Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Edukasi kesehatan pariwisata dalam mendukung pengembangan potensi desa wisata Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Mulyatno, Bagus Sapto; Mulyasari, Rahmi; Wahono, Endro Prasetyo
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i9.1801

Abstract

Background: The development of tourism potential, including coastal tourism, must consider several factors, including tourism health. Banding Village, Rajabasa District, South Lampung Regency, has beaches with significant potential for development as tourist destinations. Furthermore, the development of coastal tourism potential needs to be accompanied by tourism health education. Purpose: To increase public knowledge about tourism health, including disease prevention, environmental health, safety support for tourism activities, and food safety at tourist sites. Method: The outreach activity was held on Sunday, August 31, 2025, attended by 20 integrated health post (Posyandu) cadres and community members in Banding Village, Rajabasa District, South Lampung Regency, representing each hamlet in Banding Village. The community service program consisted of focus group discussions (FGDs), the creation of information media, and direct outreach activities for the community. Data on knowledge levels was measured using a questionnaire containing questions related to the outreach material. The answers to the questionnaire given and filled out by the cadres before the extension activities were used as pre-test data, while the questionnaire with the same questions given after the extension activities was used as post-test data. Results: Data obtained showed that before the outreach program, the majority of cadres and residents of Banding Village had a level of knowledge about tourism health in the very poor and sufficient categories, with 7 (35.0%) and 10 (50.0%) respectively. However, after the outreach program, understanding of tourism health increased to good (10) and very good (10). Conclusion: This outreach program was quite effective in increasing community knowledge about tourism health and tourism environmental health. Increased community knowledge and understanding of tourism health also contributed positively to disease prevention efforts in tourism areas, food safety, and environmental health in tourism areas. Suggestion: It is hoped that cadres and residents who have acquired this knowledge will continuously monitor public health issues related to tourism activities and can make positive contributions to other communities in efforts to implement sustainable programs. Keywords: Beach tourism; Health education; Tourism environment; Tourism health Pendahuluan: Pengembangan potensi wisata, termasuk wisata pantai, harus memperhatikan beberapa hal termasuk kesehatan pariwisata. Desa Banding, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, memiliki pantai yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Di sisi lain, pengembangan potensi wisata pantai, perlu disertai dengan edukasi kesehatan pariwisata. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan kepariwisataan yang mencakup pencegahan penyakit, kesehatan lingkungan, dukungan keselamatan pada aktivitas wisata dan kesehatan pangan di tempat wisata. Metode: Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 31 Agustus 2025 yang dihadiri oleh 20 orang kader posyandu dan masyarakat di Desa Banding, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, yang merupakan perwakilan dari masing-masing dusun di Desa Banding. Rancangan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari focus group discussion (FGD), pembuatan media informasi dan kegiatan penyuluhan langsung kepada masyarakat. Pengukuran data tentang tingkat pengetahuan, dilakukan dengan kuesioner berupa pertanyaan yang terkait dengan materi penyuluhan. Jawaban kuesioner yang diberikan dan di isi oleh kader sebelum kegiatan penyuluhan adalah sebagai data pre-test sedangkan kuesioner dengan pertanyaan yang sama diberikan setelah kegiatan penyuluhan adalah sebagai data post-test. Hasil: Mendapatkan data bahwa sebelum dilakukan penyuluhan mayoritas kader dan masyarakat Desa Banding memiliki tingkat pengetahuan tentang kesehatan wisata dalam kategori sangat kurang dan kategori cukup yaitu masing-masing sebanyak 7 orang (35.0%), sedangkan setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pemahaman kesehatan wisata menjadi kategori baik sebanyak 10 (50.0%) dan kategori sangat baik sebanyak 10 orang (50.0%).. Simpulan: Kegiatan penyuluhan ini cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan wisata dan kesehatan lingkungan pariwisata. Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kesehatan wisata juga berkontribusi positif terhadap upaya pencegahan penyakit pada masyarakat di daerah wisata, kesehatan pangan dan kesehatan lingkungan di daerah pariwisata. Saran: Diharapkan para kader dan masyarakat yang telah mempunyai pengetahuan untuk selalu melakukan monitoring terkait kesehatan masyarakat terhadap aktivitas kepariwisataan dan dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat lainnya dalam upaya penerapan program yang berkelanjutan.
IMPLEMENTASI EDUKASI MITIGASI TSUNAMI, PEMETAAN ASET, DAN PELATIHAN WEBSITE UNTUK PENGEMBANGAN GEOWISATA TANGGUH BENCANA DI DESA BANDING, LAMPUNG SELATAN Bagus Sapto Mulyatno; Rahmi Mulyasari; Endro Prasetyo Wahono; Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani; Muhammad Saipuddin; Muhammad Reza Fahlefi; Rizky J. Sianturi; Siti Mahmudah; Hafizah Hafizah; Razki Alfatah Khairu Mahli; Maulana Ramadhan Pratama
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 10 No. 1 (2026): Vol. 10 No. 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v10i1.642

