Articles
The Relation between Love and Trust towards Married Couples in Makassar
Andi Nur Ismail Budiman;
Asniar Khumas;
Faradillah Faradillah
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2023
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56326/jpk.v3i1.1267
The love is an important component in any marital relationship. The love of married couples weakens due to various bad events that occur in marriage. The purpose of this study was to determine the relationship between love and trust in married couples in Makassar City. This research uses quantitative methods. The subjects in this study were 101 people who are husband or wife, and live in Makassar City. Data analysis used Spearman rho correlation analysis. The results of this study indicate that the significant value is p = 0.000 (p <0.05), and the value of the correlation coefficient is R = 0.763. Thus, there is a relationship between love and trust in married couples in Makassar City. This research contributes to the field of psychology, particularly family psychology, related to love and trust in married couples.
Pengaruh Muslim Spiritual Attachment terhadap Konflik Perkawinan pada Istri di Kota Makassar
Nur Fadillah;
Asniar Khumas;
Sitti Murdiana
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 10: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to examine the effect of Muslim spiritual attachment on marital conflict. This research was conducted with quantitative methods through the distribution of the scale with the number of research respondents as many as 125 wives in the city of Makassar. The data collection technique was done by purposive sampling technique. Data were analyzed using logistic regression analysis technique with the help of JASP version 0.14.1.0. The results showed that among the three dimensions of Muslim spiritual attachment, only the secure relationship dimension had a significant effect on marital conflict with a B value of (-0.602). The dimensions of separation protest and the positive dimensions of the model of self have no significant effect on marital conflict. The value of R2 = 0,059 which means that the three dimensions of Muslim spiritual attachment, namely the dimensions of secure relationship, separation protest, and positive model of self together are able to explain the marital conflict variable with conformity of 5.9%.
Efektivitas Play-Based Intervention Dalam Mengurangi Kecenderungan Perilaku Agresi Pada Siswa Di SMP Negeri 5 Tinggimoncong Satap Buluballea
Mutmainnah Nur Rahmah;
Asniar Khumas;
Asmulyani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4: Juni 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/peshum.v1i4.440
Perilaku agresi kerap kali dilakukan siswa dalam lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas play-based intervention dalam mengurangi kecenderungan perilaku agresi siswa. Partisipan penelitian ini adalah 12 siswa SMP Negeri 5 Tinggimoncong Satap Buluballea (n=12). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimen one-group pretest- posttest design. Analisis data menggunakan Paired Sample T-Test uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi sebesar p=0,004 (p<0,050). Hasil penelitian menunjukkan bahwa play-based intervention efektif dalam menurunkan kecederungan perilaku agresi siswa sekolah menengah pertama. Berdasarkan hasil nilai pada pretest (mean=45,58) lebih besar dibandingkan nilai posttest (mean=32,83), sehingga terjadi penurunan mean skor skala perilaku agresi. Implikasi dalam penelitian ini adalah play-based intervention dapat digunakan sebagai media untuk menurunkan kecenderungan perilaku agresi siswa.
Resiliensi Pada Laki-Laki Dewasa Pasca Putus Cinta
Risky Indah Aska;
Asniar Khumas;
Faradillah Firdaus
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 5: Agustus 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/peshum.v1i5.646
Hubungan pacaran dapat berakhir pada perpisahan karena terdapat konflik atau kondisi salah satu pasangan ingin berpisah. Individu yang mempunyai keseriusan dalam hubungan pacaran atau komitmen akan mengalami dampak bagi kesehatan mental dan fisik ketika mengalami kondisi putus cinta. Kondisi terpuruk yang dialami oleh individu yang mengalami putus cinta dapat diatasi dengan cara resiliensi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran resiliensi yang dilakukan oleh laki-laki dewasa pasca putus cinta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden dalam penelitian ini sebanyak tiga orang laki-laki yang memenuhi kriteria berusia 20-40 tahun, dengan kondisi pernah mengalami keterpurukan akibat putus cinta. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan responden melalui wawancara secara langsung dan dokumentasi rekaman wawancara yang diselenggarakan di kota Makassar. Hasil penelitian yang didapatkan, yaitu ketiga responden pernah mengalami kondisi terpuruk akibat putus cinta namun mampu bangkit dari kondisi terpuruknya. Dari tujuh aspek resiliensi yang diteliti hasilnya ketujuh aspek positif, yang diantaranya aspek regulasi emosi, pengendalian dorongan, analisis penyebab, efikasi diri, realisitis dan optimis, empati serta keterjangkauan. Penelitian ini menjadi bahan intropeksi diri responden agar mengenali proses resiliensi pasca putus cinta yang dilalui dan memberikan informasi tambahan kepada masyarakat umum bahwa resiliensi merupakan cara untuk bangkit dari keterpurukannya.
