurniati Zainuddin; Haerani Nur; Eka Sufartianingsih Jafar; Asniar Khumas; Rohmah Rifani
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i1.56770

Abstract

Skills training should be provided according to individual abilities and interests. So that individuals with special needs can develop their ability to be independent at an optimal stage. The purpose of this program is to develop families with individuals with special needs. In order to provide social support and skills to individuals with special needs to optimize their abilities. This program helps improve the skills of individuals with special needs to create works with materials that are easy to find. This program is divided into three stages, namely preparation, implementation, and evaluation starting from preparing teaching media in the form of cards and other materials, implementing activities for 1 day with a learning menu, namely making soap and candles from used cooking oil waste. The implementation of PKM is carried out at the location of Sentra Wirajaya partners. Evaluation of training results is carried out by conducting observations and interviews with several training participants.  The results show that parents find it helpful to get material that is easy to teach to children and can be an activity of economic value for children with special needs.
Pelatihan Xmind untuk Meningkatkan Kemampuan Perumusan Ide Riset Mahasiswa Psikologi UNM Andi Halima; Asniar Khumas; Kurniati Zainuddin; Andi Nahliah Bungawali; Andi Fitri Wahyuni
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.78572

Abstract

Permasalahan akademik yang dihadapi mahasiswa Fakultas Psikologi UNM yang memprogram Mata Kuliah Teknik Penulisan Skripsi adalah mahasiswa kesulitan mentukan topik dan permasalahan penelitian serta mahasiswa kurang mampu menganalisis permasalahan dengan baik. Permasalahan tersebut muncul karena keterbatasan keterampilan mahasiswa dalam melakukan pemetaan fenomena penelitian serta minimnya pemanfaatan alat digital yang dapat mendukung pengembangan ide secara terstruktur. Untuk itu, kegiatan ini menyelenggarakan pelatihan penggunaan aplikasi XMIND sebagai alat bantu visual dalam pemetaan masalah dan penemuan ide riset. Sebanyak 40 mahasiswa mengikuti sesi pembelajaran daring yang mencakup pemaparan materi, demonstrasi, dan praktik penggunaan template Tree Chart dan Fishbone Diagram. Melalui pelatihan ini, mahasiswa belajar mengidentifikasi akar masalah, mengorganisasi isu penelitian, dan menghubungkannya dengan potensi topik riset. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menggunakan XMIND secara efektif untuk memetakan permasalahan serta merumuskan ide penelitian secara lebih terstruktur dan sistematis. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa XMIND merupakan alat yang bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan berpikir analitis mahasiswa pada tahap awal perencanaan skripsi. Integrasi perangkat digital seperti XMIND dalam pembelajaran metodologi penelitian direkomendasikan untuk mendukung pengembangan ide riset secara mandiri dan berkelanjutan.
Penggunaan Wadah Kantong Plastik oleh Penjual Kue Tradisional di Kota Parepare Asniar Khumas; Salsabila Sri Ramadhani; Waliyah Jihan Atiqah Wahid
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 3 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v3i1.1180

Abstract

Penggunaan wadah kantong plastik oleh penjual kue tradisional di kota Parepare sangat memprihatinkan. Banyaknya wadah kantong yang menjadi tumpukan sampah plastik dapat menyebabkan berbagai macam kerusakan lingkungan. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak sampah yang dihasilkan setiap hari oleh para penjual kue tradisional yang ada di kota Parepare. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 11 orang. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan observasi dan wawancara. Berdasarkan data lapangan yang telah didapatkan, rata-rata penjual kue tradisional menghasilkan sampah kantong plastik sebanyak 2-3 kantong yang berisi 50-100 lembar kantong plastik. Setiap pembeli mendapatkan 2-3 kantong plastik. Pembeli mendapatkan dua sampai tiga kantong plastik dalam satu tempat setiap membeli aitem kue. Penjual menganggap hal tersebut adalah suatu yang wajar, karena mayoritas kebutuhan sehari-hari mereka menggunakan kemasan plastik sekali pakai, seperti makanan, minuman, perlengkapan mandi, bahan masakan, dan lain-lain. Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi terhadap pemerintah dalam menetapkan kebijakan mengenai penggunaan sampah plastik.