Abstract

Desa Banding, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan geowisata, baik berupa pantai maupun wisata edukatif berbasis alam. Namun, letaknya yang berada di pesisir Selat Sunda menjadikan desa ini rentan terhadap bencana, khususnya tsunami, seperti yang terjadi pada tahun 2018. Berdasarkan kondisi tersebut, dilaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mitigasi tsunami dan kesehatan, serta membekali aparatur desa dalam pengelolaan promosi digital. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan dan pengelolaan website, pemetaan aset geowisata, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan upaya keberlanjutan program. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat terkait mitigasi bencana, identifikasi potensi wisata seperti Pantai Banding, wisata edukatif Madu Baja, mata air, dan produk lokal sumpia pisang, serta pemanfaatan peta geowisata melalui website desa. Pemasangan papan informasi jalur evakuasi, taman edukasi wisata madu, peta geowisata, dan penyediaan wadah penampungan air mendukung kenyamanan pengunjung. Evaluasi melalui pretest dan post-test memperlihatkan peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola teknologi dan informasi geowisata secara mandiri. Secara keseluruhan, PKM ini berhasil memperkuat Desa Banding sebagai destinasi wisata berbasis potensi lokal yang aman, berkelanjutan, dan tangguh terhadap bencana.
Identification of Potential Unconventional Oil and Gas Zones Based on Permeability, Mobility, and Transmissibility in The North-East Java Basin Bagus Sapto Mulyatno; Ordas Dewanto; Isti Nur Kumalasari; Andri Kurniawan; Asep Irawan; Andy Setyo Wibowo
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 49 No 2 (2026)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/scog.v49i2.2081

Abstract

The North East Java Basin is one of the prospective unconventional hydrocarbon regions characterized by low-permeability carbonate reservoirs. However, quantitative evaluation of fluid flow behavior and the relationships among petrophysical parameters within tight carbonate systems in this basin remains limited. This study aims to identify unconventional hydrocarbon prospect zones and determine the dominant fluid type based on permeability, mobility, and transmissibility parameters in the BGS-2, BGS-4, and BGS-7 wells. The study integrates well-log data, Total Organic Carbon (TOC) estimation, and interparameter relationship analysis using permeability–mobility and permeability–transmissibility crossplots. The results show that TOC values range from 0.51 to 2.78 wt%, indicating moderate to very good organic richness. The main prospective zones occur at depths of 3235–6469.5 ft (BGS-2), 3617–10632 ft (BGS-4), and 1897–1988 ft (BGS-7). These intervals are characterized by very low permeability (<0.1 mD), low mobility (<10 mD/cP), and limited transmissibility (<100 mD·ft/cP), indicating tight carbonate reservoir characteristics. Crossplot analysis reveals a stronger positive relationship between permeability and mobility than between permeability and transmissibility. The integration of petrophysical parameters indicates that gas is the dominant fluid within the prospective intervals, suggesting that carbonate reservoirs in the North East Java Basin represent promising tight-gas unconventional hydrocarbon resources.