Strategi Coping Pada Remaja Yang Stress Karena Kehamilan Pranikah
Gandary Hati Islamy;
Asniar Khumas;
Kurniati Zainuddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1: Desember 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/peshum.v2i1.1080
Kehamilan pranikah ialah kehamilan yang tak diinginkan yang terjalin pada perempuan di negara-negara di mana pernikahan dengan pasangan tak disahkan secara legal. Riset ini bermaksud guna mengetahui metode strategi koping pada remaja yang mengalami kehamilan pranikah. Riset ini memamfaatkan prosedur kualitatif serta fenomenologis. Responden dalam riset ini ialah 3 orang. Responden didapat melalui metode purposive sampling, serta pengumpulan informasi memanfaatkan tanya jawab tak terstruktur yang dialkukan langsung dengan responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reaksi pertama ketika mengetahui kehamilan pranikah yang dialami responden ialah merasakan emosi negataif seperti stress, ketakutan, kekhawatiran. Berdasarkan hasil penelitian, remaja yang mengalami kehamilan pranikah menerima dan bertanggung jawab atas kondisi kehamilannya.
Resiliensi Perempuan yang Mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Selama Pandemi Covid-19 di Kota Makassar
Shofy Afliya Ashar;
Asniar Khumas;
Novita Maulidya Djalal
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2: Februari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/peshum.v2i2.1392
Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang besar bagi masyarakat Makassar. Dampak tersebut menimbulkan stress yang mengakibatkan terjadinya bentuk kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selama pandemic covid-19 di Kota Makassar mulai dari respon pengalaman KDRT., cara mengatasi emosi dan bertahan. Subjek mendapat dukungan dan berusaha untuk keluar dari hubungan KDRT dan mendapat dampak positif. Kriteria subjek penelitian ini adalah perempuan yang telah menikah dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga selama masa pandemic covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Proses analisis data penelitian menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analisis (IPA). Hasil analisis data menunjukkan bahwa subjek mendapatkan bentuk kekerasan fisik, psikis dan verbal. Subjek memiliki gambaran resiliensi dengan regulasi emosi yang memilih untuk diam serta tidak melakukan perlawanan kemudian mempertimbangkan berbagai resiko dan mendapatkan dukungan dari teman dan keluarga, hingga berhasil mendapatkan banyak dampak positif yang membantu subjek menjadi lebih baik.
Hubungan Kelekatan Orangtua Dengan Perilaku Agresi Remaja Di Kota Makassar
Sinariptha Aulia Sasmitha;
Asniar Khumas;
Dian Novita Siswanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3: April 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/peshum.v2i3.1506
Seorang anak tidak akan memiliki perilaku yang agresif apabila dia terikat dengan orang tuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran orang tua dengan perilaku agresif yang dimiliki oleh seorang anak. Pada penelitian ini menguji 150 remaja di kota makasar. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara parental attachment dengan perilaku agresif (p=-0.003, r=-0.240). Artinya, semakin besar ikatan orang tua dengan remaja, maka semakin berkurang perilaku agresifnya, dan sebaliknya semakin lemah ikatan orang tua dengan remaja, maka semakin kuat perilaku agresifnya. Penelitian ini diharapkan berdampak baik bagi masyarakat agar bisa lebih memperhatikan hubungan antara orang tua dengan anaknya. Kasih sayang yang diberikan oleh orang tua dapat berdampak bagi perilaku dari seorang anak dalam menjalani hidupnya.
