Renny Wulan Apriliyasari, Renny Wulan
STIKES Cendekia Utama Kudus

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENERAPAN TERAPI BEKAM TERHADAP PENURUNAN ASAM URAT PADA PENDERITA HIPERURISEMIA Aisyah, Noor; Ambarwati, Ambarwati; Apriliyasari, Renny Wulan; Pujiati, Eny
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i2.231

Abstract

Dalam keadaan normal, asam urat dapat larut di dalam darah pada tingkat tertentu. Apabila kadar asam urat dalam darah melebihi daya larutnya, maka plasma darah akan menjadi sangat jenuh dan keadaan ini disebut dengan hiperurisemia. Asam urat merupakan asam lemah yang didistribusikan dalam cairan ekstraseluler sebagai natrium urat. Jumlah asam urat dalam plasma tergantung pada jumlah makanan atau minuman yang mengandung purin, biosintesis asam urat dan laju ekskresi urat. Kadar asam urat serum plasma diatur oleh 4 komponen sistem transpor ginjal yang meliputi proses filtrasi, reabsorbsi, sekresi dan reabsorbsi paska sekresi. Produksi asam urat yang berlebihan dapat disebabkan karena pengeluaran asam urat melalui ginjal kurang yang disebabkan ginjal yang rusak. Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat di berikan adalah terapi bekam yang bertujuan untuk mengeluarkan racun dalam tubuh berupa darah kotor yang salah satunya adalah kadar asam urat. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui gambaran penerapan terapi bekam terhadap penurunan kadar asam urat pada penderita hiperurisemia. Metode : Penelitian ini adalah Deskriptif Kuantitatif dengan desain pre eksperimental pendekatan One Group Pretest-Posttest untuk mengukur kadar asam urat sebelum dan sesudah pemberian terapi bekam. Sampel sebanyak 18 responden pasien hiperurisemia. Pengumpulan data menggunakan pengukuran kadar asam urat sebelum dan sesudah diberikan terapi bekam. Analisa data dilakukan secara univariat. Hasil : Penelitian  ini menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki (61,1%) dengan usia dominan 40 tahun. Sebelum intervensi rata-rata kadar asam urat 7,9 mg/dL. Kesimpulan : Setelah intervensi rata-rata kadar asam urat 7,0 mg/dL. Perubahan ini mengidentifikasi bahwa intervensi yang diberikan efektif untuk menurunkan kadar asam urat pada penderita hiperurisemia.
Peningkatan Pengetahuan Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi pada Sekolah Lansia Di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus Purwandari, Nila Putri; Apriliyasari, Renny Wulan; Faidah, Noor; Wulan, Emma Setiyo
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.90

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada kelompok lanjut usia (lansia) dan menjadi faktor risiko utama penyakit jantung, stroke, serta gagal ginjal. Lansia di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, menunjukkan tingkat pengetahuan yang masih rendah terkait pencegahan dan pengendalian hipertensi, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang terstruktur melalui program Sekolah Lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui edukasi kesehatan, demonstrasi pengukuran tekanan darah, dan aktivitas fisik ringan. Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi pengukuran tekanan darah, serta senam lansia, dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab langsung dan pengamatan kemampuan peserta dalam memahami materi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia terkait faktor risiko, tanda dan gejala, serta strategi pencegahan hipertensi. Sebanyak 90% peserta mampu memahami cara pengukuran tekanan darah, dan 80% peserta menunjukkan motivasi meningkat untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin. Kegiatan edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi dan mendorong perubahan perilaku sehat. Program serupa disarankan untuk dilakukan secara berkala sebagai upaya berkelanjutan dalam pengendalian penyakit tidak menular di Desa Kutuk.
PENERAPAN TERAPI SEFT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Jamaludin, Jamaludin; Astanti, Febyana Galuh; Apriliyasari, Renny Wulan
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.245

Abstract

Background: Hypertension is a condition where a person experiences an increase in blood pressure that exceeds normal limits. A person is considered to have hypertension if their blood pressure is more than 140/90 mmHg. An increase in blood pressure occurs when there is an increase in systole and diastole, which varies depending on the individual affected. Spiritual emotional freedom technique (SEFT) therapy is a therapy in the form of a combination of energy systems (energy medicine) and spiritual therapy combined with tapping at a predetermined point on several parts of the body which is almost the same as acupuncture and acupressure techniques by stimulating several key points along the 12 energy pathways (energy meridians) of the body. Objective: To describe the implementation of SEFT therapy in lowering blood pressure in hypertensive patients. Methods: The case study in this scientific paper uses a pre experimental design method using the form of a one group pre test - post test design. Results: after being given SEFT therapy for 3 consecutive days, it was found that the majority of hypertensive patients were female with a percentage of 66.67%, with age characteristics of 46-55 years (early elderly period) with a percentage of 60%, and work characteristics as housewives with a percentage of 40%. The average blood pressure value of 15 pre-test respondents was 170 mmHg for systolic blood pressure and 94 mmHg for diastolic blood pressure. The average post test blood pressure value of 15 respondents was 152 mmHg for systolic blood pressure and 87 mmHg for diastolic blood pressure. The difference between the average pre-test and post-test blood pressure values of 15 respondents is 18 mmHg for systolic blood pressure and 7 mmHg for diastolic blood pressure. These results indicate that there is a decrease in blood pressure values in hypertensive patients in Growong Village after SEFT therapy.