Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penyesalan (Remorse) pada Remaja Putri yang Telah Melakukan Seks Pranikah Ria Astiwi; Asniar Khumas; Dian Novita Siswanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4: Juni 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i4.1812

Abstract

Premarital sexual behavior among teenagers is currently increasingly prevalent. Various impacts are experienced by teenagers who have had premarital sex such as regret, disappointment, dropping out of school, depression, guilt, and even the desire to commit suicide. The purpose of this study is to find out the remorse of young women who have had premarital sex. This research is qualitative research using phenomenological methods. The analysis technique in data collection used purposive sampling and in-depth interviews. The results of the interviews were written in verbatim form and then through the coding stages, namely open coding, axial coding and selective coding. The results showed that RI and NR respondents had premarital sex during high school while SR was still in junior high school. Respondents now regret having had premarital sex and experience negative feelings, demeaning and self-punishing. The respondent has admitted his mistake and realized the opportunity was wasted. Respondents are now trying to get closer to Allah Subhanahu Wa Ta'ala and are devoted to their parents. Respondents hope to become a better person than before and promise not to do it again. The regret experienced by the respondent does not include regret but remorse.
Persepsi Tentang Pernikahan Pada Perempuan Dewasa Awal Yang Mengalami Fatherless Sri Wahyuni; Asniar Khumas; Eka Sufartianinsih Jafar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 6: Oktober 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i6.2380

Abstract

Setiap anak perempuan membutuhkan figur ayah, namun tidak semua anak perempuan bisa merasakan hal tersebut karena ketidakhadirannya ayah baik secara fisik maupun psikologis yang hal ini biasa dikenal dengan istilah fatherless. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri tentang bagaimana persepsi anak perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless tentang pernikahan. Responden penelitian merupakan dua perempuan dewasa awal berusia 23 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus yang mengeksplor dua kasus. Kasus pertama yaitu karena ayah meninggal dan kasus kedua karena ayah berselingkuh. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada responden yang ayahnya meninggal dan memiliki kesan baik pada ayah cenderung memberikan persepsi yang positif dan menjadikan ayahnya sebagai role model dalam memilih kriteria pasangan. Tetapi sebaliknya, responden yang ayahnya berselingkuh merasa takut untuk menikah karena kondisi keluarganya yang kurang harmonis, dan sulit untuk percaya terhadap laki-laki karena perilaku ayahnya. Faktor yang memengaruhi persepsi tentang pernikahan pada responden yaitu berdasarkan dari lingkungan keluarga terutama orang tua responden, serta pengalaman yang pernah dialami responden. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi berupa informasi mengenai persepsi tentang pernikahan pada perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless dan sebagai acuan kepada partisipan dan masyarakat agar dapat mengatasi dampak fatherless yang memengaruhi cara bersikap terhadap pernikahan.