Kebahagiaan Mahasiswa Suku Bugis-Makassar
Nur Rahmah Abdullah;
Asniar Khumas;
Rohmah Rifani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4: Juni 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/peshum.v2i4.1804
Kebahagiaan menjadi motif paling dasar dari segala sesuatu yang dikerjakan individu. Kompleksitas permasalahan yang dialami memengaruhi dinamika kebahagiaan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perbandingan kebahagiaan antara mahasiswa suku Bugis dan Makassar. Kebahagian diukur dengan menggunakan skala berdasarkan aspek aspek kebahagiaan Dianer tahun 1984 yang kemudian diananalisis menggunakan uji independen t-test dengan SPSS 25. Hasil penelitian ini diperoleh nilai t=1,004dan p>0,05(tidak signifikan) yang berarti tidak ada perbedaan antara tingkat kebahagiaan mahasiswa suku Bugis dan Makassar. Penelitian lanjutan yang dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan angket pertanyaan terbuka, ditemukan bahwa mahasiswa yang memiliki kebahagiaan rendah disebabkan karena danya ketidakpuasan terhadap konsisi hidup yang dimiliki dalam aspek keuangan, pekerjaan, kesehatan, dan pemanfatan waktu luang yang tidak produktif, sedangkan mahasiswa yang memiliki kebahagian kebahagiaan tinggi desebabkan oleh rasa syukur atas apa yang terjadi dalm hidupnya.
Gambaran Komitmen Pernikahan pada Suami yang Melakukan Kekerasan dalam Rumah Tangga
Nur Shofiyah Jafni;
Asniar Khumas;
Faradillah Firdaus
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4: Juni 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/peshum.v2i4.1809
Salah satu tugas perkembangan harus dijalankan individu adalah memilih teman hidup dan menikah. Dalam mempertahankan pernikahan, dibutuhkan komitmen. Berdasarkan yang terjadi tidak selamanya pernikahan berjalan lancar. Kasus paling menonjol dalam rumah tangga adalah kekerasan dilakukan oleh suami terhadap istrinya. Maraknya kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi, tidak sedikit pasangan suami istri memiliki keinginan untuk menghentikan kekerasan yang dilakukan, memperbaiki dan mempertahankan rumah tangganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran komitmen pernikahan suami yang telah melakukan kekerasan terhadap istrinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suami yang telah melakukan kekerasan terhadap istrinya dapat menghentikan kekerasan, memperbaiki dan mempertahankan kembali rumah tangganya karena memegang komitmen pernikahan. Ketiga subjek memiliki komitmen pernikahan berbeda-beda, dapat dilihat dari komponen komitmen personal, komitmen moral dan komitmen struktural. Komponen komitmen yang dimiliki ketiga subjek adalah komitmen moral, mengacu pada kewajiban moral yang dimana ketiga subjek bertahan karena memikirkan anak.
Hubungan Kesejahteraan Psikologis Dengan Penyesuaian Diri Pada Istri Yang Tinggal Bersama Mertua
Dewi Munadiah Hasrullah;
Asniar Khumas;
Eka Sufartianinsih Jafar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4: Juni 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/peshum.v2i4.1811
Penyesuaian diri merupakan kemampuan individu untuk beradaptasi pada lingkungan sekitar sehingga individu mendapatkan ketentraman secara internal dalam hubungannya dengan dunia sekitarnya. Penyesuaian diri merupakan salah satu permasalahan yang paling sering terjadi dalam kehidupan sehari hari individu. Seperti seseorang yang sudah menikah, dimana seseorang tersebut akan menyesuaikan diri entah bagi diri sendiri, suami, anak, mertua dan keluarga pasangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kesejahteraan psikologis dengan penyesuaian diri pada istri yang tinggal bersama mertua. Partisipan dalam penelitian ini adalah perempuan yang sudah menikah dan tinggal bersama mertua di Sulawesi Selatan sebanyak 106 responden. Penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian ini menggunakan skala kesejahteraan psikologis dan penyesuaian diri, yang hasilnya dianalisis menggunakan teknik analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penyesuaian diri dengan kesejahteraan psikologis pada istri yang tinggal bersama mertua (p=0.000, r=0.605). Penelitian ini menggambarkan bahwa semakin tinggi penyesuaian diri seorang istri maka semakin tinggi pula kesejahteraan psikologisnya. Penelitian ini diharapkan mampu membuat sesorang istri agar lebih mengetahui pendekatan dalam menarik perhatian ibu mertua sehingga dapat menyesuaikan diri dan lebih bisa menemukan solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapi.