Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengurangan Risiko Musculoskeletal Disorder Melalui Perancangan Alat Bantu Meja Painting Menggunakan Metode REBA Pradipta Sitompul, Kevin; Zufarshidqi, Ahnaf; Bintang Utama, Dhafiandra; Imdam, Irma Agustiningsih
Metris: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 25 No. 02 (2024): Desember
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/metris.v25i02.5870

Abstract

PT.XYZ is an automotive company that produces various automotive components, one of which is the body reinforcement frame (Reinforce). The problem that arises occurs in the posture of workers who are not ergonomic in the painting process. This can lead to MSDs disease in the spine. The purpose of this research is to minimize the waste motion experienced by painting operators. The method used to minimize waste motion is Rapid Entire Body Assessment (REBA). From the results of this study obtained a REBA score of 7 which is classified as medium risk, to reduce the REBA score we propose designing a tool in the form of a painting table.
PERANCANGAN PALLET DELIVERY UNTUK MEMINIMASI RISIKO KELUHAN AKIBAT KERJA MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA) DI PT. XYZ Imdam, Irma Agustiningsih; Kurnianto, Radif; Sukmawati, Wilda; Sumasto, Fredy; Pratama, Indra Rizki; Marizka, Dewi Auditiya
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v12i3.32781

Abstract

Pallet Delivery Design at PT. XYZ is intended to overcome operator working posture problems in the manual process of tying boxes with ropes, so as to reduce complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs) in operators. Analysis of MSDs complaints was carried out by distributing the Nordic Body Map (NBM) questionnaire to three workers with the results that they experienced complaints of calf, back and knee pain. Based on the results of the Nordic Body Map questionnaire, a Rapid Entire Body Assessment (REBA) analysis was carried out, namely to assess the level of risk. In the initial assessment, REBA produced a score of 9 which indicates a high risk with the use of the tool used. To find out the specifications of the tool to be designed, it is done by measuring the operator's anthropometric data, followed by product design using the Need, Idea, Decision, and Action (NIDA) method as a design approach and the next stage is simulated in CATIA software to confirm risk reduction. The design simulation shows a decrease in the REBA value from 9 to 2, thereby reducing the risk of MSDs for workers.
PENYULUHAN PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI CV MORIO HATRI INDONESIA Rusnaenah, Andi; Ismono, Ahlan; Imdam, Irma Agustiningsih; Pramesty, Annisya Zahra
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2280

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting yang kurang mendapat perhatian di CV Morio Hatri Indonesia, sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam perakitan suku cadang (sparepart) otomotif. Rendahnya pemahaman pekerja terhadap K3, minimnya ketaatan dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta kurangnya infrastruktur K3 merupakan permasalahan utama yang ditemukan. Tujuan penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pekerja mengenai pentingnya K3, penggunaan APD, identifikasi bahaya dan prosedur evakuasi. Metode meliputi analisis awal (survei dan wawancara), desain materi (presentasi, video, simulasi), perancangan arsitektur infrastruktur yang diperlukan, implementasi melalui penyuluhan serta praktik langsung, dan monitoring evaluasi dengan pendampingan serta kuisioner terkait peningkatan keberdayaan, keterampilan, serta kepuasan mitra. Hasil menunjukkan adanya masalah K3 berupa minimnya pengetahuan dan penerapan K3. Tim PkM menyusun materi penyuluhan dalam bentuk presentasi, video, dan simulasi terkait pentingnya K3, penggunaan APD, identifikasi bahaya, serta prosedur evakuasi. Selain itu, tim juga merancang infrastruktur K3 seperti jalur evakuasi, tanda keselamatan, dan peralatan darurat. Penyuluhan melalui presentasi dan simulasi penggunaan APD berhasil dilaksanakan dengan partisipasi pekerja serta manajemen industri. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan pekerja, penggunaan APD yang lebih konsisten, pemahaman potensi bahaya, dan prosedur evakuasi, meskipun masih dibutuhkan pendampingan lanjutan untuk memastikan konsistensi penerapan K3. Penyuluhan ini berhasil meningkatkan pengetahuan pekerja dan penerapan K3 di Industri CV Morio Hatri Indonesia. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penggunaan APD, kemampuan mengidentifikasi bahaya dan pengetahuan prosedur evakuasi. Untuk menjaga keberlanjutan program, disarankan adanya pelatihan berkelanjutan dan pengawasan ketat terhadap penerapan K3 di perusahaan.
Implementation of Min-Max Stock Insert Components to Prevent Lost Opportunity Tooling Case Study: Automotive Component Company Imansuri, Febriza; Hermawan, Yuda; Sumasto, Fredy; Pratama, Indra Rizki; Dendra, Feby Gusti; Imdam, Irma Agustiningsih
IJIEM - Indonesian Journal of Industrial Engineering and Management Vol 6, No 2: June 2025
Publisher : Program Pascasarjana Magister Teknik Industri Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/ijiem.v6i2.26678

Abstract

Inadequate or delayed supply of raw materials or components needed for production can lead to line stoppages. Reducing the frequency and duration of line stoppages is crucial for maintaining efficiency and meeting production targets. It can happen due to logistics problemsThis research was conducted in the logistics department of an automotive component company. One of the causes is the procurement of tooling, which needs to be improved for production needs. The tooling factor is part of the logistics scope and is the highest factor causing lost opportunities and line stoppages. To minimize the impact of line production stoppages, manufacturers often implement strategies like implementing a minimum stock of insert components. The problem-solving methodology includes a five whys analysis, conducting a Pareto diagram, determining the service level of the stock level, and calculating the maximum-minimum stock level. Based on the result, 17 types of inserts must apply stock levels to avoid stock shortages.
Minimasi Lead Time Proses Produksi Pada Part Otomotif Tipe BZ 460 RH Menggunakan Value Stream Mapping (VSM) di PT XYZ Al-farabi, Muhammad Azka; Imdam, Irma Agustiningsih; Dewi Auditiya Marizka; Wilda Sukmawati; Indra Yusuf
JURNAL INTEGRASI Vol. 17 No. 2 (2025): Volume 17, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/ji.v17i2.9215

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang industri otomotif. Pada proses produksi di PT XYZ menghasilkan komponen otomotif salah satu produknya adalah part type BZ460 RH. Berdasarkan pengamatan, ditemukan permasalahan pada pemborosan overprocessing, dan transportasi. Pemborosan yang ditemukan berdampak dengan ketidakcapaian target produksi sebesar 279 unit/hari dengan hanya memproduksi 265 unit/hari. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi dan meminimasi lead time yang terdapat aktivitas pemborosan pada proses produksi part BZ 460 RH. Penelitian ini menggunakan metode Value Stream Mapping (VSM) dengan bantuan Value Stream Analysis Tools (VALSAT) yaitu Process Activity Mapping (PAM) untuk menggambarkan aliran nilai dengan melakukan pemetaan aktivitas proses secara detail. Perencanaan perbaikan dilakukan dengan menggunakan analisis 5W+1H. Hasil production lead time sebelum perbaikan pada current state value stream mapping sebesar 139,44 detik/unit dengan nilai Process Cycle Efficiency (PCE) 33,89%. Perbaikan dilakukan dengan mengusulkan modifikasi meja packing dengan rak plastik packing dan melakukan penambahan trolley sesuai kebutuhan. Hasil production lead time setelah perbaikan mengalami penurunan sebesar 26% menjadi 103,75 detik/unit dan terjadinya peningkatan pada nilai PCE menjadi 45,54%. Hasil tersebut membuat target produksi tercapai dengan output produksi sebesar 313 unit/hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbaikan yang dilakukan pada proses produksi part BZ 460 RH memiliki pengaruh signifikan terhadap production lead time, PCE, dan output produksi.